cover
Contact Name
akhyarnis febrialdi
Contact Email
febrialdi1@gmail.com
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
baselang@e-journal.faperta.universitasmuarabungo.ac.id
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera, Kampus 1 Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Baselang: Jurnal Ilmu Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Lingkungan
ISSN : cd     EISSN : 27982114     DOI : 10.36355
Core Subject : Agriculture, Social,
The Baselang Journal is a scientific journal that publishes research results and/or reviews articles in the fields of Agriculture, Livestock, Fisheries, and Environment. As well as presenting information on research results and scientific articles for sustainable agricultural development in Indonesia which are published electronically. The Baselang Journal is published by the Faculty of Agriculture, Muara Bungo University. The Baselang Journal is published twice a year, in April and October. The scope of the Baselang Journal covers general agriculture and the environment, namely: Cultivation (Agriculture, Livestock, and Fisheries), Agribusiness/Social Economics (Agriculture, Livestock, and Fisheries), Technology (Agriculture, Livestock, and Fisheries), and Environment. The Baselang Journal has implemented Open Journal Systems (OJS) since 2021 for all publishing processes in the Baselang Journal. Therefore, authors are required to register in advance and upload manuscripts online. Registration and login are required to submit the manuscript and its completeness online and to check the current status of the manuscript. Manuscript processing can be monitored through OJS by authors, editors, reviewers, and readers in real-time for all manuscripts.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1: APRIL 2025" : 13 Documents clear
Pengelolaan Cagar Alam Gua Nglirip Oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur Aprilia, Revadila Widya; Anggara, Oktavianus Cahya
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.246

Abstract

Gagasan bahwa mencegah penyebab kerusakan sebelum muncul jauh lebih efektif daripada menghilangkan penyerang setelah mereka menyerang adalah salah satu kunci dalam upaya pelestarian hutan. Gagasan bahwa perlindungan hutan paling baik dicapai melalui pencegahan daripada reaksi telah mendapatkan daya tarik dalam beberapa tah un terakhir. Untuk mencegah kerusakan substansial dan meminimalkan jumlah kerusakan  hutan yang disebabkan oleh penyebab potensial, pelestarian hutan lebih berfokus pada mendeteksi dan menilai semua kemungkinan sumber kerusakan daripada bagaimana menangani keberhasilan ketika muncul. Keamanan dan pelestarian hutan saat ini merupakan topik yang sangat dinamis dan rumit.
Pengaruh Pupuk Trichokompos terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanamana Terung Ungu (Solanum melongena L) Ilyas, La Ode; Hauriyah, Sitti
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.242

Abstract

Pengaruh Pupuk Trichokompos Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk Trichokompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanum melongena L.), serta mengetahui dosis pupuk trichokompos yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanum melongena L.).            Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan, dimulai dari bulan Maret 2023 sampai Juni 2023, di Kampus STIPER Berau Jalan Raja Alam I RT. IV Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti hanya satu faktor yaitu faktor pupuk Trichokompos, masing-masing terdiri 6 taraf dengan 5 ulangan, yaitu : P0 = Kontrol, P1 =500 gram, P2 =600 gram, P3 =700 gram, P4 =800 gram, P5 = 900 gram. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan Uji F dan dilanjutkan dengan Uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%.            Pemberian pemberian pupuk Trichokompos berpengaruh tidak nyata pada diameter batang pada umur 15 dan 30 HST, panjang buah, dan tinggi tanaman umur 30 HST,  namun berbeda nyata dan berbeda  sangat nyata pada tinggi tanaman umur 15 HST dan 45 HST, diameter batang pada umur 45 HST, jumlah buah, diameter buah, berat buah dan produksi buah perhektar. Produksi buah tertinggi diperoleh pada perlakuan P1, dengan dosis 500 gram/polybag, yaitu 7.49 Mg ha-1.
Analisis Strategi Pengembangan Komoditas Kakao Di Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau Hartini, Sri; Hakim, Lukmanul; Pei, Lendung
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.247

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, yaitu 1. Untuk mengindentifikasi faktor internal dan eksternal perkebunan komoditas kakao dikampung Suaran Kecamatan Sambaliung yaitu menggunakan matriks IFE dan EFE. 2.Untuk merumuskan dan mengetahui strategi pengembangan komoditas kakao di kampung Suaran Kecamatan Sambaliung yaitu menggunakan analisis SWOT. Kuadran ini menunjukkan bahwa entitas atau proyek memiliki kekuatan internal yang signifikan (diwakili oleh sumbu Y) dan juga terbuka terhadap peluang eksternal yang menarik (diwakili oleh sumbu X). Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung yang berlangsung selama 2 bulan, yaitu mulai Agustus sampai September 2023. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Rondom Sampling dan diperoleh jumlah sampel 60 petani. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di Kampung Suaran dihasilkan pada kuadran IV dengan koordinat sumbu x dan y berturut-turut 0,30 dan 0,02. Posisi ini mengindikasikan strategi SO, yang menunjukkan Agresif sebagai pilihan strategi yang relevan. Dapat disimpulkan bahwa dalam strategi ini hal-hal yang harus dilakukan adalah dalam konteks strategi SO (Strength-Opportunity), dengan kekuatan internalnya, dapat menghadapi ancaman eksternal. Dengan demikian Kampung Suaran dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat serta ekonomi daerah.
Analisis Tingkat Literasi Keuangan Petani Padi Sawah di Kecamatan Tenggarong Seberang Mariyah, Mariyah; Mariati, Rita; Arifin, Eko Harri Yulianto
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.243

Abstract

Tingkat literasi keuangan merupakan salah satu faktor penentu dalam kinerja usaha tani dengan kemampuan petani untuk mengakses modal dari pembiayaan formal. Modal merupakan salah satu kendala dalam mengembangkan usaha tani. Kecamatan Tenggarong Seberang merupakan salah satu daerah penghasil beras di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berasal dari pertanian padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat literasi keuangan petani padi sawah berdasarkan pengetahuan, perilaku, dan sikap keuangan. Penelitian dilakukan di Desa Bukit Pariaman dan Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara pada bulan Maret hingga September 2024. Jumlah responden sebanyak 60 orang dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis indeks literasi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan petani berada pada kategori rendah dengan rata-rata indeks literasi keuangan sebesar 52,48%, pengetahuan sebesar 49,72%, perilaku sebesar 51,67%, dan sikap sebesar 56,04%. Sebaran jumlah petani yang berada pada kategori tinggi sebanyak 1 orang, kategori sedang sebanyak 17 orang, dan kategori rendah sebanyak 42 orang. Tingkat literasi keuangan di lokasi penelitian perlu ditingkatkan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan keuangan kepada petani melalui kolaborasi antara pemerintah desa, balai penyuluhan pertanian, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan formal.
Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Tempe Bungkus Daun di Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Maryam, Syarifah; Julianto, Yogga; Mursidah, Mursidah
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.244

Abstract

Industri rumah tangga adalah sektor ekonomi di mana produksi barang atau jasa dilakukan dirumah-rumah dikelola oleh anggota keluarga. Industri tempe bungkus daun di Kecamatan Loa Kulu merupakan salah satu industri berskala rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi dan keuntungan usaha industri tempe bungkus daun, dan mengetahui kelayakan usaha industri tempe bungkus daun di Kecamatan Loa Kulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai dengan Maret 2024 di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer yaitu hasil observasi dan wawancara kepada pengrajin tempe bungkus daun dengan menggunakan alat bantu berupa kuisioner. Metode pengambilan sampel menggunakan cara purposive sampling, dengan jumlah sampel terdiri dari 10 pengrajin tempe bungkus daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa total biaya produksi yang diperoleh dari pengolahan tempe bungkus daun sebesar Rp10.194.451,00/bulan. Penerimaan yang diperoleh dari pengolahan tempe bungkus daun sebesar Rp18.240.000,00/bulan. Pendapatan yang diperoleh dari pengolahan tempe bungkus daun sebesar Rp8.045.549,00/bulan serta nilai R/C sebesar 1,79. Hasil ini menunjukan bahwa usaha pengolahan tempe bungkus daun di Kecamatan Loa Kulu dikatakan menguntungkan atau layak untuk dipertahankan.
Persepsi Peternak Sapi Potong Terhadap Inseminasi Buatan Di Kecamatan Pasar Muara Bungo Kabupaten Bungo Sihaloho, Vercelli Dwi Agustina; H, Afriani; Idris, Nahri
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.240

Abstract

Persepsi adalah proses menerima serangkaian informasi atau stimulus dari lingkungan, kemudian mengubahnya ke dalam kesadaran psikologis yang dapat tergambar atau terwujud dalam bentuk tindakan dari respon tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak sapi potong terhadap inseminasi buatan dan mengetahui perbedaan persepsi peternak yang menggunakan inseminasi buatan dan peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan. Penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode stratified random sampling yang dibagi menjadi 2 strata, sedangkan penentuan responden digunakan metode Simple Random Sampling  sebanyak 30% dari jumlah peternak baik yang menggunakan inseminasi buatan maupun tidak menggunakan inseminasi buatan. Persepsi peternak dihitung berdasarkan persentase tingkat persepsi dan hasil yang diperoleh diklasifikasikan berdasarkan kategori, selanjutnya dianalisis secara deskriptif, sedangkan untuk mengetahui perbedaan persepsi digunakan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan persepsi peternak sapi yang menggunakan inseminasi buatan di Kecamatan Pasar Muara Bungo tergolong kategori sangat baik, sedangkan peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan persepsinya tergolong kategori cukup baik. Hasil Uji Perbedaan Independent Sample T Test diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,0000,05, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi peternak yang menggunakan inseminasi buatan dengan persepsi peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan. Disimpulkan bahwa persepsi peternak yang menggunakan inseminasi buatan lebih baik dibanding peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan.
Kegiatan Rehabilitas Dan Pembibitan Asem Jawa, Waru, Dan Turi Oleh Perusahaan X Rizaliansyah, Moh. Ainun; Mulyanti, Heri
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.245

Abstract

Rehabilitas hutan lindung pada dasarnya harus mempunyai dua manfaat sekaligus, yaitu manfaat secara ekologis yang berhubungan dengan fungsi pokoknya dan manfaat ekonomis yang artinya dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitarnya. Pembibitan merupakan langkah awal dalam penanaman yang tujuannya untuk menyediakan bahan tanam yang baik, sehat, dan dalam jumlah yang cukup. Pembibitan hal pertama yang dilakukan adalah persiapan lahan. Metode yang dilakukan untuk persiapan lahan adalah menggunakan tanah merah dan tanah hitam. Tujuan digunakannya tanah merah adalah untuk mengurangi gulma yang ada di dalam polybag. Tanaman waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan tumbuhan tropis berbatang sedang, terutama tumbuh di pantai yang tidak berawa atau di dekat pesisir. Asem jawa (Hibiscus tiliaceus) merupakan tanaman tropis yang berasal dari Afrika namun dapat tumbuh dengan subur di Indonesia, Kebanyakan digunakan sebagai pohon peneduh jalan. Turi (Sesbania grandiflora) merupakan tanaman asli Indonesia, yang termasuk keluarga kacang-kacangan dari famili Papilionaceae. Penelitian ini menggunakan metode partisipasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) observasi (pengamatan di lapangan), interview (wawancara) dan study literatur.  Alat  yang digunakan ialah cangkul,mesin pemotong rumput,sabit dan bahan yang di gunakan yaitu kotoran kambing  yang berfungsi untuk memupuk tanaman biji turi,asem jawa dan waru. Pengecekan  tersebut dikerjakan setiap hari. Observasi lapangan dilakukan terlebih dahulu sebagai data awal.
Identifikasi Jenis Burung Di Cagar Alam Gua Nglirip Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur Prayuda, Deswita Ananda; Rahmawati, Laily Agustina
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.241

Abstract

Aves adalah salah satu dari kelompok vertebrata berdarah panas yang memiliki bulu yang menutupi seluruh tubuhnya dan berasal dari epidermis. Bulu burung sebagian besar ada di sayap, dan seiring bertambahnya usia, burung menjadi lebih ringan, lebih lebar, lebih kuat, dan lebih padat. Banyak sifat burung merupakan adaptasi yang membantu dalam penerbangan seperti modifikasi yang lebih ringan dan lebih efektif.  Tujuan dari penelitian adalah untuk  mengetahui jenis burung di Balai Besar KSDA Jawa Timur dan untuk mengetahui deskripsi tentang berbagai  jenis burung di Balai Besar KSDA Jawa Timur. Data ini diperoleh dari informasi instansi maupun kegiatan selama Praktek Kerja Lapangan, literatur, maupun laporan-laporan kegiatan instansi terkait. Hal ini dilakukan karena pada saat pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan terdapat larangan memasuki kawasan Cagar Alam sehingga proses pengamatan langsung tidak dapat dilakukan. Hasil dari  penelitian adalah Cagar Alam Gua Nglirip ini terletak di Desa Guwo Terus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Dengan Luas Cagar Alam Gua Nglirip 3 ha. Alat dan bahan yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan monitoring identifikasi jenis burung yaitu :GPS, Peta Kawasan, Teropong, Kamera DSLR, Buku Terbitan Burungnesia, Buku Panduan Identifikasi Burung. Identifikasi jenis burung ini memberikan wawasan penting tentang peran burung dalam ekosistem, baik sebagai penyebar biji, pemakan serangga, maupun pemangsa.
Pengaruh Pemberian Jenis Probiotik Berbeda Pada Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Berat Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus) Alansyah, Devan; Wirawan, Indra; Sumaryam, Sumaryam
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.251

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Ikan TEFA Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, selama 15 hari. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis probiotik yang paling efektif dalam meningkatkan pertambahan berat ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) serta menganalisis pengaruh berbagai jenis probiotik dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan berat tersebut. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan, yaitu perlakuan A sebagai kontrol tanpa probiotik, perlakuan B dengan probiotik Pro-7 sebanyak 2%, perlakuan C dengan probiotik Raja Lele 2%, dan perlakuan D dengan probiotik Raja Gurameh 2%. Subjek uji yang digunakan adalah ikan lele sangkuriang berumur 30 hari dengan jumlah total 360 ekor, yang ditempatkan di 24 wadah berisi 10 liter air, dengan kepadatan 15 ekor per liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D menghasilkan rata-rata pertambahan berat tertinggi, yaitu 40,2 gram. Selama penelitian, suhu air berkisar antara 27,80–28,00°C dan pH air berada dalam kisaran 7,60–7,80.
Evaluasi Pelaksanaan Program Pascatambang Pengembangbiakan Sapi PT. Kitadin Tandung Mayang Di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur Toni, Toni; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Pardosi, Jawatir; Hasan, Harjuni; Saptiani, Gina; Ibrahim, Ibrahim
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.259

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan menganalisis pelaksanaan dan dampak program tersebut terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan program mencapai 100% dari kriteria yang ditetapkan dalam rencana pascatambang. Populasi sapi meningkat dengan kesehatan yang baik, menggunakan pakan seperti rerumputan dan batang pisang. Pola pemeliharaan sapi mayoritas dilakukan secara ekstensif. Dampak sosial positif terlihat dari hubungan baik antar peternak, sementara dampak ekonomi terwujud melalui peningkatan pendapatan dari penjualan sapi. Dampak lingkungan diminimalkan dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk. Partisipasi peternak aktif, didukung komunikasi baik antar peternak, PPL, dan perusahaan, dengan minat tinggi dalam menerapkan teknologi ternak seperti inseminasi buatan.

Page 1 of 2 | Total Record : 13