cover
Contact Name
Danik Nurjanah
Contact Email
agrifitia@instiperjogja.a.cid
Phone
+6281903781714
Journal Mail Official
agrifitia@instiperjogja.ac.id
Editorial Address
Jalan Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Kab. Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrifitia: Journal of Agribusiness Plantation
ISSN : 28096835     EISSN : 2809705X     DOI : https://doi.org/10.55180
Pembangunan pertanian, Manajemen pertanian, komunikasi agribisnis, pemberdayaan sosial, pemasaran hasil pertanian, sistem agribisnis, penyuluhan pertanian, kebijakan pertanian, perdagangan internasional
Articles 86 Documents
Pemanfaatan Lahan Sempit Melalui Urban Farming Sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Pangan Keluarga Ivan Sanjiva Redy; Sri Subekti; Lenny Luthfiyah
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v6i1.1971

Abstract

Rapid urbanization in Surabaya City has led to the conversion of agricultural land into residential areas, thus threatening food security. To address this, the Surabaya City Government, through the Department of Food Security and Agriculture, is promoting an urban farming program as a solution for utilizing limited land in urban areas. Various urban farming studies generally focus on partial crop cultivation, while studies on the integration of agriculture, fisheries, and livestock on a micro-scale in urban areas are still limited. This study aims to describe the utilization of limited land based on multi-sector integration implemented by the Mekarsari Farmers Group in Baratajaya Village, Gubeng District, Surabaya City, and to determine the benefits of urban farming. The study used a qualitative descriptive approach with observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The results showed that the group developed an integrated urban farming model through a combination of crop cultivation (hydroponics, potted plants, tabulapots, and direct planting), fisheries (tarpaulin ponds, cement ponds, and biofloc drum systems), and household-scale livestock farming on limited land such as yards, building gaps, and rooftops. These findings demonstrate that multi-sector integration in urban micro-farms can increase household food availability, increase income, and strengthen family food security in a sustainable manner. The contribution of this research lies in the development of an integrated urban farming model that adapts to space constraints in dense urban areas.   ABSTRAKUrbanisasi yang pesat di Kota Surabaya menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman, sehingga mengancam ketahanan pangan. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggalakkan program urban farming sebagai solusi pemanfaatan lahan sempit di wilayah perkotaan. Berbagai studi urban farming umumnya berfokus pada budidaya tanaman secara parsial, sementara kajian mengenai integrasi pertanian, perikanan, dan peternakan pada skala lahan mikro perkotaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan lahan sempit berbasis integrasi multisektor yang diterapkan oleh Kelompok Tani Mekarsari di Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, serta mengetahui manfaat urban farming. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok mengembangkan model urban farming terintegrasi melalui kombinasi budidaya tanaman (hidroponik, tasapot, tabulapot, dan tanam langsung), perikanan (kolam terpal, kolam semen, drum sistem bioflok), serta peternakan skala rumah tangga pada lahan terbatas seperti halaman, sela bangunan, dan atap rumah. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi multisektor pada lahan mikro perkotaan mampu meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga, menambah pendapatan, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model urban farming terintegrasi yang adaptif terhadap keterbatasan ruang di kawasan padat perkotaan.
Peranan Penyuluh Pertanian dalam Penerapan Pupuk Organik pada Kelompok Tani Harapan Makmur di Tegalsari, Jember Fatika Zahfia Riasti; Lenny Luthfiyah; Sofia; Rokhani
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v6i1.2073

Abstract

The decline in rice productivity in Tegalsari Village, Ambulu District, Jember Regency, demonstrates the need for a more sustainable agricultural system. Farmers' dependence on chemical fertilizers and the limited availability of subsidized fertilizers encourage the development of organic fertilizers as an alternative to improve soil quality and maintain sustainable production. However, the adoption rate of organic fertilizers among farmers remains relatively low despite the significant potential of livestock waste. This situation requires the active role of agricultural extension workers. This study aims to analyze the role of agricultural extension workers in the application of organic fertilizers in the Harapan Makmur Farmers Group. The study used a qualitative approach with a case study design. The research informants consisted of 16 individuals, comprising one agricultural extension worker and fifteen farmers, who were selected purposively. Data collection was conducted through moderate observation, semi-structured in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis model, which involves data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the research data was tested through source and technique triangulation. The research results show that agricultural extension workers play a role in education, innovation dissemination, facilitation, consultation, supervision, monitoring, and evaluation in encouraging the adoption of organic fertilizers. This role has been able to improve farmers' knowledge and skills, although adoption rates vary and are uneven. However, the role of consultation and evaluation has not been optimal. Limited consultation intensity and the lack of measurable evaluation data hinder the role of extension workers in optimizing the sustainable application of organic fertilizers.   ABSTRAKPenurunan produktivitas padi di Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember menunjukkan perlunya penerapan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia serta keterbatasan pupuk bersubsidi mendorong pengembangan penggunaan pupuk organik sebagai alternatif untuk memperbaiki kualitas tanah dan menjaga keberlanjutan produksi. Namun, tingkat adopsi pupuk organik di kalangan petani masih relatif rendah meskipun terdapat potensi besar limbah ternak. Kondisi ini memerlukan peran aktif penyuluh pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan penyuluh pertanian dalam penerapan pupuk organik pada Kelompok Tani Harapan Makmur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian berjumlah 16 orang yang terdiri atas satu penyuluh pertanian dan lima belas petani yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi moderat, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Uji keabsahan data penelitian ini dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian menjalankan peran edukasi, diseminasi inovasi, fasilitasi, konsultasi, supervisi, pemantauan, dan evaluasi dalam mendorong penerapan pupuk organik. Peran tersebut mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, meskipun tingkat adopsi masih bervariasi dan belum merata. Namun, peran konsultasi dan evaluasi belum optimal. Keterbatasan intensitas konsultasi serta belum tersedianya data evaluasi yang terukur menjadi kendala pada peran penyuluh dalam optimalisasi penerapan pupuk organik secara berkelanjutan.
Alokasi Pendapatan Rumah Tangga Karyawan Panen Kelapa Sawit di PT. Bakrie Sumatera Plantation Kisaran Kabupaten Asahan Muhammad Raihan Fadhali; Listiyani; Istiti Purwandari
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v6i1.2162

Abstract

Income is one of the factors influencing consumption patterns, particularly among harvesting workers in oil palm plantations. This study aims to determine 1.) the level of income, 2.) the pattern of income allocation, and  3.) the effect of income on household consumption of oil palm harvesting workers at PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Kisaran, Asahan Regency. The research was conducted from November to December 2024 using a quantitative descriptive method with a simple random sampling technique involving 30 respondents. Data were obtained from both primary and secondary sources. Primary data were collected through interviews and questionnaires, and analyzed using descriptive analysis and simple linear regression. The results show that the average household income of harvesting workers is Rp4,549,333 per month, with the majority of respondents (76.66%) earning more than Rp4,000,000. The income allocation pattern indicates that 52% is spent on consumption needs, 22% on entertainment or discretionary spending, and 26% on savings and emergency funds, exceeding the 50-30-20 budgeting rule. Regression analysis shows that income has a positive and significant effect on household consumption, explaining 39.4% of the variation, while the remaining percentage is influenced by other factors. These findings indicate that harvesting workers are not only able to meet their basic needs but also demonstrate a relatively strong awareness of saving, which contributes to improving household welfare.   ABSTRAKPendapatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola konsumsi, khususnya di kalangan pekerja panen di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1.) tingkat pendapatan, 2.) pola alokasi pendapatan, dan 3.) pengaruh pendapatan terhadap konsumsi rumah tangga pekerja panen kelapa sawit di PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Kisaran, Kabupaten Asahan. Penelitian ini dilakukan dari November hingga Desember 2024 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana yang melibatkan 30 responden. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga rata-rata pekerja panen adalah Rp4.549.333 per bulan, dengan mayoritas responden (76,66%) memperoleh pendapatan lebih dari Rp4.000.000. Pola alokasi pendapatan menunjukkan bahwa 52% dihabiskan untuk kebutuhan konsumsi, 22% untuk hiburan atau pengeluaran diskresioner, dan 26% untuk tabungan dan dana darurat, melebihi aturan penganggaran 50-30-20. Analisis regresi menunjukkan bahwa pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi rumah tangga, menjelaskan 39,4% dari variasi, sedangkan persentase sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa pekerja panen tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka tetapi juga menunjukkan kesadaran yang relatif kuat untuk menabung, yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rumah tangga.
Peran Daerah Basis Produksi Padi Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Regional: Analisis Location Quotient (LQ) Provinsi Jawa Tengah Yuliana Samantha
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v6i1.2376

Abstract

Study aims to identify the level of specialization and comparative advantage of rice production across districts and municipalities in Central Java Province using Location Quotient (LQ) approach. Analysis is based on secondary data on rice production for the 2018–2024 period obtained from Central Statistics Agency. LQ method was applied by comparing the proportion of district-level rice production to total provincial production in order to determine base sectors. Results indicate that Grobogan (1.448), Cilacap (1.425), Sragen (1.305), and Pati (1.065) have LQ values greater than one (LQ > 1), classifying them as rice production base areas with relatively high specialization. In contrast, most other districts and municipalities show LQ values below one (LQ < 1), suggesting that rice production is not yet a leading sector in those regions. These findings reveal a spatial concentration of rice production in specific areas of Central Java. Therefore, agricultural development policies should prioritize strengthening base regions while enhancing productivity in non-base areas to support sustainable regional food security. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat spesialisasi dan keunggulan komparatif produksi padi antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah menggunakan pendekatan Location Quotient (LQ). Data yang digunakan berupa data sekunder produksi padi periode 2018–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan dengan membandingkan proporsi produksi padi di tingkat kabupaten/kota terhadap total produksi provinsi untuk menentukan sektor basis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grobogan (1,448), Cilacap (1,425), Sragen (1,305), dan Pati (1,065) memiliki nilai LQ lebih dari satu (LQ > 1), sehingga dikategorikan sebagai daerah basis produksi padi dengan tingkat spesialisasi relatif tinggi. Sementara itu, sebagian besar kabupaten/kota lainnya memiliki nilai LQ kurang dari satu (LQ < 1), yang mengindikasikan bahwa produksi padi belum menjadi sektor unggulan di wilayah tersebut. Temuan ini menunjukkan adanya konsentrasi spasial produksi padi di wilayah tertentu di Jawa Tengah. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan pertanian perlu diarahkan pada penguatan daerah basis serta peningkatan produktivitas wilayah non-basis guna mendukung ketahanan pangan regional secara berkelanjutan.  
Perbandingan Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan Asisten Kebun Menggunakan Metode SAW (Simple Additive Weighting) dan WP (Weight Product) di PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1 (Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat) Valena Grasheila Tarigan; Th Candra Wasis Agung Sutignya; Adi Marjani Patappa
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v6i1.2103

Abstract

Promotion decisions are a strategic aspect of human resource management in the palm oil plantation sector, directly influencing operational effectiveness and productivity targets. This study compares two Decision Support System (DSS) methods, Simple Additive Weighting (SAW) and Weighted Product (WP), for determining Plantation Assistant promotions at PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1. Four company-defined criteria were applied: length of service (10%), work productivity (40%), work behavior (20%), and leadership (30%).Nine promotion candidates from Divisions 1–9 were evaluated. Both methods yielded consistent result, with Alternative 4 (Jumadi Asri – Assistant of Division 4) achieving the highest score and thus recommended for promotion. The findings confirm that SAW and WP can be effectively applied in plantation promotion decisions, tailored to company policies and operational needs. ABSTRAK Pengambilan keputusan pada promosi jabatan merupakan aspek strategis dalam manajemen sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit, yang secara langsung memengaruhi efektivitas operasional dan target produktivitas. Penelitian ini membandingkan dua metode Decision Support System (DSS), yaitu Simple Additive Weighting (SAW) dan Weighted Product (WP), dalam menentukan promosi Asisten Kebun di PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1. Empat kriteria yang ditetapkan perusahaan digunakan, yaitu masa kerja (10%), produktivitas kerja (40%), perilaku kerja (20%), dan kepemimpinan (30%). Sebanyak sembilan kandidat promosi dari Divisi 1–9 dievaluasi. Kedua metode menghasilkan temuan yang sama, di mana Alternatif 4 (Jumadi Asri – Asisten Divisi 4) memperoleh skor tertinggi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode SAW dan WP dapat diterapkan secara efektif dalam pengambilan keputusan promosi di perkebunan, sesuai dengan kebijakan perusahaan dan kebutuhan operasional.
FRONT MATTER VOLUME 6 NOMOR 1 MARET 2026 Ismiasih
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FRONT MATTER VOLUME 6 NOMOR 1 MARET 2026