cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG DIET DIABETES MELLITUS TERHADAP KONTROL GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUANG MAWAR RSUD Dr. HARJONO PONOROGO Abdul Aziz Hunaifi; Dwi Nurjayanti; Rumpiati Rumpiati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.708 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.257

Abstract

Kontrol gula darah merupakan keadaan dimana seseorang mampu menjaga pola makan rutin memeriksa kadar gula darahnya (GDA). Tujuan penelitian ini ialah agar dapat mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien tentang diet diabetes mellitus terhadap kontrol gula darah pasien diabetes mellitus di ruang Mawar RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Desain penelitian pada penelitian ini adalah studi korelasional dengan menggunakan rancangan penelitian survey cros sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus di ruang Mawar RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Teknik pengambilan sampel adalah non-probability sampling yaitu consecutive sampling. Variabel independennya adalah tingkat pengetahuan diet Diabetes Mellitus sedangkan variable dependennya adalah kontol gula darah. Uji statistic yang digunakan adalah SpearmanRank. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden mempunyai tingkat pengetahuan kurang. Berdasarkan hasil uji statistic Spearman Rank maka didapatkan nilai probabilitas atau ρ = 0,002. Oleh karena ρ < 0,05 (0,002
FAKTOR RISIKO PADA PENOLONG PERSALINAN TERHADAP KEJADIAN PARTUS LAMA (STUDI KASUS PADA RUMAH SAKIT DAN RUMAH BERSALIN DI KOTA AMBON) Masrikat Maya Diana Claartje
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.832 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i3.339

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 228 per 100.000 Kelahiran Hidup. Penyebab kematian ibu dapat dibedakan menjadi penyebab tidak langsung (25%) dan langsung (75%). Salah satu penyebab langsung kematian ibu adalah dampak atau akibat dari partus lama. Akibat dari partus lama perlu mendapat perhatian dalam penanganannya. Faktor penolong persalinan memegang peranan penting dalam kejadian partus lama terutama dalam penerapan partograf. Propinsi Maluku memiliki kasus kematian ibu cukup tinggi yaitu 288 per 100.000 Kelahiran Hidup, sehingga diperlukan studi untuk mengetahui faktor-faktor risiko pada penolong persalinan terhadap kejadian partus lama. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor risiko penolong persalinan dengan penggunaan partograf terhadap kejadian partus lama meliputi usia, masa kerja, pengetahuan, sikap, pemberdayaan masyarakat dan kemitraan nakes-non nakes. Metode: Jenis penelitian adalah observasional dengan studi kasus kontrol, dilengkapi dengan kajian kualitatif. Jumlah sampel 28 kasus dan 28 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square test, multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Kajian kualitatif dilakukan dengan metode indepth interview dan dilakukan analisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor risiko penolong persalinan yang mempengaruhi kejadian partus lama berdasarkan analisis multivariat adalah penerapan partograf dengan pengetahuan kurang (OR=7,7; 95%CI : 2,328–25,742; p=0,001). Hasil kajian kualitatif menunjukkan bahwa pelatihan APN belum menjangkau semua bidan dan belum diterapkannya partograf dengan baik karena kurang adanya pengawasan dan keterlambatan merujuk ibu hamil tidak hanya dari bidan tetapi juga dari keputusan keluarga. Saran: perlu adanya sosialisasi penggunaan partograf, pengawasan penerapan partograf, mengadakan in house training, adanya standar operasional prosedur yang mewajibkan penggunaan partograf pada rumah sakit dan pelaksanaan GSI secara optimal. Kata kunci: Penolong persalinan, Partus lama, Faktor risiko, Kasus kontrol
PENGETAHUAN DAN KEGIATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA KELUARGA DI KELURAHAN PANAIKANG KECAMATAN PANAKUKANG KOTA MAKASSAR 2016 Ramlah Ramlah; Bahtiar Bahtiar
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.925 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.198

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Berdasarkan data dari Kelurahan Panaikang Tahun 2016, Jumlah kepala keluarga di RW II Kelurahan Panaikang sebanyak 592 KK (Kepala keluarga), tercatat masih kurang kesadaran masyarakat akan pentingnya PHBS. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengetahuan dan Kegiatan PHBS Pada Keluarga di Kelurahan Panaikang Kecamatan Panakukang Kota Makassar.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan menggunakan tekhnik pengambilan sampe secara Cluster Random Sampling Dengan Jumlah sampel 86 KK Penelitian ini dilakukan pada bulan juni-juli 2016 Pengelolaan data di lakukan secara manual kemudian di tabulasi dalam SPSS 16 Kemudian di tampilkan dalam bentuk Tabel dan di Narasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan kegiatan PHBS. Hasil penelitian menyatakan yang dilakukan 96,5% dikategorikan memiliki pengetahuan Baik mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sementara 3 responden (3.5%) yang lain dikategorikan memiliki pengetahuan Kurang dan untuk Kegiatan PHBS didapatakan 20,9% keluarga yang melaksanakan kegiatan PHBS. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Pengetahuan Keluarga tentang PHBS sudah baik sementara Pelaksanaan Kegiatan PHBS Keluarga masih kurang. Kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pengetahuan, Keluarga
STUDI PENGGUNAAN OBAT DIARE PASIEN BALITA DI RAWAT JALAN RS VITA INSANI KOTA PEMATANGSIANTAR Dilla Sastri Mara
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah global dengan derajat kesakitan dan kematian tinggi di berbagai negara terutama di negara berkembang, dan sebagai salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil dan rasionalitas penggunaan obat diare pada pasien balita penderita diare di Rawat Jalan RS Vita Insani Kota Pematangsiantar periode Januari – Maret 2019. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif, data diperoleh dari rekam medis pasien balita penderita diare yang menggunakan obat diare di RS Vita Insani Kota Pematangsiantar periode Januari – Maret 2019. Dari hasil hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 pasien penderita diare yang lebih banyak adalah jenis kelamin laki-laki 39 orang (65%), penggunaan obat diare yang paling banyak digunakan adalah zink 60 orang (46,15%), bentuk sediaan yang paling banyak digunakan adalah bentuk sirup sebanyak 70 dengan persen 53,84%. Kerasionalan penggunaan obat diare pada pasien pediatrik berdasarkan kriteria tepat indikasi ( 100%), tepat obat (100%), tepat pasien (100%), dan tepat dosis (100%). Kata kunci : Diare, pasien balita, evaluasi penggunaan obat diare.
TINGKAT KEJADIAN PERILAKU KEKERASAN AKIBAT PENYALAHGUNAAN OBAT DEXTROMETHORPHAN PADA REMAJA DI DESA KEDUNGREJO MUNCAR BANYUWANGI Aprin Rusmawati; Faiq Bobby Setiawan
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 3 (2017): september 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.393 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i3.131

Abstract

Obat dextromethorphan telah disalahgunakan pada remaja dengan cara mengkonsumsinya dalam jumlah berlebihan, secara berkala dan terus menerus. Dextromethorphan fungsi utamanya untuk menekan batuk (antitusif) akibat iritasi tenggorokan dan saluran napas bronchial, dan efek yang ditimbulkan dari obat tersebut selain halusinasi dan pusing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua remaja yang menyalahgunakan obat dexstromethorphan sebanyak 116 orang, dengan besar sampel sebanyak 89 remaja. Tehnik pengambilan sampel dengan snowball sampling. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan uji chi square dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat penyalahgunaan obat dextromethorphan pada remaja kategori ringan yaitu sebesar 78 responden (88%) dan sebagian besar responden memiliki tingkat kejadian perilaku kekerasan pada remaja kategori sedang yaitu sebesar 80 responden (90%). Uji chi square diperoleh nilai α = 0,015. ≤ nilai  (0,05), maka Ho ditolak artinya ada hubungan penyalahgunaan obat dextromethorphan terhadap tingkat kejadian perilaku kekerasan pada remaja di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Melihat hasil penelitian ini remaja yang menyalahgunakan obat dextromethorphan mengalami stimulus halusinasi yang berdampak kehilangan kontrol kesadaran diri, sehingga melakukan tindak kekerasan. Maka dari itu orang tua berperan aktif untuk memantau pergaulan anak, sehingga tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang merugikan dirinya dan masyarakat luas. Kata kunci: Obat Dextromethorphan, Perilaku kekerasan
HUBUNGAN TINDAKAN RESUSITASI DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI UGD RSUD PIRU KAB SBB PROPINSI MALUKU Endah Fitriasari; Muhammad Taufan Umasugi; Gwenda L. Dady
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.809 KB) | DOI: 10.33846/ghs5106

Abstract

Pasien yang datang diunit gawat darurat harus segera ditolong karena setiap detik, menit dan waktu sangat berharga bagi pasien dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan resusitasi, keluarga pasien merasa takut kehilangan pasien yang menjalani tindakan diruang resusitasi dan umumnya keluarga mengalami kecemasan yang bervariasi. Hasil observasi dan pengamatan klinik penulis di UGD RSUD Piru melihat banyak hal yang dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga terhadap tindakan resusitasi yaitu cemas akan kematian pasien, pengobatan yang diberikan, penyakit pasien, dan lingkungan ruang gawat darurat yang sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tindakan resusitasi dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di UGD RSUD Piru Kab SBB. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan observasi tingkat kecemasan menurut HARS, sampel berjumlah 32 orang keluarga pasien di UGD RSUD Piru. Kecemasan yang dialami responden sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 24 orang (75%), kecemasan sedang sebanyak 8 orang (25%), tindakan resusitasi yang dilakukan oleh perawat diruang resusitasi sebanyak 17 orang (53.1%). Analisis fisher’s exact tes didapatkan tingkat kemaknaan pValue = 0,031 (p
PENGARUH PEMBERIAN PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN MOTORIK KASAR DAN MOTORIK HALUS PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI PUSKESMAS LISU KECAMATAN TANETE RIAJA KABUPATEN BARRU Muhammad Awal; Suharto Suharto; St. Muthiah
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.602 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.188

Abstract

Pembentukan kualitas SDM yang optimal, baik sehat secara fisik maupun psikologis sangat bergantung dari proses tumbuh dan kembang pada usia dini. Anak yang sehat akan menunjukkan tumbuh kembang yang optimal apabila diberikan lingkungan bio–fisiko-psikososial yang adekuat, namun sebagian besar masyarakat belum memahami hal ini terutama mereka yang mempunyai tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang relatif rendah (Nursalam, 2005). Masyarakat pada umumnya beranggapan bahwa pertumbuhan dan perkembangan mempunyai pengertian sama, tetapi sebenarnya berbeda. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan struktur tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi terhadap perkembangan motorik kasar dan motorik halus bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Lisu Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru 2010. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksprimen. Pengumpulan data dilakukan secara tes pendahuluan (pre test) dan setelah perlakuan (post test) dengan desain penelitian pre test – post test One Group. Populasi penelitian adalah semua bayi yang datang di Puskesmas Lisu Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Sebanyak 43 orang dan diperoleh sampel secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 orang. Hasil penelitian berdasarkan uji wilcoxon sebelum dan sesudah pemberian pijat bayi untuk kemampuan mengontrol kordinasi jari tangan, lengan, badan dan tungkai menunjukkan perbedaan yang signifikan. Pemberian pemijatan berpengaruh pada perkembangan kemampuan motorik kasar dan motorik halus pada bayi usia 6 -12 bulan. Maka seyogyanya perlu diberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai manfaat pijat bayi terhadap orang tuanya, calon ibu dan petugas kesehatan agar setiap bayi dapat memperoleh pertumbuhan yang optimal. Kata Kunci: Pijat bayi, Perkembangan, Motorik kasar, Motorik halus.
Penerapan Metode Roll Over Test (ROT) pada Ibu Hamil untuk Deteksi Dini Preeklamsi di Puskesmas Passo Kota Ambon Martini Tidore; Suardi Zurimi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.234 KB) | DOI: 10.33846/ghs6402

Abstract

Menurut World Health Organization/WHO (2016), AKI setiap harinya masih sangat tinggi, sekitar 830 wanita di seluruh dunia meninggal terkait dengan kehamilan dan persalinan yang penyebabnya masih bisa dicegah. Terdapat 99% kematian ibu maternal terjadi di negara-negara berkembang. Pada tahun 2015, sekitar 303.000 wanita meninggal selama dan setelah kehamilan maupun persalinan. Rasio kematian ibu di negara-negara berkembang pada tahun 2015 adalah 239 per 100.000 kelahiran hidup (KH) versus 12 per 100.000 KH di negara maju, Angka Kematian Ibu di Indonesia pada tahun 2015 mencapai 305 per 100.000 KH, angka tersebut masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan target Sustainable Development Goals (SDG’s) yaitu menurunkan AKI sebesar 70 per 100.000 KH (Profil Kesehatan Indonesia, 2015). Sedangkan AKI di Provinsi Maluku pada tahun 2014 yaitu 205 per 100.000 KH (Sri dan Ummi, 2018). Tujuan studi kasus pada penelitian ini adalah menggambarkan asuhan keperawatan dengan penerapan metode Roll Over Test (ROT) pada ibu hamil untuk deteksi dini preeklamsi di Puskesmas Passo Kota Ambon. Desain yang digunakan pendekatan proses keperawatan yang komprensif. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang kemudian disajikan dalam bentuk narasi menggunakan proses keperawatan dengan jumlah partisipan 2 orang. Persamaan yang didapatkan dari kedua responden yaitu, pada pengkajian ditemukan masalah kesehatan. Pada pemeriksaan fisik kedua pasien didapatkan data pasien mengatakan sering sakit kepala dan bertanya-tanya tentang perkembangan, keadaan umum lemah, tampak pucat, ekspresi wajah tampak cemas, mukosa bibir lembab, pasien mengatakan merasa lemas dan bertanya-tanya tentang perkembangan kehamilannya, keadaan umum lemah, ekspresi wajah tampak cemas, rambut tampak kotor, payudara tampak kotor. Dari masalah yang ada, disusunlah rencanan tindakan keperawatan. Selanjutnya pelaksanaan tindakan keperawatan dilakukan sesuai dengan rencana dan dilaksanakan selama 3 hari. Pada tahap evaluasi mengamati setiap perkembangan pasien melalui catatan perkembangan pasien dalam bentuk SOAP selama 3 hari. Setelah dilakukan penelitian pada kedua responden dan implementasi keperawatan, masalah keperawatan pada kedua responden dapat teratasi. Kata kunci: Roll Over Test (ROT); ibu hamil; preeklamsi; deteksi dini
Pengaruh Kebisingan Terhadap Produktivitas Kerja Di Mebel Gemba Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2020 Sunik Cahyawati; Mega Yuniar Latuamury; Rifan Fani; Faradila Rumbia
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.513 KB) | DOI: 10.33846/ghs6103

Abstract

Bising industri sudah lama menjadi masalah yang sampai sekarang belum bisa ditanggulangi secara baik sehingga dapat menjadi ancaman serius bagi pendengaran para pekerja, karena dapat menyebabkan kehilangan pendengaran yang sifatnya permanen. Sedangkan bagi pihak industri, bising dapat menyebabkan kerugian ekonomi karena biaya ganti rugi Menurut World Health Organization (WHO) Tahun 2010 adanya alat-alat produksi dan mesin-mesin pada pabrik sebagai penerapan kemajuan teknologi menghasilkan intensitas suara yang dapat menyebabkan kebisingan dan mengganggu kesehatan. Menurut WHO Tahun 1995, diperkirakan hampir 14% dari total tenaga kerja negara industri terpapar kebisingan lebih dari 90 dBA.tujuan. untuk mengetahui pengaruh kebisingan terhadap produktivitas kerja di mebel gemba kecamatan kairatu kabupaten seram bagian barat tahun2020. Metode, Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen degan pendekatan Cross sectional.hasil. Berdasarkan data yang diperoleh ada pengaruh atnara kebisingan dan produktivitas kerja karena diperoleh nilai p= 0,002
PENGARUH DIAMETER KULIT KERANG DALAM MENURUNKAN KEKERUHAN AIR SUNGAI KALI LAMONG Rachmaniyah Rachmaniyah; Darjati Darjati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.369 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i4.168

Abstract

Page 10 of 34 | Total Record : 339