Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI MANGGA GADUNG DI DESA BAYEMAN KECAMATAN ARJASA KABUPATEN SITUBONDO Muhlis, Abdullah; Soejono, Djoko; Subekti, Sri
AGRIBEST Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.634 KB)

Abstract

Komoditas mangga gadung merupakan salah satu komoditas unggulan yang dibudidayakan di Kabupaten Situbondo. Desa Bayeman Kecamatan Arjasa merupakan sentra produksi mangga gadung di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan usahatani mangga gadung di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani mangga gadung di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. Penentuan daerah penelitian menggunakan purposive method. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis dan deskriptif. Metode pengambilan contoh menggunakan total sampling dengan responden sebanyak 38 petani. Analisis data menggunakan analisis pendapatan dan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) usahatani mangga gadung di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo adalah menguntungkan dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 18.435.656,95/ha/tahun. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani mangga gadung di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo yang berpengaruh nyata pada taraf kepercayaan 95% adalah jumlah produksi, harga jual, biaya obat-obatan, biaya tenaga kerja dan pendidikan, sedangkan variabel yang tidak berpengaruh nyata adalah biaya pupuk dan pengalaman.
Persepsi Petani Cabai Besar dan Pengelola Koperasi Terhadap Kemitraan Agribisnis Hadi Hidayatul Falah; Sudarko Sudarko; Sri Subekti
Agriekonomika Vol 7, No 1: April 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i1.2157

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui: alasan petani cabai menjalin kemitraan dengan koperasi, persepsi petani cabai dan pengelola koperasi terhadap kemitraan agribisnis. Penentuan daerah penelitian menggunakan purposive method yaitu di Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Penentuan informan menggunakan metode snowball sampling. Pengumpulan data dengan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan metode analisis model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan petani cabai menjalin kemitraan adalah adanya kepastian pasar, ingin mendapat ketenangan hati, adanya bimbingan teknis, menumbuhkan kekeluargaan, adanya bantuan modal, memiliki kedekatan dengan koperasi dan adanya keinginan untuk menaikan kapasitas diri. Persepsi petani cabai terhadap kemitraan beranggapan sudah berjalan baik. Semua norma, baik itu tertulis atau tidak tertulis, di jalankan dan diterima  sebaik mungkin. Persepsi pengelola Koperasi terhadap kemitraan beranggapan sudah berjalan baik. Tidak ada permasalahan secara teknis yang sangat berarti, namun permasalahan yang paling berpengaruh adalah permasalahan SDM.
PENERAPAN GOOD AGRICULTURE PRACTICES (GAP) PADA USAHATANI PADI MERAH ORGANIK Afdila Syifa'atus Shofi; Titin Agustina; Sri Subekti
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (J-SEP) Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jsep.v12i1.9944

Abstract

Sirtanio Rural Agriculture Training Center (P4S) is an organic farming training institution in Banyuwangi. The technological innovations introduced by P4S are outlined in the form of Standard Operational Procedure (SOP) to make it easier for farmers to adopt organic farming systems. The purpose of this study was to determine: (1) the level of application of GAP SOP on organic red rice farming farmers participating in Sirtanio P4S in Banyuwangi, (2) the factors that influence farmers decisions in the implementation of organic red rice farming GAP SOP for farmers participating in Sirtanio P4S in Banyuwangi, and (3) the correlation between the application of GAP SOP on organic rice farming of participant farmersin Sirtanio P4S in Banyuwangi towards organic red rice production. The determination of the study area uses the purposive method, namely in the Village Sumberarum District Songgon Banyuwangi Regency East Java, Indonesia. The research method uses descriptive and analytical methods. The sampling technique for this study is total sampling. The data retrieval uses interview, observation and document analysis methods. The results showed that (1) the level of application of organic farming in Songgon District as a whole was high (64,52%); (2) the factors that significantly influence the decision making of organic red rice farmers in adopting organic GAP SOP as recommended were age, income, and land ownership status; and (3) there was a significant relationship between the application of organic GAP SOP to rice production organic red in Sumberarum Village.
Proses Adopsi Inovasi Pupuk Cair Organik (Biofish) Berbahan Dasar Ikan Laut pada Komoditas Padi di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi Hendra Darusalam; Lenny Widjayanthi; Sri Subekti
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v6i1.1420

Abstract

The organic fertilizer is a fertilizer which made from organic materials, most of the materials used are from plants, land animals and sea animals (fish), so that the fertilizer produced in the form of solid or liquid. One of the organic liquid which produced with fish is biofish. The adoption of organic liquid biofish fertilizer becomes one of farmers' efforts to increase rice planting production. This study aims are to analyze descriptively about knowledge, attitude, decision, implementation and confirmation about organic liquid biofish fertilizer. The determination of area in this research is using purposive method. The location decided for this research is in Muncar Sub-district of Banyuwangi Regency. The research method uses qualitative approach. The method of determining key informant is using Purposive Sampling. The methods of data collection are using interviews, observations, and documents. The data analysis methods are going to be analyzed by reduction, display, conclusion drawing / verification. The method of data validity uses source triangulation. The results showed that farmers' knowledge of biofuel organic fertilizer is good, the farmers are happy and they also like using organic biofertilizer, the farmers receive innovative organic biofuel fertilizer. Although, sometimes they still stop applying and reusing it, but most of farmers will apply organic biofuels continuously because they totally know the benefits of organic biofuels on rice planting.
Proses Pembelajaran Sosial Perkandangan Pada Peternak Kambing Dewi Syarifah Bulan; Sri Subekti
UNEJ e-Proceeding 2018: Pembangunan Pertanian dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan di Era Indus
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Goat livestock bussiness is important for the rural population, especially as a source of protein and additional income. An approach to a group of breeder can be media of learning through extension activities and training that breeders will be capable of having better cattle business management. The purpose of the research is to know social learning of stable in goat breeder. The research method used descriptive qualitative. The determination of research recipients used purposive method in Wonosari Village, Tempurejo, Jember, East Java. The determination of the sampling informants used purposive method. Data collection was administered through interviews, observation, and documentation. Data analysis used interactive Miles and Huberman. The validity test used triangulation source. The research results showed the social learning process which began with breeder observing social model. Breeders tend to imitate the observation about the stable batteries and sloping floor. Motivation of imitating is to maintain the health of goat, cleanliness of the environment that can add their income. Behavior imitated which are in accordance with breeder needs so that the observation result can be applied concurrently and continuously. Breeder compare, the situation before learning is still dirty. After learning, the more environmentally friendly stabble they have to increase their income. Good responses from the environment affect the immitating behavior continuously nurtured in himself and make improvements in its stall. The appliation of stable like a model that has been adjusted with the idea, experience and desires, is called by creative modeling.
PARIWISATA TEMBAKAU DI KABUPATEN JEMBER DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA M. Iqbal Wahyu Prasetyo; Sri Subekti; Mustapit Mustapit
UNEJ e-Proceeding 2018: Pembangunan Pertanian dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan di Era Indus
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembakau adalah salah satu tanaman yang memiliki potensi dan menguntungkan di Kabupaten Jember. Kegiatan pariwisata di Kabupaten Jember mengalami peningkatan kunjungan wisatawan. Tanaman tembakau selain menjadi tanaman perkebunan juga dapat ditingkatkan melalui kegiatan pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan pariwisata tembakau Kabupaten Jember. Penentuan daerah penelitian menggunakan purposive method yaitu di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan deskriptif dan metode analitis. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 3 orang key informan yaitu dari Museum Tembakau, Boss Image Nusantara, dan Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Jember. Pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan pariwisata di Kabupaten Jember diawali oleh PTPN X unit industri Bobbin menerima kunjungan pada tahun 2011. Berkembang dengan adanya museum dan perpustakaan tembakau pada tahun 2013. Pada tahun 2017 Bos Image Nusantara menerima kunjungan. Hasil analisis FFA menunjukkan bahwa faktor kunci pendorong parwisata tembakau yaitu pariwisiata mudah diakses, sedangkan faktor kunci penghambat priwisata tembakau adalah kurangnya promosi pariwisata tembakau. Peningkatan strategi pada wisata tembakau yaitu; menambah promosi wisata tembakau, menyediakan paket wisata yang bekerjasama dengan pelaku wisata yang bergerak di sektor lain, seperti: penyedia sarana transportasi, dan penyedia fasilitas penginapan.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI MANGGA GADUNG DI DESA BAYEMAN KECAMATAN ARJASA KABUPATEN SITUBONDO Abdullah Muhlis; Djoko Soejono; Sri Subekti
AGRIBEST Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i1.1175

Abstract

Komoditas mangga gadung merupakan salah satu komoditas unggulan yang dibudidayakan di Kabupaten Situbondo. Desa Bayeman Kecamatan Arjasa merupakan sentra produksi mangga gadung di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan usahatani mangga gadung di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani mangga gadung di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. Penentuan daerah penelitian menggunakan purposive method. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis dan deskriptif. Metode pengambilan contoh menggunakan total sampling dengan responden sebanyak 38 petani. Analisis data menggunakan analisis pendapatan dan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) usahatani mangga gadung di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo adalah menguntungkan dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 18.435.656,95/ha/tahun. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani mangga gadung di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo yang berpengaruh nyata pada taraf kepercayaan 95% adalah jumlah produksi, harga jual, biaya obat-obatan, biaya tenaga kerja dan pendidikan, sedangkan variabel yang tidak berpengaruh nyata adalah biaya pupuk dan pengalaman.
MANAJEMEN RANTAI PASOK MANGGA MANALAGI DI KABUPATEN SITUBONDO DENGAN PENDEKATAN FOOD SUPPLY CHAIN NETWORKING Puryantoro Puryantoro; Evita Soliha Hani; Sri Subekti
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 1, No 1 (2018): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v1i1.372

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen rantai pasok mangga manalagi di Situbondo.Penentuan daerah penelitian ditentukan dengan sengaja (Purposive Method) di Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo. Pengambilan petani sampel dilakukan dengan menggunakan metode Proportional random sampling. Pengambilan responden pelaku rantai pasok mangga setelah petani ditentukan dengan metode Snowball sampling. Penelitian dengan pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dilakukan secara deskriptif sesuai dengan kerangka Food Supply Chain Networking (FSCN). Kondisi manajemen rantai pasok mangga manalagi di Kabupaten Situbondo saat ini masih belum berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat terlihat pada struktur rantai pasok belum yang terintegrasi dengan baik antara anggota primer dalam rantai pasok. Hal tersebut dikarenakan aliran informasi hanya terjadi pada konsumen akhir, pedagang pengecer, pedagang pengepul dan pedagang pengumpul. Sementara petani tidak mendapatkan aliran informasi baik mengenai pasar, harga, kualitas dan kuantitas yang diinginkan konsumen kecuali petani yang tergabung dalam kelompok tani.
Pemanfaatan Metode Penyuluhan Pertanian oleh Petani Cabai Merah Yanuar Dwi Ramadhana; Sri Subekti
Jurnal KIRANA Vol 2 No 2 (2021): Jurnal KIRANA Volume 2 Nomor 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jkrn.v2i2.25410

Abstract

The contribution of extension and the use of innovation in agriculture, especially red chili, is needed by farmers to improve agricultural development. Agricultural extension to the red chili farming community in Tamansari Village, Wuluhan District, Jember Regency, East Java, to improve farmers' knowledge and skills regarding an innovation and help increase production. The application of extension methods to red chili farmers has different responses in accepting an innovation or technology. The purpose of this study was to find out how the use of extension methods through individual, group and mass methods in the innovation adoption process by red chili farmers. This research is qualitative by presenting a complete picture of the social condition of the phenomenon and analyzed by Miles and Hubberman. Determination of informants in this study was carried out using purposive sampling method, this study had 1 key informant namely the head of the farmer group and 10 supporting informants in this study which was carried out using the snowball sampling method, namely extension workers, formulators and farmers who were active in extension activities. The results showed that counseling was carried out using 3 methods, namely individual methods with home visits, land visits, informal contacts and inquiry. Group method with lecture, discussion, demonstration and field school techniques. Mass method with campaign technique, internet, radio and television. After counseling with 3 methods and each technique, farmers can accept and apply a technological innovation, namely: a) organic pesticides, b) the use of Plant Growth Promoting Rhyzobacteria (PGPR), c) tractors, d) diesel engines, e) charcoal husks, f) water pumping machines, g) demonstration plots of fertilizers and pesticides, h) superior seeds, i) partners with Bank Mandiri & BNI, j) cooperation with PT Dirga Guna Wibawa (DGW), PT Advanta and PT Arista, k) use of internet media. Keyword: Extension, Extension Methods, Red Chili, Adoption of Innovations, Farmer Groups
PERAN PENYULUH PADA PROSES ADOPSI INOVASI PETANI DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN PERTANIAN Sofia Sofia; Fadila Leony Suryaningrum; Sri Subekti
AGRIBIOS Vol 20 No 1 (2022): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i1.1865

Abstract

Pembangunan berkelanjutan merupakan sebuah paradigma yang muncul akibat adanya industrialisasi yang dilakukan oleh pemerintah. Pembangunan berkelanjutan bisa didefinisikan sebagai pembangunan secara suistainable yang memperhatikan kelangsungan hidup generasi selanjutnya dengan upaya yang berwawasan lingkungan. Menyebarkan inovasi kepada petani merupakan salah satu peran dan tugas penyuluh pertanian agar petani mau mengadopsi dan menerapkan teknologi pertanian dalam kegiatan usahataninya sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti ingin menganalisis bagaimana peran penyuluh pertanian dalam proses adopsi inovasi petani dalam pembangunan pertanian. Penelitian ini merupakan studi literatur (library research) dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa peran penyuluh pertanian dalam proses adopsi inovasi, yaitu sebagai fasilitator, sebagai komunikator, sebagai motivator dan konsultan, dan sebagai pendamping teknis. Dalam proses transfer teknologi, penyuluh berperan sebagai pelatih, sebagai inovator, sebagai pendidik, sebagai pembimbing, sebagai organisator, sebagai teknisi dan konsultan, dan juga sebagai advokasi.