cover
Contact Name
Adi Jaya
Contact Email
adijaya@agr.upr.ac.id
Phone
+628125158857
Journal Mail Official
jpmupr@upr.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Palangka Raya Jl. H. Timang, Kampus UPR Palangka Raya
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Pengabdian Kampus: Jurnal Informasi Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 22525628     EISSN : 2776091X     DOI : https://doi.org/10.52850/jpmupr.v8i1
Pengabdian Kampus diterbitkan sebagai jurnal informasi, komunikasi dan edukasi terhadap konsep, gagasan/ide dan kegiatan/hasil-hasil pengabdian pada masyarakat serta kegiatan/hasil-hasil penelitian maupun informasi lainnya yang bersifat ilmiah dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 111 Documents
Pengelolaan Sumberdaya Rawa Gambut Dengan Pertanian Sistem Vertikultur Di Desa Tanjung Taruna Kabupaten Pulang Pisau Kevin Agus Trianto; Wendi Setiawan; Achmad Faried Rindhianto; Dewi Anggrieni; Shinta P. Yuptriani; Riza Fahlifi; Agung Prasetyo; Muhammad Rizal; Josua Situmorang; Dhea Rahmadini; Enrico Rafael Siahaan; Deden Priyatna Sumantri; Megawati Sinambela; Rossyta Aprilyani; Sri Endang Agustina Rahayuningsih
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.453 KB) | DOI: 10.52850/jpmupr.v8i1.3410

Abstract

Desa Tanjung Taruna merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, terletak di daerah dalam kawasan dataran rendah, kawasan rawa gambut dan daerah aliran sungai Kahayan. Kondisi pemukiman dengan model rumah panggung dibangun pada lahan sempit, tingkat pendidikan mayoritas SD-SMP dengan mata pencaharian umumnya penangkap ikan sehingga pengetahuan, keterampilan serta perekonomiannya masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan kegiatan Program Hibah Bina Desa (PHBD) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesejahteraan masyarakat. Metode kegiatan dilakukan dengan melakukan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan tentang budidaya sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA) dengan sistem vertikultur sebagai alternatif solusi pertanian pada lahan sempit. Sistem vertikultur dilakukan dengan memanfaatkan kayu-kayu bekas, talang bekas untuk dijadikan tempat bertanam, pembuatan kompos organik. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi peserta cukup bagus dengan jumlah peserta sosialisasi sebanyak 35 orang dan peserta pelatihan sebanyak 38 orang. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa peserta menjadi bertambah pengetahuan,keterampilan dan wawasan dalam memanfaatkan hijau yang tumbuh di rawa gambut menjadi kompos organik yang digunakan dalam budidaya sayuran dan toga sistem vertikultur dan dapat dijadikan tambahan penghasilan untuk dijual
Penggunaan Penyaring Air Serbaguna Bio-Multi Filter Model Sarang Tawon Sebagai Penjernih Air di Desa Bukit Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau Allan Restu Jaya; I Made Kamiana; Hendro Suyanto; Haiki Mart Yupi; Dwi Anung Nindito; Raden Haryo Saputra; Nomeritae
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.551 KB) | DOI: 10.52850/jpmupr.v8i1.3962

Abstract

Ketersediaan air bersih di pedesaan secara umum, masih dirasakan kurang termasuk di Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, terutama terkait pemanfaatan sumber daya air yang berasal dari Sungai Kahayan, hal itu disebabkan keadaan air bakunya secara fisik masih terlihat keruh dan berwarna kecokelatan. Oleh karena itu, untuk dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat perlu dilakukan upaya agar air bisa lebih baik dan lebih jernih secara fisik khususnya untuk air baku dari Sungai Kahayan, yaitu dengan cara menerapkan teknologi tepat guna berupa Penyaringan Air Serbaguna Bio-Multi Filter Model Sarang Tawon. Dalam rangka ikut membantu terwujudnya air bersih yang baik sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen UPR berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program penerapan teknologi tepat guna untuk masyarakat dengan memberikan Penyaring Air Serbaguna untuk melindungi masyarakat dari penyakit yang berasal dari air yang dikonsumsi. Target dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat Desa Bukit Rawi. Metode yang digunakan adalah demonstrasi pembuatan dan pemakaian alat serta serah terima alat sebagai solusi kepada mitra yaitu masyarakat Desa Bukit Rawi. Kesimpulan dari program pengabdian ini dengan adanya pemanfaatan Penyaring Air Serbaguna Bio-Multi Filter Model Sarang Tawon di desa dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama berkaitan dengan tersedianya air yang bersih dan jernih.
Meningkatkan Penghasilan Petani Sengon untuk Mendukung Restorasi Kawasan Gambut dengan Model Agroforestri di Desa Gohong, Kabupaten Pulang Pisau Yeprin Ari Pradana; Yolanda Yussy; Jembar; Adi Jaya; Emmy Uthanya Antang; Haris Gunawan
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1612.922 KB) | DOI: 10.52850/jpmupr.v8i1.3970

Abstract

Sejak kebakaran hutan dan lahan gambut Tahun 2015, Pemerintah Republik Indonesia membentuk Badan Restorasi Gambut dengan program utama melakukan restorasi gambut dengan berdasarkan pada Pembasahan kembali (P1), Penanaman pohon (P2) dan Pemberdayaan ekonomi masyarakat (P3) di kawasan lahan gambut. Pada aspek penanaman pohon (P1) akan menjadi menarik minat masyarakat bila dapat dilakukan dengan kombinasi dengan tanaman yang bernilai ekonomi sekaligus juga secara ekologi memungkinkan. Hal ini sejalan dengan perubahan paradigma pengelolaan hutan yang juga sekaligus mensejahterakan masyarakat. Secara umum masyarakat dapat melakukan kegiatan usahatani apabila mereka bisa memperoleh penghasilan yang sifatnya harian (diantaranya berupa tanaman semusim) dan juga jangka panjang berupa tanaman tahunan. Secara ekologis, kombinasi pohon dan tanaman pertanian memungkinkan apabila pada awal pertumbuhannya, tutupan tajuk pohon masih memungkinkan masuknya sinar matahari dan tanaman semusim yang dipilih membutuh naungan dalam jumlah tertentu. Tujuan pengimplementasian agroforestri di daerah ini tidak lepas dari pengelolaan yang lebih mudah dibandingkan dengan bentuk usahatani pertanian umumnya seperti padi sawah atau pertanian monokultur lainnya. Agroforestri juga dinilai dapat memberikan banyak alternatif pendapatan dan produk yang lebih banyak bagi masyarakat di Desa Gohong. Kegiatan kegiatan yang didanai oleh BRG dilakukan pada lahan masyarakat yang memiliki pertanaman dengan pola agroforestri baik tanaman karet, sengon maupun pohon lainnya. Kajian berupa karakterisasi sifat lahan gambut dan aspek biofisik lainnya terkait dengan pertumbuhan tanaman seperti pencahayaan, kelembaban, pertumbuhan tanaman serta pendapatan petani saat ini, selain itu juga dilakukan pengamatan terhadap pola agroforestri yang telah dikembangkan tersebut dan upaya perbaikan yang harus dilakukan.
Pengembangan Agroekowisata Terintegrasi di Lahan Gambut Di Kalimantan Tengah Adi Jaya; Emmy Uthanya Antang; Cakra Birawa; Lilis Supriati; Salampak; Haris Gunawan
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.242 KB) | DOI: 10.52850/jpmupr.v8i1.3971

Abstract

Kegiatan yang dilakukan pada Kawasan Kanal Kalampangan, Blok C eks PLG, lebih diarahkan pada kegiatan restorasi gambut untuk mendukung pengembangan kegiatan ekowisata dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada di kawasan ini. Posisi kawasan yang tidak jauh dari Palangka Raya, menjadikan lokasi ini penting dan mempunyai keunggulan. Kegiatan yang dikembangkan pada dasarnya sebagai wahana pendidikan tentang gambut yang akan meliputi pemahaman sifat dan ciri gambut, pemanfaatan lahan gambut (utamanya untuk kegiatan pertanian) dan dampak lingkungan yang ditimbulkan serta kegiatan restorasi gambut. Semua objek yang rencananya ditampilkan dalam jalur jalan sepanjang 5-6 km tersebut, diinisiasi melalui pendanaan dari BRG dan selanjutnya diharapkan para stakeholder terkait gambut melakukan investasi dengan membangun sarana wisata tersebut. Hakekat dari kegiatan agroekowisata, selain sebagai wahana pendidikan, juga diharapkan masyarakat di kawasan tersebut menjaga kawasan gambut dari kerusakan terutama akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap musim kemarau. Kegiatan awal yang dilakukan dengan pendanaan dari BRG mencakup 3R yakni rewetting, revegetasi dan revitalisasi ekonomi masyarakat.
Pengembangan Usahatani Masyarakat dalam Upaya Restorasi Lahan Gambut di Kampung Misik, Kalimantan Tengah Emmy Uthanya Antang; Lilis Supriati; Adi Jaya; Haris Gunawan
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.68 KB) | DOI: 10.52850/jpmupr.v8i1.3978

Abstract

Kerusakan lahan gambut disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya pemanfaatan dengan membuat saluran-saluran drainase yang berlebihan, sehingga lahan gambut basah menjadi kering, dan rawan untuk kejadian kebakaran berulang. Pemerintah Indonesia membentuk Badan Restorasi Gambut yang bertujuan untuk percepatan pemulihan kawasan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut. Kegiatan Pengembangan masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan pendapatan masyarakat melalui usahatani masyarakat di kawasan target prioritas restorasi gambut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani di Kampung Misik mengusahakan lahan dengan tidak melakukan pembakaran. Kegiatan pertanian adalah sayur, buah-buahan, yaitu: jagung manis, melon, gambas, pare, bawang daun, dan cabe. Luas lahan yang diusahakan oleh petani rata-rata 550m2, dengan rata-rata pendapatan per periode tanam sebesar Rp. 3.786.417,- atau Rp. 1.262.139,- per bulan, dengan rasio penerimaan dan biaya (R/C) yang paling baik adalah usahatani tanaman pare dengan nilai 7, sedangkan yang terkecil adalah jagung manis, terung, dan melon dengan nilai 3. Penguatan usahatani masyarakat melalui suntikan modal usaha dapat digunakan sebagai modal usahatani berikutnya. Beberapa petani dapat mengembangkan usahataninya dalam bentuk luasan tanam ataupun ragam usahataninya. Pembentukan modal usahatani saat ini telah dimulai dengan adanya kewajiban iuran setiap bulan yang disampaikan dalam pertemuan rutin setiap bulan.
Pelatihan Penggunaan Model E-Learning Edmodo dan Pemanfaatan Google Form Sebagai Media Pembelajaran Debora; Cakra Birawa; Beta Centaury February Lahirni
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.816 KB) | DOI: 10.52850/jpmupr.v8i2.4057

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat searah dengan tujuan dari program Dosen Pendukung SDM Unggul di era revolusi Industri 4.0 dan persiapan menuju era Society 5. Secara khusus dalam kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat adalah: (1) memberikan pengalaman menggunakan salah satu model e-learning, yaitu Edmodo sebagai penunjang kegiatan pembelajaran online; (2) memberikan motivasi kepada guru untuk kreatif dalam memberikan materi pelajaran memanfaatkan aplikasi Google form serta (3) mendampingi guru dalam merancang pembelajaran online menggunakan model e-learning Edmodo. Metode pembelajaran yang digunakan adalah diskusi, tanya jawab, demontrasi dan latihan/praktik, serta pendampingan. Sasaran dalam kegiatan Pengabdian ini adalah Guru SD Mitra, yaitu SDN 8 Menteng dan SDN 6 Panarung di Palangka Raya. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan dilakukan evaluasi yang meliputi tanggapan peserta pelatihan secara keseluruhan tentang pelatihan yang diselenggarakan, penyampaian materi serta fasilitas penyelenggara pelatihan. Hasil dari pelatihan ini guru-guru termotivasi untuk kreatif serta inovatif dalam pengelolaan pembelajaran menggunakan model e-learning Edmodo serta berkreasi menggunakan Google form sebagai media pembelajaran. Diharapkan penyelanggaraan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui pelatihan adaptasi teknologi dapat diteruskan secara berkelanjutan di sekolah.
Pengembangan Usaha Mikro Melalui Pemanfaatan Buah Semangka Di Desa Henda Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Alexandra Hukom
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.668 KB) | DOI: 10.52850/jpmupr.v8i2.4058

Abstract

Desa Henda adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau. Hasil identifikasi potensi dan permasalah desa diketahui bahwa desa Henda memiliki potensi yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu pada sektor perkebunan semangka dan unit usaha mikro kecil tidak berkembang karena belum memiliki produk jual yang bervariasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemanfaatan hasil perkebunan semangka yang ada di Desa Henda sebagai suatu produk baru yang dikembangkan oleh usaha mikro kecil Desa Henda. Pembuatan produk baru yang didesain adalah selai buah semangka. Pada masa pandemi, proses pelaksaan pengabdian masyarakat di Desa Henda dilakukan melalui pembuatan video dan buku panduan yang disebarkan ke sasaran yaitu ibu-ibu kelompok PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang juga merupakan petani semangka. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) ini, masyarakat desa merasa terbantu karena menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat terutama bagi ibu-ibu PKK petani Desa Henda.
Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa Dirung Koram Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas Andi Tenri Abeng; Fikri Rahmadi; Septi Ayu Pratama; Sisi Eka Sari; Eva Wulandari; Muhammad Rasyid Ridho Ramlan; Siska; Pebi Wira Buana Paliapadang; Grace Rosally Monica; Muhamad Iqbal Ridhani; Evlin Lia Syaula B S; Elfrido Antasias; Krisna Murti
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.117 KB) | DOI: 10.52850/jpmupr.v8i2.4059

Abstract

Dirung Koram Village is part of Kapuas Regency, located in Kapuas Hulu District, Central Kalimantan. Dirung Koram was previously a hamlet part of the Tangirang village area. However, due to development and population growth, Dirung Koram was formed. Judging from the geographical conditions, Dirung Koram village is a village that can be said to have been left behind in several aspects, such as in terms of information technology so that important news from outside can not be obtained so quickly by the community, both from newspapers, television, and the internet. As a result, people have very little information, especially about the Covid-19 disease. Moreover, the village's location is quite far from other villages, and also from the socio-economic situation this village is still classified as very low which has an impact on the health of children. So, efforts were made to prevent the spread of Covid-19 by socializing the application of health protocols, stunting socialization, the Karhutla program (Forest and Land Fires), and installing banners to adopt new habits in Dirung Koram village. Through this method, it is hoped that the public can understand and be critical of the problems that are currently happening.
Penerapan Teknologi Pengendalian Penyakit Cabe Rawit Bagi Kelompok Tani di Kelurahan Kalampangan Lilies Supriati; Oesin Oemar; Sunaryo N. Tuah; Muhammad Saleh
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.367 KB) | DOI: 10.52850/jpmupr.v8i2.4062

Abstract

Tujuan kegiatan untuk menerapkan teknologi pengendalian penyakit busuk buah melalui demplot tiga varietas cabe rawit yang dipadukan dengan trichokompos dan fungisida nabati ekstrak daun gelinggang bagi kelompok tani di Kelurahan Kalampangan. Metode kegiatan dengan memberikan pelatihan: 1) teknologi pembuatan fungisida nabati ekstrak daun gelinggang menggunakan EM4, 2) teknologi pembuatan trichokompos, dan 3) pendampingan aplikasi tricho kompos dan fungisida nabati ekstrak daun gelinggang pada demplot 3 varietas tanaman cabe rawit, serta pengamatan intensitas serangan penyakit busuk buah, bobot panen cabe rawit (kg) dan analisa ekonomi sederhana. Hasil penerapan teknologi pengendalian penyakit busuk buah (Colletotrichum sp.) menunjukkan intensitas serangan penyakit yang terjadi antara 6,3 – 19,5%, termasuk dalam ketegori serangan ringan dimana intensitas serangannya <25%. Berusaha tani cabe rawit varietas Cakra Putih tampak lebih menguntungkan dibanding varietas Dewata dan Baskara, dimana serangan penyakit yang terjadi lebih rendah sedangkan yang tertinggi terdapat pada varietas Baskara.
Pelatihan Manajemen Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi Koperasi Fitria Husnatarina
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.853 KB) | DOI: 10.52850/jpmupr.v8i2.4064

Abstract

Koperasi sebagai suatu lembaga ekonomi mempunyai peran yang cukup penting didalam perekonomian Indonesia. Sesuai dengan UUD 1945, bahwa pembangunan koperasi di Indonesia merupakan suatu amanat rakyat dan hasilnya juga untuk kepentingan rakyat itu sendiri. Tata kelola koperasi yang baik sangat tidak mungkin dipisahkan dari sistem pengelolaan serta manajemen pengelolaan keuangan koperasi yang berlandaskan kepada transparasi dan akuntabilitas. Sebagian besar koperasi mengalami kendala bagaimana pada kemampuan untuk memahami sistem akuntansi dan manajemen pengelolaan keuangan pada koperasi, sehingga dirasa menjadi sangat penting untuk memberikan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia penggurus koperasi untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan untuk melaksanakan pengelolaan keuangan koperasi sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku dan juga disesuaikan dengan karakteristik koperasi yang menjadi landasan penting dilaksanakannya pelatihan Akuntansi dan Manajemen pengelolaan Keuangan Koperasi yang di laksanakan bagi koperasi yang ada di Kabupaten Murung Raya, dengan jumlah peserta 48 (empat puluh delapan) orang dari pengurus koperasi dalam lingkup Kabupaten Murung Raya, dengan pemberian materi selama 3 (tiga) hari. Pelatihan menunjukkan hasil bahwa semua materi yang disampaikan kepada penggurus koperasi dapat diterima dengan baik sehingga soal latihan yang diberikan dapat dikerjakan dengan pemahaman dalam rentang baik dan sangat baik.

Page 2 of 12 | Total Record : 111