Global Health Science (GHS)
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles
339 Documents
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Tindakan Pra Hospitalisasi Pada Balita Dengan Diare Di Ruangan Anak Rsud Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2019
Erlin Kiriwenno;
Epi Dusra;
Frichilia Reza Mokoende
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (44.042 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs5311
Diare didefinisikan sebagai bertambahnya defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya/lebih dari tiga kali sehari, disertai dengan perubahan konsistensi tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah (Roni, 2010). Menurut sumber dari WHO dan UNICEF tahun 2009 menyatakan bahwa penyakit diare di dunia masih menempati peringkat kedua penyebab kematian pada anak di bawah lima tahun salah satu faktor penyebabnya adalah Pengetahuan ibu yang minim tentang tindakan pra hospitalisasi pada balita mereka. Penelitian ini merupakan penelitian Non Eksperimen bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara pengetahuan ibu dengan tindakan pra hospitalisasi pada balita yang terserang diare di wilayah kerja RSUD dr. M. Haulusi Ambon sepanjang bulan September 2019. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik dengan metode Cross Sectional. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan metode total sampling yang berjumlah 20 orang. Instrumen Penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan menggunakan SPSS 24, menggunakan uji Chi_Square dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil Penelitian ini terlihat angka probabilitas hubungan antar variabel pengetahuan dan variabel pra hospitalisasi adalah sebesar 0,25. Angka probabilitas 0,25 < 0,5 maka hubungan kedua variabel tersebut positif dan tidak signifikan. Dalam hal ini berarti sebenarnya ada terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang pra hospitalisasi pada Balita dengan diare di ruang anal RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Kata kunci: pengetahuan ibu; tindakan pra hospitalisasi; penyakit diare
DETERMINAN PERILAKU PENGENDALIAN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KOTA MAKASSAR
Yusran Haskas
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.401 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v2i2.85
Diabetes melitus adalah salah satu penyakit mendunia yang memerlukan penanganan serius, salah satunya dengan perencanaan perilaku pengendalian DM yang optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki determinan perilaku pengendalian DM. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan menggunakan desain potong lintang. Responden dalam penelitian ini sebanyak 240 yang diperoleh menggunakan tehnik consecutive sampling. Data yang telah terkumpul melalui instrumen diolah dan dianalisis menggunakan program komputer dengan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut, ada pengaruh pengetahuan dengan perilaku pengendalian DM (p value 0,001) , pengalaman dengan perilaku pengendalian DM (p value 0,048) dan ciri kepribadian dengan perilaku pengendalian DM (p value 0,000). Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlunya pengembangan suatu program pengendalian DM secara berkala bagi para diabetisi. Kata kunci : determinan perilaku, pengendalian diabetes melitus
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROVINSI MALUKU
Cut Mutia Tatisina
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (57.25 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v3i4.305
Skizofrenia merupakan penyakit otak persisten dan serius yang dapat mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam memproses informasi, hubungan interpersonal, serta memecahkan masalah. Data WHO, pada tahun 2013 jumlah penderita skizofrenia mencapai 450 juta jiwa di seluruh dunia.Prevalensi penderita Skizofrenia di Indonesia adalah 6,55 %. Angka tersebut tergolong sedang dibanding dengan negara lainnya. Penderita skizofrenia yang menjalani rawat jalan sebanyak 542 penderita.Beberapapenelitian mengemukakan bahwa dukungan keluarga sangat berhubungan dengan manajemen penyakit kronik, kepatuhan dalam medikasi dan beradaptasi dalam gaya hidup (Videbeck, 2008).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Di RSKD Provinsi Maluku Tahun 2016.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain korelasional, dengan pendekatan Cross Sectional, jumlah sampel 54 orang dan menggunakan Accidental Sampling. Teknik analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil dalam penelitian ini menunjukan nilai (p=0,00). Kata kunci:Dukungan keluarga, Kepatuhan minum obat, Skizofrenia
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU IBU DALAM MENGIKUTI PROGRAM KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LONGKIB KOTA SUBULUSSALAM TAHUN 2018
Irma Yanti Hasibuan;
Razia Begum Suroyo;
Fatma Sylvana Dewi Harahap
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (58.758 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs4411
Berdasarkan data Provinsi Aceh menunjukkan bahwa jumlah kematian ibu pada tahun 2015 yang dikeluarkan adalah 134 ibu dari perhitungan AKI di Aceh pada 134/100.000 kelahiran hidup. Ketika lahir pada tahun 2014, terjadi penurunan jumlah 149/100.000 kelahiran hidup menjadi 134 kematian / 100.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam mengikuti program kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Longkib Kota Subulussalam pada tahun 2018. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah metode campuran dengan populasi 72 orang dan sampel diambil dengan teknik total sampling. Metode pengumpulan data adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah regresi logistic linier berganda. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan memiliki nilai sig-p 0,0200,05 yang berarti tidak ada pengaruh dengan program kelas ibu hamil. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, sikap, tindakan, dan lokasi kelas ibu hamil, sedangkan keluarga, peran petugas keseahtan dan kesehatan tidak berpengaruh pada program kelas ibu hamil. Diharapkan penelitian ini dapat mendorong wanita hamil di Puskesmas Longkib untuk lebih aktif terlibat dalam pelajaran tentang pentingnya menerapkan kelas wanita hamil. Kata kunci: Perilaku, Kelas wanita hamil, Faktor, Sikap, Pengaruh
KORELASI MEDIA PROMOSI BAHAYA MEROKOK TERHADAP INTENSITAS MEROKOK PADA ANAK
hamka sangkala hamka
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33846/ghs.v1i3.39
Abstrak Tingginya intensitas perekok mendorong keseriusan pemerintah dalam mengambil kebijakan mulai dari peringatan bahaya rokok yang baru, dan terkesan lebih frontal. Jika sebelumnya peringatan yang tercantum hanya sebatas redaksi untuk menghindari bahaya rokok, kini melalui ketetapan peraturan mentri kesehatan berkaitan dengan pengendalian prevalensi jumlah perokok sekaligus untuk menekan angka kematian disebabkan berbagai penyakit kronis, mengharuskan setiap perusahaan rokok baik rokok “lentingan” (hanmade product) maupun rokok produksi industrial untuk mencantumkan tanda visual berupa gambar-gambar penyakit kangker akibat terpapar racun dari setiap batang rokok. Tujuan Penelitian adalah untuk melihat arah, kekuatan dan singnifikansi korelasi antara Media promosi Rokok Berbahaya pada anak terhadap intensitas merokok. Alat analisi yang digunakan adalah Korelasi Kandall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah korelasi bernilai positif dimana semakin tinggi promosi kesehatan akan semakin menurunkan intensitas merokok, kekuatan korelasi sangat kuat dengan nilai korelasi 0.726 hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi promosi akan semakin kuat memberikan penurunan pada intensitas merokok, uji hipotesis menunjukkan bahwa ada korelasi antara Media promosi bahaya merokok pada anak terhadap intensitas merokok. Kata Kunci : Media Promosi, Intensitas Merokok, Korelasi
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI DESA AIRBUAYA KECAMATAN AIRBUAYA KABUPATEN BURU
Wiwi Rumaolat;
Miranda Waas;
Yasir K
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33846/ghs.v2iHKN.288
Penyakit ISPA merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian akibat penyakit menular di dunia terutama pada balita. Konstruksi rumah hunian dan lingkungannya yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor resiko sebagai sumber penularan berbagai penyakit, khususnya penyakit yang berbasis lingkungan, salah satunya termasuk penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut WHO mencatat sekitar empat juta orang meninggal dunia setiap tahunnya karena ISPA dan penyakit ISPA menjadi penyebab utama mortalitas pada balita di dunia Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Airbuaya Kecamatan Airbuaya Kabupaten Buru Tahun. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pengambilan data secara cr oss sectional, jumlah sampel yang di pakai dalam penelitian ini adalah sebanyak 58 balita. Instrument penelitian menggunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang di buat sendiri oleh peneliti. Pengolahan data dengan SPSS, menggunakan uji Chi-square. Dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil dalam penelitian ini di peroleh nilai signifikansi ventilasi rumah(p=0,025)
ASUHAN KEPERAWATAN PEMBERIAN JUS MENTIMUN UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAMLANA KECAMATAN FENA LEISELA KABUPATEN BURU
jacomina salakory
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.545 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v4i1.323
ABSTRAK Di Kabupaten Buru data profil Dinas Kesehatan menunjukan kasus hipertensi sebanyak 1.710 kasus, atau 7,3%, di puskesmas wamlana hipertensi menjadi penyakit tertinggi terutama pada orang tua. Sebanyak 65%. untuk mengambarkan asuhan keperawatan pemberian jus mentimun untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas wamlana kecamatan fenaleisela. Metode pengumpulan data mengunakan wawancara berpedoman pada asuhan keperawatan dan observasi untuk pemberian jus mentimun kepada pasien hipertensi.mengunakan lembar observasi, tensi meter, prosedur pemberian jus mentimun. Berdasarkan hasil penelitian dengan mengunakan jus mentimun pada responden dengan hipertensi didapatkan adanya perbedaan anatar pasien Tn. P dan Tn.M yaitu. Tekanan darah pada Tn. P adalah TD 150/120 dan setelah minum jus turun menjadi 140/100 pada hari pertama, dan hari ketiga turun menjadi 130/80.Pada Tn. P tekanan darah tinggi juga disebabkan karena faktor genitik.Saat diberikan jus mentimun tidak di mengkomsumsi obat farmakologi.Tn. M adalah TD 140/100 dan setelah minum jus turun menjadi 130/90 pada hari pertama, dan hari ketiga turun menjadi 120/80. Dari hasil penelitian diatas dapat diseimpulkan bahwa jus mentimun mampu menurunkan tekanan darah tinggi.tekanan darah tinggi disebabkan karena pola istirahat yang tidak teratur serta pola makan. Jus mentimun juga menjadi obat herbal yang dapat digunakan oleh penderita hipertensi. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Pemberian jus Mentimun, penderita Hipertensi
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Gaya Pacaran Sehat Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja
Novita Mansoben;
Sariana Pangaribuan
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (77.036 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs5401
Masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi pada remaja adalah perilaku menyimpang dari gaya berpacaran. Informasi tentang Dampak gaya berpacaran terhadap kesehatan reproduksi tidak didapat secara spesifik dari orang tua dan guru. Survei kesehatan reproduksi yang dilakukan badan Kesehatan Keluaraga Berencana Nasional, ditemukan bahwa sekitar 92% remaja yang berpacaran, saling berpegangan tangan, ada 82% yang saling berciuman, dan 63% remaja yang berpacaran tidak malu-malu untuk menyentuh bagian tubuh sensitif pasangan mereka. Mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dan gaya pacaran sehat terhadap pengetahuan dan sikap remaja di SMA Negeri 2 Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II jurusan IPS di SMA Negeri 2 Kota Sorong. Jumlah populasi sebanyak 144 orang dari 4 kelas. Jumlah Sampel penelitian in 89 respodnen, diambil menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada April 2018. Penelitian menunjukkan perbedaan pengetahuan pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan kesehatan dan perbedaan sikap pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan kesehatan hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai keduanya mempunyai nilai p=0,000 yang berarti α≤ 0,05. Ada pengaruh pengetahuan dan sikap sesudah intervensi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja tentang gaya pacaran sehat di SMA Negeri 2 Kota Sorong. Hasil penelitian ini diharapkan bahwa pihak sekolah dapat menjalin kerjasama dengan puskesmas untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan reproduksi remaja. Kata kunci: kesehatan reproduksi; gaya berpacaran; pengetahuan; sikap
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN SAESAR DI RSUD DR.M.HAULUSSY AMBON
Mintje M Nendissa
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 3 (2017): september 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.491 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v2i3.155
Kematian ibu dapat disebabkan karena kehamilan dan persalinan ibu yang mengalami komplikasi seperti eklamsia, perdarahan dan infeksi. Kemajuan teknologi yang semakin canggih termasuk di bidang kesehatan sangat membantu persalinan ibu yang mengalami komplikasi yakni dengan persalinan saesar atau sectio saesar Persalinan saesar tidak dianjurkan hanya demi kenyamanan dan kepentingan dokter atau orang tua atau alas an lain yang sifatnya nonmedis. Operasi saesar harus dilakukan untuk meyelamatkan nyawa ibu yang melahirkan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan umur ibu,jumlah paritas, penyulit persalinan dan riwayat persalinan saesar dengan kejadian persalinan saesar di RSUD dr. M.Haulussy Ambon melalui observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental samplingdidapatkan sampel sebanyak 49 orang. Cara pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, observasi dan wawancara langsung.Pengolahan data dilakukan dengan cara analisis deskriptif dan korelasi dengan menggunakan chi-square test. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan faktor penyulit persalinan dengan terjadinya persalinan saesar (0,000), tidak faktor umur ada hubungan dengan terjadinya persalinan saesar (0,729), tidak ada hubungan paritas dengan terjadinya persalinan saesar (0,331), tidak ada hubungan antara riwayat persalinan saesar dengan terjadinya persalinan saesar (0,114). Antenatal care perlu dilakukan secara teratur untuk seorang ibu hamil untuk mendeteksi lebih dini adanya komplikasi pada kehamilan yang dapat menjadi penyulit dalam persalinan. Kata Kunci: Persalinan, Seksio sesarea
Pelatihan Kader Kesehatan Tentang Penyakit Menular Scabies Di Negeri Mosso Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah
Abuzar Wakano;
Feby A. Metekohy
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (34.995 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs5302
Pembangunan kesehatan adalah bagian integral dari pembangunan nasional yang pada hakekatnya merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar terwujud derajad kesehatan yang optimal. Program pembangunan kesehatan Indonesia mengacu pada 3 pilar Program Indonesia Sehat yaitu mengedepankan paradigma sehat, Penguatan pelayanan kesehatan Universal Health Coverage melalui jaminan kesehatan nasional. Masyarakat Negeri Mosso Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah merupakan masyarakat yang sangat rentan terhadap berbagai faktor resiko penyakit baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Faktor-faktor tersebut antara lain: sanitasi lingkungan yang buruk, pengetahuan tentang masalah kesehatan yang sangat kurang, perilaku hidup yang kurang sehat, faktor ekonomi yang lemah, 90% masyarakat membuang sampah di pantai karena tidak memiki tempat pembuangan sampah akhir, dan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah pada masyarakat Negeri Mosso yang perlu ditangani adalah Scabies. Target capaian dari kegiatan ini adalah program pendampingan oleh tim kader kesehatan dapat terlaksana secara teratur dan berkesinambungan. Kader secara mandiri dapat melakukan deteksi dini tanda dan gejala penyakit scabies dengan memperoleh nilai 90%, Masyarakat mampu berperilaku Hidup Bersih dan Sehat, Kader dapat secara mandiri melakukan pelayanan pendampingan kepada masyarakat. Metode pelatihan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan demonstrasi yang disampaikan oleh tim pelatihan serta pendampingan. Hasil: rata-rata kader yang mengikuti pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan 75% - 98 % dengan nilai tertinggi setelah dilakukan post tes adalah 93. Dan nilai terendah 67. Dan untuk meningkatkan pengetahuna, pemahaman serta ketrampilan kader maka Tim Pengabdi melakukan pendampingan kader pada saat evaluasi kegiatan. Kata kunci: scabies; kader; pelatihan