cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 4 (2023): Oktober" : 5 Documents clear
Kelangsungan Hidup Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Morpotipe Hijau Dan Coklat Yang Dibudidaya Pada Skala Laboratorium Nunik Cokrowati; Baiq Raihanun
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut yang banyak dibudidayakan adalah jenis Kappaphycus alvarezii. K. alvarezii mempunyai kandungan karaginan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam industri kosmetik, makanan, pupuk dan juga dalam bidang farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa ketahanan hidup K. alvarezii warna coklat dan warna hijau yang dibudidayakan pada skala laboratorium. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan pertama adalah bibit K. alvarezii morpotipe hijau dan perlakuan kedua adalah bibit K. alvarezii morpotipe. Hasil penelitian ini adalah tingkat kelangsungan hidup K. alvarezii morpotipe hijau yaitu 26,25% lebih tinggi dari morpotipe coklat. Hal tersebut dapat diartikan bahwa K. alvarezii hijau lebih tahan dari tekanan kondisi lingkungan media budidaya. Panjang talus pada akhir penelitian yaitu pada varietas hijau dan coklat rata- rata 8,5 cm. Hal ini dikarenakan rontoknya talus akibat adanya talus yang memutih. Hal tersebut mengakibatkan perubahan warna pada talus menjadi pucat sehingga memperlambat pertumbuhan rumput laut. Jumlah percabangan rumput laut pada varietas hijau dan varietas coklat tidak terlalu berbeda jauh. Namun rata-rata jumlah percabangan pada varietas hijau lebih tinggi yaitu 91,5 cabang sedangkan pada varietas coklat rata-ratanya yaitu 89,75 cabang. Kesimpulan penelitian ini adalah rumput laut K.alvarezii morpotipe hijau dan coklat yang dibudidaya pada substrat yang sama memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup dan perkembangan jumlah talus, namun tidak memberikan memberikan pengaruh pada pertumbuhan.
Substitusi Tepung Ikan Tembang (Sardinella sp.) Dengan Tepung Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys sp.) Terhadap Performa Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) Tiyana Tiyana; Wellem H Muskita; Ruslaini Ruslaini
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui performa ikan nila salin yang diberi pakan substitusi tepung ikan tembang dengan tepung ikan sapu-sapu, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu Perlakuan A: 0% Tepung ikan sapu-sapu dan 20% Tepung ikan tembang, Perlakuan B: 5% Tepung ikan sapu-sapu dan 15% Tepung ikan tembang, Perlakuan C: 10% Tepung ikan sapu-sapu dan 10% Tepung ikan tembang, Perlakuan D: 15% Tepung ikan sapu-sapu dan 5% Tepung ikan tembang. Pemeliharaan hewan uji dilakukan selama 45 hari. Bobot ikan nila salin yang digunakan kisaran 3-5 gram/ekor, sebanyak 120 ekor. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat konsumsi pakan, rasio konversi pakan, efesiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PM, TKP, FCR, EP, RP dan SR, tidak berbeda nyata pada semua perlakuan. Parameter kualitas air selama penelitian menujukkan hasil yang optimal untuk performa ikan nila salin. Kata Kunci: Oreochromis niloticus; Sapu-sapu; Tembang; Pakan
Kajian Pertumbuhan Dan Produksi Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Di Tambak Dengan Jarak Bibit Yang Berbeda Menggunakan Tali Vertikal Elwansyah Sidan; Ruslaini Ruslaini; Abdul Muis Balubi; La Ode M. Aslan
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gracilaria verrucosa adalah salah satu jenis rumput laut yang di budidayakan di tambak. Jenis rumput laut ini biasanya di kenal dengan nama lubung rambu (Bali) dan sango-sango (sulawesi). Budidaya G. verrucosa pada jarak tanam bisa berpengaruh terhadap produksi rumput laut, karena pada dasarnya jarak tanam sangat berkaitan dengan distribusi unsur hara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak tanam bibit yang berbeda terhadap pertumbuhan G.verrucosa yang dibudidayakan di tambak menggunakan metode tali vertikal, dengan perlakuan: jarak tanam 20 cm, jarak tanam 30 cm dan jarak tanam 40 cm. Rancangan yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu Rancang Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 27 ulangan. Hasil analisis dari penanaman rumput laut Gracilaria verrucosa pada jarak tanam tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spsifik dan produksi rumpu laut. Hasil penelitian pada laju pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan jarak tanam 40 cm sebesar 389.728 g, laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada perlakuan jarak tanam 20 cm sebesar 5,12% dan produksi tertinggi terdapat pada perlakuan jarak tanam 40 cm dengan nilai sebesar 974.3194 g. Peneliti menyimpulkan bahwa jarak tanam 40 cm yang terbaik untuk di terapkan di tambak dengan metode tali vertikal. Kata Kunci : Gracilaria verrucosa, Jarak tanam, Metode Tali vertikal, Pertumbuhan, Produksi.
Pengaruh Substitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Keong Bakau (Telescopium Telescopium Linnaeus, 1758) Dalam Pakan Buatan TerhadapPertumbuhan Dan Efisiensi Pakan Lobster Air Tawar (Cherax Quadricarinatus Von Martens, 1868) Rescy Chartin; Muhaimin Hamzah; Abdul Rahman
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan dengan tepung keong bakau (T. telescopium) dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan lobster air tawar (C. quadricarinatus). Lima jenis pakan dibuat dengan komposisi substitusi tepung ikan (TI) dengan tepung keong bakau (TKB) yaitu perlakuan A (100% TI), perlakuan B (75% TI + 25% TKB), perlakuan C (50% TI + 50% TKB), perlakuan D (25% TI + 75% TKB) dan perlakuan E (100% TKB). Lobster air tawar yang digunakan berukuran bobot rata-rata 22,82±0,03 g. Lobster dipelihara selama 42 hari dengan frekuensi pemberian pakan dua kali sehari sebanyak 3% perhari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak rata-rata, laju pertumbuhan spesifik, konsumsi pakan, efisiensi pakan, rasio konversi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup. Hasi penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung ikan dengan tepung keong bakau dalam pakan buatan tidak memberikan pengaruh berbeda terhadap pertumbuhan mutlak rata-rata, laju pertumbuhan spesifik, konsumsi pakan, efisiensi pakan, rasio konversi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup lobster air tawar. Pertumbuhan mutlak rata-rata yang didapatkan pada penelitian ini berkisar antara 3,78-4,33 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,37-0,41%, konsumsi pakan berkisar antara 86,35-86,94%, efisiensi pakan berkisar antara 57,91-61-89%, rasio koversi pakan berkisar antara 7,24-8,07, dan tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 93,33-100%. Secara umum disimpulkan bahwa tepung keong bakau dapat dijadikan sebagai bahan baku pakan pengganti tepung ikan untuk pakan lobster air tawar. Kata Kunci: tepung ikan, tepung keong bakau, Telescopium, pertumbuhan, efisiensi pakan, lobster air tawar, Cherax
Aplikasi Rumpon Dasar pada Karamba Jaring Apung untuk Budidaya Ikan Kuwe (Caranx ignobilis) di Teluk Staring, Konawe Selatan La Ode Abdul Rajab Nadia; La Ode Baytul Abidin; Salwiyah Salwiyah
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengaplikasikan instrument rumpon dasar sebagai penyedia pakan dalam mendukung kegiatan budidaya ikan kuwe di karamba jarring apung. Kegiatan ini dilaksanakan di perairan Teluk Staring Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Waktu pelaksanaan adalah bulan April sampai Juni 2022. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini pembuatan KJA terintegrasi rumpon dasar, pemeliharaan ikan kuwe di KJA. Hasil penelitian adalah aplikasi rumpon dasar telah bermanfaat dalam penyediaan pakan ikan selama pemeliharaan ikan di KJA. Pakan yang dihasilkan dari area rumpon mencapai bobot 460 kg pakan dari 640 kg total pakan yang diberikan. Namun ikan hasil tangkapan area rumpon tersebut yang menjadi pakan, belum memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan mutlak, pertumbuhan relatif dan laju pertumbuhan spesifik. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan yang mengaplikasikan pakan ikan utuh + daging ikan rucah + kepala udang dengan nilai pertumbuhan mutlak, pertumbuhan relatif dan laju pertumbuhan spesifik secara berurutan yaitu 125.47 gram, 142.58%, dan 1.81%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi rumpon dasar telah berkontribusi dalam penyediaan pakan untuk budidaya ikan kuwe pada KJA di perairan Teluk Staring. Kata kunci: Rumpon dasar, KJA, budidaya, Caranx ignobilis

Page 1 of 1 | Total Record : 5