cover
Contact Name
Diah Astika
Contact Email
jaf@malahayati.ac.id
Phone
+6285269630720
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
JL. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAF (Jurnal Analis Farmasi)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisikan hasil penelitian di bidang analisa obat, obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum yang ingin mengetahui mengenai informasi mengenai keamanan obat, bahan pangan, kosmetik,serta informasi nilai gizi pangan dan informasi terkait lainnya
Articles 228 Documents
PENETAPAN KADAR BESI (Fe) PADA DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL ANEMIA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Diah Astika Winahyu; Agustina Retnaningsih; Tries Saraswati
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.375 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2805

Abstract

Daun tapak liman merupakan jenis rumput-rumputan yang tumbuh sepanjangtahun. Kandungan senyawa yang terdapat dalam daun tapak liman antara lain zatbesi, elephantopin, dan deoxyelephanthopin. Daun tapak liman dapat digunakansebagai obat tradisional untuk anemia karena terdapat kandungan zat besi. Zat besimerupakan mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar zat besi (Fe) yang terkandung dalam daun tapak liman. Sampel didapatkan dari salah satu daerah yang tumbuh tanaman tapak liman dengan subur. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil daun dimulai dari daun ke-3 setelah pucuk. Alat yang digunakan untuk analisis zat besi yaitu Spektrofotometri Serapan Atom menggunakan lampu katoda Fe pada panjanggelombang 248,40 nm. Dari hasil penyerapan panjang gelombang diperolehpersamaan garis regresi linier yaitu y = 0,0929x + 0,011 dengan koefisien korelasi (r) yaitu 0,9989. Pengukuran kadar zat besi dilakukan sebanyak tiga kali, diperoleh kadar zat besi pada pengukuran 1 sebesar 24,463 mg/100gram, pengukuran 2 sebesar 24,367mg/100gram, dan pengukuran 3 sebesar 24, 345mg/100gram. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kadar rata-rata zat besi dari daun tapak liman yaitu 24,392 mg/100g.Kata kunci : Fe, Anemia, Daun Tapak Liman, SSA
DAYA TOLAK NYAMUK GELEKSTRAK KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.)TERHADAPAedes aegypti L. Dewi Chusniasih; Tutik Tutik
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.875 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i2.2235

Abstract

Indonesia merupakan daerah tropis sehingga berisiko untuk terjangkit penyakit tropis seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dapat menyebabkan kematian pada manusia. Vektor utama penyakit DBD adalah nyamuk Aedes aegypti L. yang berperan utama sebagai host virus Dengue Haemorrhagic Fever (DHF). Sampai saat ini belum ada vaksin yang efektif terhadap virus DHF, sehingga pencegahan ditujukan dengan menghindari gigitan nyamuk, salah satunya dengan menggunakan repelen (anti nyamuk).Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya tolak nyamuk ekstrak kulit buah kakao sebagai repelennyamuk Aedes aegypti L. dalam sediaan gel.Ekstrak kulit buah kakao diharapkan mampu mencegah nyamuk hinggap sehingga dapat bermanfaat dalam usaha pencegahan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.Uji daya tolak nyamuk dilakukan pada 25 ekor nyamuk Aedes aegypti selama 15 menit dan dicatat waktu pertama kali nyamuk hinggap.Pengujian dilakukan pada gel dengan konsentrasi ekstrak 0% (kontrol), 6%, 8%, 10%, dan 12%.Berdasarkan uji daya tolak nyamuk gel ekstrak aseton kulit buah kakao efektif mencegah nyamuk hinggap selama 15 menit.Semakin besar konsentrasi ekstrak, semakin lama pula waktu pertama kali nyamuk hinggap. Gel dengan konsentrasi 10% rata-rata waktu nyamuk pertama kali hinggap pada detik ke 855, dan pada konsentrasi 12% tidak ada satupun nyamuk yang hinggap dalam 15 menit pengujian.Semakin besar konsentrasi ekstrak pada gel, semakin besar pula rata-rata waktu nyamuk pertama kali hinggap pada lengan.Kata kunci: Antinyamuk, Repelen, ekstrak aseton, kulit buah kakao(Theobroma cacao L).
ANALISA KADAR NIKOTIN PADA TEMBAKAU DENGAN PERLAKUAN DALAM BENTUK ROKOK LINTINGAN DAN ROKOK KRETEK DI PASAR MANDALA, LAMPUNG TENGAH MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Ade Maria Ulfa; Diah Astika Winahyu; Desti Galuh Anggraini
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.38 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i3.1154

Abstract

Tembakau merupakan jenis tanaman yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Indonesia. Kegunaan utama tembakau adalah sebagai bahan baku pembuatan rokok sigaret kretek, rokok filter, rokok lintingan dan biasa juga digunakan sebagai tembakau susur. Nikotin zat kimia yang terkandung dalam rokok, nikotin bersifat adiktif (kecanduan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nikotin pada tembakau dengan perlakuan rokok lintingan dan rokok kretek yang beredar di wilayah Pasar Mandala, Lampung Tengah apakah kadar nikotin yang diizinkan dalam sebatang rokok memenuhi persyaratan Peraturan Pemerintah No. 81 tahun 1999 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan yaitu 1,5 mg/batang. Sampel yang digunakan adalah sampel tembakau dengan perlakuan dalam bentuk rokok lintingan dan rokok kretek pada pedagang yang berbeda. Analisis kuantitatif nikotin ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Dari hasil penelitian dengan panjang gelombang (λ) 261 nm dengan persamaan y= b.X+a sehingga diperoleh koefisien korelasi (r) 0,9996. Hasil penelitian menunjukkan kadar rata-rata nikotin dalam ekstrak tembakau matahari sebesar 0,74 mg/batang, sampel rokok kretek sebesar 0,80 mg/batang. Hal ini menunjukkan bahwa kedua sampel tersebut diperoleh hasil kadar nikotin yang diizinkan dalam sebatang rokok memenuhi syarat Peraturan Pemerintah No.81 tahun 1999 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan yaitu 1,5 mg/batang. Kata Kunci:Nikotin, tembakau, spektrofotometri UV-Vis. 
PENETAPAN KADAR ALKALI BEBAS PADA SABUN CUCI KRIM YANG DIJUAL DI MINI MARKET SECARA ASIDIMETRI Puput Kusuma Dipaningrum; Ade Maria Ulfa; Sudewi Mukaromah Khoirunnisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.877 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5956

Abstract

Laundry soap cream is one PKRT (Household Health) which is used to clean equipment and to wash clothes. The main constituent component of fat and soap is alkaline, where if there is excess base does not react with the excess fat there will be alkali-free. If in the soap containing alkali-free high, it can cause skin irritations such as rough skin, flushed, sometimes there are small spots of water and cause itching. Limit allowed in the free alkali soap cream by the Indonesian National Standard 06-2048-1990 ie a maximum of 0.1%. This study aims to determine the levels of free alkaline detergent contained in the cream is sold in the mini market of Bandar Lampung. The method used is acidimetry, where the principle is the determination of free alkaline by neutralizing acids and bases. In this study HCl titrant used is a strong base that is titrated by using a strong acid, an indicator used is phenolpthalien with stretch pH 8.2 to 9.6 and endpoint occurring from pink to white. From the results obtained with the sample five different brands the average level of alkali-free for sample A: 3.06% B: 2.86%, C: 1.08%, D: 0.40%, E: 1.11 %. Based on the research results obtained showed that the alkali-free in all samples of soap cream does not meet the requirements of the maximum levels of Indonesian National Standard 06-2048-1990 ie 0.1%.
PENETAPAN KADAR TIMAH (Sn) PADA SUSU KEMASAN KALENG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Robby Candra Purnama; Agustina Retnaningsih; Hernanda Romadona Putri
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.998 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3979

Abstract

Susu kental manis kemasan kaleng merupakan bahan minuman yang istimewa bagi manusia karena memiliki kelezatan dan komposisi yang ideal dan bergizi tinggi. Susu biasanya dikemas dalam berbagai macam wadah seperti plastik, alumunium foil, dan kaleng. Pengemasan susu hendaknya dapat melindungi produk dari kontaminasi, mempertahankan nilai gizi, danagar dapat disimpan lebih lama. Oleh karena itu kemasan kaleng banyak digunakan sebagai pengemas susu. Untuk itu dilakukan penelitian tentang penetapan kadar logam timah pada susu kental manis kemasan kaleng dengan metode spektrofotometri serapan atom. Sampel diambil dari tiga tempat yaitu pasar tradisional, warung sembako, dan minimarket yang didahului dengan variasi destruksi basah, dimana proses pendestruksiannya dilakukan dengan beberapa variasi yaitu variasi pelarut : HCl pekat, dan HNO3 pekat, variasi tempat penjualan, serta variasi keutuhan kemasan. Hasil penelitian menunjukkan, semua sampel tidak mengandung timah. Kadar logam timah yang didapatkan yaitu pasar -52,8879 mg/kg, market -52,7326 mg/kg, dan warung -43,2553 mg/kg tidak melebihi batas maksimum yang ditetapkan dalam SNI No: 2971:2011 yaitu maksimal 40,0 mg/kg.Kata kunci :Sn, Susu Kental Manis Kemasan Kaleng, SSA.
PENGARUH KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL YANG DIBERI BUAH BIT DI PUSKESMAS NGAMBUR KABUPATEN PESISIR BARAT TAHUN 2017 ike ate yuviska; Dina Cilvina Anggani
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.197 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2788

Abstract

anemia pada Kenamilan merupakan masalan nasional Karena mencerminkankeadaan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan hasil prasurvey yang telah peneliti lakukan pada tanggal 10-12 Februari 2017 di Puskesmas Ngambur Kabupaten  Pesisir Barat berdasarkan data rekam medik terdapat 86 ibu hamil yang melakukanpemeriksaan kehamilan dimana 32 ibu hamil mengalami anemia. Tujuan daripenelitian ini adalah diketahui pengaruh kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamilyang diberi Buah Bit di Puskesmas Ngambur Kabupaten Pesisir Barat tahun 2017.Jenis Penelitian Kuantitatif, rancangan penelitian metode quasi eksperimendengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi seluruh ibu hamil trimester II sebanyak 23 orang. Sampel sebanyak 15 orang dengan kriteria inklusi Responden yang sedang hamil TM II, Responden dengan kesadaran penuh dan bersedia menjadi subjek penelitian. Dengan teknik sampling purposive sampling. Analisa data dengan uji T-test.Hasil penelitian menunjukan rata-rata hemoglobin sebelum intervensi 10.20,sesudah dilakukan intervensi sebesar 10.73. Diketahui Ada pengaruh kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang diberi Buah Bit di Puskesrnas Ngambur Kabupaten Pesisir Barat tahun 2017.Hasil uji t didapat p value 0,000 < a (0,05). Disarankan bagi tenagakesehatan khususnya bidan agar menganjurkan kepada ibu hamil untukmengkonsumsi buah bit sebagai pendamping Fe karena dapat menaikankadar hemoglobin pada ibu hamil.Kata Kunci : Buah Bit, Kadar hemoglobin
MUTU HEDONIK DAN TINGKAT KESUKAAN KOMBINASI AIR REBUSAN DAUN SIRIH DAN KAYU SIWAK SEBAGAI KANDIDAT OBAT KUMUR Yustin Nur Khoiriyah; Sri Wahyuni
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.462 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2141

Abstract

ABSTRAKKombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak memiliki konsentrasi daya hambat terkecil yaitu 30% terhadap bakteri penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans [8]. Kemampuan tersebut menjadi dasar pengembangan formula obat kumur alami, dimana dalam pemanfaatannya perlu dilakukan uji kelayakan terhadap pengguna. Maka penelitian ini dilakukan penilaian mutu hedonik dan tingkat kesukaan dari kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak sebagai kandidat obat kumur. Jenis penelitian eksperimen dengan rancangan post test only. Jumlah sampel uji mutu hedonik dan tingkat kesukaan, berturut-turut yaitu 25 dan 100 orang dengan usia 16-17 tahun. Hasil penilaian mutu hedonik yaitu nilai mutu baik dengan rentang nilai rerata tanggapan yaitu 3,6 – 4,18 (skala 0-6). Tingkat kesukaan masih rendah, dimana nilai rerata tanggapan berada pada rentang 2,3 – 3,55 (skala 0-6). Keenam parameter yang telah dinilai, tiga diantaranya diberi tanggapan pada rentang agak baik dan baik serta agak disukai yaitu aroma, rasa dan sensasi di mulut. Parameter kejernihan dan warna, tekstur dan kekentalan serta penampilan umum diberi tanggapan baik dan disukai. Peningkatan mutu aroma, rasa dan sensasi di mulut perlu dilakukan dengan memberikan bahan tambahan seperti aroma dan perasa buah-buahan serta daun mint untuk sensasi segar di mulut.Kata kunci : Kombinasi, rebusan, sirih, kayu siwak, mutu hedonik, tingkat kesukaan, obat kumur
PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KERSEN (Muntingia calabura L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Diah Astika Winahyu; Nofita N; Rahma Dina
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.303 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2823

Abstract

Daun dan buahnya memiliki senyawa saponin, flavonoid dan tanin yangberkhasiat sebagai obat. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat dan untuk mengetahui adakah perbedaan yang signifikan antara keduanya dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Pada ujji kualitatif ekstrak etanol dan etil asetat dilakukan menggunakan reaksi warna. Pada ujji kuantitatif menggunakan larutan induk quersetin yang dianalisa menggunakan spektrofotometer UV-Vis didapatkan panjang gelombang maksimum 438 nm. Hasil kualitatif ekstrak etanol terbentuk warna jingga dan ekstrak etil asetat terbentuk warna kuning yang menandakan sampel mengandung flavonoid. Hasil analisa kuantitatif kadar rata-rata flavonoid ekstrak etanol yaitu 5,12 % dan ekstrak etil asetat yaitu 52,56 % dengan waktu maserasi selama 2 hari. Hasil statistik menggunakan uji t didapatkan nilai thitung 234,0661 lebih besar dari ttabel dengan nilai derajat kebebasan 4 dengan tarafkepercayaan 99% yaitu 4,60. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan kadar flavonoid ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat.Kata kunci : Daun kersen, flavonoid, spektrofotometri UV-Vis.
PENETAPAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DAGING BURGER SAPI YANG DIJUAL DI PINGGIR JALAN PKOR WAY HALIM BANDAR LAMPUNG SECARA SEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Arum Dinda Bestari
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.827 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2777

Abstract

Burger daging sapi merupakan produk olahan daging sapi yang digiling dan dihaluskan, kemudian diaduk dengan lemak sampai tercampur bumbu. Timbal dalam daging burger sapi dapat mengakibatkan toksisitas apabila kadarnya melebihi persyaratan BPOM yaitu 1,0 mg/kg. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan timbal pada daging burger sapi yang dijual dipinggir jalan PKOR Way Halim Bandar Lampung secara spektrofotometri serapan atom. Penelitian ini menggunakan 3 sampel burger sapi dengan pengambilan sampel berdasarkan stratified random sampling yaitu pengambilan dengan jarak <10 meter, ± 10 meter, >10 meter. Sampel di uji secara kualitatif dan kuantitatif pada uji kualitatif sampel ditambahkan dengan beberapa tetes pereaksi, sampel tidak terbentuk endapan putih, dengan artian sampel tidak mengandung timbal. Pada uji kuantitatif sampel ditimbang kemudian dimasukkan kedalam vessel, lalu ditambahkan HNO3 dan H202 lalu dimasukkan kedalam alat microwave selama 25 menit dengan suhu 480°C, kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometri serapan atom dengan panjang gelombang 283,3 nm. Hasil analisis kuantitatif kadar timbal rata-rata dalam sampel A, B, C yaitu : -0,9289 mg/kg, -0,9571 mg/kg, -1,7420 mg/kg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sampel negatif mengandung timbal (Pb). Kata kunci : Burger sapi, timbal, spektrofotometri serapan atom.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID PADA KULIT BATANG KAYU RARU(CotylelobiummelanoxylonP) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Diah Astika Winahyu; Agustina Retnaningsih; Marisa Aprillia
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.541 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i1.1304

Abstract

DETERMINATION OF FLAVONOID LEVELS IN RARU WOOD STONE (CotylelobiummelanoxylonP) WITH METHOD UV-VIS SPECTROFOTOMETRYRaru (Cotylelobium melanoxylon Pierre) is one group of tropical forest plants endemic to Indonesia from the dipterocarpaceae family. Raru is a term for a group of bark types which is added to palm juice which aims to improve the taste and alcohol content of beverages and preserve traditional palm wine drinks. Raru wood bark has active compounds of flavonoids, tannins and saponins which have hypoglycemic activity or lower blood sugar levels. Flavonoids are polyphenol compounds which have biological activities such as antioxidants, antibacterials, anticholesterol, antihyperlipidemia, antiviral, antidiabetic, anti-inflammatory, anticancer. This study aims to determine the levels of flavonoids found in raru wood bark with UV-Vis spectrophotometry method. The samples were tested qualitatively and quantitatively. In the qualitative test ethanol extract of raru bark was done using a color reaction. In quantitative tests using quercetin mother liquor were analyzed using UV-Vis spectrophotometer with a maximum wavelength of 438 nm. A linear regression line equation is obtained which is y = 0.0065x + 0.014 with the correlation coefficient (r) is 0.9973. The qualitative results of the ethanol extract of the rattan bark are red which indicates the sample contains flavonoids. The results of quantitative analysis of the average level of flavonoids in ethanol extract of raru bark were 3.6922%. Keywords:     raru bark, flavonoid, UV-Vis spectrophotometryRaru (Cotylelobium melanoxylon Pierre) merupakan salah satu kelompok tumbuhan hutan tropis endemik Indonesia dari famili dipterocarpaceae. Raru merupakan sebutan untuk kelompok jenis kulit kayu yang ditambahkan pada nira aren yang bertujuan untuk meningkatkan cita rasa dan kadar alkohol minuman serta mengawetkan minuman tradisional tuak. Kulit batang kayu raru memiliki senyawa aktif flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar gula darah. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang memiliki aktivitas biologi seperti  antioksidan, antibakteri, antikolesterol, antihiperlipidemia, antivirus, antidiabetes, antiradang, antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid yang terdapat pada kulit batang kayu raru dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel diuji secara kualitatif dan kuantitatif. Pada uji kualitatif ekstrak etanol kulit batang kayu raru dilakukan menggunakan reaksi warna.Pada uji kuantitatif menggunakan larutan induk quersetin yang dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan didapatkan panjang gelombang maksimum 438 nm. Diperoleh persamaan garis regresi linier yaitu y = 0,0065x + 0,014 dengan koefisien korelasi (r) adalah 0,9973. Hasil kualitatif pada ekstrak etanol kulit batang kayu raru terbentuk warna merah  yang menandakan sampel mengandung flavonoid. Hasil analisa kuantitatif kadar rata-rata flavonoid pada ekstrak etanol kulit batang kayu raru yaitu 3,6922 %. Kata kunci:    Kulit batang kayu raru, flavonoid, spektrofotometri UV-Vis.

Page 2 of 23 | Total Record : 228