cover
Contact Name
Ardian Infantono
Contact Email
ardian.infantono@aau.ac.id
Phone
+6287838880048
Journal Mail Official
senatindo@aau.ac.id
Editorial Address
Redaksi Prosiding Senastindo AAU Ksatrian Akademi Angkatan Udara Jl. Laksda Adisutjipto KM. 10, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55002 Telp. (0274) 486922 Ext. PPM Email: senastindo@aau.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Published by Akademi Angkatan Udara
ISSN : 26858991     EISSN : 28082540     DOI : https://doi.org/10.54706/senastindo
Semua inovasi yang berguna dan berkaitan secara langsung maupun tidak langsung terhadap inovasi nasional yang lebih bermutu dengan intisari tidak terbatas pada teknologi apapun, baik yang mengenai Databases System, Data Mining/Web Mining, Datawarehouse, Artificial Integelence, Business Integelence, Cloud & Grid Computing, Decision Support System, Human Computer & Interaction, Mobile Computing & Application, E-System, Machine Learning, Deep Learning, Information Retrievel (IR), Computer Network & Security, Multimedia System, Sistem Informasi, Sistem Informasi Geografis (GIS), Sistem Informasi Akuntansi, Database Security, Network Security, Fuzzy Logic, Expert System, Image Processing, Computer Graphic, Computer Vision, Semantic Web, e-Health, Animation dan lainnya yang serumpun dengan Inovasi Nasional lainnya. AERONAUTIKA antara lain: Aerodinamika, Material dan Komposit, Kelistrikan dan Instrumen Pesawat Terbang, Avionik, Flying Control, Teknologi Rekayasa Material, Termofluida, Fluida Mekanik, Material Komposit Maju, Teknologi Persenjataan, dsb. TEKNIK ELEKTRO antara lain: Sistem Mikroelektronik, Instrumentasi Industri, Optoelektronik, Perancangan Rangkaian Analog, Desain dan Teknologi ASIC, Desain dan Teknologi FPGA, Sensor dan Transducer, Sistem Pembangkit Energi Listrik, Sistem Transmisi dan Distribusi, Sistem Proteksi Listrik, Tegangan Tinggi, Mesin-mesin Listrik, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Modulasi dan Pemrosesan Sinyal Digital, Teori Informasi dan Pengkodean, Saluran Transmisi, Antena dan Propagasi Gelombang, Komunikasi Bergerak dan Nirkabel, Sistem dan Jaringan Komunikasi, Teknologi Jaringan Telekomunikasi, Sistem Otomatisasi, dsb. TEKNIK INDUSTRI antara lain: Ilmu Ergonomi Industri, Industri Pertahanan, dsb. TEKNIK DIRGANTARA antara lain: Ilmu-ilmu Aeronautika dan Astronautika, Aerodinamika, Struktur Pesawat Terbang, Propulsi, Mekanika Terbang, Material Pesawat Terbang, Astrodinamika, Aeroelastisitas, Aeroakustik, Sistem Pesawat Terbang, Proses Desain dan Produksi Pesawat Terbang, dan Sistem Operasi Penerbangan, dsb. TEKNIK KIMIA antara lain: Kimia bahan eksplosif, Kimia logam, Kimia Industri TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI antara lain: Sistem Informasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Arsitektur Komputer, Jaringan Komputer, Security & Cryptography, Mobile & Cloud Computing, Quality of Service (QoS), Network Programming, Remote Sensing & GIS, Pemodelan dan Simulasi, Multimedia Processing, Teknologi Informasi dan Aplikasi, Big Data, dsb. DRONE & ROBOTIKA antara lain: Control theory and applications, embedded system, mechatronic and robotic, Unmanned Aerial System (UAS), mobile robotics, artificial intelligent, neural network, fuzzy logic, intelligent system, swarm intelligent, genetic algorithm, soft robotic, dsb. CYBER antara lain: Teknik Hacking, Cyber Defense, Cyber Security, Cyber Attack System, dsb.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 200 Documents
Analisis Pengaruh Penambahan Flap pada Sayap UAV CH-4 Terhadap Karakteristik Aerodinamika Menggunakan Ansys Fluent Dwiairindra, Iffat Septian; Herman, Herman; Tri H, Sya’ban
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.236

Abstract

Pesawat UAV-CH4 merupakan pesawat terbang tanpa awak milik TNI AU yang saat ini sedang aktif dioperasikan. Drone ini menerapkan prinsip terbang di ketinggian dengan memanfaatkan dimensi serta rentang sayapnya yang panjang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan flap terhadap karakteristik aerodinamika dari sayap pesawat UAV-CH4. Prosedur pelaksanaan penelitian dilaksanakan menggunakan software solidworks dan Ansys-Fluent . Model sayap pesawat yang akan dianalisa yaitu model sayap pesawat UAV-CH4 berupa airfoil LRN 1015. Pemodelan sayap dilaksanakan menggunakan aplikasi Solidworks dan kemudian menggunakan software Ansysy Fluent untuk menganalisis karakter aerodinamikanya. Karakteristik aerodinamika pada sayap UAV-CH4 yang dianalisis berupa lift, drag, koefisien lift dan koefisien drag dengan variasi tambahan flap. Hasil ini menunjukkan penggunaan flap menyebabkan penurunan lift dan drag pada sayap yang menggunakan flap. Pada kecepatan 170 km/jam dan sudut serang sebesar 100 menghasilkan lift dan drag sebesar 12573,7 N dan 1958,7 N sedangkan pada sayap tanpa flap menghasilkan lift dan drag sebesar 9294,3 N dan 1960,1 N
Analisis Pengaruh Canard Terhadap Performa Aerodinamika Sayap Tapered Wing Pada Model Pesawat UAV Menggunakan ANSYS 2022 R1 Satrianto, Muhammad Widy Nanda; Firmanto, Bondhan
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.237

Abstract

Penerbangan pertama yang berhasil dilaksanakan adalah penerbangan dengan pesawat yang menggunakan konfigurasi Canard (Wright Bersaudara).Canard pada bagian sayap pesawat biasa digunakan sebagai pengganti horizontal stabilizer atau sebagai penambah performa aerodinamis pesawat. Namun penggunaan konfigurasi Canard tidak sepopuler dengan pesawat yang tidak menggunakan Canard di pasar penerbangan, baik untuk kebutuhan militer maupun untuk penerbangan sipil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan Canard pada sayap UAV. Metode yang digunakan dalam pengujian komputasi dengan menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamics). Bantuan komputer digunakan untuk melakukan perhitungan yang diperlukan untuk mensimulasikan interaksi cairan dan gas dengan permukaan yang ditentukan oleh kondisi batas. Oleh karena itu, penulis membahas pengaruh Canard pada sayap pesawat untuk bahan uji penelitian yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya sehingga memiliki gambaran kesamaan atau perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik aerodinamika Canard berupa Lift, Drag, Coefficient Lift dan Coefficient Drag pada wing berjenis tapered dengan variasi kecepatan aliran udara 30 km/h dan 40 km/h dan juga variasi berupa sudut serang 0 ̊,15 ̊, dan 30 ̊. Dari hasil pengujian, perbedaan hasil perhitungan Coefficient Lift (CL), Coefficient Drag (CD) terhadap sudut serang, yaitu 0°,15°,30° pada variasi kecepatan 30 km/jam dan 40 km/jam yang akan mempengaruhi terhadap Lift dan Drag dari sayap. Dari hasil perhitungan CL dengan Canard pada sudut serang 30° dan dengan kecepatan 40 km/jam memiliki grafik tertinggi, perhitungan CD dengan Canard pada sudut serang 30° dan dengan kecepatan 40 km/jam memiliki grafik lebih rendah dari pada tanpa menggunakan Canard. Selain itu penggunaan Canard juga memberikan nilai L/D Ratio yang lebih baik seiring meningkatnya sudut serang.
Analisis Pengaruh Inhibitor Ekstrak Daun Teh (Camelia Sinensis) dan Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana Tabacum) Terhadap Laju Korosi Baja St 42 Dalam Media Korosif Air Laut dengan Menggunakan Metode Weight Loss Magistratama, Dimas Abhiseka; Kurniawan, Novi; Purwoko, Adi
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.238

Abstract

Korosi selalu menjadi masalah bagi benda-benda yang mengandung unsur logam di dalamnya. lingkungan yang korosif seperti air laut. Upaya untuk mengurangi laju korosi pada logam telah dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis inhibitor korosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak daun teh dan ekstrak daun tembakau sebagai inhibitor korosi pada baja ST 42 dalam media korosif air laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Ekstrak daun teh dan ekstrak daun tembakau diperoleh melalui proses ekstraksi menggunakan pelarut larutan ethanol. Kemudian, pengujian korosi dilakukan dengan menggunakan teknik weight loss.
Aplikasi Nickel Electroplating Pada Wing Attach Fitting Pesawat F-16 A/B Block 15 Berbahan Aluminium Alloy 7475 Dengan Media Korosi HCl 0,1M Siegers, Christian
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.239

Abstract

salah satu logam ringan yang memiliki sifat tahan terhadap korosi yang kuat. nikel sering digunakan untuk menjadi bahan pelapis bagi material yang membutuhkan sifat ketahanan terhadap korosi yang tinggi untuk melakukan tugasnya. Wing attach fittings adalah komponen yang menghubungkan fuselage pesawat dengan kerangka sayap. Fitur-fitting ini sepenuhnya menopang beban sayap pesawat terhadap fuselage. Bahan utama Wing Attach Fittings pada pesawat F-16 a/b merupakan Aluminium Alloy 7475. Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan besarnya laju korosi pada material Aluminium Alloy 7475 yang telah dilapisi dengan bahan Nikel dengan menggunakan metode electroplating dengan variasi waktu perendaman proses electroplating 30 menit, 60 menit dan 90 menit yang menggunakan larutan HCl 0,1M sebagai media korosi, untuk mengetahui ketahanan korosi pada material Aluminium Alloy 7475 setelah dilapisi dengan lapisan Nickel. Elektroplating adalah proses pengendapan logam pelindung di atas logam lain dengan elektrolisa. Proses ini juga dapat melibatkan penggunaan logam lain yang mudah rusak atau korosi dengan logam yang lebih tahan karat. Laju korosi pada material yang direndam dalam electroplating selama 90 menit terbukti lebih rendah dari pada material dengan lama perendaman 30 menit dan 60 menit. Hal ini terjadi pada setiap variasi material yang direndam dalam larutan HCl selama jangka waktu yang berbeda.
Analisis Laju Korosi Baja Galvalum Dengan Inhibitor Kulit Jeruk Siam Dengan Larutan H2SO4 0,1 M Mendrofa, Nathanael Dean Putra; Purwadi, Purwadi
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.240

Abstract

Korosi adalah suatu fenomena alam, dimana terjadi kerusakan logam yang disebabkan oleh reaksi kimia ataupun elektrokimia sehingga mengubah logam tersebut menjadi campuran logam seperti oxide, hydroxide. Di dunia aviasi sendiri, korosi umumnya terjadi pada atap hanggar maupun shelter yang menggunakan baja ringan galvalum. Material baja ringan (Cold Formed Steel) merupakan baja profil yang dibentuk sedemikian rupa melalui proses pendinginan sebuah pelat baja. Sekalipun baja ringan galvalum mempunyai sifat tahan terhadap adanya korosi akan tetapi hal tersebut tidaklah 100%, baja ringan galvalum tetap mengalami korosi karena pengaruh dari lingkugannya tersebut seperti lingkungan air laut dan lingkungan sekitar yang memiliki kandungan H2SO4 0,1 M (hujan asam). Korosi sendiri dapat menimbulkan kerugian materi yang cukup besar dari segi keselamatan dan biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah inhibitor ekstrak kulit jeruk siam dapat mempengaruhi laju korosi pada baja ringan galvalum yang direndam dalam larutan media korosif H2SO4 0,1 M dengan waktu rendam selama satu minggu, dua minggu, dan tiga minggu. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat dinyatakan bahwa inhibitor ekstrak kulit jeruk siam bekerja secara efektif dengan dicampur dalam larutan korosif H2SO4 0,1 M dengan metode maserasi. Laju Korosi Permukaan juga mengalami penurunan pada waktu pelaksanaan perendaman selama 168 jam (satu minggu) sebesar 7,6796 mpy, selama 336 jam (dua minggu) sebesar 25,5040 mpy, dan yang terakhir selama 504 jam (tiga minggu) sebesar 31,2242 mpy. Data diatas diambil dari rata-rata laju korosi permukaan tiga spesimen tiap minggunya. Semakin lama waktu pelaksanaan perendaman dengan menggunakan inhibitor ekstrak kulit jeruk siam, maka mekanisme penghambatan laju korosi permukaan akan semakin efektif karena inhibitor ekstrak kulit jeruk siam dapat membentuk lapisan pelindung pada permukaan spesimen benda uji dengan baik dan merata.
Perancangan Special Force Arm Protector Berbahan Komposit Berpenguat Serat Sintetik Berbasis Solidworks dan MSC Patran/Nastran Sudradjat, Dendi Rivaldi; Ghofur, Muhammad Abdul
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.241

Abstract

Special Force Arm Protector merupakan sebuah alat pelindung yang digunakan untuk melindungi bagian tubuh yaitu pada bagian tangan maupun lengan dari goresan, sayatan, gesekan maupun benturan dari benda tajam atau kasar maupun benda tumpul yang dapat membahayakan atau mencelakai seseorang dalam melaksanakan suatu kegiatan di lapangan. Mengenakan alat pelindung lengan saat melaksanakan latihan ataupun dalam melaksanakan tugas operasi dapat mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan maupun cidera pada pelaksanaannya. Pada perancangan Special Force Arm Protector, hal paling utama yang harus diperhatikan adalah masalah berat material dan kekuatan material. Material yang dibuat harus memiliki kekuatan maksimal dengan berat seringan mungkin serta memenuhi faktor keamanan. Penelitian ini melakukan desain optimasi dan analisis kekuatan material Special Force Arm Protector dengan memvariasikan jenis material. Jenis material yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah material komposit seperti Fiberglass/Epoxy, Karbon/Epoxy dan Kevlar/Epoxy. Material komposit dengan berbagai variasi susunan arah serat dimana lamina disusun secara simetris dengan arah serat 0° dan 90° dan ketebalan perlayernya sebesar 0,125mm. Pemodelan Special Force Arm Protector berbahan komposit berpenguat serat sintetik didesain dalam Software Solidworks sedangkan analisis kekuatan material dari model Special Force Arm Protector menggunakan MSC Patran/Nastran. Dalam penelitian ini diperoleh stress, failure indices, displacement dan weight pada variasi material yang berbeda dan arah sudut serat yang berbeda juga.
Analisis Kekuatan Tarik Komposit Serat Pandan Duri Metode Vari Sebagai Alternatif Pembuatan Pola Pengecoran Logam Arista, Sevira Indra; Herlambang, Purnomo
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.242

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini telah mengantarkan sebuah peradaban baru terutama di bidang industri. Penggunaan besi – baja dan tembagayang awalnya menjadi komodisi utama di bidang industri, perlahan-lahan mulai bergeser dengan hadirnya komposit sebagai pesaingnya. Serat alam merupakan salah satu alternatif filler komposit seperti salah satu contohnya yaitu daun pandan yang memiliki nama latin yaitu pandanus tectorius. Pemanfaatan dari serat daun pandan dapat mengurangi pemakaian serat sintetis dan dapat meningkatkan pemanfaatan daun pandan yang masih banyak terbuang. Keunggulan utama penggunaan serat alam dibandingkan dengan serat sintetis yaitu serat alam dapat terurai oleh kondisi lingkungan. Penelitian ini dibuat menggunakan 2 metode yaitu Metode hand lay-up dengan resin epoxy dan vacum assisted resin infusion dengan resin fiber. Penelitian tersebut menggunakan pengujian yaitu di uji tarik. Spesimen dan proses pengujian mengikuti standar ASTM D3039 yang merupakan standar pengujian tarik untuk komposit serat alam. Hasil dari penelitian ini adalah komposit yang memiliki nilai tegangan tertinggi adalah spesimen komposit daun pandan duri dengan serat fiberglass yang di campur dengan resin fiber dan menggunakan metode vacuum assisted resin infusion arah serat 0˚ yang memiliki nilai 40,70 N/mm2. Dari pengujian spesimen yang penulis lakukan, dapat dinilai bahwa dengan metode vacuum assisted resin infusion mendapatkan hasil tegangan yang tinggi dibandingkan dengan metode hand lay-up dikarenakan dengan metode vacuum assisted resin infusion spesimen di vakum dengan sempurna sehingga kemungkinan kecil terjadinya void ataupun rongga udara pada spesimen yang membuat spesimen lebih kuat dibanding hand lay-up. Semakin tinggi nilai tegangannya maka semakin kuat spesimen. Dan dari perbandingan yang ada terbukti bahwa variasi arah 0˚ memiliki nilai tegangan yang tinggi.
Analisis Pengaruh Inhibitor Ekstrak Daun Kelor Terhadap Laju Korosi St-42 dalam Media NaCl 3,5% & HCl 0,1 M Alfandy, Naufaldito; Ore, M. Sakti La
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.243

Abstract

Korosi merupakan penurunan kualitas logam akibat reaksi elektrokimia dengan lingkungannya. Korosi dapat dikendalikan dengan cara pemberian inhibitor korosi pada media korosinya. Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh inhibitor ekstrak daun kelor terhadap laju korosi logam baja ST-42 dengan media pengkorosi larutan elektrolit HCl 0,1 M dan NaCl 3,5%. Adapun perbandingan volume EDK:LE yang digunakan dalam pengujian perendaman specimen adalah 0:1, 1:1, 3:2, 2:1 dan 5:2 selanjutnya dihitung laju korosi dengan metode berat hilang (weight loss). Dalam penelitian ini juga dapat diketahui pengaruh jenis larutan pengkorosi terhadap efisiensi inhibitor ekstrak daun kelor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inhibitor ekstrak daun kelor yang ditambahkan pada larutan elektrolit HCl 0,1 M yang paling optimal adalah pada perbandingan volume EDK:LE 1:1, dimana efisiensi inhibitor ekstrak daun kelor mencapai 84,08 %. Inhibitor mampu menurunkan laju korosi pada baja ST-42 dalam waktu 14 hari. Demikian pula dengan inhibitor ekstrak daun kelor yang ditambahkan pada larutan elektrolit NaCl 3,5 % dengan perbandingan EDK:LE yang paling optimal adalah 3:2, dimana efisiensi inhibitor ekstrak daun kelor mencapai 31,30 %. Inhibitor mampu menurunkan laju korosi pada baja ST-42 dalam waktu 14 hari. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa perbandingan pengaruh jenis larutan elektrolit yang digunakan sebagai media pengkorosi terhadap efisiensi inhibitor. Inhibitor ekstrak daun kelor lebih efektif digunakan pada larutan HCl daripada inhibitor pada larutan NaCl.
Analisis Kekuatan Impact Komposit Berbahan Serat Resam dan Serat Ijuk sebagai Alternatif Bahan Helm SNI Berbasis Fiberglass dengan Metode Hand Lay-Up Dharma, Murdeva Aji
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.244

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berkembang dengan pesat, demikian juga dengan perkembangan ilmu pengetahuan dibidang material. Material adalah sesuatu yang disusun atau dibuat oleh bahan. Material yang banyak dikembangkan saat ini diantaranya material komposit. Komposit adalah material yang terbuat dari dua campuran bahan material atau lebih dengan sifat kimia dan fisika berbeda dengan material-material penyusunnya. Komposit menjadi pilihan material untuk berbagai macam peralatan dan barang kebutuhan manusia karena komposit memiliki berbagai macam kelebihan apabila dibandingkan dengan bahan material tunggal. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki komposit seperti ringan, tahan korosi, serta kekuatan komposit dapat disesuaikan dengan kebutuhan, menjadikan komposit menjadi pilihan utama dalam penggunaan material baik material yang digunakan untuk pesawat terbang maupun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, diantaranya perlatan rumah tangga, badan kendaraan bermotor maupun pendukung peralatan keselamatan seperti body protection maupun helm SNI. Spesimen yang akan dibuat dalam penelitian ini terdiri dari komposit campuran serat ijuk, serat resam dan serat fiberglass dengan metode hand lay-up. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan impact komposit serat antara serat alami dan buatan dengan perbandingan komposisi massa serat ijuk, serat resam dengan serat fiberglass, serta mengetahui komposit manakah yang lebih baik diantaranya. Penelitian ini membahas hasil dari enam jenis perbandingan massa serat spesimen komposit setelah diuji impact pada spesimen komposit serat ijuk, serat resam dan serat fiberglass. Dalam percobaan uji impact komposit dengan nilai harga impact tertinggi adalah spesimen B1 dengan nilai 0,061 joule/mm². Sedangkan nilai harga impact terendah adalah spesimen A3 dengan nilai 0,033 Joule/mm². Dalam penelitian ini dapat dibuktikan bahwa spesimen komposit yang dibuat berhasil memiliki harga impact melebihi dari harga impact dari helm SNI. Kekuatan serat fiberglass lebih mendominasi dibanding dengan serat alami.
Analisis Komposit untuk Helm Tempur Menggunakan Metode Vacuum Assisted Resin Infusion dan Hand Lay Up Putra, Raden Aditya Ramadhani Rizki; Subijanto, Raden Agus
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.245

Abstract

Komposit adalah suatu material yang terdiri dari campuran atau kombinasi dua atau lebih material baik secara mikro atau makro, dimana sifat material yang tersebut berbeda bentuk dan komposisi kimia dari zat asalnya. Material komposit banyak digunakan untuk aplikasi dalam bidang militer seperti pembuatan helm tempur. Pada penelitian ini akan dibahas tentang pembuatan helm tempur dari bahan komposit dengan serat kevlar sebagai pengganti helm tempur yang selama ini digunakan memakai bahan yang terbuat dari logam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui variasi komposit Serat Kevlar bisa sebagai bahan pembuatan Helm Tempur dengan pengujian impak dan uji balistik dengan menggunakan pistol Glock 19 pada jarak tembak 25 meter sedangkan untuk pembuatan komposit menggunakan Metode Vacuum Bag. Hasil dalam pengujian ini diperoleh kekuatan impak yang terbesar pada komposit dengan variasi 60% Resin,30% Serat kevlar dan 10% AL7075-T6 menghasilkan energi impak sebesar 44 joule dan harga impak sebesar 0,281 Joule/mm2 . Sedangkan untuk hasil pengujian Balistik pada 3 variasi spesimen komposit yang terdiri dari variasi resin, Serat Kevlar, AL7075-T6 dan Filler Alumina 5% dan Alumina10% diperoleh hasil penembakan pada jarak 25 meter semua 3 spesimen benda uji dapat menahan laju peluru dan tidak tembus dengan kecepatan standard untuk pengujian balistik level II dengan menggunakan pistol Glock 19.