cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1: Januari" : 7 Documents clear
Identifikasi Bakteri pada Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) yang Dibudidayakan di Karamba Jaring Apung Mindar, .; Yusnaini, .; Muskita, Wellem H.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.433 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i1.4324

Abstract

Lobster mutiara merupakan komoditi yang bernilai ekonomis tinggi dan komoditas ekspor unggulan namun kendala yang sangat umum dihadapi oleh masyarakat pembudidaya adalah serangan penyakit yang disebabkan oleh organisme patogen. Jenis bakteri yang paling sering menyerang belum diketahui persis jenisnya.MetodeIdentifikasibakteridilakukan secara konvensional berdasarkanujibiokimia. Pewarnaan Gram, lanjut dengan Uji Katalase, Oksidase Karbohidrat, LIA, Malonate, TSIA, Sitrat, Indol, Urea, Gelatin, MIO, TSA 37á´¼C, DNAse, MR, VP, dan KCN. Hasil identifikasi dari 3 ekor sampel Lobster mutiara ditemukan 4 jenis bakteri gram negatif, yaitu pada insangditemukanbakteri Shigella sp., pada bagian dagingditemukan Enterobacter sp., dan bakteri Plesiomonas sp. serta pada bagian karapas ditemukan bakteri Plesiomonas sp. dan bakteri Alcaligenes sp. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis bakteri tersebut bersifat patogen pada lobster mutiara.Kata Kunci: Lobster Mutiara, Identifikasi, Bakteri
Konsumsi Pakan dan Kematangan Gonad Abalon Jantan (Haliotis asinina) Menggunakan Makroalga Jenis Euchema spinosum (Kering, Hasil Budidaya IMTA, dan dari Alam) Samsidar, .; Effendy, Irwan J.; Patadjai, Andi B.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.432 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i1.4325

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi pakan dan kematangan gonad abalon jantan Haliotis asinina menggunakan pakan yang berasal dari lingkungan yang berbeda.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember – Maret 2016 di PT. Sumber Laut Nusantara Desa Tapulaga Kecamatan Soropia.Penelitian ini berlangsung selama 75 hari, dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hewan uji berjumlah 45 ekor dengan rata-rata panjang cangkang 60-69 mm dengan 3 perlakuan pakan E. spinosum hasil budidaya IMTA, E.  spinosum dari alam dan E. spinosum kering. Pemberian 3 jenis pakan dilakukan secara ad libitum. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa tingkat konsumsi pakan memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan tingkat konsumsi pakan tertinggi terjadi pada pemberian pakan E. spinosum hasil budidaya IMTA sebanyak 4,6g/hari, diikuti E. spinosum dari alam 3,6 g/hari dan E.  spinosum kering 1,9 g/hari. Hasil Uji BNT menunjukkan bahwa pemberian pakan E. spinosum hasil budidaya IMTA dan E. spinosum dari alam berbeda nyata dengan E.spinosum kering. Hasil pengamatan gonad menunjukkan bahwa persentase kematangan gonad tertinggi pada perlakuan E.spinosum hasil budidaya IMTA sebesar (73,33%) diikuti perlakuan E. spinosum dari alam sebesar (66,67%) pada perlakuan  E.  spinosum kering (66,67%) yang hanya dapat mencapai TKG II. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,05). Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian yaitu suhu berkisar 26-29 oC, salinitas 30-32 ppt dan pH 8-8,5.Kata kunci : Abalon Jantan (H. asinina), E. spinosum, Tingkat Konsumsi Pakan, Kematangan Gonad, IMTA (Sistem Budidaya Terpadu).
Substitusi Minyak Ikan dengan Minyak Jagung dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Lobster Air Laut (Panulirus sp.) Alfin, .
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.527 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i1.4321

Abstract

Penelitian tentang substitusi minyak ikan (MI) dengan minyak jagung (MJ) dalam pakanlobster air laut telah dilaksanakan selama 112 hari di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi minyak ikan dengan minyak jagung dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air laut (Panulirus sp.).Hewan uji yang digunakan adalah lobster air laut stadia puerulus dengan bobot awal rata-rata 2,15+0,1 g.  Wadah pemeliharaanadalah waring sebanyak 12 buah berukuran 70 cm x 70 cm dan kedalaman waring 150 cm. Selama pemeliharaan lobster diberi pakan sesuai perlakuan sebanyak 2 kali sehari. Penelitian didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan mengaplikasikan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Empat jenis pakan perlakuan dibuat berdasarkan substitusi minyak ikan dengan minyak jagung dalam pakan. Keempat pakan tersebut adalah pakan A (100% MJ), pakan B (50% MI; 50% MJ), pakan C (64% MI: 34% MJ), dan pakan D (83% MI; 17% MJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa substitusi minyak ikan dengan minyak jagung tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup dan rasio konversi pakan. Nilai pertumbuhan mutlak yang didapatkan pada penelitian ini berkisar antara 3,24+0,24 g - 4,12+0,77 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 1,10% - 1,56%, kelangsungan hidup 100 % dan rasio konversi pakan berkisar antara 2,72+0,69 - 2,91+0,35. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minyak jagung dapat digunakan sebagai alternatif pengganti minyak ikan sebagai sumber lemak dalam pakan lobster air laut.Kata kunci: Minyak Ikan, Minyak Jagung, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup, Lobster, dan Panulirus
Pengaruh Pemberian Jenis Pakan Makroalga Berbeda terhadap Laju Konsumsi Pakan, Pertumbuhan dan Sintasan Juvenil Abalon (Haliotis asinina) yang Dipelihara Pada Sistem Raceway (Air Deras) Lestari, Saswinta A.; Rahman, Abdul; Balubi, Abdul M.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.218 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i1.4326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah dengan penggunaan pakan makro alga jenis Ulva fasciata, Glacilaria arcuata, dan Glacilaria salicornia sebagai pakan mampu meningkatkan laju konsumsi pakan, pertumbuhan, dan sintasan  juvenil abalon sebagai organisme utama yang dipelihara pada kawasan raceway. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Sumber Laut Nusantara selama 60 hari, pada bulan Mei sampai Juli 2016.  Perlakuan berdasarkan pada jenis makroalga yang digunakan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pakan abalon Gracillaria arcuata, Ulva fasciata, dan Gracillaria salicornia ditunjukan pada perlakuan A, B dan C berturut-turut.   Jumlah organisme 63 ekor juvenil abalon (Haliotis asinina) dengan rata-rata panjang cangkang 36,75 mm - 39,75 mm dimasukkan ke dalam 9 buah keranjang dan jumlah per keranjang 7 ekor juvenil abalon (Haliotis asinina). Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukan  tingkat konsumsi pakan memberikan respon yang tidak berbeda nyata (P>0,05). Konsumsi pakan tertinggi 7,47 g jenis Ulva fasciata. Hasil pertumbuhan mutlak berdasarkan panjang cangkang yaitu tidak berbeda nyata (P>0,05), dengan Hasil yang didapatkan 2,57 mm dengan menggunakan pakan makroalga Ulva fasciata. Sedangkan pertumbuhan mutlak berdasrakan bobot tubuh memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) nilai pertambahan bobot tubuh yang didapatkan 4,99 g dengan pemberian pakan Glacilaria arcuata, sintasan memiliki presentase kelangsungan hidup 92,%.  Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian yaitu suhu berkisar 29-32 oC, salinitas 32-34 ppt dan pH 7-8. Kata kunci: Raceway, Juvenil, Pakan Makroalga Berbeda, Pertumbuhan, Sintasan
Studi Kombinasi Tepung Kepala Ikan Peperek, Tepung Burungo, dan Tepung Kepala Udang terhadap Pertumbuhan Post Larva Udang Windu (Penaeus monodon) Farida, .; Hamzah, Muhaimin; Yusnaini, .
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.14 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i1.4322

Abstract

Penelitian tentang studi kombinasi tepung kepala ikan peperek, tepung burungo, dan tepung udang terhadap pertumbuhan post larva udang windu telah dilakukan selama 42 hari di Balai Benih Perikanan (BBP) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung kepala ikan peperek, tepung burungo, dan tepung kepala udang terhadap pertumbuhan post larva udang windu (Penaeus monodon).Penelitian didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.Perlakuan yang diterapkan adalah perlakuan A (25% TI + 15 % TKU); perlakuan B (25 % TI + 15 % TB); perlakuan; C (25 % TI + 15 % TIKP); perlakuan D (25 % TI + 5% TKU + 5% TB +5 % TIKP). Hewan uji yang digunakan adalah post larva udang windu dengan bobot rata-rata 0,044 g. wadah perlakuan adalah stirofoam berukuran 27x40x46 cm. Post larva dipelihara selama 42 hari. Selama pemelihraan post larava udang windu diberi pakan sesuai perlakuan dengan frekuensi lima kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tepung kepala ikan peperek, tepung burungo, dan tepung kepala udang tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), Rasio Konversi Pakan (FCR), Retensi Protein (RP), Retensi Lemak (RL) serta Kelangsungan Hidup (KH). Nilai PM pada penelitian ini berkisar antara 0,01-0,24g, LPS berkisar antara 2,51-3,81%, FCR berkisar antara 3,02-4,79, RP berkisar antara 10,72-19,28%, RL berkisar antara 11,21-15,90%, dan KH berkisar antara 60-73,33%.Kata kunci: Kepala ikan peperek, Tepung Burungo, Tepung Kepala Udang, Pertumbuhan, Panaeus monodon
Pengaruh Pemberian Pakan Jenis Mikroalga yang Berbeda terhadap Tingkat Konsumsi Pakan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Protozoea Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Rukmana, Sitti; Hamzah, Muhaimin; Balubi, Abdul M.; Iba, Wa; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.964 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i1.4327

Abstract

Penelitian tentang pengaruh pemberian pakan jenis mikroalga yang berbeda terhadap tingkat konsumsi pakan dan tingkat kelangsung hidup protozoea udang vaname (L. vannamei) telah dilakukan di Laboratorium Pengujian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo Kendari. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan jenis mikroalga yang berbeda terhadap tingkat konsumsi pakan dan tingkat kelangsungan hidup protozoea udang vaname  (L. vannamei). Hewan uji yang digunakan adalah udang vaname (L. vannamei) stadia protozoea, sebanyak 150 ekor. Wadah yang digunakan adalah 6 erlenmeyer berukuran 500 ml yang diisi air laut bersalinitas 30 ppt sebanyak 250 ml. Pemeliharaan larva udang dilakukan selama 8 hari. Penelitian didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah A (Kb1-5) dan B (Tisochrysis lutea). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi pakan protozoea udang vaname yang diberi pakan uji Kb1-5 tidak berbeda dengan yang diberi T. lutea, sedangkan tingkat kelangsungan hidup protozoea udang vaname yang diberi T. lutea lebih tinggi dibandingkan dengan yang diberi Kb1-5. Tingkat konsumsi pakan pada penelitian ini berkisar antara 597.586 sel/ml  – 604.475 sel/ml. Kata  Kunci : Mikroalga, Konsumsi Pakan, Kelangsungan Hidup, Protozoea, Udang Vaname, Litopenaeus vannamei, Kb1-5, Tisochrysis Lutea.
Pertumbuhan dan Sintasan Juvenil Abalon Haliotis asinina Menggunakan Pakan Diatom dan Glacilaria verrucosa yang Dipelihara pada Intensitas Cahaya yang Berbeda Marsidin, La Ode; Effendy, Irwan J.; Sabilu, Kadir
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.418 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i1.4323

Abstract

Pengamatan terhadap pertumbuhan dan sintasan juvenil abalon (Haliotis asinina) dengan intensitas cahaya berbeda telah dilakukan selama 3 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan sintasan juvenil abalon  H. asinina yang menggunakan pakan diatom dan  galacilaria verrucosa yang dipelihara pada intensitas cahaya berbeda. Juvenil abalon dipelihara pada container dengan volume air 60 l dengan kepadatan tebar 15 ekor per container. Juvenil diberi pakan diatom dan glacilaria verrucosa secara ad libitum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan, perlakuan A (ambient), B (400 lux), C (800 lux) dengan 3 kelompok. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan, sintasan, konsumsi pakan dan kualitas air meliputi suhu, pH, dan salinitas. Analisis sidik ragam ANOVA menunjukkan  bahwa perlakuan ambient  bepengaruh nyata (p<0.05) terhadap pertumbuhan panjang cangkang dan konsumsi pakan diatom, sedangkan pertambahan bobot tubuh, sintasan, dan konsumsi pakan G. verrucosa tidak berpengaruh nyata (P>0.05).  Sedangkan perlakuan B (400 Lux ) dan C (800 Lux) tidak berpengaruh nyata terhadap semua variable yang diamati. Penggunaan ambient dalam pemeliharaan juvenil abalon dapat mendukung sintasan dan pertumbuhan abalone (H. asinina).Kata Kunci : Intensitas Cahaya, Pertumbuhan, Sintasan, Juvenil Abalon, Diatom dan G. verrucosa

Page 1 of 1 | Total Record : 7