cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 409 Documents
Analisis Indeks Stabilitas Udara pada Saat Kejadian Angin Puting Beliung di Kota Pontianak Fernanda, Anastasia Gracia; Ihwan, Andi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.75550

Abstract

Kota Pontianak merupakan salah satu wilayah yang sering terjadi bencana ekstrem, salah satunya adalah kejadian angin puting beliung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi cuaca, indeks stabilitas udara, dan suhu puncak awan saat kejadian angin puting beliung di Kota Pontianak pada tanggal 13 Agustus 2019, 21 Januari 2020, dan 16 Januari 2022. Metode yang digunakan pada analisis kondisi cuaca adalah menggunakan analisis spasial dan temporal. Sedangkan, metode analisis indeks stabilitas udara menggunakan analisis nilai indeks stabilitas seperti KI, LI, SI, TT, SWEAT, CAPE, dan CIN. Pada analisis suhu puncak awan akan menggunakan analisis spasial. Hasil penelitian kondisi cuaca menunjukkan suhu udara mengalami penurunan pada tiga kejadian angin puting beliung, yaitu sekitar 27,6ËšC sampai 31,3ËšC. Kelembapan udara mengalami peningkatan pada setiap tiga kejadian angin puting beliung, yaitu sekitar 54% sampai 73,5%. Sedangkan, arah angin saat kejadian angin puting beliung tanggal 13 Agustus 2019 bergerak dari selatan kemudian dibelokkan ke arah timur dan dua kejadian lainnya dari arah utara kemudian dibelokkan ke arah tenggara dengan kecepatan angin pada tiga kejadian angin puting beliung adalah sekitar 1,45 m/s sampai 3,45 m/s. Parameter-parameter cuaca tersebut menunjukkan kondisi yang berpotensi menyebabkan terjadi angin puting beliung. Berdasarkan klasifikasi indeks stabilitas hasil yang diperoleh adalah indeks LI, CAPE dan CIN menunjukkan atmosfer tidak stabil. Indeks SWEAT menunjukkan kondisi cuaca buruk. Indeks KI, SI, dan TT menunjukkan potensi terjadi thunderstorm. Hasil analisis suhu puncak awan pada tiga kejadian angin puting beliung, yaitu sekitar -25ËšC sampai -70ËšC yang merupakan awan dingin (cumulonimbus) yang memicu terjadi angin puting beliung.
Perbandingan Metode Interpolasi Menggunakan Data CHIRPS Untuk Sebaran Curah Hujan Di Kabupaten Kubu Raya Nanda Darmawan; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.65013

Abstract

Kabupaten Kubu Raya memiliki berbagai potensi sumber daya alam yang melimpah. Dengan kondisi topografi dan iklim yang ada sangat mendukung investasi dibidang pertanian. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kubu Raya dengan menggunakan data CHIRPS. Tujuan dari penelitian ini untuk mebandingkan metode interpolasi IDW, Kriging, dan Spline untuk mendapatkan metode interpolasi yang paling akurat dan baik. Hasil ketiga metode ini diuji validasi dengan data BMKG di Stasiun Meteorologi Supadio. Hasil interpolasi berdasarkan perbandingan hasil RMSE dari ketiga metode didapatkan masing-masing hasil interpolasi yang menunjukkan rata-rata nilai RMSE dari tahun 2016-2021 yaitu menggunakan metode IDW sebesar 87,41, metode Kriging sebesar 87,3 dan metode Spline 87,41. Oleh karena itu, hasil uji validasi RMSE metode Kriging yang paling akurat dalam pengolahan data curah hujan CHIRPS di Kabupaten Kubu Raya.
Identifikasi Ketebalan Lapisan Tanah Gambut Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas (Studi Kasus: Daerah Parit Haji Muksin II Kabupaten Kubu Raya) Nuraisyah, Nuraisyah; Sutanto, Yuris; Perdhana, Radhitya
PRISMA FISIKA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i2.79959

Abstract

Wilayah Parit Haji Muksin II merupakan salah satu tempat dengan pembangunan yang cukup cepat, namun terdapatnya tanah gambut pada lahan konstruksi akan menjadi hambatan yang cukup serius dari perspektif daya dukung bangunan dikarenakan tanah gambut memiliki karakteristik yang mudah terkompresi. Penelitian terkait identifikasi bawah permukaan tanah gambut perlu dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bawah permukaan. Menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan 4 lintasan dan panjang masing-masing lintasan 45 meter. Hasil penampang 2D menunjukkan nilai resistivitas lapisan gambut bervariasi yaitu pada lintasan pertama didapat rentang nilai resistivitas berkisar antara 58,1 Ωm hingga 189 Ωm, kemudian pada lintasan kedua tanah gambut memiliki nilai resistivitas berkisar antara 6,72 Ωm hingga 323 Ωm, selanjutnya pada lintasan ketiga nilai resistivitas berkisar antara 58,1 Ωm hingga 323 Ωm. Pada lintasan keempat didapat nilai resistivitas berkisar antara 111 Ωm hingga 323 Ωm, dengan kedalaman gambut mencapai lebih dari 5 meter. Lapisan selanjutnya yang ditemukan yaitu lempung dengan nilai resistivitas 6,72 Ωm hingga 58,1 Ωm dengan kedalaman mulai dari 2 sampai 9 meter. Validasi telah dilakukan menggunakan data bor dan didapat hasil pengeboran tanah gambut mencapai kedalaman lebih dari 5 meter. Hasil pengeboran ini sesuai dengan hasil penampang 2 dimensi menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger pada masing-masing lintasan yang mendapatkan lapisan tanah gambut mencapai kedalaman hingga 5 meter.
Prediksi Penyakit Hepatitis C dan Sirosis Hati dengan Penerapan SMOTE pada Metode Jaringan Saraf Tiruan Propagasi Balik Rajiah, Emi; Hasanuddin, Hasanuddin; Wahyuni, Dwiria
PRISMA FISIKA Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i3.65229

Abstract

Penyakit hati adalah gangguan yang menyebabkan organ hati tidak bekerja dengan normal. Penelitian ini berfokus pada penyakit hati salah satunya yaitu, hepatitis C dan sirosis hati. Proses komputerisasi digunakan untuk mempermudah dalam pengolahan data agar memperoleh hasil yang akurat dan lebih memudahkan ahli medis dalam klasifikasi, prediksi, diagnosa dan pendeteksian suatu penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui jaringan saraf tiruan propagasi balik dalam memprediksi penyakit hepatitis C dan sirosis hati serta mengetahui persentase nilai akurasinya. Propagasi balik (backpropagation) termasuk algoritma jaringan saraf tiruan merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini untuk menyelesaikan tugas yang komplek dengan bantuan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) untuk menyeimbangkan data. Prinsip yang digunakan dalam metode SMOTE ialah prinsip oversampling yaitu, dengan membangkitkan data dari kelas yang jumlahnya sedikit (minor) agar jumlahnya seimbang dengan data dari kelas yang jumlahnya banyak (mayor). Hasil prediksi pada penelitian ini dengan metode propagasi balik untuk penyakit hepatitis C dengan pengolahan menggunakan SMOTE dan tanpa SMOTE berturut-turut yaitu, sebesar 99% dan 95%, sedangkan nilai akurasi prediksi penyakit sirosis hati dengan pengolahan menggunakan SMOTE dan tanpa SMOTE berturut-turut yaitu, sebesar 85% dan 84%. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut, dapat disimpukan bahwa pengolahan data dengan bantuan SMOTE memperoleh nilai akurasi lebih tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan nilai akurasi dalam proses pelatihan dan pengujian.Kata Kunci : Hepatitis_C, Jaringan_Saraf_Tiruan, Propagasi_Balik, Sirosis_Hati, SMOTE
Identifikasi Sebaran Spasial Genangan Banjir di Kota Pontianak Menggunakan Metode Normalized Difference Water Index Angga Irfandi Yudistira; Yoga Satria Putra; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i1.62907

Abstract

Salah satu bencana yang sering terjadi di daerah perkotaan saat ini adalah banjir, bencana alam berupa timbulnya genangan air yang menggenangi suatu daerah dalam jangka waktu tertentu yang menimbulkan dampak kerusakan harta benda serta kehilangan nyawa dari makhluk hidup di daerah tersebut. Guna mengurangi dampak dari banjir di Kota Pontianak ini, penyebaran informasi terkait sebaran genangan banjir sangat diperlukan. Melalui pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, kebutuhan informasi terkait genangan banjir tersebut dapat dipenuhi dengan berdasarkan nilai indeks kebasahan suatu daerah atau disebut dengan metode Normalized Difference Water Index (NDWI). Dari hasil analisis NDWI diketahui luas genangan banjir ditandai dengan kebasahan tinggi yaitu seluas 8,46 km2 atau 7,575% dari luas Kota Pontianak. Mayoritas dari genangan banjir berada pada Kecamatan Pontianak Utara sebesar 62,500%, Kecamatan Pontianak Tenggara sebesar 19,540%, dan Kecamatan Pontianak Selatan sebesar 7,390% dari total luas genangan banjir yang terbentuk.
Analisis Jumlah Hotspot Sebagai Penduga Kebakaran Hutan Pada Kejadian El Niño di Kalimantan Barat Tsabita, Tyas Khansa; Ihwan, Andi
PRISMA FISIKA Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.69909

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan permasalahan yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Kekeringan yang berkepanjangan akibat Fenomena El Niño diduga menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan. Kalimantan Barat merupakan wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan saat terjadi kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah hotspot di Kalimantan Barat saat terjadi fenomena El Niño pada rentang tahun 2001 sampai dengan 2021. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah hotspot terbanyak terjadi pada tahun 2006 (6492 titik) dan paling sedikit terjadi pada tahun 2004 (175 titik), kedua tahun tersebut merupakan kejadian El Niño lemah. Curah hujan tahunan di Kalimantan Barat dalam rentang tahun 2001-2021 berkisar antara 2418-3994 mm/tahun. Hubungan antara curah hujan dengan hotspot memiliki hubungan negatif (berbanding terbalik) sebesar 24%. Hal ini menunjukkan bahwa 24% peningkatan jumlah hotspot yang terjadi di Kalimantan Barat disebabkan oleh penurunan curah hujan.
Pengaruh Intermediate Level pada Serapan Dua Foton Hero Hartato; Bintoro Siswo Nugroho; Dwiria Wahyuni
PRISMA FISIKA Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.65048

Abstract

Telah dilakukan penelitian secara teoritis untuk analisis respon optis pada kuantum titik berupa semiconductor quantum dot (SQD) model three level system (3LS) bertipe tangga. Proses eksitasi yang terjadi adalah serapan dua foton (TPA). Studi ini dilakukan untuk analisis pengaruh intermediate level pada TPA. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar jarak tingkat energi ground state ke intermediate level maka semakin besar pula populasi sistem berada pada excited state. Pada spektrum excited state, semakin besar jarak tingkat energi ground state ke intermediate level maka puncak spektrum akan bergeser ke energi yang lebih besar.
PENENTUAN DOSIS RADIASI LINAC MENGGUNAKAN APLIKASI MCNPX PADA JARINGAN LUNAK DENGAN PENYISIPAN PARU-PARU, PANKREAS DAN TULANG BELAKANG Medina, Alfiarani; Arianto, Fajar
PRISMA FISIKA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i2.77133

Abstract

Dalam proses radioterapi, distribusi dosis yang akan diterima pasien perlu diestimasi terlebih dahulu sebelum dilakukan penyinaran agar pemanfaatan terapi radiasi dapat optimal. Perhitungan dosis radiasi tersebut dapat disimulasikan dengan program MCNPX. Dalam penelitian ini, karakteristik kurva Percentage Depth Dose (PDD) dan distribusi dosis serap pada organ pankreas serta tulang belakang dihitung berdasarkan simulasi dengan MCNPX. Phantom yang digunakan adalah jenis ORNL-MIRD phantom (1996 version) yang telah dimodifikasi. Phantom nonhomogen disisip dengan organ paru-paru di kedalaman 5,0-14,0 cm, pankreas, dan tulang belakang. Luas lapangan radiasi 10×10 cm2, arah penyinaran radiasi Anterior-Posterior (AP). Penelitian dilakukan dengan variasi Source Surface Distance (SSD) sebesar 95,0 cm, 97,5 cm, 100 cm, 102,5 cm, dan 105 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kurva PDD phantom homogen mengalami peningkatan hingga kedalaman 2,0 cm untuk seluruh SSD. Kurva PDD kemudian mengalami penurunan secara eksponensial. Kurva PDD untuk phantom nonhomogen menunjukkan perbedaan pola di daerah sebelum paru-paru, di paru-paru, dan setelah paru-paru. Selanjutnya, distribusi dosis serap terendah untuk organ pankreas dan tulang belakang didapatkan saat menggunakan SSD 105 cm. Manfaat dari temuan ini adalah dapat membantu memaksimalkan kinerja pada proses Treatment Planning System (TPS).
Identifikasi Stroke Menggunakan Metode Transfer learning Arsitektur Convolutional Neural Network Pada Citra CT-scan Kepala Waliidaturrahmaniah, Waliidaturrahmaniah; Hasanuddin, Hasanuddin; Wahyuni, Dwiria
PRISMA FISIKA Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i3.65242

Abstract

Stroke menjadi penyebab terbesar atas kecatatan dan kematian pada masyarakat Indonesia. Tingkat penderita stroke yang tertinggi di wilayah Asia Tenggara adalah Indonesia. Hal tersebut yang menjadi perhatian pada penelitian ini untuk dapat mengidentifikasi citra kepala hasil dari proses pencitraan medis yaitu CT-scan. Salah satu pemanfaatan teknologi IT dalam bidang medis adalah menggantikan fungsi kerja manusia dalam merepresentasikan hasil citra CT-scan dengan kinerja mesin. Teknologi tersebut memanfaatkan arsitektur Convolutional Neural Network (CNN) metode transfer learning. Pada penelitian ini, dataset yang akan digunakan adalah citra CT-scan kepala dari website www.kaggle.com. Beberapa variasi arsitektur yang digunakan adalah arsitektur AlexNet, VGG16, dan GoogLeNet serta variasi optimizer Stochastic Gradient Descent (SGD), AdaGrad, RMSProp, dan Adam. Hasil yang diperoleh adalah Akurasi AlexNet dengan menggunakan optimizer SGD adalah 75%, AdaGrad sebesar 93%, RMSProp menghasilkan 90%, dan Adam sebesar 85%. Hasil akurasi pada arsitektur VGG16 dengan menggunakan optimizer SGD adalah 73%, AdaGrad sebesar 88%, RMSProp menghasilkan 68%, dan Adam sebesar 91. Arsitektur GoogLeNet menghasilkan nilai akurasi dengan menggunakan optimizer SGD sebesar 65%, AdaGrad, RMSProp dan Adam masing masing menghasilkan akurasi sebesar 65%, 84%, 93% dan 85%.Arsitektur GoogLeNet dan AlexNet dengan optimizer yang berbeda yaitu AdaGrad dan RMSProp berhasil memperoleh akurasi tertinggi diantara arsitektur lainnya dengan akurasi sebesar 93%. Perbedaannya hanya waktu yang dibutuhkan kedua arsitektur ini untuk melakukan proses pelatihan yaitu 4 menit 15 detik untuk arsitektur AlexNet optimizer AdaGrad, dan 12 menit 26 detik untuk arsitektur GoogLeNet optimizer RMSProp. Kata Kunci: Convolutional_Neural_Network_(CNN), CT-scan, Optimizer, Stroke, Transfer_learning.
Analisis Angkutan Sedimen Dasar Beberapa Sungai di Kalimantan Barat Menggunakan Formulasi Empiris Muhammad Soleh; Yoga Satria Putra; Muhardi Muhardi
PRISMA FISIKA Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i1.64223

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis angkutan sedimen dasar pada kondisi sungai pasang menggunakan formula empiris Einstein, Meyer-Petter Muller (MPM), Frijlink, Van Rijn, dan Rottner. Hasil perhitungan debit angkutan sedimen dasar (Qb) menggunakan formula Einstein, Frijlink, dan Rottner telah dibandingkan dengan data acuan dari Badan Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK) 1 Pontianak yang menggunakan formula MPM dan Van Rijn. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasilperhitungan Formula Einstein, Frijlink, dan Rottner terdapat beberapa yang mendekati nilai Qb BWSK 1 Pontianak yang menggunakan Formula MPM dan Van Rijn di Sungai Kapuas, Landak, dan Banyuke pada kondisi sungai pasang. Meskipun ada yang mendekati terdapat juga nilai Qb yang saling berjauhan dan tidak sama. Hal ini dikarenakan perbedaan parameter yang digunakan memberikan nilai Qb yang berbeda.