cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 388 Documents
Invarian Kretschmann untuk Ruang-Waktu Kerr Maulana Febri Agung Wardana; Hasanuddin Hasanuddin; Azrul Azwar
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.53567

Abstract

Telah dilakukan perhitungan invarian Kretschmann pada lubang hitam Kerr yang merupakan solusi persamaan medan gravitasi Einstein pada ruang-waktu vakum, berotasi dan bersumbu simetri aksial. Solusi ini didapatkan dengan melakukan perhitungan tensor metrik hingga tensor Riemann menggunakan perangkat lunak Maxima dan dilakukan penyederhanaan invarian Kretschmann secara analitik hingga mendapatkan singularitas nyata di  dan  serta singularitas semu di  untuk lubang hitam berotasi.
Analisis Dampak Siklon Tropis Pabuk terhadap Unsur Cuaca di Kalimantan Barat Nur Fitri; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.53197

Abstract

Siklon tropis adalah sistem tekanan rendah yang terbentuk di atas perairan luas yang memiliki suhu tinggi. Pada tahun 2019 tercatat siklon tropis terjadi sebanyak 29 kali di Samudra Pasifik Barat. Siklon tropis Pabuk merupakan salah satu siklon tropis yang tumbuh paling dekat dengan wilayah Kalimantan Barat. Siklon tropis dapat memberikan dampak secara tidak langsung ke wilayah sekitarnya baik peningkatan maupun penurunan jumlah curah hujan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh siklon tropis Pabuk terhadap unsur cuaca di Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data biner dari satelit Himawari-8 IR, European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) ERA-5 dan Global Satellite Measurement of Precipitation (GSMaP) yang divisualisasi dengan persamaan indeks konvektif, pola angin, transpor uap air, dan curah hujan melalui perangkat lunak The Grid Analysis and Display System (GrADS). Hasil analisis deskriptif yang diperoleh menunjukkan siklon tropis Pabuk menyebabkan terjadi hujan di wilayah Kalimantan Barat pada fase badai tropis tanggal 1-2 Januari 2019 sekitar 30-45 mm, dengan indeks konvektif 40-50, kecepatan angin 8-12 m/s dan jumlah massa uap air 600-1000 kg/(ms). Ekor siklon tropis Pabuk mengenai wilayah Kalimantan Barat karena jarak pembentukannya yang cukup dekat.
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan di Ruas Jalan Temajuk-Aruk Menggunakan Metode Golistrik Konfigurasi Wenner-Schlumberger Reka Oktavina; Okto Ivansyah; Radhitya Perdhana
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.54258

Abstract

Identifikasi lapisan bawah permukaan telah dilakukan di ruas jalan Temajuk-Aruk, Desa Sui Bening,Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengukuran dilakukan sebanyak 5 lintasan dengan masing-masing panjang lintasan yang berbeda dari panjang lintasan 50 m, 70 m, 100 m dam 240 m. Nilai resistivitas keseluruhan permukaan di daerah penelitianmemiliki rentang nilai 25,0Ωm hingga 568Ωm, dimana diinterpretasikan sebagai berikut: lempung dan lanau memiliki nilai resistivitas dari 25,0 Ωm hingga 95,4 Ωm, rentang nilai resistivitas dari 149 Ωm hingga 233 Ωm adalah pasir dan kerikil, dan Batu pasir memiliki rentang nilai resistivitas 364 Ωm hingga 568 Ωm.Kata Kunci: Geolistrik, lapisan bawah permukaan, resistivitas, konfigurasi wenner-schlumberger.
Konduktivitas termal papan komposit berlapis dari ampas tebu dan serat sabut kelapa dengan variasi perekat urea formaldehida Julia Bela Kart; Azrul Azwar; Yudha Arman
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.53587

Abstract

Penelitian papan komposit berbasis ampas tebu dan serat sabut kelapa dengan variasi urea formaldehid telah berhasil dilakukan.Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh dari varisi perekat urea formaldehid terhadap konduktivitas termal pada papan komposit.Penelitian ini dilakukan menggunakan alat Thermal Conductivity Apparatus. Papan komposit dibuat struktur tiga lapis dengan perbandingan ampas tebu dan serat sabut kelapa 50:50 dengan tebunya sebagai face dan back sehingga perbandingan yang awalnya 50 dibagi menjadi dua. Variasi kadar perekat urea formladehida yang digunakan pada penelitian ini yaitu 6%,8%,10%,12%,dan 14%. Hasil penelitian menunjukan hasil konduktivitas termal dari setiap sampel berkisar antara 0,029 W/m.K. sampai dengan 0,069 W/m.K. Hasil nilai konduktivits termal dan kerapatan dari penelitian yang dilakukan bervariasi. Untuk nilai konduktivitas termal yang baik didapatkan pada sampel 3 dengan nilai 0,026 W/m.K. Untuk penambahan kadar perekat sangat berpengaruh terhadap nilai konduktivitas termal. Dan variasi dari hasil konduktivitas termal sampel Hal ini diduga pada proses pencampuran(blending) antara perekat dengan ampas tebu dan serat sabut kelapa  tidak tersebar secara rata pada seluruh bagian papan komposit dikarenakan proses pencampuran secara manual sehingga menyebabkan sebaran perekat pada serbuk tidak merata pada seluruh bagian papan komposit dan hanya terkonsentrasi hanya dibeberapa bagian.
Analisis Respon Optik Nanopartikel Berbentuk Bola Berlapis Non-Konsentris dengan aproksimasi Quasi-Static Riko Bintasa; Azrul Azwar; Bintoro Siswo Nugroho
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.53433

Abstract

Telah dilakukan simulasi mengenai respons optik pada nanopartikel logam berbentuk bola berlapis dengan pendekatan quasi-static. Inti dari nanopartikel logam berlapis dianggap memiliki konstanta dielektrik yang sama dengan konstanta dielektrik lingkungan sehingga inti menjadi sebuah rongga di dalam nanopartikel berbentuk bola. Rongga di dalam nanopartikel berbentuk bola logam bisa diatur posisinya sehingga dapat menghasilkan bentuk nanopartikel logam berlapis dengan inti yang tidak konsentris terhadap lapisannya. Spektrum hamburan logam sangat dipengaruhi oleh pergeseran rongga di dalam nanopartikel. Ketika rongga berada pada posisi yang konsentris, spektrum yang hasilkan adalah spektrum dengan profil simetris atau profil Lorenztian, tetapi saat rongga berada pada posisi yang tidak konsentris, muncul spektrum baru yang memiliki bentuk asimetris atau dikenal dengan profil Fano. Kuat lemahnya spektral Fano yang dihasilkan juga sangat bergantung pada besarnya nilai pergeseran rongga didalam nanopartikel. Nilai pergeseran rongga yang semakin besar membuat spektral Fano semakin melemah.
Analisis Empirical Orthogonal Function (EOF) dari Variabilitas Antartahun dan Dekadal Anomali Tinggi Muka Laut (SSHA) di Laut China Selatan Moehammad Ediyan Raza Karmel; Syaulina Azmi
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.54260

Abstract

Dengan menggunakan metode empirical orthogonal function (EOF) dari anomali tinggi muka laut (SSHA), variabilitas spasial dan hubungannya dengan pola sirkulasi atmosfer serta indeks iklim skala besar akan diteliti. Dari hasil analisis spasial anomali tinggi muka laut (SSHA) menggunakan metode EOF, ditemukan keterkaitan yang kuat antara respon SSHA Laut China Selatan terhadap mode iklim dekadal yakni Pacific Decadal Oscillation. Variabilitas spasial ini turut digerakkan oleh mode musiman dan tahunan seperti monsun dan ENSO, khususnya di beberapa sub-area. Namun, secara umum korelasi spasial dari PDO terhadap SSHA lebih besar dibandingkan nilai korelasi ENSO. Ketika PDO sedang memasuki fase panas atau dingin yang cukup kuat, maka nilai anomali tinggi muka laut menjadi lebih rendah, begitu pula sebaliknya. Stress angin serta sirkulasi gira skala meso menjadi penggerak utama siklus permukaan di Laut China Selatan.
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Disekitar Terjadinya Semburan Gas Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Schlumberger Di Desa Sungai Nipah Kabupaten Mempawah Sarifah Sarifah; Okto Ivansyah; Radhitya Perdhana
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.53598

Abstract

Penelitian mengenai identifikasi keberadaan gas di bawah permukaan dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger telah dilakukan di Desa Sungai Nipah Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan indikasi gas biogenik dan litologi bawah permukaan didaerah penelitian. Identifikasi ini dilakukan dengan menggunakan 4 titik lokasi yang berbeda-beda dan pengolahan data menggunakan software IPi2win. Berdasarkan hasil interpretasi data penelitian bahwa tidak terdapat titik kantong gas pada daerah penelitian. Namun terdapat unsur yang menyebabkan terbentuknya gas biogenik di bawah permukaan. Material yang memicu terbentuknya gas biogenik adalah lempung dan pasir yang berasosiasi dengan fluida dimana lempung dan pasir tersebut sebagai tempat bermigrasinya gas biogenik.
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Suhu Badan dan Pemantauan Pengunjung Secara Non-Concact Menggunakan Smartphone Muhammad Azis Dwi Ludfi Irfandi; Bintoro Siswo Nugroho; Hasanuddin Hasanuddin
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.53438

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengukuran suhu badan dan pemantauan pengunjung secara non-contact menggunakan smartphone. Sistem perangkat secara garis besar terdiri atas modul NodeMCU ESP8266, sensor MLX90614, buzzer, selenoid, LCD, dan modul relay. Sistem juga dilengkapi dengan kamera pemantau, yang terdiri dari Modul ESP32 CAM, dan FTDI. Modul NodeMCU ESP8266 dan ESP32 CAM akan memproses data sehingga suhu tubuh dan pemantauan pengunjung akan tampil di smartphone aplikasi Blynk dengan delay ± 1 detik. Agar memperoleh hasil yang akurat, jarak yang tepat untuk mendeteksi suhu badan adalah 0,5–1 cm. Semakin jauh pengukuran antara sensor dan tubuh, semakin tidak akurat hasil suhu yang dideteksi, karena adanya pengaruh suhu lingkungan. Pengujian alat terbagi menjadi dua tahap, yaitu pengujian sensor suhu MLX90614 dan pengujian alat keseluruhan. Sensor suhu MLX90614 dibandingkan dengan sensor suhu standar, yaitu thermometer gun. Setelah dilakukan pengujian, sensor MLX90614 memiliki rata-rata error sebesar 2,30%. Pengujian sistem dilakukan dengan 10 sampel. Secara keseluruhan sistem yang dirancang dapat bekerja dengan baik dalam mengukur suhu dan pemantauan pengunjung secara non-contact menggunakan smartphone.
Studi Kapasitansi dan Konstanta Dielektrik Pada Karbon Aktif Tandan Kosong Kelapa Sawit Parnasari Parnasari; Mega Nurhanisa; Bintoro Siswo Nugroho
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.54333

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi kapasitansi dan konstanta dielektrik pada karbon aktif tandan kosong kelapa sawit. Karakteristik kelistrikan yang diamati yaitu kapasitansi dan konstanta dielektrik serta mengetahui pengaruh variasi nilai frekuensi terhadap nilai konstanta dielektrik. Pengukuran nilai konstanta dielektrik menggunakan kapasitor keping sejajar dengan ukuran 9,74 cm × 2 cm berjarak 0,505 cm, ditengahnya diletakkan karbon aktif tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan dielektrik dan dihubungkan dengan sumber tegangan AC dari frekuensi 100 – 2000 Hz. Nilai konstanta dielektrik pada suhu aktivasi 700oC memiliki nilai konstanta paling tinggi dibandingkan suhu aktivasi 600oC dan 500oC. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karbon aktif yang diaktivasi pada suhu 500oC nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 400 Hz yaitu (0,539 ± 0,034) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 2000 Hz yaitu (0,421 ± 0,026). Pada suhu aktivasi 600oC nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 100 Hz yaitu (1,168 ± 0,0759) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 400 Hz yaitu (0,959 ± 0,0657). Sedang pada suhu aktivasi 700oC memiliki nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 700 Hz yaitu (2,104 ± 0,0248) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 2000 Hz yaitu (1,658 ± 0,0195). Pada frekuensi rendah nilai konstanta dielektrik mengalami fluktuasi sehingga nilainya sedikit acak. Bahan dielektrik seperti karbon, dalam rentang frekuensi sumber tegangan 0 sampai 2000 Hz tidak terlalu menunjukkan perubahan nilai konstanta dielektriknya.
Prediksi Awal Musim Hujan dan Awal Musim Kemarau di Ketapang Bagian Selatan Menggunakan Metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) Erna Wati; Yudha Arman; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58142

Abstract

Kabupaten Ketapang khususnya bagian selatan termasuk daerah zona musim (ZOM) yaitu daerah yang memiliki perbedaan yang sangat jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau. Prediksi awal musim hujan dan kemarau diperlukan dalam berbagai hal. Metode yang digunakan untuk melakukan prediksi dalam penelitian ini adalah metode ARIMA. Data yang digunakan merupakan data curah hujan selama 11 tahun (2011-2020). Penelitian ini hanya dilakukan di wilayah ketapang yang memiliki zona musim yaitu Kabupaten Ketapang bagian selatan. Berdasarkan analisis yang diperoleh model terbaik yaitu ARIMA (0,1,2)(2,1,1,36) awal musim hujan terjadi pada bulan November 2020 yang jika dilihat pada data aktualnya model ARIMA memprediksi awal musim hujan terlambat satu dasarian dan awal musim kemarau terjadi pada bulan Juli 2020, model memprediksi awal musim kemarau satu bulan lebih awal dari aktualnya. Dengan tingkat keakuratan modelnya dalam memprediksi awal musim satu tahun kedepan yaitu sebesar MAPE 57,08%, koefisien korelasi 0,2.