cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2021)" : 57 Documents clear
Karakterisistik Pertumbuhan Vegetatif Padi Beras Hitam (Podi Itam) Asal Simpang Hulu Kabupaten Ketapang FRANSISKUS DIVANI; DARUSALAM DARUSALAM; TANTRI PALUPI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44878

Abstract

Karakteristik Padi Beras Hitam Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang belum teridentifikasi dengan baik, maka perlu pengembangan lebih lanjut sebagai varietas padi lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter morfologi pertumbuhan padi beras hitam (podi itam) pada fase vegetatif yang ada di Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang. Penelitian ini dilaksanakan dilahan sawah tadah hujan Sui Raya Dalam, Kab. Kubu Raya dimulai pada tanggal 15 Maret sampai 17 Juli 2020. Pada pengamatan karakteristik tanaman mengunakan 100 sampel tanaman dengan jarak tanam 25 x 30 cm. Hasil dari penelitian menunjukkan rata-rata tinggi bibit yaitu 39,29 cm, panjang daun 59,27 cm,lebar daun 1,76 cm, permukaan daun yang tidak berambut, sudut daun bendera 37,65°, warna leher daun yang berwarna hijau muda, warna helain daun Green Group 143 C, warna pelepah berwarna Green Group 143 B, bentuk lidah daun 2-cleft, warna lidah daun Yellow Green Group 145 A, tinggi tanaman berkisar 141,55 cm, jumlah anakan 14, dan sudut batang yaitu 42°.   
PENGARUH DOSIS KOMPOS KULIT PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG PADA TANAH BEKAS TAMBANG BAUKSIT Rendi Wijaya; Warganda .; Elly Mustamir
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos kulit pisang terhadap pertumbuhan dan hasil terong pada bekas tanah tambang bauksit. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kuburaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 4 ulangan, masing masing ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 80 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : a1 = pemberian kompos kulit pisang 1000 g , a2 = 1500 g, a3= 2000 g, a4 = 2500 g, a5 = 3000. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos kulit pisang berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman, panjang rerata buah tanaman dan berat kering per tanaman. Tetapi pemberian kompos kulit pisang berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar,berat buah pertanaman. Pemberian kompos kulit pisang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong . Dosis Kompos Kulit Pisang 2000 g menjadi dosis yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong. Kata Kunci : kompos kulit pisang, terong, tanah bekas tambang bauksit (overburden)
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SELAI LEMBARAN CEMPEDAK (Artocarpus champeden): KOMBINASI DAGING BUAH DAN JERAMI CEMPEDAK OKtavia Makdalena Manurung; Ir. Tri Rahayu M.P; Dr. Mahera Wati M.P Dr. Mahera Wati M.P
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45996

Abstract

Selai lembaran merupakan diversifikasi dari produk selai oles. Bahan utama dalam pembuatan selai lembaran adalah produk hasil pertanian yang berpotensi untuk dijadikan selai. Buah cempedak merupakan buah yang memiliki serat pangan, karbohidrat, protein, lemak, gizi yang paling tinggi terutama vitamin C, sedangkan jerami sebagai kombinasi selai lembaran bertujuan untuk memanfaatkan serat dan pektin pada jerami cempedak itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perbandingan kombinasi daging dan jerami cempedak terbaik berdasarkan karakteristik fisikokimia dan sensori selai lembaran cempedak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan yaitu rasio daging : jerami cempedak yang digunakan (kontrol; 3:1; 2:1; 1:1; 1:2; dan 1:3), masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Analisa data fisik, kimia dan sensori menggunakan ANOVA (α=0,05) dan uji lanjut BNJ (α=0,05). Hasil penelitian terbaik selai lembaran cempedak yaitu perlakuan dengan rasio daging dan jerami cempedak 3:1, dengan nilai kadar air 12,6%; total asam 0,24%; vitamin C 0,30%; pH 4,4; total padatan terlarut 10%; sensori warna 3,67 (kuning); aroma 4,13 (beraroma cempedak); tekstur 3,9 (kenyal) dan kesukaan 4,43 (sangat suka).
Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Kasus: Bagian Proses Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kedukul – PT Citranusa Intisawit, Kabupaten Sanggau) nurul fatonah; novira kusrini; Adi Suyatno
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap produktivitas kerja di PT Citranusa Intisawit, Kabupaten Sanggau. Penelitian dilakukan pada karyawan bagian proses Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kedukul. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) karena Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Citranusa Intisawit merupakan satu-satunya pabrik pengolahan untuk kelapa sawit di Desa Kedukul Kecamatan Mukok. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah responden sebanyak 66 orang. Metode analisis yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman dengan program IBM SPSS Statistics 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara keselamatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan di Pabrik kelapa sawit PT Citranusa Intisawit Kedukul cukup kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,537. Sedangkan hubungan antara kesehatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan di Pabrik kelapa sawit PT Citranusa Intisawit Kedukul juga menunjukkan hubungan yang kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,697. Nilai signifikansi hubungan antara keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja dalam penelitian sebesar 0,000, dimana nilai sig 0,000 < 0,05 atau 0,01 yang artinya ada hubungan yang signifikan (korelasi nyata) antar variabel. Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Produktivitas Kerja.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT PEPAYA CALIFORNIA AKIBAT PEMBERIAN BOKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK NITROGEN PADA TANAH ALUVIAL yustinus januar; Rahmidiyani .; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44931

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara bokasi tandan kosong kelapa sawit dan pupuk nitrogen yang memberikan pertumbuhan bibit pepaya California yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Komplek Untan Jalan Silat Baru Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimen lapangan dengan pola faktorial rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama pemberian bokasi TKKS dan faktor kedua pemberian pupuk nitrogen. Pemberian bokasi TKKS terdiri dari 3 taraf dan pemupukan nitrogen 3 taraf. Didapatkan kombinasi perlakuan sebanyak 9 kombinasi yaitu : a1n1 = 400 g bokasi TKKS + 0,3 g N,  a1n2 = 400 g bokasi TKKS + 0,5 g N, a1n3 = 400 g bokasi TKKS + 0,7 g N, a2n1 = 800 g bokasi TKKS + 0,3 g N, a2n2 = 800 g bokasi TKKS + 0,5 g N,  a2n3 = 800 g bokasi TKKS + 0,7 N, a3n1 = 1200 g bokasi TKKS + 0,3 g N, a3n2 = 1200 g bokasi TKKS + 0,5 g N, a3n3 = 1200 g bokasi TKKS + 0,7 g N . Adapun variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat kering tanaman, kadar klorofil daun, dan volume akar. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian bokasi TKKS dan urea tidak saling mempengaruhi untuk pertumbuhan bibit pepaya California. Namun, semakin tinggi dosis pemberian bokasi TKKS dan urea semakin efektif untuk pertumbuhan bibit pepaya California hal tersebut dapat dilihat dari variabel berat kering tanaman pada dosis bokasi TKKS 800 g dan dosis urea 0,7 g. Kata Kunci: aluvial, bibit pepaya california, bokasi tandan kosong kelapa sawit, nitrogen
KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT Iwan Setiabudi; Marisi Aritonang; Shenny Oktoriana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45004

Abstract

According to Law No. 7 of 1996 and the Indonesian Government Regulation No. 68 of 2002 concerning food, food security is defined as a condition the fulfillment of food for households that reflected: : (1) adequate food availability, both in quantity and quality; (2) secure; (3) evenly; and (4) affordable In an effort to reduce community dependence only on rice as a staple food the government designed a food diversification policy through Presidential Instruction No. 14/1974 concerning Efforts to Improve the People's Food Menu (UMPMR). Food diversification is the most appropriate solution in solving problems in food needs. This research is entitled to analyze the role of food diversification on food security in West Kalimantan Province. The data analysis tool used was Microsoft exel 2013 and SPSS with Rank Spearman rho correlation. Based on the results and discussion in case studies the role of food diversification on the level of food security. West Kalimantan province is at a very low level. This is due to the high consumption of people in districts / cities in West Kalimantan Province for rice compared to other food consumption.Keyword : food security, food diversification, food consumtion.
UJI ISOLAT BAKTERI AZOTOBACTER ASAL KEBUN LIDAH BUAYA DENGAN PUPUK UREA TERHADAP SERAPAN NITROGEN PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) DI TANAH GAMBUT nandung erlanda erlanda; Ismahan Umran; Feira Budiarsyah Arief
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45414

Abstract

ABSTRACTTanah gambut terutama yang berada di daerah tropis memiliki sifat fisika, kimia danbiologi tertentu yang mencerminkan ciri khas dari tanah tersebut. Tanaman Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditi pangan utama setelah padi dan jagung. Rendahnya hasil produksi tanaman kedelai pada lahan pertanian yang kurang optimal dalam budidayakan tanaman kedelai yang mennyebabkan rendahnya hasil produksi. Urea merupakan salah satu pupuk yang memiliki kandungan nitrogen. Pupuk urea adalah   pupuk   yang   mengandung   nitrogen   (N)   berkadar   tinggi.   Azotobacter merupakan kelompok bakteri yang umum ditemukan saat diisolasi dari tanah dan diketahui memiliki aktivitas fiksasi nitrogen. Bakteri ini dapat berperan untuk meningkatkan serapan nitrogen dan membantu pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi isolat bakteri azotobacter  dengan pupuk  urea  terhadap  serapan  nitrogen pada  tanaman kedelai (Glycine max L.) di tanah gambut. Penelitian dilakukan untuk membantu serapan nitrogen dalam tanah dan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.  Penelitian  ini  menggunakan  rancangan  acak  lengkap  (RAL)  yang menguji dua perlakuan dengan diberikan tambahan penggunakan pupuk urea yang tediri 4 taraf dan bakteri azotobacter yang terdiri 2 taraf sehingga semuanya terdapat24 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri azotobacter asal kebun lidah buaya dan pupuk urea menunjukkan berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan reaksi pH tanah pada tanaman kedelai ditanah gambut, sementara itu variabel pengamatan populasi, tinggi tanaman, kadar N, N-total, berat kering tanaman, berat kering akar tanaman dan serapan N tanaman kedelai tidak berpengaruh nyata. Kata kunci : Tanaman Kedelai, Tanah Gambut, Bakteri Azotobacter, Pupuk Urea
KARAKTERISTIK MI BASAH DENGAN SUBSTITUSI EKSTRAK DAUN BAYAM (Amaranthus. Spp) Ferip Serbianto Lase; Tri Rahayu; Suko Priyono
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45774

Abstract

Sayur bayam merupakan jenis sayuran yang memiliki kandungan gizi seperti protein, karbohidrat, vitamin A, B dan C. komoditi pangan masih belum banyak dimanfaatkan dan berbasis pangan lokal adalah bayam. Mi basah merupakan mi berbahan dasar terigu, untuk melengkapi kandungan gizi perlu ditambahkan daun bayam hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi mi basah dengan substitusi ekstrak daun bayam yang menghasilkan sifat fisikokimia dan sensori terbaik. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 (satu) faktoryaitu formulasi tepung terigu dan daun bayam yang terdiri dari 6 taraf (100% : 0%; 95% : 5%; 90% : 10%; 85% : 15%; 80% : 20%; dan 75% : 25%). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Parameter yang dianalisis adalah kadar air, kadar abu, uji sensoris dan penentuan perlakuan terbaik. Analisis data untuk karakteristik fisik dan kimia menggunakan F ANOVA dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) (α=5%). Hasil penelitian menunjukkan substitusi ekstrak daun bayam terbaik adalah perlakuan tepung terigu 75% dan ekstrak daun bayam 25% mempunyai karakteristik fisikokimia sebagai berikut: kadar air 56,26%, kadar abu 2,49% dan nilai sensori terbaik yaitu warna 4,30 (suka), tekstur 3,96 (suka) dan rasa 3,90 (suka). Kata Kunci : Substitusi, mi basah, bayam
UJI ISOLAT MIKORIZA DAN PUPUK SP-36 TERHADAP SERAPAN FOSFAT PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) DI TANAH GAMBUT Jeri Alpianto Alpianto; Ismahan Umran; Rossie Wiedya Nusantara
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45411

Abstract

ABSTRAKTanah Gambut merupakan tanah yang terbentuk dari akumulasi bahan organik seperti sisa – sisa jaringan tumbuhan dan hewan dan dijenuhi air yang berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Tanah gambut memiliki tingkat kesuburan rendah karena kandungan unsur haranya rendah. Jagung merupakan salah satu tanaman yang strategis dan bernilai ekonomi serta mempunyai peluang untuk dikembangkan. Kurang optimalnya pertumbuhan tanaman jagung juga diakibatkan unsur hara yang sulit tersedia seperti fosfor yang bergerak lambat di dalam tanah, sehingga kurangnya kemampuan tanaman menyerap nutrisi P dari dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis interaksi antara isolat mikoriza dan pupuk SP-36 dalam penyerapan  P tanaman jagung  pada tanah gambut, menganalisis pengaruh pemberian isolat mikoriza dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan serapan P tanaman jagung di tanah gambut, dan menentukan dosis kombinasi isolat mikoriza dan Pupuk Sp-36 untuk pertumbuhan serapan P tanaman jagung di tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama, yaitu isolat Mikoriza yang terdiri dari 2 taraf. Faktor kedua, yaitu pupuk SP-36 yang terdiri dari 4 taraf sehingga semuanya terdapat 24 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian Interaksi antara mikoriza dan pupuk SP-36 dapat meningkatkan kadar P tanaman jagung pada tanah gambut. Pemberian isolat mikoriza dapat meningkatkan tinggi tanaman pada umur 2, 3, 4, 5 minggu, berat kering tanaman, luas infeksi akar, jumlah populasi mikoriza, dan menurunkan pH tanah gambut. Pemberian pupuk SP-36 dapat meningkatkan tinggi tanaman pada umur 3, 4, 5, 6, 7, 8 minggu, diameter batang, P tersedia, P total, jumlah populasi, serapan P tanaman jagung dan menurunkan pH tanah gambut. Dosis kombinasi isolat mikoriza dan Pupuk SP-36 untuk pertumbuhan dan  serapan P tanaman jagung di tanah gambut yaitu 150g mikoriza dan 21g pupuk SP-36 (M1P3). Kata Kunci : Jagung Manis, Mikoriza, Pupuk SP-36,  Tanah Gambut.
Karakteristik Minyak Kasar Biji Kepayang (Pangium Edule) dengan Metode Ekstraksi Menggunakan Pelarut ERLINTRI SEPTI PRASTILI; SULVI PURWAYANTIE; SHOLAHUDDIN SHOLAHUDDIN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45610

Abstract

Buah kepayang merupakan salah satu bahan baku yang telah dimanfaatkan sebagai sumber minyak nabati edible. Penelitian pembuatan minyak biji kepayang telah banyak dilakukan, akan tetapi dalam pengambilan minyak hanya menggunakan cara fisik (pengempaan) dan pelarut petroleum eter (PE). Pelarut non polar lain yang dapat digunakan adalah heksan. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik minyak biji kepayang kasar terbaik dari ekstraksi menggunakan pelarut heksan dan PE. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 1 (satu) faktor perlakuan yaitu rasio kombinasi pelarut heksan dan pelarut PE (5 taraf perlakuan yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100; 3 kali ulangan). Data yang diperoleh dianalisis dengan anova 5%. jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ), Penentuan perlakuan terbaik dilakukan dengan membandingkan nilai pada setiap perlakuan melalui uji Indeks Efektifitas yang memuat hasil analisis fisik kimia dari masing-masing perlakuan menggunakan metode De Garmo. Kombinasi heksan dan PE pada rasio 25:75 merupakan perlakuan terbaik. Kualitas minyak yang dihasilkan yaitu kadar rendemen sebesar 26,95%, angka asam 7,00 mgKOH/g, berat jenis 0,9682 g/ml, bilangan iodin 32,37 mg/g, dan aktivitas antioksidan 20,7917%.         Kata Kunci: ekstraksi, heksan, karakteristik, minyak biji pangi, PE