cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: April" : 5 Documents clear
Deteksi Megalocytivirus pada Ikan Kerapu Budidaya di Sulawesi Tenggara Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction Berdasarkan Gen Major Capsid Protein Muhammad, Aqil; Indriyani, Nur; La Ode, Abidin Baytul; Megawati, .
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.121 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i2.7850

Abstract

Megalocytivirus sebagai salah satu kelompok hama dan penyakit ikan karantina (HPIK) golongan I yang telah menyebabkan kerugian yang signifikan kepada pembudidaya ikan kerapu. Tahap penting pengendalian penyakit adalah diagnosa yang tepat, metode yang direkomendasikan yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR) sebagai deteksi cepat dan akurat yang berdasarkan gen Major Capsid Protein (MCP) bersifat konservatif dan similar setiap strain Megalocytivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran Megalocytivirus pada ikan kerapu budidaya dari hasil tangkapan alam maupun pembenihan di kawasan Provinsi Sulawesi Tenggara sehingga bermanfaat dalam pencegahan lebih dini. Spesies ikan kerapu sebagai sampel yaitu kerapu bebek (Cromileptes altivelis), kerapu sunu (Plectropomus leopardus), kerapu lumpur (Epinephelus coioides), kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus x lanceolatus) yang berukuran juvenil. Gejala klinis yang ditemukan pada beberapa sampel yaitu lesi, pendarahan bagian tubuh sirip, mulut, operculum, warna tubuh menghitam atau memucat, dan berenang lemah atau kurang agresif. Visualisasi DNA menunjukan hasil negatif pada semua sampel penelitian dan amplifikasi DNA hanya muncul pada baris sumuran kontrol positif sepanjang 1360bp. Berdasarkan hasil deteksi bahwa gejala penyakit yang timbul disebabkan patogen lain sehingga disimpulkan bahwa budidaya ikan kerapu pada Desa Barangka, Lambangi, Bajo Indah dan Kelurahan Bungkutoko terbebas dari infeksi Megalocytivirus pada periode penelitian ini.Kata kunci : Ikan Kerapu, Megalocytivirus, PCR, gen MCP
Pengaruh Dosis Pupuk Organik Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Chlorella vulgaris Saniati, Goa; Wa, Iba; Indrayani, .
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.961 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i2.7855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair eceng gondok terhadap pertumbuhan dan kepadatan sel C. vulgaris. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan  volume media kultur 150 ml yaitu A (kontrol positif: media f/2), B (kontrol negatif: air laut), C (10 %), D (20 %) dan E (30 %) pupuk organik cair eceng gondok. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu pertumbuhan sel, laju pertumbuhan spesifik dan yield C. vulgaris. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan sel tertinggi pada hari ke-6 atau fase stasioner awal pada perlakuan 20 % POC EG yaitu 64,04x105 sel.ml-1 dibandingkan dengan kontrol positif media f/2 yaitu 52,74x105  sel.ml-1 walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik pada fase eksponensial pada perlakuan 10 % yaitu 0, 91 hari-1 tidak berbeda jika dibandingkan dengan kontrol positif media f/2 yaitu 0, 88 hari-1.  Yield C. vulgaris tertinggi pada hari ke-4 dan ke-6 (fase eksponsial hingga stasioner) pada perlakuan 20 % yaitu 41,32 x105 sel. ml-1  tidak berbeda jika dibandingkan dengan kontrol positif media f/2 yaitu 34,65 sel. ml-1. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dosis media organik eceng gondok 10 % atau dibawahnya dapat digunakan sebagai alternatif pupuk dalam kultivasi C. vulgaris. Kata Kunci : Chlorella vulgaris, media organik, pertumbuhan sel, LPS, yield
Uji Diferensial Hemosit Pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Yang Dibudidayakan Di Sekitar Area Tambang Sitti, Sekar Aryati; Indriyani, Nur; Muhammad, Idris
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.928 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i2.7859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh logam berat nikel terhadap perubahan diferensial hemosit udang vaname  (Litopenaus vanname). Udang vaname yang digunakan yaitu udang yang dibudidayakan di Desa Tapunggaya Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara (daerah yang sudah tereksploitasi) dan sebagai data pembanding digunakan udang yang dibudidayakan di Desa Bororo Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan (daerah yang tidak tereksploitasi). Sampel udang yang digunakan berumur 1 bulan dan 2 bulan dengan masing-masing berjumlah 10 ekor/sampling. Data DHC (Diferensial Hemosit Count) dianalisa scara deskriptif. Hasil analisis DHC yang terbagi atas sel granular, semi granular dan hialin. Udang  vaname berumur I bulan dan 2 bulan yang dibudidayakan di daerah yang sudah tereksploitasi menunjukan rata-rata total sel granular dan semi granular cenderung  lebih rendah berturut yaitu 41,9% dan 24,4% serta 41% dan 19,7%. Udang vaname yang dibudidayakan di daerah yang tidak tereksploitasi menunjukan rata-rata total sel granular dan semi granular cenderung  lebih tinggi berturut-turut yaitu 42,8% dan 26%  serta 42,7% dan 23,8% . Berbeda dengan rata-rata total sel hialin pada udang yang dibudidayakan di daerah yang sudah tereksploitasi lebih tinggi dibanding udang yang dibudidayakan di daerah yang tidak tereksploitasi berturut-turut yaitu 33,4% dan 32,1%  serta 38,9% dan 32,5%. Kata kunci: Diferensial Hemosit Count (DHC), udang vaname  Litopenaeus vannamei
Pengaruh Pemberian Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba petandra) Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos) Suriati, .; Muhaimin, Hamzah; Wellem, Muskita H.
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.942 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i2.7860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung ampas minyak biji kapuk terhadap pertumbuhan benih ikan bandeng (C. chanos). Penelitian ini dilaksanakan selama 45 hari yaitu pada bulan Agustus sampai September 2018, bertempat di Laboratorium Unit Pembenihan dan Produksi Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo Kendari. Wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 20x25x20 cm. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan bandeng (C. chanos) berukuran 2–3 g sebanyak 90 ekor. Ikan dipelihara di dalam akuarium system resirkulasi dengan kepadatan 10 ekor/akuarium. Penelitian didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Pemberian pakan pada perlakuan A, B, dan C dengan penambahan tepung ampas minyak biji kapuk sebesar 5%, 10% dan 15% pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung ampas minyak biji kapuk memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, konsumsi pakan dan tingka tkelangsungan hidup, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap rasio konversi pakan, efisiensi pakan dan retensi protein benih ikan bandeng. Secara umum terlihat bahwa perlakuan terbaik didapatkan pada pemberian 5% tepung ampas minyak biji kapuk.Kata Kunci: ampas minyak biji kapuk, pakan buatan, benih ikan bandeng (C. chanos), pertumbuhan
Uji Adaptasi Benih Ikan Nila Gift (Oreochromis niloticus) Berbagai Ukuran Bobot Yang Berbeda Pada Salinitas Air Laut Hikmawati, .; Rahmad, Patadjai Sofyan; Abdul, Balubi Muis
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.881 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i2.7844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu adaptasi dan ukuran bobot benih terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nila gift. Penelitian ini menggunakan rancangan factorial dengan 2 faktor yaitu waktu adaptasi (7 hari, 14 hari, 21 hari, 28 hari)  dan ukuran bobot (2 gram, 6 gram dan 10 gram). Parameter yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup (SR), kerusakan morfologi sirip, rasio konversi pakan (FCR) dan pertumbuhan mutlak benih ikan nila gift. Secara statistik, perbedaan waktu adaptasi tidak berpengaruh nyata terhadap SR, namun berpengaruh nyata terhadap rasio konversi pakan dan pertumbuhan mutlak ikan nila gift. Sementara itu perbedaan ukuran bobot berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup dan rasio konversi pakan, namun perbedaan ukuran bobot tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak ikan nila gift. Tingkat kelangsungan hidup berkisar 60-70%. Kerusakan sirip ikan tertinggi terjadi pada waktu adaptasi ikan 7 hari (kerusakan sirip ekor: 31,4% dan kerusakan sirip punggung: 7,38%). Ikan yang diadaptasi selama 28 hari di air laut memiliki pertumbuhan terbaik dengan FCR (15,6). Pertumbuhan mutlak tertinggi ditemukan pada ikan yang diadaptasi selama 28 hari di air laut (0,25g), dan yang terendah ditemukan pada ikan yang diadaptasi hanya 7 hari (0,05g). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan nila diadaptasi selama 28 hari sebelum dilakukan pemeliharaan di air laut.Kata kunci: Uji adaptasi, air laut, kerusakan sirip, FCR, pertumbuhan nila gift

Page 1 of 1 | Total Record : 5