cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3" : 19 Documents clear
RESPON PERTUMBUHAN SETEK LADA AKIBAT APLIKASI PGPR DAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA TANAH ALUVIAL Yelsi Masangge; Dini Anggorowati; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61401

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Segorong, Desa Mayak, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. Waktu penelitian berlangsung dari tanggal 15 Mei sampai 28 Agustus 2022. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari aplikasi plant growth promoting rhizobakteria (PGPR) dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) terhadap pertumbuhan setek lada pada tanah aluvial. Penelitian ini yaitu faktorial dengan pola rancangan acak kelompok yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah aplikasi PGPR yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu Tanpa PGPR dan Dengan PGPR dan faktor kedua adalah kompos TKKS yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu 1:0, 1:1, 1:2, dan 1:3 . Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali dan setiap unit percobaan terdapat 5 sampel tanaman sehingga terdapat 120 tanaman. Variabel pengamatan meliputi persentase setek hidup, jumlah daun, jumlah ruas, panjang tunas, panjang akar, berat kering tunas dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Dengan PGPR dan kompos TKKS 1:1 dan 1:2 merupakan perlakuan yang sama baiknya, namun kompos TKKS 1:1 merupakan perlakuan yang lebih efisien untuk pertumbuhan setek lada.
PENGARUH ABU SEKAM PADI DAN PUPUK MAGNESIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT Wardania Wardania; Asnawati Asnawati; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63073

Abstract

Budidaya tanaman kubis bunga pada tanah gambut menghadapi masalah pH tanah yang rendah dan unsur hara yang rendah, sehingga perlu dilakukan perbaikan pH tanah dengan pemberian abu sekam padi dan pupuk magnesium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi abu sekam padi dan pupuk magnesium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Praktikum Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 5 September – 7 November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yang terdiri dari Abu Sekam Padi yang terdiri dari 3 taraf dosis perlakuan diantaranya a1: 5 ton/ha, a2: 15 ton/ha, dan a3:25 ton/ha dan faktor kedua adalah Pupuk Magnesium dengan 3 taraf dosis perlakuan diantaranya m1: 50 kg/ha, m2: 100 kg/ha, dan m3: 150 kg/ha. Dari kedua faktor tersebut didapat 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 108 tanaman. Variabel Pengamatan yaitu jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar bunga, dan diameter bunga. Hasil penelitian ini adalah tidak terjadi interaksi antara pemberian abu sekam padi dan pupuk Magnesium terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah gambut. Pemberian pupuk Magnesium dosis 50 kg/ha setara dengan 1,2 g/polybag merupakan dosis yang efesien untuk menunjang pertumbuhan tanaman kubis bunga yaitu volume akar. Pemberian abu sekam padi 15 ton/ha setara dengan 360 g/polybag memberikan hasil yang baik pada hasil kubis bunga yaitu berat segar bunga. 
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR AIR CUCIAN BERAS BERMONOSODIUM GLUTAMAT DAN AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY HIDOPONIK SUMBU Andi Maulana Fernando; Iwan Sasli; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62113

Abstract

Ketersediaan nutrisi hidroponik yang berkualitas tinggi memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan produksi komoditas budidaya secara hidroponik. Umumnya, dalam budidaya sistem hidroponik menggunakan nutrisi AB-Mix namun, harga jual nutrisi AB-Mix di pasaran cukup tinggi. Alternatif berbagai jenis bahan yang harganya masih terjangkau oleh petani, ramah lingkungan serta bahan yang mudah didapatkan karena dari limbah dan bahan penyedap masakan menjadi solusi dalam pembuatan nutrisi hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi larutan nutrisi organik sebagai subsitusi AB mix yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pakcoy secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Green House Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, di Jl. Alianyang No. 17, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 3 Maret – 13 Agustus 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan di mana  tiap ulangan  terdiri dari 6 sampel. Jadi total  keseluruhan yang diperoleh  5 x 4 x 6 = 120 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: I1 = Nutrisi organik 300ml/L (100% POC); I2 = 10 ml/L AB mix + 75% POC; I3 = 10 ml/L AB mix + 50% POC; I4 = 10 ml/L AB mix + 25% POC; I5 = AB mix 10 ml/L (100% AB mix). Variabel pengamatan meliputi: volume akar (cm3), berat kering total (g), jumlah daun (helai), dan berat segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai kombinasi nutrisi organik dan AB Mix dapat meningkatkan volume akar, berat kering total, jumlah daun dan berat segar tanaman pakcoy. Perlakuan nutrisi AB mix 10 ml/L (100% AB mix) berdasarkan potensi hasil tanaman merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan rata-rata berat 128,39 g.
PENGARUH POC KULIT KACANG HIJAU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH GAMBUT Tasha Neila Aurelia; Dwi Zulfita; Rahmidiyani Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62806

Abstract

 Kailan merupakan salah satu jenis sayuran daun yang termasuk jenis kubis-kubisan dan merupakan tanaman yang relatif baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian POC kulit kacang hijau dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Podomoro, Gg. Sanjaya, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 - Desember 2022. Penelitian ini menggunakan metode Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu perlakuan POC kulit kacang hijau (p) yang terdiri dari 3 taraf perlakukan, sedangkan faktor kedua yaitu perlakuan pupuk NPK (n) juga terdiri dari 3 taraf perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan diambil 3 sampel tanaman, sehingga jumlah tanaman keseluruhannya adalah 81 tanaman. Faktor pertama yaitu POC kulit kacang hijau (P) :p1 = 150 ml/liter air, p2 = 300 ml/liter air, p3 = 450 ml/liter air. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) : n1 = 300 kg/ha (1,2 g/polybag), n2 = 400 kg/ha (1,6 g/polybag) n3 = 500 kg/ha (2 g/polybag). Pemberian POC kulit kacang hijau dan pupuk NPK memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik pada kailan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit kacang hijau dan interaksi pemberian POC kulit kacang hijau dan NPK berpengaruh nyata terhadap luas daun kailan pada tanah gambut. 
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN BABY AKIBAT PEMBERIAN DOLOMIT DAN FREKUENSI POC CAMPURAN LIMBAH BUAH PADA TANAH GAMBUT Rizky Shoba'ah; Dwi Zulfita; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64929

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan jenis sayuran familia cucurbitacae atau labu-labuan yang popular di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis interaksi antara pemberian dolomit dan frekuensi POC campuran limbah buah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun baby pada tanah gambut. Pupuk organik cair (POC) adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair.  Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Struktur, Pontianak Tenggara berlangsung dari 07 Desember 2022 - 22 Januari 2023. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dengan pola faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu kapur dolomit (D) dan faktor kedua adalah frekuensi campuran limbah buah (F). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga terdapat 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu faktor pertama pemberian dolomit dengan 3 dosis taraf perlakuan yaitu 123 g/polybag; 150 g/polybag; 180 g/polybag. Faktor yang dua yaitu frekuensi POC campuran limbah buah yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu pemberian 2 hari sekali, taraf kedua pemberian 3 hari sekali dan taraf ketiga pemberian 4 hari sekali. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan luas daun. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan varians (uji F taraf 5%). Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkn uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara dolomit dosis 150 g/polybag dan frekuensi POC campuran limbah buah 3 hari sekali   memberikan pertumbuhan dan hasil mentimun baby yang terbaik pada tanah gambut walaupun interaksi pemberian dolomit dosis 123 g/polybag dan frekuensi POC campuran limbah buah 3 hari sekali sudah cukup efektif nutuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil mentimun baby pada tanah gambut
PENGARUH BOKASI BATANG PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Atirsa Kitri; Maulidi Maulidi; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62091

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura tergolong sayuran rempah yang banyak dikonsumsi sebagai bumbu masakan. Selain itu bawang merah juga dijual dalam bentuk olahan seperti ekstrak bawang merah, minyak atsri, bawang goreng bahkan sebagai obat untuk menurunkan kadar kolesterol, tekananan darah, gula darah dan mencegah penggumpalan darah. Sebagai komoditas yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat maka perlu diupayakan untuk produksi bawang merah, satu diantaranya dengan pemanfaatan lahan PMK sebagai areal tanam bawang merah. Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) memiliki beberapa masalah berupa rendahnya ketersedian bahan organik tanah dan unsur hara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan PMK adalah dengan pemberian bokasi batang pisang dan pupuk NPK. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis interaksi pemberian bokasi batang pisang dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah PMK. Penelitian dilaksankan pada lahan di Jl. Milenium Perumahan Grand Arfiz No.34a Sungai Ambawang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan faktor pertama yaitu bokasi batang pisang dan faktor kedua adalah pupuk NPK. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi interaksi terhadap pemberian bokasi batang pisang dosis 320 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha pada variabel berat kering angin umbi per umbi yaitu 7,81 g.
PENGARUH KOMPOS TANKOS KELAPA SAWIT DAN AZOTOBACTER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Yubelia Madeanne Khateha; Radian Radian; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62231

Abstract

Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan kantor BPP Kabupaten Bengkayang. Waktu penelitian berlangsung dari Juli 2021 sampai November 2021. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan hasil jagung pada PMK serta untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari aplikasi kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan jagung pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan rancangan Petak Terbagi (Split plot) dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama penggunaan Azotobacter yang terdiri dari 2 taraf perlakuan sebagai petak utama, yaitu : a0 =tanpa Azotobacter dan a1 = dengan Azotobacter. Faktor kedua adalah dosis kompos TKKS yang terdiri dari 4 taraf perlakuan sebagai anak petak, yaitu k0 = tanpa kompos TKKS, k1 = kompos TKKS 3 ton/ha, k2 =kompos TKKS 6 ton/ha, dan k3 = kompos TKKS 9 ton/ha. Perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Variabel pegamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, berat tongkol kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat biji kering per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Azotobacter belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning dan pemberian kompos TKKS dosis 6 ton/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman dan diameter batang tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning.
PENGARUH BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI PADA TANAH ALUVIAL Aliamin Aliamin; Dini Anggorowati; Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62794

Abstract

Tanaman seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman sayuran daun yang banyak digunakan sebagai bahan penyedap pada berbagai masakan, sebagai tanaman obat dan kosmetik. Pengembangan produksi seledri yang optimal sangat ditentukan oleh teknik budidaya tanaman yang baik dan tepat, salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tanah dan pemupukan serta ketersediaan unsur-unsur hara bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis biochar sekam padi dan konsentrasi pupuk organik cair urine sapi yang memberikan pertumbuhan dan hasil seledri yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Racana Untan, mulai dari bulan September - November 2022. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Faktorial RAL yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis biochar sekam padi (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 10 ton/ha, b2  = 15 ton/ha, dan b3 = 20 ton/ha. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair urine sapi (U) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu u1 = 100 ml/l air, u2 = 150 ml/l air, u3 = 200 ml/l air, dan u4 = 250 ml/l air. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 144 tanaman. Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu pertambahan tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, jumlah anakan, volume akar, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara dosis biochar sekam padi dan POC urine sapi pada variabel volume akar dan berat basah tanaman tetapi tidak terjadi interaksi terhadap variabel pertambahan tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, jumlah anakan, dan berat kering tanaman. Perlakuan dosis biochar sekam padi 15 ton/ha dan konsentrasi POC urine sapi 100 ml/l air merupakan perlakuan yang efektif yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil seledri pada tanah aluvial.
PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PUPUK AB-MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PADA BUDIDAYA AKUAPONIK Florentinus Janoldi; Rini Susana; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62122

Abstract

Sawi (Brassica juncea L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai komersial dan prospek yang baik, sehingga memiliki kelayakan untuk diusahakan di Indonesia, sayuran ini mempunyai kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh manusia seperti energi, protein,lemak, karbohidrat, serat, fosfor, zat besi, natrium, kalium dan sumber vitamin. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan interaksi konsentrasi dan frekuensi pupuk AB-Mix yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada budidaya akuaponik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani yang terletak di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Waktu penelitian dilakukan pada 04 September-04 Oktober 2022. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dengan pola faktorial Rancangan AcakLengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yang terdiri dari konsentrasi pupuk AB-mix (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah frekuensi (F) dengan 2 taraf perlakuan. Masing- masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah : k1 : 900 ppm/ liter air k2 : 1200 ppm/ liter air k3 : 1500 ppm/ liter air. Faktor Frekuensi (f) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu : f1 : seminggu 1 kali f2 : seminggu 2 kali. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan tempat penelitian, persiapan instalasi akuaponik, persipan media tanam, penyemaian, pembuatan larutan pupuk AB-Mix, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Variabel penelitian meliputi jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan dosis interaksi konsentrasi dan frekuensi pupuk AB-Mix yang terbaik, tetapi dosis efektif ditunjukkan konsentrasi pupuk AB- Mix 1500 ppm/l air dengan frekuensi pemberian sebanyak seminggu 2 kali terhadap pertumbuhan dan hasil sawi dengan budidaya akuaponik.

Page 2 of 2 | Total Record : 19