cover
Contact Name
Ahmad Tohir
Contact Email
jurnalakm@stebisigm.ac.id
Phone
+6281315545733
Journal Mail Official
jurnalakm@stebisigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.4 No.629, 20 Ilir D. IV, Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30129, Indonesia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
AKM: Aksi Kepada Masyarakat
ISSN : 27742261     EISSN : 27742253     DOI : https://doi.org/10.36908/akm.v2i1
AKM: Aksi Kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang merupakan jurnal peer-review yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Artikel-artikel yang dimuat dalam AKM: Aksi Kepada Masyarakat memuat hasil karya ilmiah asli. AKM: Aksi Kepada Masyarakat menerima naskah atau teks artikel di bidang penelitian terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif dan kualitatif berbasis masyarakat ke dalam format pengabdian kepada masyarakat yang memuat bidang keilmuan yang relevan seperti: 1. Perbankan Syariah 2. Ekonomi Syariah 3. Studi Islam 4. Pendidikan Islam 5. Humaniora
Articles 290 Documents
Olahan Buah Sonneratia (Bogem) pada UMKM “Home Industry Syrup Mangrove” Wonorejo Kecamatan Rungkut Surabaya Juliani Pudjowati; Susi Tri Wahyuni; Erryana Setyarti
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1837

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan keberlanjutan usaha UMKM “Home Industry Syrup Mangrove” di Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya melalui pemanfaatan buah Sonneratia (bogem). Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi proses produksi yang masih manual, keterbatasan fasilitas penyimpanan, serta pemasaran yang belum optimal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat melalui tahapan observasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan teknik pengolahan yang higienis, peningkatan kualitas dan pengemasan produk, serta pengenalan strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam proses produksi, peningkatan kualitas produk, serta bertambahnya pemahaman tentang pemasaran. Namun demikian, masih diperlukan pendampingan lanjutan untuk optimalisasi penggunaan teknologi dan pemasaran digital. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha UMKM berbasis potensi lokal mangrove.
Diversifikasi Produk Tanaman Obat menjadi Jamu Serbuk sebagai Strategi Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat di Desa Ngampungan, Kabupaten Jombang Masadah Masadah; Darianto Darianto; Muah Muah; Mesra Surya Ariefin; Mokhtar Sayyid; Hanin Kharisma Parastuti
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1838

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat Desa Ngampungan, Kabupaten Jombang melalui diversifikasi tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi produk jamu serbuk. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah masih terbatasnya pemanfaatan tanaman obat yang hanya digunakan secara tradisional serta rendahnya keterampilan dalam pengolahan produk bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tanaman obat menjadi jamu serbuk yang lebih praktis, tahan lama, dan memiliki nilai jual. Selain itu, masyarakat mampu menghasilkan beberapa varian produk seperti jamu jahe, kunyit asam, dan temulawak, serta memahami dasar pengemasan dan pemasaran produk. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan demikian, diversifikasi tanaman obat menjadi jamu serbuk dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan nilai tambah ekonomi desa.
Workshop Jaringan dan Pelatihan Dasar Mikrotik untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa TJK di SMK Negeri 4 Palembang Fery Antony; Ni Wayan Priscila Yuni Praditya; Tasmi Tasmi
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1840

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menuntut pendidikan vokasi untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang jaringan komputer dan administrasi sistem. Salah satu kompetensi yang saat ini banyak dibutuhkan di dunia industri adalah kemampuan konfigurasi dan pengelolaan jaringan berbasis Mikrotik RouterOS. Berdasarkan kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Indo Global Mandiri melaksanakan kegiatan workshop jaringan dan pelatihan dasar Mikrotik bagi siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 4 Palembang melalui program guru tamu. Kegiatan ini melibatkan 42 siswa kelas X dan XI TKJ dengan metode pelatihan berupa penyampaian materi, praktik langsung, dan pendampingan teknis. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar jaringan komputer, konfigurasi IP address, DHCP server, hotspot, dan routing menggunakan Mikrotik RouterOS. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 56,4 pada pretest menjadi 84,7 pada posttest atau mengalami peningkatan sebesar 50,1%. Selain itu, sebanyak 88% peserta mampu melakukan konfigurasi dasar Mikrotik secara mandiri setelah pelatihan. Kegiatan workshop ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis siswa, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja
Participatory Digital Marketing and Branding Training for MSMEs Competitiveness Sirajudin Alaksari; Anisah Anisah; Muhammad Rizzik
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1843

Abstract

The rapid development of digital technology requires Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to adapt by implementing digital-based marketing strategies to enhance their competitiveness. However, many MSME actors still face limitations in utilizing digital marketing and strengthening product branding. This community service program aimed to improve the knowledge and practical skills of MSME actors through digital marketing and product branding training using a participatory practice-based approach. The program involved 28 MSME participants in Kampung Tujuh Village, Cermin Nan Gedang District, Sarolangun Regency. The methods included lectures, interactive discussions, hands-on practice, mentoring, and evaluation through observation sheets and practice assessment instruments. The evaluation indicators covered digital marketing understanding, product branding, target market identification, promotional content creation, and the use of digital media platforms. The results showed significant improvements in participants’ understanding and practical skills, with achievement scores increasing from initial conditions of 10%–20% to 70%–85% after the training. Participants also began implementing digital marketing strategies through social media platforms such as WhatsApp Business, Facebook, and Instagram. The participatory practice-based approach proved effective in improving both conceptual understanding and practical implementation skills among MSME actors. Therefore, this program can serve as an applicable and sustainable empowerment model for strengthening MSMEs competitiveness in the digital era.
Pelatihan Paduan Suara Berbasis Fonetik Artikulatoris dan Semantik pada Kelompok Paduan Suara SMPK Ratu Damai Larantuka Bartoldus Sora Leba; Fransiska Jone Mare; Natalia Onie Lein; Yulius Pertama B Kelen
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1847

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kualitas performa paduan suara siswa SMPK Ratu Damai Larantuka melalui pelatihan berbasis fonetik artikulatoris dan semantik. Program dilatarbelakangi oleh dominannya fokus latihan paduan suara pada aspek musikal, sementara aspek kebahasaan seperti artikulasi dan pemaknaan lirik masih kurang mendapat perhatian. Kegiatan dilaksanakan selama 10 hari dengan melibatkan 18 siswa anggota paduan suara. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan artikulasi berbasis fonetik artikulatoris, pelatihan pemaknaan lirik berbasis semantik, simulasi paduan suara, serta evaluasi dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi artikulasi, rubrik interpretasi lirik, dan analisis rekaman audio sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan artikulasi dengan rata-rata kenaikan sebesar 18,6%, yang ditandai oleh peningkatan kejelasan vokal, konsonan, dan pelafalan lirik. Kemampuan interpretasi lirik juga meningkat dengan rata-rata sebesar 20,7%, terutama pada pemahaman makna konotatif dan ekspresi sesuai makna lagu. Sebanyak 88,9% peserta mencapai kategori baik pada aspek artikulasi dan 83,3% pada aspek interpretasi lirik. Integrasi aspek linguistik dan musikal menghasilkan performa paduan suara yang lebih komunikatif, ekspresif, dan bermakna. Program ini menghasilkan model pelatihan interdisipliner yang berpotensi diterapkan dalam pembelajaran seni musik di sekolah
Pelatihan Desain Digital dan AI untuk Penguatan Literasi Digital Siswa Sekolah Rakyat 13 Bekasi Jesita Sani; Muhammad Fauzi
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1866

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan desain digital dan Artificial Intelligence (AI) sebagai upaya penguatan literasi digital siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi platform digital, dan evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert. Peserta kegiatan berjumlah 20 siswa kelas 10 G yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebagai kelompok sasaran program. Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan Canva, CapCut, Pixabay, ChatGPT, Gemini, dan Suno AI sebagai sarana pendukung komunikasi visual dan pengembangan ide kreatif. Hasil evaluasi menunjukkan respons yang sangat positif, dengan seluruh indikator memperoleh nilai rata-rata pada rentang 4,30–4,75 dari skala 5. Nilai tertinggi diperoleh pada indikator bahwa desain digital dapat dilakukan menggunakan smartphone (M=4,75), sedangkan nilai terendah terdapat pada indikator pemanfaatan AI untuk membantu penyusunan konsep atau naskah tugas (M=4,30). Temuan ini menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat penerimaan yang tinggi terhadap teknologi desain digital dan AI serta memandang teknologi tersebut sebagai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di era digital. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penguatan literasi digital siswa melalui pengenalan teknologi kreatif yang mudah diakses, aplikatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini
Pemanfaatan Barang Bekas Dalam Kegiatan Kreativitas Bersama Wali Murid RA Mambaul Ulum Ikwanudin Ikwanudin; Eka Prasetiawati; Umi Nur Azizah; Nurul Fitriani; Romi Wulan Suci; Qurrotul Uyun; Nuri Silviani; Asfan Ghufron; Ali Misi; Imam Muzaki; Riyan Pebriyanto; Ahmad Karim
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan barang bekas dalam kegiatan kreativitas bersama wali murid RA.Manbaul Ulum Terbanggi Besar di Desa Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan ini merupakan program unggulan (progul) yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2026 dengan melibatkan wali murid sebagai subjek utama serta didukung oleh pihak yayasan, sekolah, guru, dan dosen pembimbing lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Asset-Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada pemanfaatan potensi lokal berupa barang bekas sebagai sumber kreativitas dan pemberdayaan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan kreativitas wali murid dalam mengolah barang bekas menjadi produk yang bernilai guna, serta meningkatkan kesadaran lingkungan melalui perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah berbasis reduce, reuse, dan recycle. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan hasil kerajinan sebagai produk bernilai jual. Feedback peserta menunjukkan respon positif serta adanya keinginan untuk melanjutkan kegiatan secara berkelanjutan. Namun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan waktu, sarana, dan keberlanjutan program. Dengan demikian, pemanfaatan barang bekas berbasis pendekatan ABCD terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat yang integratif antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Penyuluhan Digital Marketing Produk Pertanian bagi Pelaku UMKM di Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi Riri Oktari Ulma; Elwamendri Elwamendri; Yanuar Fitri; Yusma Damayanti; Zakky Fathoni; Yulismi Yulismi; Dewi Sri Nurchaini; Muhammad Damas Fatih
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1878

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan digital marketing pelaku UMKM serta masyarakat petani di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk pertanian, sehingga akses pasar dan daya saing produk masih terbatas. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif-edukatif yang meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, praktik pembuatan konten promosi, serta pendampingan penggunaan platform digital seperti WhatsApp Business, Facebook, Instagram, dan TikTok. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait konsep digital marketing, pemanfaatan media sosial, dan strategi promosi digital. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor peserta sebesar 69,7% setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, peserta mampu membuat konten promosi digital secara mandiri, memahami strategi branding produk, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang lebih efektif. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas pemasaran digital masyarakat serta mendorong pengembangan usaha pertanian berbasis teknologi informasi guna mendukung peningkatan ekonomi lokal secara berkelanjutan
Pemberdayaan Perempuan Rewarangga Selatan Melalui Inovasi Minyak Aromaterapi Ekstrak Serai Dan Daun Jeruk Wangi Maria Endang Jamu; Lukas Nusa Wedo Lewa; Angelica Agnes More Laka; Yosephina Lilianti Fernandez; Salsabilla Salsabilla; Stefania Dwinata Sendo; Viannei Aggriepa Lada
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1890

Abstract

Tingginya tingkat stres kronis pada masyarakat modern mendorong kebutuhan akan produk relaksasi yang aman dan berbahan alami. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi minyak aromaterapi relaksasi berbasis bahan alami lokal di RT 08/RW 03 Kelurahan Rewarangga Selatan, Kabupaten Ende. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik langsung, demonstrasi, dan pendampingan pembuatan minyak aromaterapi menggunakan teknik maceration with pre-roasting (sangrai). Bahan utama yang digunakan adalah serai wangi (Cymbopogon nardus), daun jeruk wangi, dan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai pelarut alami. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan peserta meningkat dari 58,4 menjadi 86,7 atau naik sebesar 48,5%. Sebanyak 92% peserta mampu mempraktikkan proses produksi secara mandiri dan menghasilkan produk minyak aromaterapi siap pakai sesuai standar pelatihan. Selain itu, 88% peserta menyatakan berminat mengembangkan produk sebagai usaha berbasis sumber daya lokal. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan alami lokal menjadi produk bernilai kesehatan dan ekonomi, sehingga mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif lokal secara berkelanjutan
Strengthening Local Democratic Governance through the Evaluation of Campaign Stages and Electoral Institutional Arrangements in Brebes Regency Achmad Irwan Hamzani
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1909

Abstract

Regional head elections (Pilkada) constitute an essential instrument of local democracy that requires not only administrative success but also the establishment of democratic and integrity-based governance. This activity aimed to evaluate campaign stages, the formation of ad hoc electoral bodies, and the institutional arrangements of Pilkada organizers as part of efforts to strengthen local democratic governance in Brebes Regency. The activity was conducted through a Focus Group Discussion organized by the General Election Commission of Brebes Regency involving resource persons, employing lectures, institutional reflection, and the identification of problems in Pilkada administration. The findings indicate that the implementation of campaign stages continues to face several challenges, including weak political competition due to the phenomenon of single candidates, the tendency toward administrative-oriented campaigns, and the challenges posed by digital campaigning. In addition, ad hoc electoral bodies continue to encounter limitations related to human resource capacity, independence, integrity, and institutional coordination effectiveness. Other challenges include the high workload borne by election organizers and institutional efficiency demands in simultaneous Pilkada implementation. This activity contributes to strengthening institutional reflection, enhancing the professionalism of Pilkada organizers, and formulating recommendations for more participatory, transparent, and integrity-based local democratic governance.