cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3: Juli" : 7 Documents clear
Studi Konsumsi Pakan Jenis Rumput Laut Gracillaria arcuata dan Ulva fasciata terhadap Pertumbuhan Juvenil Abalon Haliotis asinina yang Dipelihara pada Sistem Raceway Susanti, .; Rahman, Abdul; Balubi, Abdul M.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.634 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i3.4343

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan selama 60 hari untuk mengetahui konsumsi pakan Gracillaria arcuata dan Ulva fasciata terhadap pertumbuhan juvenil abalon Haliotis asinina yang dipelihara pada sistem (raceway). Penelitian dimulai dari bulan Oktober sampai Desember 2016 di Hatchery abalon, PT. Sumber Laut Nusantara, Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan, (A= U. fasciata), (B= G. arcuata), (C= kombinasi  U. fasciata dan  G. arcuata). Hasil penelitian menunjukkan  konsumsi pakan harian berkisar antara 1,69-2,25 g. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan perlakuan U. fasciata dan  G. arcuata berbeda nyata terhadap konsumsi pakan juvenil abalon (P < 0,05). Namun, pertumbuhan mutlak berdasarkan panjang cangkang dan bobot tubuh tidak berpengaruh.  Panjang cangkang dan bobot tubuh juvenil abalon tertinggi yang mengkonsumsi G. arcuata masing-masing berkisar 0,31-0,34 mm dan bobot tubuh berkisar 1,93-2,24 g. Tingkat  kelangsungan hidup sangat bagus  mencapai 96,67%.  Kesimpulan penelitian ini adalah juvenil abalon yang dipelihara pada sistem racway terbaik yang diberikan pakan G.  arcuata.                     Kata kunci: Juvenil abalon Haliotis asinina,  Pertumbuhan ,Konsumsi Pakan, Makroalga dan Raceway.
Studi Pertumbuhan dan Sintasan Juvenil Abalon (Haliotis asinina) yang Diberi Pakan Mikroalga dan Makroalga yang Dipelihara dalam Sistem IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture) Karim, Akram; Rahman, Abdul; Effendy, Irwan J.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.252 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i3.4339

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan sintasan juvenil abalon (Haliotis asinina) yang diberi pakan mikroalga dan makroalga yang dipelihara dalam sistem IMTA. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Sumber Laut Nusantara. Desa tapulaga, kecamatan soropia selama 60 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan, (A = Mikroalga (Bentik Diatom), (B = Makroalga G.verucosa), (C = G.arcuata) dengan 3 kelompok, (kelompok 1 = ukuran 2,1- 2,3 cm), (kelompok 2 = ukuran 2,4-2,6 cm), (kelompok 3 = ukuran 2,7-2,9 cm). Pertumbuhan mutlak, sintasan dan kualitas air diamati selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan abalon yang diberi miroalga dan makroalga tidak berbeda signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak (panjang cangkang dan bobot tubuh) Abalon yang diberi pakan mikroalga dan makroalga tidak berbeda nyata. Pertumbuhan mutlak panjang cangkang abalon berkisar antara 4,04 – 5,37 mm, sedangkan pertumbuhan mutlak bobot tubuh abalon berkisar antara 0,37–2,26 g. Tingkat kelangsungan hidup abalon pada kedua perlakuan sebesar 96–100%. Kesimpulan pemberian pakan mikroalga dan atau makroalga dapat menunjang pertumbuhan abalon yang dipelihara pada sistem IMTA.Kata Kunci : Abalon (Haliotis asinina), Mikroalga, Makroalga, Pertumbuhan dan Sintasan.
Kualitas Telur Induk Abalon Haliotis asinina yang Diberi Pakan Berbeda Bane, Tri S.P.; Yusnaini, .; Effendy, Irwan J.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.369 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i3.4345

Abstract

Kualitas telur merupakan indikator dari keberhasilan pembenihan abalon karena berhubungan dengan penetasan dan fertilisasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas telur yang dihasilkan oleh induk abalon H. asinina yang mengkonsumsi pakan makroalga jenis Gracillaria arcuata, Gracillaria verrucosa dan pakan formulasi yang menggunakan ekstrak karagenan yang ditinjau dari segi ukuran diameter telur.  Analisis data menggunakan analisis kuantitatif yang dideskripsikan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter rata-rata tertinggi pada telur sebelum terbuahi yaitu berturut-turut perlakuan C (Pakan Formulasi yang menggunakan ekstrak karagenan) 166,66 µm, perlakuan B (Gracillaria verrucosa) 161 µm dan perlakuan A (G. arcuata) 143,75 µm.  Sedangkan pada telur yang telah terbuahi rata-rata diameter tertinggi pada perlakuan B (G. verrucosa) yaitu 168,57 µm, kemudian perlakuan C (pakan formulasi) yaitu 168 µm, dan yang terendah pada perlakuan A (G. arcuata) yaitu 164,62 µm. Kualitas air selama penelitian sangat mendukung dalam proses budidaya dan penetasan abalon yakni pada kisaran suhu 27-280C dan pH  8. Kehadiran nutrisi serta pembelahan sel mempengaruhi ukuran diameter telur abalon H. asinina. Kata kunci :Gracillaria sp., pakan formulasi, Haliotis asinina, telur abalon, diameter.
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Teripang Pasir (Holothuria scabra) yang Dibudidayakan pada Karamba Jaring Tancap Darman, .; Idris, Muhammad; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.935 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i3.4340

Abstract

Penelitian tentang pertumbuhan dan kelangsungan hidup teripang pasir (Holothuria scabra) yang dibudidayakan pada karamba jaring tancap telah dilakukan di perairan Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup teripang pasir (H. scabra) yang dibudidayakan pada karamba jaring tancap. Sebanyak 120 ekor teripang pasir disebar kedalam tiga karamba jaring tancap (40 ekor/wadah) dengan luasan 4x5 meter . Pemeliharaan dilakukan selama 5 bulan (Juni-November), dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 3 perlakuan dan ulangan individu. Perlakuan yang diterapkan adalah A (substrat berpasir), B (substrat  pasir  berlamun) dan C (substrat pasir berkarang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi teripang pasir ditemukan pada substrat pasir berlamun yaitu  (25,32 g) dan (1,23%), tetapi uji statisitik tidak menunjukkan pengaruh berbeda nyata antar perlakuan. Tingkat kelangsungan hidup teripang pasir selama penelitian adalah 100%.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa teripang pasir (H. scabra) dapat dibudidayakan pada tiga jenis substrat (substrat berpasir, pasir berlamun,dan pasir berkarang). Kata Kunci: Teripang Pasir (H. scabra), Substrat, Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup
Studi Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Teripang Pasir (Holothuria scabra, Jaeger) yang Dipelihara dengan Sistem Basket Yonno, Muhammad; Yusnaini, .; Balubi, Abdul M.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.217 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i3.4347

Abstract

Teripang merupakan hewan invertebrata yang memiliki tubuh yang lunak, berdaging dan berbentuk silindris memanjang seperti ketimun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup teripang pasir (Holothuria scabra, Jaeger) yang dipelihara dengan sistem basket. Percobaan ini dilakukan selama dua bulan dari tanggal 10 Agustus sampai 10 Oktober 2016, di desa Tanjung Tiram, Kabupaten Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan. Ada tiga stasiun koordinat pembesaran berdasarkan kedalaman laut yaitu: 4 ° 21.30LS; 122 ° 4019.53BT (jarak stasiun A: 25-40 cm), 4 ° 21.52LS; 122 ° 4019.60BT (stasiun B: kedalaman 75-90 cm) dan 4 ° 20,05LS; 122 ° 4019.68BT (stasiun C: kedalaman 125-140 cm). Jumlah teripang (berat awal: 20-25 g) adalah 45 teripang (15 ind / station). Parameter yang diteliti adalah pertumbuhan absolut (AG), laju pertumbuhan spesifik (SGR), tingkat kelangsungan hidup (SR) dan kualitas air. AG tertinggi ditemukan di teripang yang terbaca pada stasion B (27,69 g). Teripang yang dipelihara di stasiun B paling tinggi di SGR (1,29%). Yang tertinggi SR ditemukan di teripang yang dipelihara di stasiun C (100%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa teripang dapat dipelihara dalam  kedalaman yang berbeda dari 25-140 cm dengan menggunakan keranjang plastik dalam sistem pencultur. Kata Kunci: Teripang Pasir, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup dan Sistem Basket
Pengaruh Kombinasi Tepung Keong Bakau (Telescopium telescopium) dan Minyak Kelapa Tradisional dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) Haikal, Muhammad; Kurnia, Agus; Muskita, Wellem H.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.468 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i3.4341

Abstract

Lobster mutiara (Panulirus ornatus) merupakan salah satu organisme ekonomis penting yang sudah dibudidayakan ketika sudah memasuki fase puerulus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi Tepung Keong Bakau (TKB) dan Minyak Kelapa Tradisional (MKT) dalam pakan buatan  lobster sebagai bahan alternatif pengganti Tepung Ikan (TI) dan Minyak Ikan (MI). Penelitian ini dilaksanakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Sebanyak 60 ekor lobster mutiara (rata-rata berat awal 0,46 ± 0,12 g) disebar ke dalam 12 kotak jaring apung (5 ekor/wadah). Tiga jenis pakan dibuat berdasarkan persentase kombinasi keempat bahan utama yang terdiri dari: 30% TKB + 10% TI+ 1% MKT + 3% MI (pakan A), 20% TKB + 20% TI+ 2% MKT + 2% MI (pakan B) dan 10% TKB + 30% TI+ 3% MKT + 1% MI (pakan C). Parameter yang diamati adalah Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH) dan Rasio Konversi Pakan (RKP). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pakan uji berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan konversi pakan pada lobster uji. Pertumbuhan tertinggi diperoleh pada lobster yang diberi pakan A sebesar (4,3 ± 0,52 g). Lobster yang diberi pakan B menghasilkan rata-rata laju pertumbuhan tertinggi sebesar 2,16%. Nilai konversi pakan lobster berkisar antara 31-38. Kelangsungan hidup lobster pada semua perlakuan adalah 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komposisi 30% TKB + 10% TI+ 1% MKT (pakan A) meningkatkan pertumbuhan mutlak. Kata Kunci: Lobster Mutiara, Tepung Keong Bakau, Minyak Kelapa Tradisional, Pertumbuhan.
Identifikasi Jenis Bentik Diatom pada Kolektor Berbeda dan Pengaruhnya terhadap Kelangsungan Hidup Larva Abalon (H. asinina) Meda, Rabi S.; Rahman, Abdul; Effendy, Irwan J.; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.494 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i3.4342

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan persentase setiap jenisbentik diatomserta tingkat kelangsungan hidup larva abalon H. asinina yang dipelihara pada kolektor waring hijau, lempengan plastik dan kolektor batu karang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan kolektor berbeda yaitu A (waring hijau), B (lempengan plastik) dan C (batu karang) dan menggunakan 3 kali pengulangan. Variabel yang diamati adalah jenis bentik diatom, persentase setiap jenis bentik diatom, pertumbuhan mutlak, dan sintasan. Jenis bentik diatom terbanyak terdapat pada perlakuan B dengan jumlah 32 jenis. Persentase jenis bentik diatom tertinggi diperoleh pada perlakuan B yaitu Achuanthidium minutissimum dengan nilai 36,20%. Pertumbuhan mutlak panjang cangkang tertinggi diperoleh pada perlakuan C dengan nilai 3,30 mm. Sintasan larva tertinggi diperoleh pada perlakuan B dengan nilai 4%. Kesimpulan penelitian ini adalah kolektor lempengan plastik bagus digunakan sebagai penumbuhan bentik diatom dan pelekatan larva abalone (H. asinina). Kata kunci : Kolektor, bentik diatom, larva abalon, kelangsungan hidup

Page 1 of 1 | Total Record : 7