cover
Contact Name
Setio Dharma
Contact Email
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Editorial Address
Jl. Johor No. 47, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27983048     DOI : https://doi.org/10.55649/skenoo
Teologi: Teologi Sistematika, Pengajaran Tabernakel, Tahbisan, Berita Mempelai. Penelitian Biblikal: Tafsir Perjanjian Lama, Tafsir Perjanjian Baru, Pengembangan Metode Tafsir, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru. Misi dan Pertumbuhan Gereja: Teologi Penginjilan, Strategi Penginjilan, Misiologi, Pelayanan Lintas Budaya, Pertumbuhan Gereja, Misi Kontekstual, Pembinaan Warga Gereja, Sejarah Gereja. Pastoral: Teologi Pastoral, Pastoral Konseling, . Kepemimpinan: Teologi Kepemimpinan, Etika Kristen atau Gereja, Manajemen Gereja Pendidikan Agama Kristen : Pendidikan Kristiani dalam Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat, Teologi PAK, Strategi Pembelajaran, Manajemen PAK
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2023): Juni" : 7 Documents clear
Kajian Teologis Konsep Kenosis dan Implikasinya Terhadap Penempatan Pendeta di Gereja Toraja Mamasa Meriani Bintoen
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.42

Abstract

Para pendeta dalam lingkup pelayanan Gereja Toraja Mamasa (GTM) kemungkinan besar memiliki rasa khawatir ketika dimutasi ke tempat yang lebih sederhana. Hal ini dikarenakan sebagian besar tempat pelayanan GTM berada di daerah pelosok. Berdasarkan hal tersebut, artikel ini berupaya membahas bagaimana implikasi konsep kenosis terhadap penempatan pendeta di GTM. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan studi pustaka. Hasil penelitian menyatakan bahwa teologi kenosis berimplikasi terhadap penempatan Pendeta di GTM. Pertama, setiap pendeta perlu menyadari bahwa kenosis Kristus menjadi teladan bagi setiap pelayan Tuhan. Kedua, ketaatan kepada Sinode yang memiliki otoritas memutasi pendeta di tempat yang lain adalah wujud kenosis. Ketiga, kenosis mengajarkan sikap rendah hati dalam menerima penempatan dan berusaha menyesuaikan diri dengan hal-hal yang ada di tempat pelayanan yang baru. Keempat, kenosis juga mengajarkan sikap penyangkalan diri untuk siap menerima segala situasi, termasuk kesederhanaan tempat pelayanan.
Mencegah Konflik Dalam Gereja Dengan Penerapan Prinsip-prinsip Pelayanan Berdasarkan Analisis Teologis Efesus 4:11-16 Juwita Georgina Menanga; Alvary Exan Rerung
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.43

Abstract

Realitas sebuah komunitas seperti gereja tentu tidak akan terlepas dari yang namanya sebuah konflik. Gereja diisi oleh orang-orang yang memiliki latar belakang kehidupan berbeda-beda yang menjadi pemicu utama terciptanya sebuah konflik dalam sebuah komunitas. Melihat realitas masalah tersebut, tulisan ini dengan menggunakan metode kualitatif dan studi pustaka berdasarkan analisis teologis Efesus 4:11-16. Teks ini berisi dua hal penting bisa dijadikan dasar rekonsiliasi konflik di gereja: Pertama: Paulus menasihati jemaat yang ada di Efesus agar memiliki kesatuan iman. Kesatuan iman di sini harus dibaca sebagai sebuah kesetaraan dan tidak dibeda-bedakan. Tidak ada yang harus dilupakan, semua orang harus diperlengkapi, dibangun, dinasehati, karena satu dalam sebuah persekutuan. Kedua: Paulus mengatakan bahwa ketika jemaat di Efesus telah mencapai kesatuan iman, maka jemaat telah memperoleh kedewasaan penuh di dalam Kristus. Kedewasaan iman ini akan membuat jemaat untuk terus melangkah maju dengan terus mengedepankan kesatuan komunitas dan menghindari hal-hal yang akan memicu konflik.
Penerapan Kepemimpinan Karismatik Dalam Meningkatkan Spiritualitas Pemuda GPSDI Jemaat Gratia Pattengko Kecamatan Tomoni Timur Yudit Akka; Orin Devisa
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.44

Abstract

Pemuda adalah generasi dan masa depan gereja. Di pundak pemuda diberi tanggung jawab besar atas panggilan Tuhan sebagai generasi Kristen. Dalam spiritualitas ibadah pemuda di GPSDI Jemaat Gratia Pattengko, sebagian pemuda kurang terlibat aktif dalam pelayanan ibadah di gereja dan pemuda hanya mementingkan kepentingan diri sendiri. Oleh karena itu pemuda perlu memiliki iman yang teguh, sehingga tidak mudah terpengaruh  diombang ambingkan oleh berbagai ajaran dan berupa halangan yang dapat membawa kehidupan tidak sesuai dengan iman Kristen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penarapan kepemimpinan karismatik dalam meningkatkan spiritualitas ibadah pemuda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam meningkatkan spiritualitas ibadah pemuda adalah dengan mengarahkan pemuda untuk tetap berdoa, membangun relasi dengan Tuhan, mengadakan pendekatan, membangun komunikasi dengan baik, serta melakukan bimbingan konseling bagi pemuda.
Tugas Orang Kristen Menghadapi Perubahan Zaman: Refleksi Teologis dari Injil Matius Ruat Diana; Thia Monika; Jois Efendi; Afgrita Fendy Christiawan
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.47

Abstract

Perubahan dan perkembangan zaman memiliki pengaruh yang bersifat positif maupun negatif bagi pola pikir manusia, termasuk orang Kristen. Artikel ini bertujuan memaparkan tugas orang Kristen dalam menghadapi perubahan zaman berdasarkan refleksi teologis dari Injil Matius. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan hermeneutik Alkitab. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa untuk menghadapi perubahan zaman, orang percaya diperlengkapi dengan pokok-pokok iman dan dilatih untuk melayani. Orang percaya diberi tugas untuk menjadi penjala manusia sehingga dapat menjadikan segala bangsa murid Kristus. Orang percaya dijadikan garam dan terang bagi dunia. Orang percaya yang telah diampuni di dalam Yesus Kristus harus memiliki perspektif bahwa kasih dapat memberikan tujuan hidup yang abadi. Kasih mestinya menjadi bagian paling utama yang harus dipraktekan. Selain itu, orang Kristen perlu hikmat Tuhan dan diikuti dengan keteladanan hidup yang benar. Oleh sebab itu setiap orang percaya harus menyadari identitas dirinya sendiri dalam menyikapi transformasi yang terjadi dalam masyarakat.
Tantangan Pendidikan Kristen di Tengah Kehadiran Gereja dan Solusinya Bagi Sekolah Menengah Atas Gabriel Dhandi; Yusak Tanasyah; Sutrisno
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.51

Abstract

Kehadiran gereja yang beragam di Indonesia merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi orang percaya. Tetapi hal ini juga dapat menjadi suatu kendala atau tantangan bagi pendidikan Kristen di sekolah. Salah satu pertanyaan perihal doktrinal, aliran sinode mana yang digunakan dalam pendidikan Kristen di sekolah? Bentuk liturgi mana yang akan dipakai saat mengajar pendidikan Kristen di sekolah? Dari sudut pola pengajaran, pola mana yang dipakai? Pola vertikal (evangelical church) atau pola horizontal (ekumenical church)? Karena itu tujuan dari penelitian ini disusun untuk menunjukkan solusi bagi pendidikan Kristen yaitu untuk mencapai tujuan dasar dari pendidikan Kristen tetap berjalan dan tercapai, sekalipun berada di tengah-tengah doktrin dan aliran gereja yang beragam. Metode kualitatif dengan pendekatan literature research, digunakan dalam penelitian ini. Kesimpulan yang didapatkan, pelaksanaan pendidikan Kristen di sekolah harus dengan tujuan dan motivasi yang benar, bersifat terbuka, dapat menerima semua perbedaan  dan keanekaragaman gereja agar tercapai kesatuan dan keesaan gereja di Indonesia.
Prinsip Integritas Guru Pendidikan Agama Kristen Menurut 1 Timotius 4:16 Bimo Setyo Utomo
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.52

Abstract

Guru pendidikan agama Kristen yang memiliki integritas tinggi akan memperlihatkan karakteristik seperti jujur, adil, bertanggung jawab, disiplin, rendah hati, dan sabar dalam mentransformasi hidup siswa. Dalam perkembangannya perlu diakui bahwa integritas guru pendidikan agama Kristen dapat terpengaruh oleh beberapa faktor seperti ketidakjujuran, pengabaian tugas, kurangnya komitmen pada ajaran agama Kristen, serta tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai spiritual dan moral yang diajarkan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menemukan prinsip integritas guru pendidikan agama Kristen menurut 1 Timotius 4:16. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dari teks 1 Timotius 4:16 dengan pendekatan leksikal dan gramatikal yang dielaborasi untuk dijadikan sebuah prinsip integritas yang harus dimiliki oleh guru pendidikan agama Kristen. Hasil penelitian ini mencakup tiga prinsip, yaitu: integritas dalam memperhatikan cara hidup, integritas dalam memperhatikan ajaran, dan integritas dalam mengerjakan keselamatan bagi orang lain.
Perspektif Kristosentris Terhadap Perabotan dan Perkakas Tabernakel: Suatu Makna Rohani Bagi Orang Percaya Paulus Budiono; Setio Dharma Kusuma; Sri Ayu Dyah Utami; Edi Sugianto; Sion Saputra
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.56

Abstract

Penyataan Tabernakel yang cukup mendominasi dalam Alkitab menunjukkan pentingnya studi perihal Tabernakel. Pembahasan akademis literatur bahasa Indonesia tentang Tabernakel masih sangat sedikit dibandingkan dengan pembahasan secara praktika khotbah. Penyataan Allah ini perlu dipahami gereja dalam menghidupi kehendak Tuhan. Tabernakel memberikan suatu gambaran keselamatan Allah dalam Yesus Kristus. Karena itu, artikel ini bertujuan untuk membahas perabotan dan perkakas Tabernakel dari perspektif Kristosentris sebagai pembelajaran rohani bagi orang percaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Allah melalui Tabernakel menyatakan diri-Nya dan diam di tengah-tengah umat-Nya. Pelayanan dalam Tabernakel merupakan gambar bayang keselamatan yang dikerjakan-Nya dalam Yesus Kristus. Ketiga belas perabotan dan perkakas yang ada di dalam Tabernakel memiliki makna rohani masing-masing yang menunjuk pada Yesus Kristus (Kristosentris). Orang percaya perlu menghidupi makna rohani yang dinyatakan. Sementara itu, penelitian lebih lanjut tentang Tabernakel perlu dilakukan guna pemahaman yang semakin progresif & komprehensif.

Page 1 of 1 | Total Record : 7