cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Ngemil Terhadap Prestasi Belajar dan Status Gizi (Studi Literatur) Khartini Kaluku; Junieni Junieni; Mahmud Mahmud; Nilfar Ruaida
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8204

Abstract

Sarapan telah dikenal sebagai makanan yang paling penting, namun paling sering dilewatkan oleh anak-anak usia sekolah dasar dan remaja. Kebanyakan remaja memilih untuk mengkonsumsi cemilan, Konsumsi cemilan tengah pagi dan sebelum makan siang diketahui juga memengaruhi dengan peningkatan body mass index (BMI). Pola jajan juga dapat memberikan kontribusi terhadap status gizi anak apabila jenis jajan yang dikonsumsi berkualitas dari segi jenis dan kandungan gizinya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana kebiasaan ngemil pada anak dan remaja terhadap prestasi belajar dan status gizi. Metode yang digunakan adalah pengambilan data sekunder dari beberapa jurnal internasional maupun nasional seperti international Journal of Community Medicine and Public Health, Journal Clinical Nutrition, Public Health Nutrition, journal of nutrition, Nutrition & Food Science, BMC Public Health, Jurnal Gizi dan Pangan, Nutrire Diaita, dari tahun 2008 sampai 2022 yang diolah secara deskriptif dengan melihat variable-variabel yang mempengaruhi kebiasaan ngemil pada anak-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kebiasaan ngemil yaitu jenis makanan, asupan kalori, letak ketersediaan makanan jajanan, kebiasaan sarapan, uang saku, waktu ngemil dan status gizi. Disimpulkan bahwa anak-anak dengan kebiasaan ngemil tidak teratur dapat mengakibatkan obesitas pada masa remaja dan masa akan datang dan mengalami masalah gizi lainnya di masa depan. strategi untuk mencegah dampak buruk di masa depan adalah dengan Memodifikasi pilihan ngemil yang bisa meningkatkan kualitas gizi serta mengurangi frekuensi konsumsi cemilan. Kata kunci: ngemil; prestasi belajar; status gizi
Identifikasi Telur Soil Transmitted Helminth (STH) pada Kotoran Kuku Petani di Dusun Talaga Kodok Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah Suardi Zurimi; Farha Assagaf
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8102

Abstract

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Pasar Mardika Kota Ambon, terdapat banyak pedagang tahu yang menjual tahu di pasar dengan mengambil atau membeli langsung dari distributor yang pabriknya berada di Desa Batu Merah maupun Desa Waiheru. Semakin banyak penjual tahu di pasar memungkinkan permainan curang oleh para pedagang dengan menambahan bahan kimia boraks yang berfungsi untuk memberikan tekstur padat, meningkatkan kekenyalan, kerenyahan, dan memberikan rasa gurih serta bersifat tahan lama. Penggunaan bahan kimia boraks tersebut sangat berakibat buruk untuk kesehatan bagi para pembeli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendektesi boraks menggunakan kertas wathman dengan ekstrak kunyit pada tahu di Pasar Mardika Kota Ambon. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ekperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh pedagang tahu di Pasar Mardika Kota Ambon berjumlah 31 pedagang. Dari hasil penggunaan kertas Wathman dengan ekstrak kunyit sebagai indikator pendeteksi boraks pada tahu di Pasar Mardika Kota Ambon tahun 2020 didapatkan hasil bahwa 6 sampel tahu mentah yang terdeteksi positif mengandung boraks sedangkan 25 sampel negatif tidak mengandung boraks. Dalam hal ini ekstrak kunyit efektif digunakan untuk mendeteksi adanya kandungan boraks pada makanan (tahu). Bagi masyarakat Kota Ambon terkait dengan penggunaan boraks yang masih meningkat oleh karena itu penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi tentang ekstrak kunyit yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan mendeteksi kandungan boraks pada makanan sehingga makanan akan tetap aman ketika dikonsumsi. Kata kunci: ekstrak kunyit (Curcuma longa linn); kertas Wathman; boraks
Faktor Determinan Kejadian Hipertensi Firdausi Ramadhani; Maesarah Maesarah; Deysi Adam; Iis Ariskawati Gobel
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8106

Abstract

Hipertensi adalah pengertian medis dari penyakit tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan, tingkat stress dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Atinggola Tahun 2021. Desain penelitian analitik observasional pendekatan cross sectional. Populasi adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas Atinggola sebanyak 82 orang, dengan menggunakan metode total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah aktivitas fisik, kebiasaan makan dan tingkat stress sedangkan variabel terikat adalah kejadian hipertensi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian : Hasil analisis pada variabel stress mendapatkan nilai X2 Hitung sebesar 10,256 dan nilai p sebesar 0,006, variabel aktivitas fisik mendapatkan nilai X2 Hitung sebesar 15,343 dan nilai p sebesar 0,000, variabel kebiasaan makan meliputi asupan natrium mendapatkan nilai X2 Hitung sebesar 27,046 dan nilai p sebesar 0,000, asupan kalium mendapatkan nilai X2 Hitung sebesar 8,289 dan nilai p sebesar 0,004, sedangkan asupan iodium mendapatkan nilai X2 Hitung sebesar 12,995 dan nilai p sebesar 0,000. Simpulan : Ada hubungan tingkat stress, aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang meliputi asupan natrium, kalium dan iodium dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Atinggola. Kata kunci: aktivitas fisik; iodium; kalium; natrium; stres; hipertensi
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam perawatan Gigi anak Usia 6-7 Tahun di RT 09 kelurahan Lesane Kecamatan Kota Masohi Kabupaten Maluku Rigoan Malawat
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8205

Abstract

Perawatan gigi adalah upaya yang dilakukan agar gigi tetap sehat dan dapat menjalankan fungsinya. Gigi yang sehat adalah gigi yang bersih tanpa adanya lubang. Menurut WHO dalam Riskesdas (2012) diperkirakan bahwa 90% dari anak sekolah di dunia dan sebagian besar orang dewasa pernah menderita karies gigi sedangkan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia merupakan penyakit masyarakat yang diderita oleh 8,5% penduduk Indonesia. Faktor perilaku atau sikap mengabaikan kebersihan gigi dan mulut adalah Penyebab timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat. Hal tersebut dilandasi oleh kurangnya pengetahuan akan pentingnya pemeliharaan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Dalam Perawatan Gigi Anak Usia 6-7 Di RT. 09 Kelurahan Lesane Kecamatan Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2016. Penelitian ini merupakan Deskritiptif Analitik dengan metode Cross Sectional, sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan metode Total Sampling yang berjumlah 36 orang, instrument penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data, menggunakan uji Chi-Square dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil dalam penelitian ini diperoleh Nilai Signifikan pengetahuan (p=0,42), sikap (p=0,001).Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dalam perawatan gigi anak usia 6-7 tahun. Kata kunci: pengetahuan; sikap; perawatan gigi
Deteksi Boraks Menggunakan Kertas Whatman Dengan Ekstrak Kunyit (Curcuma Longga Linn) Pada Tahu Di Pasar Mardika Kota Ambon Suardi Zurimi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8103

Abstract

Infeksi kecacingan merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi yang cukup tinggi di banyak negara. Indonesia merupakan negara berkembang dan masih menghadapi berbagai masalah kesehatan, salah satu diantaranya adalah penyakit kecacingan yang ditularkan melalui tanah. Soil Transmitted Helminth (STH) adalah salah satu nematode usus yang sering menginfeksi manusia melalui perantaraan tanah. Petani merupakan kelompok yang rentan terinfeksi cacing dikarenakan pekerjaannya melakukan kontak langsung dengan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan jenis telur STH yang yang terdapat pada kotoran kuku petani di Dusun Talaga Kodok Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian Deskriptif yang dilaksanakan untuk memperoleh gambaran secar objektif terhadap keberadaan dan jenis telur cacing sesuai pemeriksaan laboratorium. Sampel yang diambil sebanyak 7 sampel. Hasil penelitian pada sampel kotoran kuku terdapat 6 sampel yang positif mengandung jenis telur cacing pita (Taenia) dan keseluruhan sampel mengandung telur cacing tambang (Ancylostoma duodenale), sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan sampel kotoran kuku petani di Dusun Talaga Kodok Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah positif telur cacing dengan jenis terbanyak adalah Jenis telur cacing tambang (Ancylostoma duodenale). Kata kunci: kotoran kuku; petani; telur cacing
Determinan Hipertensi pada Usia Remaja dan Dewasa (18-44 tahun) di Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima; Bella Agustina Adinda Subagiyo
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8107

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia pada kelompok usia muda berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 13.2% pada usia 18-24 tahun, 20.1% di usia 25-34 tahun dan 31.6% pada kelompok usia 25-44 tahun dibandingkan dengan tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar risiko determinan riwayat genetik keluarga, obesitas, aktivitas fisik dan kondisi psikologi stres dengan kejadian hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah Case Control. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 146 responden dengan rincian 73 kasus dan 73 kontrol. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi- square. Hasil analisis menujukan riwayat genetik keluarga merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 72.696 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 22.692 – 232.890; Obesitas merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 5.056 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 2.112 – 12.101; Aktivitas fisik bukan merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 1.059 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 0.545 – 2.060; Kondisi psikologi stres merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 10.815 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 4.377 – 26.726. Kesimpulan riwayat genetik keluarga, obesitas dan kondisi psikologi stress merupakan determinan kejadian hipertensi, disarankan kepada usia remaja dan dewasa 18 – 44 tahun agar dapat mengontrol pola makan, lakukan aktivitas fisik secara teratur dan mengendalikan tingkat stres serta melakukan pengontrolan tekanan darah rutin setiap bulan dipelayanan kesehatan terdekat. Kata kunci: genetik; aktivitas fisik; obesitas; kondisi psikologi stres; hipertensi
Gambaran Faktor Penyebab Terjadinya Gastritis Di Desa Tlogowaru Wilayah Kerja Puskesmas Temandang Kabupaten Tuban Friska Tifani Yunanda; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna PD; Wahyuningsih Triana N
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8104

Abstract

Gastritis adalah suatu inflamasi pada mukosa lambung yang didasarkan oleh gambaran histologis mukosa lambung, Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka kejadian gastritis cukup tinggi di kota-kota di Indonesia yaitu Jakarta 50%, Palembang 35,5%, Bandung 32%, Denpasar 46%, Surabaya 31,2%, Aceh 31,7%, Pontianak 31,2%, sedangkan kejadian gastritis di Medan mencapai 91,6% (Kementerian Kesehatan, 2018). Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya gambaran faktor penyebab terjadinya gastritis di Desa Tlogowaru Wilayah Kerja Puskesmas Temandang Kabupaten Tuban. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi adalah 54 penderita gastritis dengan sampel sebanyak penderita gastritis. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan metode kuantitatif.Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasional, dan wawancara. Dianalisis secara deskriptif dengan teknik distribusi frekuensi dan prosentase. Diperoleh hasil hampir seluruhnya penderita gastritis memiliki pola makan kurang baik yaitu 49 orang (91%), seluruh penderita gastritis memiliki jenis makanan kurang baik yaitu 54 orang (100%), hampir setengah penderita gastritis mengalami kejadian stress dalam kategori sedang sebanyak 23 penderita (42,6%), hampir seluruh penderita gastritis tidak merokok sebanyak 51 penderita (94%), hampir seluruh penderita gastritis tidak mengkonsumsi minuman mengandung alkohol sebanyak 52 penderita (96%). Gambaran faktor penyebab terjadinya gastritis di Desa Tlogowaru wilayah kerja Puskesmas Temandang mayoritas penderita gastritis memiliki pola makan kurang baik, jenis makanan kurang baik, dan mengalami stress dalam kategori sedang. Kata kunci: faktor penyebab; penderita; gastritis
Kombinasi Yoga Asana dan Pranayama Pada Pasien Pre Hipertensi Dalam Upaya Pencegahan Hipertensi Ida Djafar; Suardi Zurimi; Mintje M. Nendissa
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8202

Abstract

Terapi yoga merupakan multikomponen dari latihan yang terdiri dari postur, teknik pernafasan dan meditasi yang menunjukkan efek menguntungkan dalam berbagai kondisi medis. Salah satunya pada pasien hipertensi dengan cara mengurangi aktifitas saraf simpatis dan mengaktifkan sistem gamma amino-butyric acid (GABA) untuk menurunkan tekanan darah. Metode quasi experiment yang digunakan yaitu Time series design. Desain penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja, sehingga tidak memerlukan kelompok kontrol. Sebelum dan sesudah perlakuan diberikan posttest. sampel penelitian adalah 30 pasien dengan pre hipertensi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Hative Kecil dengan kriteria tekanan darah sistolik antara antara 120-140 mmHg dan tekanan darah diatolik antara 80-90 mmHg. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum 132.3±6.6 dan sesudah intervensi 2 minggu 127.4±6.1 dan 4 minggu 125.3±6.1 mengalami penurunan yang signifikan dengan selisih sebelum dan sesudah intervensi yoga adalah 7±0.5. Penurunan yang signifikan pada tekanan darah diastolik dengan rata-rata 6.5±2.1 dengan nilai signifikansi yang didapatkan dari uji paired sample t test yaitu 0,001 (p
Epidemiologi Faktor Host Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kabupaten Kolaka Utara Irma Irma; Kamrin Kamrin; Harleli Harleli
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8105

Abstract

Penyakit rabies di Iindonesia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat dengan tingkat endemiisitas yang masih tinggi dan sudah menyebar di 24 provinsi dari 34 provinsi yang ada. Gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Indonesia masih cukup tinggi dengan rata-rata sebanyak 80.861 kasus dan 103 kematian (CFR = 0,13%) setiap tahunnya sepaanjang tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. Periode Januari – Mei 2019 terjadi kasus GHPR sebanyak 41 dan 1 kasus kematian atau CFR sebesar 2,4% di Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran epidemiologi penyakit rabies berdasarkan faktor host di Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2019. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan survey deskriptif untuk menggambarkan faktor host dari penderita GHPR yaitu jenis kelamin, umur, pekerjaan, dan status kepemilikan hewan. Populasi dalam penelitian adalah penderita GHPR sebanyak 42 kasus yang seluruhnya berperan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus rabies dialami oleh perempuan (52,4%), usia penderita rabies sebagian besar berumur 5-11 tahun (21,4%), pekerjaan penderita sebagian besar (23,8%) adalah pelajar dan IRT, status kepemilikan hewan sebagian besar adalah hewan liar (66,67%), dan riwayat gigitan sebagaian besar adalah tidak ada provokasi (92,8%). Penyakit rabies merupakan salah satu penyakit menular yang muncul kembali di Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 dan secara epidemiologi faktor host dan riwayat gigitan berkaitan dengan kasus GHPR. Disarankan kepada masyarakat untuk mencegah penularan rabies pada hewan peliharaan terutama anjing dengan rutin melakukan vaksinasi minimal 1 tahun sekali dan perlu upaya penanggulangan secara lintas sektor. Kata kunci: epidemiologi; rabies; faktor host