cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 4" : 30 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN LUMPUR PADAT KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Nevi Saetri; Warganda Warganda; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.64813

Abstract

Pengembangan budidaya tanaman kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning sering dihadapkan pada kendala sifat fisik dan kimia tanah yang kurang baik. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan penambahan bahan organik berupa lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK serta mengetahui dosis lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Manggis, Kelurahan Roban, Kota Singkawang Tengah, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan mulai dari tanggal 01 Agustus sampai 05 November 2022. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial sebagai rancangan dasar yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu lumpur padat kelapa sawit (S) yang tediri dari 3 taraf perlakuan: s1=15 ton/ha, s2=30 ton/ha, s3= 45 ton/ha dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan: n1= 150 kg/ha, n2= 300 kg/ha, n3= 450 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 9 kombinasi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini berupa: tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, berat polong per petak, umur berbunga, dan umur panen. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning. Pengaruh lumpur padat kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 5 MST, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman dan berat polong per petak. Pengaruh pupuk NPK 16:16:16 berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning. Pemberian lumpur padat kelapa sawit dengan dosis 30 ton/ha dan pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 150 kg/ha merupakan dosis yang efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning.
PENGUJIAN PAKET PEMUPUKAN MENTIMUN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR PADA LAHAN SULFAT MASAM Simius Virgiri; Basuni Basuni; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63719

Abstract

Mentimun salah satu tanaman yang termasuk dalam family Cucurbitaceae (tanaman labu-labuan). Pemupukan mentimun oleh petani pada praktiknya di lapangan masih banyak menggunakan jenis pupuk, pemberian atau cara dan dosis yang berbeda-beda yang diberikan ke tanaman. Upaya peningkatan produktivitas mentimun dapat dilakukan dengan pemupukan menggunakan organik dan anorganik diharapkan dapat memperbaiki kesuburan tanah, mengganti hara yang hilang karena terikat dan tercuci, meningkatkan kualitas dan produksi mentimun. Pengunaan pupuk kandang ayam, Urea, KCl, Phonska, SP-36 dan NPK mutiara dapat meningkatkan ketersedian unsur hara nitrogen, fospat, dan kalium yang dapat meningkatkan produksi dan hasil mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan paket pemupukan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil mentimun sistem budidaya jenuh air pada lahan sulfat masam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya (25 September-05 Desember 2022). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 paket pemupukan dengan 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 8 tanaman sampel. Paket pemupukan yang dimaksud yaitu Paket A(Pukan Ayam 10ton/ha, NPK Mutiara 16:16:16 200 kg/ha, Urea 200 kg/ha), Paket B(Pukan Ayam 20 ton/ha, NPK Mutiara 16:16:16 300kg/ha), Paket C(Pukan Ayam 10 ton/ha, Phonska 100 kg/ha, Mutiara 16:16:16 300 kg/ha, Urea 300 kg/ha dan KCl 300 kg/ha), Paket D (Pukan Ayam 4 ton/ha, dolomit 500 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, Mutiara 16:16:16 500 kg/ha, Urea 250 kg/ha, KCl 100 kg/ha dan pukan ayam 1,8 ton/ha, Paket E (Dolomit 2.000 kg/ha, Pukan Ayam 20 ton/ha, Urea 950 kg/ha, SP-36 500 kg/ha dan KCl 700 kg/ha). Variabel yang diamati meliputi volume akar, berat kering tanaman, berat buah pertanaman, jumlah buah pertanaman, panjang buah dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian paket pemupukan A B C dan E sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil mentimun sistem budidaya jenuh air pada lahan sulfat masam.
PENGARUH PUPUK HAYATI PGPR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH PMK Zulfika Apriaji Anugrah Pratama; Surachman Surachman; Iwan Sasli
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69458

Abstract

Peningkatan produksi kedelai di Kalimantan Barat dapat dilakukan melalui penggunaan tanah marjinal Podsolik Merah Kuning (PMK). Kendala sifat fisik tanah dapat diperbaiki dengan pemberian pupuk hayati PGPR dan pupuk kandang ayam sebagai amelioran dan pengikat hara yang akan digunakan tanaman ketika membutuhkan unsur hara, kemudian hara dilepas perlahan sesuai kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi PGPR dan Pupuk Kandang Ayam terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 8 taraf perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 96 tanaman. Perlakuan terdiri dari p0k1 = Tanpa PGPR dan 200 g pupuk kandang ayam, p0k2 = Tanpa PGPR dan 150 g pupuk kandang ayam, p0k3 = Tanpa PGPR dan 100 g pupuk kandang ayam, p0k4 = Tanpa PGPR dan 50 g pupuk kandang ayam, p1k1 = dengan PGPR dan 200 g pupuk kandang ayam, p1k2 = dengan PGPR dan 150 g pupuk kandang ayam, p1k3 = dengan PGPR dan 100 g pupuk kandang ayam, dan p1k4 = dengan PGPR dan 50 g pupuk kandang ayam. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, presentase jumlah bintil akar efektif, berat 100 biji kering tanaman, jumlah polong isi pertanaman, berat biji kering pertanaman, volume akar, dan eksplorasi dan karakterisasi PGPR. Hasil penelitian menunjukkan pemberian PGPR dan pupuk kandang ayam dengan dosis 150 g/polybag memberikan pertumbuhan hasil kedelai yang terbaik pada tanah Podsolik Merah Kuning.
PENGARUH INOKULASI RHIZOBIUM DAN PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Andra Andra; Siti Hadijah; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63145

Abstract

 merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan oleh petani diIndonesia. Edamame bisa dimanfaatkan sebagai makanan sela atau cemilan, makanan pembuka,  dan berbagai olahan lainnya. Tanah Aluvial sebagai media tumbuh tanaman edamame mempunyai beberapa kendala seperti pH rendah, struktur tanah menggumpal, mudah tergenang, penyediaan air dan udara yang buruk, dan kurangnya kandungan unsur hara serta bahan organik pada tanah. Selain faktor tanah ketersediaan unsur hara seperti N merupakan unsur paling penting dalam pertumbuhan edamame. Namun ketersediaan N didaerah tropis seperti indonesia tergolong rendah maka perlu dilakukan inokulasi Rhizobum yang berperan dalam menambat N diudara sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan N pada tanaman kedelai  dan pemberiaan  pupuk Fosfat sebagai penunjang simbiosis antara rhizobium dan tanaman kedelai edamame. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi dosis Rhizobium dan pupuk fosfat yang memberikan pertumbuhan dan hasil edamame terbaik pada tanah Aluvial. Penelitian dilakukan selama kurang lebih  3 bulan yang dimulai sejak 15 Agustus 2022 sampai dengan 22 oktober 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor inokulasi rhizobium 3 taraf, dan faktor pupuk Fosfat 3 taraf. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang dimaksud adalah faktor pertama r0= 0 g/kg benih, r1= 4 g/kg benih, r2= 8 g/kg benih, faktor kedua p1= 150 kg/ha pupuk Fosfat setara dengan 28,8 g/petak, p2= 200 kg/ha pupuk Fosfat setara dengan 38,4 g/petak, p3= 250 kg/ha pupuk Fosfat setara dengan 48 g/petak. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah bintil akar efektif, jumlah bintil keseluruhan, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman, dan berat polong perpetak.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, didapatkan kesimpulan bahwa (1) pengaruh tunggal inokulasi rhizobium dosis 4g/kg benih memberikan pengaruh yang nyata terhadap hampir seluruh variabel pengamatan kecuali pada parameter tinggi tanaman  (2) pengaruh tunggal pemberian pupuk fosfat  memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan dan tidak menunjukan adanya interaksi antara perlakuan rhizobium dan posfat terhadap semua variabel pengamatan.  
PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA DAN FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Muhammad Khaidir Rifani; Dini Anggorowati; Iwan Sasli
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66859

Abstract

Budidaya kedelai edamame di Kalimantan Barat masih dihadapkan pada sejumlah kendala diantaranya yaitu kurangnya lahan subur yang dapat menunjang produksi kedelai edamame salah satunya yaitu tanah aluvial. Namun tanah aluvial memiliki beberapa kekurangan seperti pH yang rendah, kurangnya unsur P dan K Adanya infeksi koloni FMA pada perakaran tanaman mampu meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara yang terjerap didalam tanah secara efisien dan maksimal khususnya unsur hara P. Fosfor(P) memiliki peran yang esensial artinya keberadaannya tidak dapat digantikan oleh unsur hara lain, oleh karena itu kecukupan hara P ini harus terpenuhi agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hasil terbaik pemberian FMA dan Fosfat terhadap kedelai edamame pada media tanam aluvial. Penelitian ini berlangsung sejak 10 Oktober sampai 31 Desember 2022, dilaksanakan di Jl. Raya Kalimas Hulu, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan secara faktorial dengan pola Split-plot Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama sebagai petak utama yaitu FMA (M) yang meliputi, m0 : tanpa pemberian FMA ; m1 : dengan pemberian FMA 20 g/tanaman. Faktor Kedua sebagai petak anakan yaitu Fosfat (P) yang meliputi, p1 : SP-36 250 kg/ha » 100% Rekomendasi pemupukan; p2 : SP-36 125 kg/ha » 50% Rekomendasi pemupukan; p3 : SP-36 62,5 kg/ha » 25% Rekomendasi pemupukan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman dan persentase infeksi akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian FMA dan Fosfat 125 kg/ha memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2 MST, interaksi pemberian FMA dan Fosfat 62,5 kg/ha memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 4 MST dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian FMA dengan penggunaan Fosfat sebesar 62,5 kg/ha atau setara dengan 25% rekomendasi pemupukan fosfat pada kedelai edamame mampu memberikan hasil yang setara dengan penggunaan Fosfat sebesar 250 kg/ha atau setara dengan 100% rekomendasi pemupukan fosfat pada kedelai edamame
APLIKASI BAKTERI PGPR DAN PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Charles Onong; Purwaningsih Purwaningsih; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63212

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) secara ekonomi merupakan tanaman kacang-kacangan yang menduduki urutan kedua setelah kedelai. Kacang tanah dapat diolah menjadi bermacam-macam produk, misalnya kacang goreng, kacang bawang, ampyang, enting-enting dan rempeyek. Sebagai bahan industri, kacang tanah dapat dibuat keju, mentega, sabun, dan minyak. Daun kacang tanah dapat digunakan untuk pakan ternak dan pupuk. Pemberian PGPR dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman kacang tanah dan untuk meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman dikarenakan bakreti PGPR yang akan dipergunakan memiliki karakteristik  sebagai pelarut P dan K selain itu juga bisa mengikat N dari udara. Pupuk kotoran kambing merupakan bahan organik yang memiliki kandungan hara yang mendukung kesuburan tanah, membuat lahan tetap produktif, berperan dalam pembentukan struktur tanah yang baik dan stabil sehingga infiltrasi dan kemampuan menyimpan air tinggi, memudahkan penetrasi akar untuk penyerapan hara di dalam tanah dan peningkatan pertumbuhan mikroorganisme dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis PGPR dan dosis  pupuk kotoran kambing  yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl.Reformasi Gg.Matematika. penelitian ini berlangsung dari tanggal 12 Juni sampai 17 September 2022. Penelitian ini menggunakan  metode eksperimen faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap  (RAL) . perlakukan terdiri dari faktor pertama adalah  jenis PGPR  (p) dan faktor kedua adalah pupuk kotoran kambing  (k). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf  dan diulang sebanyak 3 kali, terdapat 4 sampel setiap unit percobaan sehingga total keseluruhan tanaman sebanyak 108 sampel tanaman. Faktor pertama adalah jenis PGPR (P) terdiri dari :p1 = Paenibacillus alvei AK 4 SR, p2 = Bacillus cereus RH 8 SR, p3 = Bacillus cereus RH 8 SR + Paenibacillus alvei AK 4 SR (konsorsium). Faktor kedua adalah dosis pupuk kotoran kambing (K) terdiri dari :k1 = Pupuk Kotoran Kambing 10 ton/ha, k2 = Pupuk Kotoran Kambing 20 ton/ha ≈  (100  g/polybag, k3 = Pupuk Kotoran Kambing 30 ton/ha ≈ (150  g/polybag). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, berat kering, bobot polong segar tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, berat 100 biji kering dan jumlah biji per polong. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PGPR dan pupuk kotoran kambing terjadi interaksi pada variabel tinggi tanaman dan bobot polong segar per tanaman.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI PADA TANAH GAMBUT Maria Magdalena; Dini Anggorowati; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69587

Abstract

Pengembangan jagung semi memiliki prospek yang baik karena permintaan pasar yang tinggi namun tidak didukung oleh produksinya. Upaya untuk memenuhi permintaan jagung semi yang terus meningkat maka para petani memanfaatkan lahan gambut. Pemanfaatan lahan gambut sebagai media tanam mempunyai faktor pembatas pertumbuhan yaitu kesuburan tanah. Dalam usaha mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah, penambahan unsur hara ke dalam tanah dilakukan melalui pemupukan menggunakan pupuk NPK sintetis. Upaya untuk mengurangi pemakaian pupuk anorganik dan untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah menggunakan pupuk hayati yang berfungsi sebagai suplai hara tanaman dan dapat mengurai residu kimia. Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak di Jl. Bakti, Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 11 April sampai 25 Mei 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk hayati dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung semi pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu dosis pupuk hayati (H) dengan 3 taraf perlakuan dan pupuk NPK (P) dengan 3 taraf perlakuan. Penelitian terdiri dari 3 ulangan dan 4 sampel. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari faktor pertama dosis perlakuan pupuk hayati (H) yaitu h1 = konsentrasi 2 ml/L, h2 = konsentrasi 3 ml/L, h3 = konsentrasi 4 ml/L; dan faktor kedua dosis perlakuan pupuk NPK (P) yaitu p1 = 200 kg/ha setara dengan 1,87 g/tanaman, p2 = 300 kg/ha setara dengan 2,81 g/tanaman, p3 = 400 kg/ha setara dengan 3,75 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), diameter jagung semi (cm), berat jagung semi berkelobot (g), berat jagung semi tanpa kelobot (g), berat jagung semi per petak (kg), panjang jagung semi (cm). Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara pemberian pupuk hayati dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi pada tanah gambut. Interaksi pupuk hayati konsentrasi 3 ml/L dan pupuk NPK 300 kg/ha setara dengan 2,81 g/tanaman menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung semi yang terbaik pada tanah gambut, tetapi dengan pemberian interaksi pupuk hayati 4 ml/L dan pupuk NPK 400 kg/ha setara dengan 3,75 g/tanaman sama baiknya terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi pada tanah gambut.Kata kunci : Jagung Semi, Tanah Gambut, Pupuk Hayati, Pupuk NPK
PENGARUH KOMBINASI SLUDGE DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Ferdy Rivaldy; Maulidi Maulidi; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66861

Abstract

Kubis bunga tergolong tanaman sayuran yang saat ini dapat ditanam di dataran menengah hingga dataran rendah. Tanaman kubis bunga termasuk golongan tanaman sayuran semusim atau berumur pendek. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis kombinasi Sludge dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jl. Sepakat II, Kel/Ds. Bangka Belitung, Kec. Pontianak Tenggara, Pontianak Kalimantan Barat. Waktu penelitian dilaksanakan dari 2 Maret 2022 sampai dengan 14 Mei 2022. Penelitian ini menggunakan eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan kombinasi Sludge dan pupuk NPK (F) dan 5 ulangan, setiap perlakuan diambil 4 sampel tanaman. Jumlah tanaman keseluruhannya ada 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : f1 = 5 ton/ha  Sludge + 350 kg/ha NPK, f2 = 10 ton/ha Sludge + 300 kg/ha NPK, f3 = 15 ton/ha Sludge + 250 kg/ha NPK, f4 = 20 ton/ha Sludge + 200 kg/ha NPK, f5  = 25 ton/ha Sludge + 150 kg/ha NPK. Variabel yang diamati meliputi: jumlah daun (helai), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), diameter bunga (cm), bobot kubis bunga per tanaman (g). Hasil pengamatan terhadap penelitian didapat hasil bahwa kombinasi sludge dan pupuk NPK berpengaruh nyata pada volume akar, berat kering tanaman, diameter bunga dan bobot bunga/tanaman tetapi berpengaruh tidak nyata pada jumlah daun    1-5 MST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi sludge dan pupuk NPK pada taraf 20 ton/ha + 200 kg/ha merupakan kombinasi yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK.
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN LAIS (Kryptopterus lais) DI PERAIRAN KAWASAN SEJEGI KABUPATEN MEMPAWAH Ambar Pratiwi; Ahmad Mulyadi SM; Bambang Kurniadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66827

Abstract

Perairan di Kawasan Sejegi memiliki kawasan hutan lindung yang mempengaruhi keberadaan jenis biota air. Perairan di kawasan Sejegi dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai sumber air, pertanian dan usaha keramba jaring apung. Kawasan ini juga menjadi habitat biota air salah satunya yaitu ikan lais (Kryptopterus lais). Penelitian ini dilakukan di Perairan Kawasan Sejegi Kabupaten Mempawah pada bulan Mei-Oktober 2022. Tujuan Penelitian ini untuk menentukan beberapa aspek biologi reproduksi ikan lais (Kryptopterus lais) yang terdiri dari rasio kelamin, TKG (Tingkat Kematangan Gonad), IKG (Indeks Kematangan Gonad) dan Fekunditas. Pengambilan sampel ikan terdiri dari 3 stasiun dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian rasio kelamin secara keseluruhan adalah ikan jantan : betina adalah 51 : 44 ekor atau 1,2 : 1. Berdasarkan hitungan chi square menunjukkan hasil X² hitung (5.39) < X² tabel (7.81) yang berarti nilai tabel lebih besar dari nilai hitung, sehingga proporsi ikan jantan dan betina seimbang. Hasil pengamatan ikan lais  jantan maupun betina hanya diperoleh TKG I-IV, sedangkan TKG V tidak ditemukan. Nilai rata-rata IKG tertinggi ikan jantan ditemukan pada stasiun 3 sebesar 0,65% dan nilai IKG ikan jantan terendah ditemukan pada stasiun 2 sebesar 0,47%. Nilai rata-rata IKG tertinggi ikan betina ditemukan pada stasiun 3 sebesar 5,36% dan nilai IKG ikan betina terendah ditemukan pada stasiun 1 sebesar 4,90%. Hasil pengamatan fekunditas ikan lais pada tingkat kematangan gonad III-IV sebanyak 40 ekor diperoleh fekunditas berkisar antara 6581-20071 butir telur dengan rata-rata 11955 butir telur.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA RASAU JAYA Albahari Albahari; Radian Radian; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63233

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang strategis dan cukup penting bagi penduduk Indonesia, karena sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai bahan makanan utama. Kebutuhan beras seiring waktu terus meningkat sehingga dibutuhkan upaya peningkatan produksi. Satu diantara upaya yang bisa dilakukan adalah dengan optimalisasi sumberdaya lahan yang ada dengan  penggunaan varietas unggul. Berbagai varietas yang telah dikeluarkan tentu memiliki kemampuan adaptasi untuk tumbuh dan berproduksi yang berbeda terutama pada lahan non irigasi seperti lahan sawah tadah hujan. Berbagai kendala seperti ketersdiaan hara yang rendah, tingkat keasaman yang cenderung tinggi serta kondisi pengairan yang hanya berasal dari curah hujan bisa menyebabkan tanaman berproduksi tidak sesuai dengan deskripsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang memberikan pertumbuhan dan hasil padi terbaik pada lahan sawah tadah hujan. Penelitian dimulai pada bulan Maret hingga Juli 2022 di Desa Rasau Jaya. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor yaitu varietas yang diulang sebanyak 3 kali. Adapun taraf perlakuan varietas tersebut  yaitu:   v1= Inpari 22, v2 = Inpari 24, v3 = Inpari 30, =  v4 Inpari 32, v5 = Cilosari, v6 =  Jeliteng, v7 = varietas Baromah, v8 = varietas Sulutan. Variabel yang diamati  terdiri dari tinggi tanaman dan jumlah anakan maksimum umur 4, 6, 8, dan 10 MST, umur berbunga, jumlah anakan produktif, berat 1.000 biji, panjang malai, jumlah bulir per malai, dan kepadatan malai. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan varietas berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman, umur berbunga, berat 1.000 biji, panjang malai, jumlah bulir per malai, kepadatan malai dan berat gabah kering giling per petak, namun tidak berpengaruh tehadap variabel jumlah anakan dan jumlah anakan produktif tanaman.

Page 2 of 3 | Total Record : 30