cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1" : 42 Documents clear
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN JEPANG TERHADAP PEMBERIAN BOKASHI LIMBAH KULIT NANAS DAN PUPUK NPK DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Auliya, Kania Nur; Sasli, Iwan; wasian, wasian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70653

Abstract

Tanah podsolik merah kuning (PMK) berpotensi digunakan dalam pengembangan tanaman mentimun Jepang. Akan tetapi, kesuburan menjadi kendala utama untuk memanfaatkannya dalam budidaya mentimun jepang. Upaya untuk meningkatkan kesuburannya diantaranya penggunaan bokashi limbah kulit nanas dan pupuk NPK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi bokashi limbah kulit nanas dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun jepang di tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam bentuk faktorial rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor yang masing-masing terdiri dari 3 taraf yaitu, faktor pertama adalah bokashi limbah kulit nanas dan faktor kedua adalah pupuk NPK sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga total tanaman adalah 108 tanaman. Perlakuan dimaksud adalah sebagai berikut : Faktor bokashi limbah kulit nanas yaitu 10 ton/ha setara dengan 100 g/polybag, 20 ton/ha setara dengan 200 g/polybag dan 30 ton/ha setara dengan 300 g/polybag. Faktor pupuk NPK yaitu 300 kg/ha setara dengan 9,4 g/polybag, 450 kg/ha setara dengan 14 g/polybag dan 600 kg/ha setara dengan 18,8 g/polybag. Variabel pengamatan penelitian meliputi berat kering, volume akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah, panjang buah, dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pemberian limbah kulit nanas dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun jepang, dosis efektif untuk pertumbuhan mentimun jepang adalah bokashi limbah kulit nanas 30 ton/ha setara dengan 300 g/polybag atau pupuk NPK 600 kg/ha setara dengan 18,8 g/polybag. Dosis efektif untuk hasil tanaman mentimun jepang adalah bokashi limbah kulit nanas 20 ton/ha atau setara dengan 200 g/polybag.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG BEBEK DAN NPK PADA TANAH GAMBUT Nurhayati, Nurhayati; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.64994

Abstract

Lobak (Raphanus sativus, L) Dapat tumbuh dengan baik pada media yang subur salah satu media tumbuh yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan lobak adalah tanah gambut yang memiliki beberapa kendala. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan memberikan bahan organik berupa pupuk kandang bebek dan pupuk anorganik NPK yang dikombinasikan dan diberikan secara berimbang. Penggunaan pupuk kandang bebek sebagai bahan organik dapat memperbaiki kendala yang ada pada tanah gambut terutama sifat tanah, dan penambahan NPK yang dapat diserap oleh tanaman secara cepat untuk memenuhi kebutuhan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi antara pupuk kandang bebek dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di tanah gambut, serta mendapatkan dosis interaksi terbaik pupuk kandang bebek dan NPK. Penelitian ini dilaksanakan di lahan uji coba penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura pada tanggal 23 Febuari-14 Maret 2023. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu pemberian pupuk kandang bebek (N) dan NPK(P) masing-masing dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total keseluruhan ada 108 sampel tanaman. Hasil penelitian ini terjadi interaksi antara pemberian pupuk kandang bebek dan pupuk NPK terhadap panjang umbi lobak pada tanah gambut dan interaksi antara pupuk kandang bebek dosis 15 ton/ha setara dengan 180 g/polybag dan pupuk NPK dosis 400 kg/ha setara dengan 321 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil lobak yang terbaik pada tanah gambut  
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI SUNGAI LANDAK DESA KUALA MANDOR A KABUPATEN KUBU RAYA Ananda Pratama, Syarif Muhammad Bayu; Padmarsari, Widadi; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70263

Abstract

Sungai Landak merupakan sungai yang berada di Desa Sungai Kuala Mandor A, Kabupaten Kubu Raya. Di Sungai Landak juga terdapat beberapa tempat yang dijadikan untuk lahan perkebunan, aktivitas masyarakat dan tempat pemancingan. Adapun dari aktifitas dan kegiatan ini kemungkinan dapat menyebabkan penurunan kualitas perairan yang kemungkinan dapat mempengaruhi keberadaan organisme di perairan salah satunya adalah ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan jenis ikan, indeks keanekaragaman, indeks dominansi, dan indeks keseragaman ikan di Sungai Landak dan untuk mengetahui kondisi lingkungan di Sungai Landak. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Desember 2022 - April 2023. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling yang dibagi menjadi 4 stasiun. Hasil penelitian ini menunjukan jumlah 407 individu yang termasuk dalam 21 spesies dan 16 famili. Kelimpahan relatif ikan tertinggi yaitu ikan Julung (Hemirhamphodon   pogonognatus) sebesar 8,35%. Indeks keanekaragaman ikan tergolong sedang untuk setiap stasiunnya sebesar 2,70 "“ 2,96. Nilai indeks keseragaman tinggi untuk setiap stasiun sebesar 0,58 "“ 0,99 dan nilai indeks dominansi sebesar 0,02 - 0,07 tergolong nilainya rendah. Kualitas perairan di Sungai Landak suhu perairan bekisar pada nilai 29,1 °C "“ 29,8 °C. Nilai parameter kecerahan berkisar 40,3 cm - 45,8 cm. Parameter pH hasilnya sebesar 5,6 "“ 5,7. Nilai pada DO berkisar antara 4,2 "“ 4,7 mg/l. Pada nilai paramater kecepatan arus sebesar 0,3 "“ 0,3 cm/detik. Sedangkan parameter perairan pada kedalaman berkisar antara 4,0 "“ 5,2 meter.
PENGARUH BOKASHI BATANG PISANG DAN PUPUK POSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH PMK Barbara, Stepanus Kristiadi Dwi; Wasi'an, Wasi'an; Hadijah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.65717

Abstract

Tomat (Solanum Lycopersicum.) adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki sumber vitamin dan mineral yang tinggi dan termasuk komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tanah podsolik merah kuning sebagai media untuk budidaya tanaman tomat dihadapkan pada beberapa kendala. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi fisik dan kimia tanah podsolik merah kuning adalah dengan pemberian bokashi batang pisang dikombinasikan dengan pupuk posfor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis bokashi batang pisang dan pupuk posfor yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanaskan di lokasi yang terletak di Jl.Kurnia Gg.Ilahi, Kota baru. penelitian ini berlangsung dari tanggal 11 oktober sampai 21 desember 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperiment faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) . Perlakukan terdiri dari faktor pertama adalah bokashi batang pisang (P) dan faktor kedua adalah pupuk posfor (S). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf dan diulang sebanyak 3 kali, terdapat 4 sampel setiap unit percobaan sehingga total keseluruhan tanaman sebanyak 108 sampel tanaman. Faktor pertama adalah bokashi batang pisang (P) terdiri dari :P1 = bokashi batang pisang 10 ton/ha ≈ 50 g/polybag, P2 = bokashi batang pisang 20 ton/ha ≈ 100 g/polybag, P3 = bokashi batang pisang 30 ton/ha ≈ 150 g/polybag. Faktor kedua adalah pupuk posfor (S) terdiri dari :S1 = pupuk posfor 100 kg/ha ≈ 0,5 g/polybag, S2 = pupuk posfor 150 kg/ha ≈ 0,75 g/polybag, S3 = pupuk posfor 200 kg/ha ≈ 1 g/polybag. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering, jumlah buah per tanaman,berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan bahwa aplikasi bokashi batang pisang dan pupuk posfor terjadi interaksi pada variabel jumlah buah per tanaman.
PENGARUH TEMPERATUR ALAMI TERHADAP BIOLOGI REPRODUKSI BIOLOGI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DI SUNGAI BEREMBANG KABUPATEN KUBU RAYA Sari, Devi Kurnia; Adijaya, Mardan; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.68000

Abstract

Sungai Berembang merupakan anak sungai Kapuas yang terletak di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Mata pencaharian masyarakat sekitar sungai Berembang adalah hasil tangkap dari sumberdaya perairan, salah satunya yaitu udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap tingkat kematangan gonad udang galah (Macrobrachium rosenbergii) di Sungai Berembang. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Desember 2022 - Februari 2023,  penentuan lokasi pengambilan sampel mengunakan metode Purposive Sampling. Udang galah hasil tangkapan menggunakan analisis deskriptif yang kemudian disajikan dalam bentuk grafik. Selanjutnya dilakukan analisis untuk melihat hubungan suhu perairan dengan hasil tangkapan udang galah. Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) yang diperoleh selama penelitian sebanyak 57 ekor, terdiri dari udang betina 40 ekor serta udang jantan berjumlah 17 ekor. Hal tersebut menunjukan bahwa hasil tangkapan udang betina lebih banyak dibandingkan dengan hasil tangkapan udang jantan. Berdasarkan jenis kelamin udang betina yang tertangkap mempunyai kisaran panjang yaitu 11-18,5, sedangkan untuk udang jantan yang tertangkap mempunyai kisaran panjang yaitu 12,1-23,8 cm. Temperatur perairan di Sungai Berembang berkisar dari 27,1-29,3 ËšC. Berdasarkan hasil pengukuran temperatur di sungai Berembang didapatkan hasil bahwa pada temperatur 29 ËšC udang galah yang tertangkap rata-rata pada TKG III dan TKG IV.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN GAMBAS AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG BEBEK PADA TANAH GAMBUT Lamita, Dinni; Hadijah, Siti; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70254

Abstract

Tanaman Gambas (Luffa acutangula L.) merupakan tanaman sayuran merambat dengan alat pemegang berbentuk pilin, batang panjang dan kuat, dapat mencapai puluhan meter. Daerah asal gambas dari india, tanaman ini telah beradaptasi lama di daerah Asia Tenggara termaksuk Indonesia. Buah berkasiat untuk membersihkan darah, selain berguna untuk obat, kulit buah yang telah kering baik sekali untuk penggosok tempat cucian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk budidayakan tanaman gambas adalah dengan cara memberikan pupuk kandang bebek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman gambas ditanah gambut. Penelitian ini dilakukan didalam polybag dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan pupuk kandang bebek dengan 5 ulangan. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan diperoleh 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah b1 = 10 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 160 g / polybag b2 = 15 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 240 g / polybag b3 = 20 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 320 g / polybag b4= 25 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 400 g / polybag b5= 30 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 480 g / polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm ³), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g),berat buah perbuah (g), panjang buah (cm), diameter buah (cm). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian pupuk kandang bebek dosis 10 ton/ha setara dengan 160 g/polybag dapat pertumbuhan dan hasil gamas pada tanah Gambut.  Kata Kunci : Gambas, Tanah Gambut, Pupuk kandang Bebek
STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA DI HUTAN MANGROVE DESA SUNGAI NIBUNG KECAMATAN TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBU RAYA Aldaniah, Aldaniah; Sirodjul, Ahmad Mulyadi; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70947

Abstract

Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai memiliki hutan mangrove yang cukup luas dan terdapat moluska yang hidup didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Struktur Komunitas Moluska di Hutan Mangrove Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel Moluska dilakukan 10 hari sekali selama kurang lebih 2 bulan. Pengambilan sampel moluska dilakukan bertahap disetiap stasiun. Terdapat 3 stasiun pengambilan sampel, pada setiap stasiun terdapat 3 transek dengan jarak antar transek adalah ± 30 meter dan masing-masing transek diletakkan 5 buah plot berukuran 1 x 1 m ² dengan jarak antar plot yaitu ± 10 meter. Dari Penelitian ini diperoleh Komposisi Moluska yaitu sebanyak 16 spesies, yang digolongkan kedalam kelas gastropoda dan bivalvia. Kepadatan Moluska paling tinggi yaitu Cassidula nucleus sebesar 78,00 ind/m ² dengan nilai kelimpahan relatif sebesar 12,14%, sedangkan kepadatan moluska paling rendah yaitu Onchidium sp sebesar 1,00 ind/m2 dengan nilai kelimpahan relatif sebesar 0,18%. Indeks keanekaragaman (H"™) keseluruhan Moluska yaitu sebesar 2,27 menunjukan keanekaragaman tergolong sedang, indeks keseragaman (E) keseluruhan moluska sebesar 0,82 menunjukkan keseragaman jenis tergolong tinggi, kemudian pada indeks dominansi (C) keseluruhan moluska sebesar 0,11 menunjukkan dominansi rendah.    
PENGARUH BOKASHI BULU AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Simbolon, Marini; Hadijah, Siti; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70086

Abstract

Terung tumbuh dengan baik pada media yang subur salah satu media tumbuh yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan adalah tanah PMK yang memiliki beberapa kendala. Upaya yang dapat dilakukan   untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan memberikan bahan organik berupa bokashi bulu ayam dan pupuk NPK yang dikombinasikan dan diberikan secara berimbang. Penggunaan bokashi bulu ayam sebagai bahan organik dapat memperbaiki kendala yang ada pada tanah PMK terutama pada sifat fisik tanah dan penambahan pupuk NPK yang dapat diserap oleh tanaman secara langsung untuk memenuhi kebutuhan unsur hara. Tujuan dari penelitian ini adalah   mendapatkan dosis interaksi terbaik antara bokashi bulu ayam dan pupuk NPK untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jl. Letong Desa Noyan Kecamatan Noyan Kabupaten Sanggau. Waktu pelaksanaan berlangsung dari Bulan Maret-Mei 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu perlakuan pemberian bokashi bulu ayam (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: k1= 375 g/polibag, k2= 500 g/ polibag, k3= 625 g/polibag dan perlakuan pupuk NPK 16-16-16 (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu p1= 200kg/ha, p2= 300 kg/ha, p3= 400 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuannya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga total keseluruhan ada 108 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi pada semua variabel pengamatan. Pupuk NPK dengan dosis 300 kg/ha adalah dosis yang efektif untuk meningkatkan berat kering tanaman pada tanah PMK.
PENGARUH SKARIFIKASI DAN LAMA PERENDAMAN DENGAN EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI PINANG Rapeah, Rapeah; Purwaningsih, Purwaningsih; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70832

Abstract

Pinang (Areca catechu) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki potensi yang cukup tinggi dan nilai ekonomi sebagai bahan baku industri kimia dan farmasi. Secara alamiah benih pinang baru dapat berkecambah setelah 60-75 hari setelah semai.. Tujuan penelitian ini mendapatkan metode skarifikasi dan lama perendaman dengan ekstrak bawang merah yang   terbaik untuk mempercepat perkecambahan pada biji pinang. Penelitian ini dilakukan di lahan yang terletak di Jl. Parit Sarim Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap pada bulan Desember 2022 sampai Febuari 2023. Penelitian ini menggunakan pola   Faktorial Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor skarifikasi dan lama perendaman, serta setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari: tanpa skarifikasi dan lama perendaman 3 jam, tanpa skarifikasi dan lama perendam 6 jam, tanpa skarifikasi dan lama perendaman 9 jam, skarifikasi dan lama perendaman 3 jam, skarifikasi dan lama perendaman 6 jam, skarifikasi dan lama perendaman 9 jam. Variabel   yang diamati adalah kadar air, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, panjang akar, dan panjang plumula. Hasil penelitian   ini yaitu   skarifikasi dan lama perendaman dengan ekstrak bawang merah terhadap perkecambahan biji pinang hanya memberikan interaksi pada variabel pengamatan daya berkecambah. Skarifikasi pada benih dan lama perendaman 9 jam memberikan pengaruh yang tertinggi   terhadap perkecambahan biji pinang.
ANALISIS POTENSI OBJEK WISATA AIR TERJUN SILING DI KECAMATAN SIMPANG DUA KABUPATEN KETAPANG Evanka, Emba Raub Tia; Mulyadi, Ahmad; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.67953

Abstract

Wisata Air Terjun Siling terletak di Desa Gerai Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Oktober-November 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengestinasi potensi objek wisata alam Air Terjun Siling, mengestinasi tingkat kelayakan Air Terjun Siling Terhadap pengembangan Pariwisata, mengestinasi presepsi dan partisipasi masyarakat terhadap objek wisata alam Air Terjun Siling. Pengamatan potensi Air Terjun siling menggunakan metode observasi, pengambilan data karakteristik dan presepsi pengunjung menggunakan metode accidental sampling, sedangkan pengambilan data karakteristik dan presepsi masyarakat menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa Air Terjun siling memiliki potensi hayati dengan adanya flora dan fauna seperti pohon karet, pohon ulin, tumbuhan palem hutan, tumbuhan palem kuning, ikan gabus, ikan seluang, ikan wader, dan tengkuyung. Sedangkan potensi non hayati memiliki nilai keindahan alam seperti air terjun dan bebatuan. Tingkat kelayakan Air Terjun Siling dikategorikan tidak layak untuk dikembangkan karena hanya mencapai angka 24,9% yang dimana 33,33%, maka tempat tersebut kurang memiliki sarana dan prasarana serta aksesibilitas yang tidak memadai.