cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 388 Documents
Penentuan Jenis Distribusi Probabilitas dan Intensitas Curah Hujan di Pulau Kalimantan Monica Monica; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.62642

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan jenis distribusi probabilitas dan intensitas curah hujan di Pulau Kalimantan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis distribusi probabilitas dan intensitas curah hujan di Pulau Kalimantan. Data yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum di Pulau Kalimantan periode tahun 1992-2021 pada 5 stasiun yaitu Stasiun Meteorologi Supadio, Stasiun Meteorologi Beringin, Stasiun Meteorologi Temindung, Stasiun Meteorologi Gusti Syamsir Alam, dan Stasiun Meteorologi Juwata. Penelitian ini menggunakan metode Mononobe untuk menghitung intensitas curah hujan dan penggambaran kurva Intensity Duration Frequency (IDF). Hasil penelitian ini menunjukkan jenis distribusi probabilitas yang sesuai dengan data curah hujan pada 5 stasiun yang ada di Pulau Kalimantan yaitu log pearson type III. Hasil kurva IDF menunjukkan bahwa intensitas tinggi terjadi pada durasi 5 menit dan selalu meningkat dari kala ulang 2 tahunan hingga 100 tahunan serta hujan deras berlangsung dalam waktu yang singkat, namun tidak deras berlangsung dalam waktu yang lama.
Desain Algoritma K-means Clustering untuk Klasifikasi Kematangan Jeruk Siam Pontianak Cindy Priscilla Hutabarat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.62798

Abstract

Jeruk siam Pontianak adalah salah satu komoditas unggulan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang cita rasa manisnya berasal dari kandungan gula pada daging buah. Pemilihan buah berdasarkan tingkat kematangan secara manual belum memanfaatkan teknologi secara tepat, oleh karena itu algoritma dapat digunakan untuk pemilihan buah jeruk siam berdasarkan tingkat kematangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tingkat kematangan jeruk siam Pontianak menggunakan metode k-means clustering. Data yang digunakan sebanyak 120 buah jeruk yang diukur menggunakan refraktometer brix digital menghasilkan rentang kadar 7,6% - 13,4% brix. Data kadar gula dibagi menjadi 3 kelas, yaitu belum matang, tepat matang, dan terlalu matang menggunakan k-means clustering. Metode k-means clustering dapat digunakan untuk mengklasifikasikan kematangan buah jeruk siam Pontianak menjadi 3 kelas kematangan. Kata Kunci : Jeruk siam Pontianak, K-means Clustering, Kadar Gula
Analysis of the Density Variation on Thermal Conductivity Wood Plastic Composite Made from Lamtoro Wood (Leucaena leucocephala) And Polypropylene Waste Hazlina Hazlina; Azrul Azwar; Asifa Asri
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.62867

Abstract

The thermal conductivity of Wood Plastic Composite (WPC) made with lamtoro wood and polypropylene (PP) was studied by varying its density. The PP was obtained from 240 ml mineral plastic glasses, and the lamtoro wood particles were shieved in 6 mesh sizes. In this study, we considered the composition ratio between PP and wood particles to be 70:30, and the thermal conductivity was measured using a thermal conductivity apparatus. Based on the data analysis, we found that the density of WPC made with PP and lamtoro wood influenced its thermal conductivity. The results showed that the thermal conductivity of sample A is 0.2 W/mºC, sample B is 0.4 W/mºC, and sample C is 0.5 W/mºC, for the densities of 0.4 g/cm3, 0.5 g/cm3, 0.6 g/cm3, respectively. In conclusion, as the density increases, the thermal conductivity of WPC also increases. Thus, based on it thermal conductivity, the WPC made from PP and lamtoro wood is classified as an isolator.
Effectiveness of Mussel Shells (Polymesoda erosa) as an Adsorbent to Improve Water Quality Sari Larosa
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.62868

Abstract

From a quality point of view, peat water cannot be used for clean water resources, therefore it is necessary to improve the quality of peat water. An alternative effort to treat peat water can be done by adsorption process using seashell shell adsorbents. This study aims to analyze the effectiveness of mussel shells (Polymesoda erosa) as an adsorbent to improve the quality of peat water. The size of the adsorbent particles is varied, namely 8 mesh, 50 mesh, and 200 mesh. We used 30 grams of adsorbent for 300 ml water sample. The results were that the adsorbent for clam shells was able to reduce the TDS level from 402 mg/l to 112 mg/l, increase the pH level from 3.43 to 7.6 from an acidic state to an alkaline state. In this case, peat water is then suitable for use. Based on the test results, within 12 hours of contact time there was an increase in levels for all parameters along with the increase in the size of the adsorbent particles. Whereas in the contact time of 7 days, the test results experienced a decrease in levels for all parameters along with the increase in the size of the adsorbent particles which is a good optimum contact time in the adsorption process. However, the adsorbent of seashell shell has not been used effectively to adsorb turbidity and color parameters.1
Prediksi Luas Area Terbakar Menggunakan Fire Weather Index dan Frekuensi Titik Panas di Jambi Presli Panusunan Simanjuntak
PRISMA FISIKA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.64550

Abstract

Forest fires occur every year in Indonesia, one of the regions with the highest forest fires is Jambi Province. Significant losses and negative impacts due to forest fires cause the need for an effort to prevent forest fires early on with the detection of forest and land fires. One method that can provide information about the level of forest fire based on daily weather data input is the Fire Weather Index (Fire Weather Index / FWI) system, which was first developed by Canada. This study aims to estimate burn area in the Jambi region by using temperature, rainfall, humidity, and wind speed data. Other supporting data are hotspot frequency data from NASA-FIRMS satellites and data fraction of burn area from GFED satellites on a daily scale of the period 2006-2016. In this study an analysis of the relationship between these data variables and burn area estimation was carried out using multiple linear regression methods then validated to see the level of suitability of the output model forecasts. The results showed that the predictor variables that had the highest relationship were hotspots frequency, Buildup Index (BUI), and FWI index with correlation values of 0.888, 0.739 and 0.753, respectively. The estimation model of the resulting burnt area is: Burned Area = -966.6146918 + (7.519631195 × BUI) + (147.4865469 × FWI) + (14.5373858 × Hotspots) + 116, with an RMSE value of 635.524 and MAE of 491.38
Studi Kebergantungan Indeks Bias Air Terhadap Suhu dan Panjang Gelombang Berdasarkan Model Empiris Sugito, Candra
PRISMA FISIKA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.65431

Abstract

Telah dilakukan studi kebergantungan indeks bias air terhadap suhu dan panjang gelombang berdasarkan model empiris. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak MATLAB. Data indeks bias bergantung suhu dan panjang gelombang yang digunakan berupa data sekunder yang didapatkan dari penelitian Bashkatov dan Genina. Data ini diolah menggunakan persamaan Cauchy orde 2 dan Sellmeier orde 2 untuk mendapatkan koefisien Cauchy orde 2 dan Sellmeier orde 2. Koefisien tersebut digunakan untuk mendapatkan fungsi Cauchy dan Sellmeier. Fungsi tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui nilai indeks bias pada suhu tertentu menggunakan persamaan Cauchy orde 2 dan Sellmeier orde 2. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah model Cauchy dan Sellmeier menggunakan fungsi eksponensial. Koefisien Cauchy orde 2 dapat digunakan untuk mengetahui nilai indeks bias pada rentang panjang gelombang mulai dari 400 nm hingga 750 nm. Sedangkan koefisien Sellmeier orde 2 dapat digunakan untuk mengetahui nilai indeks bias pada rentang panjang gelombang mulai dari 200 nm hingga 900 nm. Dari penelitian ini membuktikan bahwa semakin tinggi suhu, maka koefisien Cauchy ataupun koefisien Sellmeier akan semakin rendah. Begitu pula dengan semakin tinggi suhu, maka semakin kecil indeks bias air.
Dinamika Populasi Sistem Hybrid Semiconductor Quantum Dot – Metal Nanoshell Rindiani Rindiani; Bintoro Siswo Nugroho; Yudha Arman
PRISMA FISIKA Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i3.65091

Abstract

Telah dilakukan studi teoretis untuk menganalisis dinamika populasi dari semiconductor quantum dot (SQD) yang dihibridisasi dengan metal nanoshell (MNS). SQD dimodelkan sebagai two-level system dan respon optisnya dianalisis dengan formalisme density matrix. MNS digambarkan terdiri dari sebuah inti dielektrik yang dilapisi logam dan respon optisnya digambarkan secara klasik oleh polarisabilitasnya. Sistem dieksitasi dengan medan listrik osilatif E = E0 cos ωt. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hibridisasi SQD-MNS menyebabkan dinamika populasi SQD termodifikasi. Dinamika populasi SQD mengalami perubahan yang dapat dilihat dari semakin teredamnya osilasi Rabi ketika jarak antara SQD dan MNS semakin kecil. Amplitudo osilasi Rabi juga terlihat semakin kecil ketika jarak antara SQD dan MNS semakin dekat akibat eksitasi yang tidak efektif pada keadaan off-resonance. Selain itu, frekuensi osilasi Rabi mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya ketebalan shell pada MNS.
Pengaruh Luas Lubang Pada Koefisien Bocoran Pipa Silinder Terbuka Marsalihawati, Anis
PRISMA FISIKA Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i2.65794

Abstract

Koefisien bocoran merupakan perbandingan antara debit aliran eksperimen dan teoritis. Hukum Bernoulli merupakan hukum tentang energi kinetik dan energi potensial yang diterapkan pada fluida bergerak. Pada penelitian ini, pengaruh luas lubang pada koefisien bocoran pipa silinder terbuka dilakukan dengan menggunakan sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi permukaan air. Dengan menggunakan pencocokan kurva dapat diperoleh nilai A2eksperimen dan koefisien bocoran (Cd). Penelitian ini menunjukkan bahwa waktu pengurasan air dan nilai koefisien bocoran berbanding terbalik dengan luas lubang. Hasil ini diharapkan bisa memberi informasi terkait pengaruh luas lubang dan dapat diterapkan dalam industri-industri yang menggunakan pipa-pipa pada produksinya.  Kata Kunci : Koefisien Bocoran, Persamaan Bernoulli, Silinder Terbuka
Pengaruh Transpor Uap Air Terhadap Kejadian Hujan Ekstrem di Supadio Kalimantan Barat Eva, Theresia; Muliadi, Muliadi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.67679

Abstract

Cuaca ekstrem merupakan keadaan atau fenomena fisik atmosfer pada waktu tertentu, berskala jangka pendek dan bersifat ekstrem. Hujan ekstrem terjadi karena suhu permukaan air laut meningkat sehingga mempercepat terjadinya penguapan yang membentuk awan hujan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh transpor uap air terhadap kejadian hujan ekstrem di Supadio yang didukung dengan keterkaitan berdasarkan nilai korelasi antara uap air dan curah hujan bulanan pada saat hujan ekstrem di Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data online Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) dan European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) ERA-5 yang divisualisasikan dengan kejadian hujan ekstrem, pola angin, transpor uap air, dan analisis korelasi uap air pada saat curah hujan ekstrem di Kalimantan Barat melalui perangkat lunak The Grid Analysis and Display System (GrADS). Hasil   dari analisis transpor uap air menunjukkan pengaruh transpor uap air pada saat kejadian hujan ekstrem disebabkan adanya pola pergerakan angin yang membawa uap air cukup basah sebesar  400-800 kg/(ms). Hasil analisis korelasi uap air dan curah hujan bulanan pada saat hujan ekstrem dominan berkorelasi positif. Uap air sangat berpengaruh terhadap curah hujan di Kalimantan Barat yang cenderung memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0.2-0.8 dengan tingkat hubungan tinggi.  Kata Kunci : Kejadian hujan ekstrem, Pola angin, Transpor uap air, Korelasi uap air dan curah hujan
Studi Teoretis Respon Optis Dimer Simetris Yuliana Nurmala Dewi; Bintoro Siswo Nugroho; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.65005

Abstract

Telah dilakukan studi secara teoretis untuk mempelajari respons optis sistem yang terdiri dari dua SQD yang dieksitasi dengan cahaya monokromatik. SQD dimodelkan sebagai three-level system dengan menggunakan formalisme density matrix 3 x 3.  Respons optis tersebut didapatkan dengan menyelesaikan persamaan gerak elemen density matrix. Elemen density matrix diselesaikan secara numerik dengan metode Runge-Kutta (4,5). Elemen density matrix menghasilkan nilai populasi dan nilai koheren yang digunakan untuk menghitung respons optis sistem quantum dimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas medan pengeksitasi memberikan pengaruh pada respons optis SQD. Respons optis tersebut berupa dinamika waktu populasi dan spektrum serapan. Pada dinamika waktu populasi, sistem menunjukkan bahwa meningkatnya intensitas medan pengeksitasi menyebabkan osilasi populasi juga meningkat. Pada spektrum serapan, semakin besar intensitas yang digunakan menyebabkan semakin lebar interval daya serapan dan semakin tinggi puncak spektrum serapan yang dihasilkan.Kata Kunci : SQD, Dimer, Spektrum serapan, osilasi Rabi