cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
Pengaruh Oral Hygiene Terhadap Kejadian Penyakit Gingivitis pada Siswa SMP Pondok Pesantren Darul Aman Lengkese Kabupaten Takalar Aisyah Ahmad Rani; Andi Yusuf; Muhammad Syafar; Muhammad Saleh; Sainuddin Sainuddin; Siti Alfah
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.835 KB) | DOI: 10.33846/ghs5203

Abstract

Gingivitis is the most common periodontal disease in society, especially in adolescents. Dental and oral hygiene are closely related to plaque on the surface of the teeth, plaque influences the inflammatory process of soft tissue around the teeth, one of which is gingivitis. This study aimed to determine the effect of oral hygiene on gingivitis disease in students of Darul Aman Lengkese Islamic Boarding School, Takalar Regency. This study used descriptive analytic method with a cross-sectional approach. The data analysis used was descriptive analysis with percentage, bivariate with chi-square test, and multivariate with logistic regression test. There was correlation between oral hygiene and the occurrence of gingivitis disease (p-value = 0.001), there was no correlation between sex and occurrence of gingivitis disease (p-value = 0.605), there was correlation between age and occurrence of gingivitis disease (p-value = 0.004), there was correlation between the habit of brushing teeth and the occurrence of gingivitis disease (p-value = 0.003), there was correlation between the awareness and the occurrence of gingivitis disease (p-value = 0.000). Based on the multivariate analysis, habit and knowledge were the most influential values among on the incidence of gingivitis in junior high school students of Darul Aman Lengkese Islamic Boarding School in Takalar Regency. Keywords: gingivitis disease; oral hygiene; tooth brushing habits
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PENTINGNYA PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS NAMTABUNG KEC. SELARU KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT Fasiha Rahman
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.735 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i1.65

Abstract

Sistem pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan. Tingginya angka kematian ibu hamil antara lain disebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu hamil dan sikap ibu hamil dalam pemeriksaan antenatal care yang tidak teratur. Antenatal Care (ANC) merupakan salah satu program safe motherhood yang merupakan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan janinnya oleh tenaga profesional meliputi pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standar pelayanan. Pemberian asuhan antenatal yang baik akan menjadi salah satu tiang penyangga dalam safe motherhood sebagai usaha menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan Antenatal care di Puskesmas Namtabung Kecamatan Selaru Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional melaluli pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berada di wilayah Puskesmas Namtabung yang berjumlah 67 orang. Uji statistik yang digunakan yaitu Chi Square dengan batas kepercayaan (α) 0,05. Hasil Penelitian Ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan pentingnya Antenatal care dengan nilai p value 0,037. Ada hubungan antara sikap ibu dengan pentingnya Antenatal Care dengan nilai p value 0,039. Diharapkan petugas kesehatan khususnya bidan untuk terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil melalui pendidikan kesehatan dan konseling sehingga ibu hamil memahami pentingnya Antenatal care, serta diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Antenatal care kepada ibu hamil. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Ibu hamil, Antenatal care
PENAMBAHAN ISI FORMULIR REKAM MEDIS GAWAT DARURAT DI PUSKESMAS KARE KABUPATEN MADIUN Ika Trisni Fajarwati; Rumpiati Rumpiati; Ike Sureni
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.494 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.259

Abstract

Penambahan ini berfungsi untuk menambah kelengkapan informasi pasien saat di pelayanan UGD. Penambahan berupa perintah pengisian, identitas, triase, riwayat alergi, note book, assesmen nyeri, tindakan, obat, kondisi pasien saat keluar, tanggal keluar dan jam. Tujuan penelitian ini adalah mencantumkan poin isi yang belum ada sehingga dapat menambah kelengkapan informasi pasien di Puskesmas Kare Kabupaten Madiun. Penelitian ini termasuk penelitian dan pengembangan Research and Development. Langkah-langkah penelitian ini dimulai dari tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan dan tahap penyebaran. Sampel penelitian ini yaitu petugas unit gawat darurat dengan melibatkan beberapa ahli dalam penilaian, yaitu ahli pengembangan, ahli praktisi dan ahli desain. Hasil berupa produk formulir rekam medis yang baru dengan isi lebih lengkap serta terdapat tata cara pemengisian formulir. Kesimpulan penelitian ini yaiu di Puskesmas Kare Kabupaten Madiun terdapat kekurangan poin isi pada kolom pengisian dan juga penambahan isi belum pernah dilakukan sebelumnya. Diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai bahan referensi dan bahan pertimbangan dalam melakukan penambahan isi.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN GASTROENTERITIS AKUT DALAM UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT DI RUANGAN ANAK RSUD dr. M. HAULUSSY Jois Nari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.214 KB) | DOI: 10.33846/ghs4311

Abstract

Gastroenteritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang pathogen.Gastroenteritis akut atau GEA merupakan kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer dan cair.Berdasarkan hasil rekam medik di RSUD dr. M.Haulussy Ambon pada tahun 2015 pasien anak yang menderita GEA sebanyak 201 anak, tahun 2016 sebanyak 177 anak dan tahun 2017sebanyak 202 anak. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan pada anak dengan gastroenteritis akut dalam pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit dengan mengunakan proses keperawatan keperawatan yaitu : pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang berbentuk studi kasus. Penelitian dilakukan selama tiga hari yaitu tanggal dari 04 sampai 06 Juli 2018 yang dilaksanakan di ruangan Anak RSUD dr.M.Haulussy Ambon dengan subjek penelitian An. C.A. dengan Gastoenteritis Akut.Hasil penelitian , melalui pengkajian tanggal 04 Juli 2018, pada An.. C.A. didapatkan data Ibu klien mengatakan klien ; BAB encer >11x/hari, mual-muntah 4 kali, lemas, pusing, klien makan ½ porsi dihabiskan, minum 4 gelas/hari, Keadaan umum lemah, mata cekung, wajah tampak pusat, turgor kulit jelek/tidak elastis, klien tampak mual-muntah, klien tampak memegang kepalanya yang pusing, konjungtiva anemis, BB saat sakit 19kg sebelum sakit 20kg membrane mukosa kering, bibir pecah-pecah, terpasang IVFD RL 20 tetes/menit pada ekstermitas kanan atas, Hematokrit 52%, kekurangan cairan sebanyak 194 CC.Setelah dilakukan tindakan tindakan keperawatan pada An.C.A. dengan gastroenteritis akutdalam perawatan selama 3x24 jam menunjukkan bahwa diagnosa/masalah keperawatan kekurangan volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan ketidakseimbangan antara intake dan output teratasi. Kata kunci: Gastroenteritis akut, Cairan dan elektrolit
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN IBU BEKERJA DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE Hamdan Tunny; Prima Sugara Samaun; Ratna Sari Rumakey
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.051 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i1.5

Abstract

Menopause adalah suatu perubahan alamiah yang pasti akan terjadi pada setiap wanita. Sehingga sebagian wanita pre menopause yang kurang mengerti tentang menopause, cenderung memandang menopause dari sudut yang negatif, akibatnya mereka diliputi perasaan cemas dan takut ketika menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu bekerja dalam menghadapi menopause. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Untuk mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi ibu bekerja dalam menghadapi menopause di SD Negeri 3 Kairatu dan SD Inpres Siompo Kecamatan Kairatu. Hasil penelitian yang diperoleh dari 15 responden yang diteliti terdapat 1 responden (33,3%) memiliki dukungan dari lingkungan kerja, tidak memiliki dukungan dari lingkungan kerja sebanyak 2 orang (66,7%). Sedangkan yang memiliki kecemasan terhadap lingkungan kerja sebanyak 8 orang (66,7%) dan tidak memiliki kecemasan terhadap lingkungan kerja sebanyak 4 orang (33,3%). Diketahui bahwa terdapat 2 responden (100%) yang tidak efektifitas dalam kerja. Sedangkan yang kecemasan terhadap efektifitas kerja sebanyak 9 orang (69,2%) dan tidak mengalami kecemasan terhadap efektifitas kerja sebanyak 4 orang (30,8%). Dari penelitian tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen dan dependen. Disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara lingkungan kerja, efektivitas kerja dengan kecemasan ibu bekerja dalam menghadapi menopause di SD Negeri 3 Kairatu dan SD Inpres Siompo Kecamatan Kairatu. Diharapkan dapat memberikan informasi tambahan bagi perawat tentang adaptasi psikologis masa menopause sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan secara tepat. Kata kunci: kecemasan, menopause, pekerjaan
GERAKAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN MENCEGAH TERJADINYA STUNTING (GIZI PENDEK) DI INDONESIA Nilfar Ruaida
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.356 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i2.245

Abstract

Abstrak: Stunting atau gangguan pertumbuhan merupakan dampak dari masalah gizi kurang yang terjadi pada anak-anak di negara berkembang. Stunting disebabkan oleh akumulasi episode stress yang berlangsung lama (misalnya infeksi dan asupan makanan yang buruk) yang kemudian tidak terimbangi oleh catch-up growth (kejar tumbuh). Hal ini mengakibatkan menurunnya pertumbuhan apabila dibandingkan dengan anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mendukung Stunting mengindikasikan masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan meningkatnya resiko morbiditas dan mortalitas, penurunan perkembangan fungsi motorik dan mental serta mengurangi kapasitas fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting antara lain adalah keadaan gizi ibu saat hamil, status BB bayi saat lahir, mendapatkan IMD atau tidak, pemberian ASI Eksklusif, MP-ASI, dan pola asuh orang tua. Dalam rangka pencegahan terjadinya stunting terutama pada balita pemerintah melaksanakan Program Percepatan Perbaikan Gizi dengan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kata Kunci : Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan, stunting
PENGARUH TEMPAT DAN INTERVAL WAKTU KONSELING TERHADAP KEPUASAAN LAYANAN KONSELING PADA PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) DI PUSKESMAS KOTA AMBON Martini Tidore
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.856 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i4.308

Abstract

Kepuasaan pelayanan konseling kesehatan reproduksi dapat mencegah dan mengurangi permasalahan remaja yang kompleks. Data Dinkes Propinsi Maluku, kasus IMS remaja umur 15 -24 tahun, dalam 3 tahun terakhir mengalami peningkatan kasus IMS di kota Ambon. Tujuan penelitian menganalisis kepuasaan pasien terhadap layanan konseling kesehatan reproduksi pada pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) di puskesmas Kota Ambon. Jenis penelitian adalah explanatory research dengan metode kuantitatif dan pendekatan cross sectional Instrumen pengambilan data berupa angket .Subjek penelitian adalah remaja di kota Ambon yang melaksanakan konseling kesehatan reproduksi di Puskesmas PKPR, dengan ,jumlah 120 sampel, Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil analisis bivariat , variabel yang berhubungan dengan kepuasaan adalah tempat konseling p value =0,006 dan interval waktu dengan nilai p value =0.006. Hasil uji regresi logistik menunjukkan variabel yang paling berpengaruh adalah interval waktu terhadap kepuasaan pasien dengan OR 2,814. Dinas kesehatan Kota Ambon perlu melaksanakan pelatihan konseling tingkat pada Nasional untuk petugas PKPR secara merata di puskesmas kota Ambon. Kata kunci: Tempat dan interval, Kepuasan layanan konseling, PKPR
TANAMAN BELUNTAS (Pluchea indica L) ASAL MALUKU Debby Aulia Pelu
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.401 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i4.171

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hayati yang berpotensi sebagai tanaman obat. Dalam masa krisis ekonomi seperti saat ini, penggunaan obat tradisional lebih menguntungkan karena relatif lebih mudah didapat, lebih murah, dan dapat diramu sendiri, selain itu bahan bakunya dapat ditanam di halaman rumah sebagai penghias taman ataupun peneduh halaman rumah.Pemeriksaan farmakognostik tanaman beluntas (Pluchea indica L). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data morfologi, anatomi, organoleptik, dan identifikasi kandungan kimia dari tanaman beluntas (Pluchea indica L). Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Pada pemeriksaan morfologi menunjukkan bahwa beluntas (Pluchea indica L) termasuk kelas magnoliopsida dengan batang berambut halus, tegak, berwarna hijau kecoklatan, dan sistem perakaran tunggang. Irisan melintang anatomi daun menunjukkan adanya stomata tipe anomositik. Identifikasi kimia terhadap serbuk daun beluntas diperoleh hasil yang positif terhadap tanin dan alkaloid. Kata kunci: Beluntas, Farmakognostik
PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) USIA 6-12 BULAN DI PUSKESMAS TIGA PANAH KABANJAHE Ervina Pangaribuan; Rostio Derlina
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya, MP-ASI diberikan 6 bulan sampai 24 bulan.semakin meningkat umur bayi/anak, kebutuhan zat gizi semakin bertambah untuk tumbuh kembang anak .Adapun tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) di Puskesmas Tiga Panah. Desain penelitian yang digunakan adalah bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI. Sampel dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang diambil dari responden atau kasus yang kebetulan ada yaitu 37 orang.Data dikumpulkan dengan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang pemberian makanan pendamping ASI yang paling banyak adalah pengetahuan cukup sebanyak 28 respnden (75,7%), dan yang paling sedikit adalah pengetahuan kurang sebanyak 2 responden (5,4%). Sebagai saran untuk petugas kesehatan puskesmas adalah diharapkan para petugas dapat memberi informasi atau masukan mengenai “Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI”. Kata Kunci : pengetahuan; makanan pendamping ASI
Kandungan Kadmium Dalam Darah Pada Konsumen Ikan Hasil Tambak Dengan Pencemaran Lindi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) moch irfan hadi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i4.54

Abstract

Lindi yang berasal dari penampungan sampah dapat berdampak pada semakin tingginya tingkat pencemaran air tambak di sekitar TPA sampah dengan bahan pencemar salah satunya adalah kadmium. Ikan yang hidup di tempat tersebut sangat mudah mengalami biakumulasi kadmium dan akibatnya kadmium akan ikut dikonsumsi oleh manusia yang pada akhirnya akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari hubungan dari pencemaran lindi dan konsumsi ikan hasil tambak dengan kadar kadmium dalam darah. Penelitian ini berlokasi di Dukuh Jawar Kelurahan Tambakdono Kecamatan Pakal Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian crossectional yang analisis datanya dilakukan secara analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang mengkonsumsi ikan hasil tambak dari sekitar TPA Benowo. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah 33 responden untuk kelompok terpapar, yaitu responden yang mengkonsumsi ikan hasil tambak di sekitar TPA Benowo. Sedangkan responden kelompok pembanding sejumlah 19 responden. Diketahui bahwa kadar kadmium dalam outlet IPAL TPA sampah telah melampaui nilai baku mutu kadmium dalam air limbah industri untuk dibuang ke saluran irigasi yaitu sebesar 0,1 mg/l. Pada tambak di sekitar TPA Benowo kadar kadmium dalam airnya telah melampaui baku mutu, dimana nilai seharusnya adalah dibawah 0,01 mg/l. Diketahui juga faktor jarak menjadi penentu dari kadar kadmium yang ada dalam air tambak di sekitar TPA Benowo. Pada ikan hasil tambak diketahui bahwa kandungan kadmiumnya masih dibawah ambang batas yang ditetapkan, meskipun demikian perlu kewaspadaan karena kadmium merupakan logam yang akumulatif. Diketahui juga bahwa rata-rata kadar cadmium darah pada kelompok terpapar sebesar 3,27 µg/L sedangkan rata-rata cadmium darah pada kelompok pembanding sebesar 0,56 µg/L. Dengan menggunakan uji regresi ganda diketahui hubungan antara konsumsi ikan hasil tambak dengan kadar kadmium dalam darah responden adalah sangat kuat, ini ditunjukkan dengan nilai R sebesar 0,820. Kata kunci: kadar kadmium dalam lindi, kadar kadmium dalam ikan, kadar kadmium dalam air tambak dan kadar kadmium darah.

Page 9 of 34 | Total Record : 339