cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KOTA TIDORE ilyas - ibrahim
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.319 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i1.59

Abstract

Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global utama karena menyebabkan gangguan kesehatan antara jutaan orang setiap tahun dan menjadi penyebab utama kedua kematian akibat penyakit menular di seluruh dunia setelah HIV/AIDS. Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah India, dan Cina. Jumlah kasus baru sekitar 539.000 setiap tahunnya dan jumlah kematian sekitar 101.000 per tahun. TB Paru adalah salah satu penyakit menular yang prevalensinya masih cukup tinggi di Maluku Utara Kasus baru tuberculosis paru di Propinsi Maluku Utara berdasarkan laporan dari tiap kabupaten terlihat ada peningkatan kasus tuberculosis paru dari tahun ketahun, diantaranya dilihat dari cakupan penemuan penderita tuberkulosis BTA positif atau Case Detection Rate(CDR). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian TB Paru diwilayah Kota Tidore Kepulauan. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan Accidental sampling. Pengambilan data dengan dokumentasi, kuesioner, dan observasi dengan analisis data univariate dan bivariat. Hasil Penelitian bahwa ada dua variable yang berpengaruh dengan kejadian TB Paru yaitu variable pengetahuan dengan hasil p-value = 0.002 dan kebiasaan merokok dengan p-value=0.004. Sedangkan tiga variable lain tidak berpengaruh diantaranya variable Status gizi dengan hasil p-value = 0.789, pencahayan dengan hasil p-value=0.422, serta ventilasi dengan hasil p-value=1.000. Kata Kunci : Tuberkulosis paru, pengetahuan, status gizi, kebiasaan merokok, pencahayaan, ventilasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UPAYA IBU DALAM MELAKUKAN PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI DESA KAMAL WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAIRATU BARAT Asih Dwiastuti; Fany Sabban; Ibrahim Fitri
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.286 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.283

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab angka kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, terutama pada balita. Di Indonesia penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat, karena tingginya angka kesakitan dan angka kematian terutama pada balita. Padahal berbagai upaya pencegahan telah dilakukan untuk menurunkan angka kejadian diare. Peran orang tua dalam kegiatan pencegahan merupakan faktor yang sangat penting. Pengetahuan dan sikap sangat diperlukan dalam menentukan perilaku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya ibu dalam melakukan pencegahan diare pada balita di desa kamal wilayah kerja puskesmas kairatu barat. Metode yang digunakan adalah analitik korelasi, sampel berjumlah 33 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunankan Purposive Random Sampling. Instrumen yang digunakan kuisioner. Pengolahan data dengan SPSS 16, menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil dalam penelitian ini diperoleh nilai signifikasi pendidikan (p=0,005), pengetahuan (p=0,045), dan sikap (p=0,031). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pendidikan, pengetahuan, dan sikap ibu dalam melakukan pencegahan diare pada balita di desa kamal wilayah kerja puskesmas kairatu barat.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN WASTING PADA BALITA MELALUI ANALISIS MIX METHODS DI PUSKESMAS MEDAN SUNGGAL TAHUN 2018 Layla Rizmi Andayani Putri Tambunan; Iman Muhammad; Nur’aini Nur’aini; Syamsopyan Ishak
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.169 KB) | DOI: 10.33846/ghs4305

Abstract

Wasting adalah suatu kondisi gizi kurang akut dimana berat badan balita tidak sesuai dengan tinggi badan atau nilai z score lebih dari -2SD. Wasting dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan jasmani dan kecerdasan anak bahkan lebih buruknya akan berdampak terhadap kematian balita. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang memengaruhi kejadian wasting pada balita. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 38 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Medan Sunggal. Dari hasil penelitian responden yang memiliki tingkat pendapatan < Rp. 2.246.725,- sebanyak 25 keluarga (65,8%), responden dengan tingkat pengetahuan kurang baik sebanyak 29 responden (76,3%), responden dengan pendidikan tinggi sebanyak 25 responden (65,8%), responden yang tidak bekerja sebanyak 34 responden (89,5%), responden yang memberikan konsumsi makanan dengan kurang baik sebanyak 28 responden (73,7%) dan terdapat balita kurus sebanyak 28 balita (73,7%). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian wasting dengan konsumsi makanan (p= 0,028 < 0,05). Sedangkan dalam penelitian kualitatif, ditemukan bahwa kurangnya minat ibu dalam mengikuti kegiatan posyandu dan penyuluhan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas. Dari hasil penelitian ini diharapkan pihak Puskesmas untuk meningkatkan kegiatan monitoring yang dilakukan secara rutin serta melakukan penilaian status gizi secara berkala dan ibu selalu aktif mengikuti kegiatan posyandu yang diadakan agar status gizi anak balita dapat terkontrol dan ditangani secara baik. Kata kunci: Wasting, Balita, Konsumsi makanan
STIGMA DAN DISKRIMINASI SERTA STRATEGI KOPING PADA ORANG DENGAN HIV DAN AIDS DI KOTA AMBON Wilma Mamuly Fransisca Mamuly
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.596 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i2.226

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) /Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), merupakan masalah kesehatan di dunia . Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana stigma dan diskriminasi serta strategi koping pada ODHA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan utama ODHA sebanyak sepuluh orang, yang ditentukan dengan metode purposif sampling, dan delapan informan pendukung. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan teknik in-depth interview berdasarkan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa : satu Semua informan mengetahui tentang informasi HIV / AIDS walaupun dari sumber yang berbeda- beda,sehingga berpengaruh terhadap strategi koping yang dilakukan oleh informan . Dua Informan lebih menutup statusnya sebagai ODHA, agar kehidupannya bisa dijalani secara normal dan mengindari diskriminasi. Tiga Pengaruh stigma sangat besar dimasyarakat sehingga diskriminasi terhadap ODHA terus terjadi, ini adalah salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian dan angka kejadian HIV/AIDS terus meningkat. Stigma dan diskriminasi pada ODHA terjadi dalam keluarga.dan juga lingkungan masyarakat. Disimpulkan bahwa pengaruh stigma sangat besar sehingga membuat diskriminasi terus terjadi kepada informan, informan menyadari akan hal itu, oleh karena itu banyak informan yang memilih untuk menutup statusnya sebagai ODHA, agar supaya informan bisa hidup normal. Kata kunci: ODHA, Koping, Sosial, Stigma, Diskriminasi
Perbandingan Kekuatan Daya Hambat Obat Antibiotik Betalaktam Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus sp Hilda Muliana
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7105

Abstract

Penggunaan antibiotika beta-laktam di Rumah Sakit Tentara TK-IV 01.07.01 Pematang Siantar pada pasien rawat jalan cukup tinggi sehubungan dengan banyaknya timbul penyakit infeksi saluran pernapasan bahagian atas (ISPA). Obat antibiotika yang diberikan dokter adalah golongan beta-laktam yaitu amoxicillin, cefadroxil dan cefixime. Sehingga dilakukan penelitian pengujian aktivitas antibiotika beta-laktam terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Streptococcus sp ATCC 12400. Peneitian ini bertujuan untuk menguji dan mengetahui perbedaan daya hambat dari antibiotika amoxicillin, cefadroxil, dan cefixime terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Streptococcus sp ATCC 12400. Penelitian dilakukan dengan metode difusi agar dengan menggunakan pecadang kertas. Media yang digunakan adalah Muller Hinton Agar dengan pengamatan yang dilakukan yaitu besarnya daya hambat (mm) pada konsentrasi 10 mg/mL, 5 mg/mL, 3 mg/mL, 2 mg/mL, dan 1 mg/mL. Penelitian ini menunjukkan bahwa antibiotik cefadroxil memberikan daya hambat yang paling besar daripada antibiotik amoxicillin dan antibiotik cafixime dengan rata-rata 30,66 mm pada cefadroxil terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan 31,36 mm terhadap Streptococcus sp konsentrasi 10 mg/mL, sedangkan pada amoxicillin konsentrasi 10 mg/mL memiliki rata-rata 15,06 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus; 15,40 mm terhadap Streptococcus sp, pada cefixime konsentrasi 10 mg/mL memiliki rata-rata 14,90 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan 13,30 mm terhadap Streptococcus sp. Penelitian ini menyimpulkan bahwa daya hambat antibiotik cefadroksil memberikan aktiitas daya hambat yang lebih besar dari pada amoxicillin dan cefixime. Kata kunci: Antibiotika betalaktam; Staphylococcus aureus; Streptococcus sp
PEMERIKSAAN PARAMETER KIMIA AIR LIMBAH HASIL INDUSTRI PERIKANAN Farha Assagaff
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i3.46

Abstract

Abstrak
TINJAUAN PROSEDUR PELEPASAN INFORMASI REKAM MEDIS UNTUK KEPERLUAN KLAIM BPJS DI RSU DARMAYU PONOROGO Dwi Novita Sari; Ike Sureni; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.995 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.247

Abstract

Pelepasan informasi medis kepada pihak lain khususnya untuk asuransi harus ada alur dan prosedur yang jelas dikarenakan sarana kesehatan bertanggung jawab untuk melindungi informasi medis yang diberikan kepihak lain. Jumlah kasus BPJS yang diklaimkan oleh RSU Darmayu pada bulan November 2017, kasus rawat jalan sebanyak 275 kasus dan kasus rawat inap sebanyak 1.308 kasus. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi prosedur pelepasan rekam medis untuk keperluan klaim BPJS di RSU Darmayu Ponorogo. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini petugas pelepasan rekam medis dan petugas BPJS yang berjumlah 3 orang yang diambil dengan total sampling. Data analisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan dengan metode wawancara dan observasi di RSU Darmayu Ponorogo, prosedur pelepasan informasi medis khususnya untuk klaim, belum adanya SOP yang khusus untuk bagian asuransi BPJS dan untuk pihak yang terlibat dalam pelepasan informasi rekam medis di RSU Darmayu antara lain pasien, sendiri pihak keluarga pasien, unit klaim dan rekam medis. Diharapkan kedepannya dibuat SOP tertulis mengenai prosedur pelepasan untuk asuransi (BPJS) serta pihak yang terlibat diharapkan bersosialisasi antar petugas guna melindungi dari hal yang tidak diinginkan.
PEMERIKSAAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KOTARAJA KOTA JAYAPURA PAPUA Evi Afriani Mongan; Herlando Sinaga
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.477 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.319

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) disebut juga Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan infeksi yang sebagian besar menular melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. Wanita hamil lebih rentan menderita Infeksi Menular Seksual (IMS) akibat perubahan-perubahan yang terjadi selama kehamilan, baik perubahan dalam respon imun, hormonal maupun anatomis, yang dapat mengubah manifestasi klinis IMS serta menimbulkan masalah tersendiri dalam diagnosis dan pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hasil pemeriksaan Penyakit Infeksi Menular Seksual pada ibu hamil di Puskesmas Kotaraja yaitu pada Sifilis dan HIV. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pemeriksaan laboratorium. Waktu penelitian berlangsung dari tanggal 1 Mei-1 Juni 2018 dengan lokasi penelitian di laboratorium Puskesmas Kotaraja. Sampel penelitian ini adalah serum ibu hamil yang berjumlah 40 sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Imunokromatografi atau Rapid Diagnostic Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 40 sampel serum ibu hamil diperoleh hasil reaktif Sifilis sebanyak 3 sampel (8%) dan non reaktif sebanyak 37 sampel (92%) sedangkan untuk HIV diperoleh hasil reaktif sebanyak 2 sampel (5%) dan non reaktif sebanyak 38 sampel (95%). Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa meskipun angka prevalensi Sifilis dan HIV di Puskesmas Kotaraja masih rendah, namun tetap jadi perhatian khusus untuk mencegah terinfeksi Sifilis dan HIV pada ibu hamil dan juga penularan yang dapat ditularkan dari ibu kepada janin yang dikandungnya. Kata kunci: Infeksi menular seksual, Sifilis, HIV, Ibu hamil
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL TERHADAP KESIAPAN PERAWATAN BAYI PADA FASE TAKING IN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATES KABUPATEN KEDIRI Koekoeh Hardjito; Susanti Pratamaningtyas; Dwi Novitasari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.346 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.242

Abstract

Perubahan psikologis mempunyai peranan yang sangat penting pada masa nifas, karena pada masa ini ibu menjadi sangat sensitif. Persiapan yang kurang maksimal dapat menyebabkan ibu mengalami masalah pada masa nifas, seperti Postpartum blues. Kelas ibu hamil merupakan sarana belajar bersama tenaga kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka yang bertujuan untuk mempersiapkan ibu dalam masa kehamilan hingga masa nifas sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil terhadap kesiapan perawatan bayi pada fase taking in. Metode penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah ibu nifas primipara sebanyak 34 ibu. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 32 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasilanaliis Spearman Ranksehingga diperoleh ρ 0,986 dan ρ tabel sebesar 0,350 maka ρ hitung > ρ tabel, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil terhadap kesiapan perawatan bayi. Dalam kondisi ini ibu dituntut mampu melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dalam berbagai situasi untuk memenuhi kebutuhan, diantaranya dapat memberikan perawatan pada bayinya agar tumbuh kembang bayi optimal. Oleh sebab itu penting bagi ibu untuk berperan aktif dalam pelaksanaan kelas ibu hamil guna mempersiapkan ibu baik dalam segi fisik maupun psikis, sehingga ibu mampu melewati perubahan psikologis pada masa nifas. Kata kunci: Fase taking in, Kelas ibu hamil, Kesiapan perawatan bayi
Pengaruh Penggunaan Media Internet Terhadap Prestasi Belajar Politeknik Kesehatan Maluku Abdul Rivai Saleh Dunggio; Sri Eny Setyowati; Johanna Tomasoa; Rita Rena Pudyastuti
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.72 KB) | DOI: 10.33846/ghs6406

Abstract

Sri Eny Setyowati Program Studi Keperawatan Ambon, Poltekkes Maluku; enygus@yahoo.com Johanna Tomasoa Program Studi Keperawatan Ambon, Poltekkes Maluku; johannatomasoa@gmail.com Rita Rena Pudyastuti Program Studi Keperawatan Ambon, Poltekkes Maluku; ritapudyastuti1968@gmail.com ABSTRAK Internet sebagai salah satu media pembelajaran sangat dibutuhkan saat ini, baik secara langsung sebagai media pembelajaran jarak jauh atau sebagai sarana bagi siswa untuk mencari berbagai sumber informasi materi pelajaran yang sedang dipelajari oleh para siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan media internet terhadap prestasi belajar mahasiswa Politeknik Kesehatan Maluku. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan jenis rancangan pasca-tes dengan kelompok eksperimen dan kontrol yang diacak dengan jumlah sampel 112 responden. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang aktif mengikuti perkuliahan mata kuliah KMB III. Analis data menggunakan statistik dengan Uji T Independent dengan membandingkan nilai P (P-value) dengan nilai alpa 0,05 ( = 0,05). Hasil penelitian post test pada kelompok perlakuan yang terbanyak mempunyai nilai cukup yaitu 48 orang (85,7%) sedangkan post test pada kelompok kontrol yang terbanyak mempunyai nilai cukup yaitu 45 orang (80,4%). Hasil uji T Independent menunjukkan angka significancy adalah 0,017 dengan perbedaan rerata (mean difference) sebesar 3,82, dan nilai interval kepercayaan (IK 95%) adalah antara 6,73-0,91) dengan demikian nilai p