cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 3" : 29 Documents clear
PEMETAAN SEBARAN STATUS UNSUR HARA N, P, DAN K TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT KECAMATAN SANDAI KABUPATEN KETAPANG Hakim, Muhamad Amarul; Krisnohadi, Ari; Sulakhudin, Sulakhudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.77974

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditi pertanian subsektor perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai unsur hara yang ada di lokasi Penelitian. Kelapa sawit diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawit khususnya di lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan di Desa Merimbang Jaya untuk mengetahui sebaran status unsur hara N, P, dan K tanah pada kebun kelapa sawit dan memberikan saran pemupukan yang diperlukan. Penelitian berlangsung selama 5 bulan mulai dari survey lokasi penelitian, pengambilan sampel, analisis di laboratorium, analisis kriteria unsur hara, dan pembuatan peta sebaran status unsur hara N, P dan K mengunakan ArcGIS metode Kriging. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan N-total tanah pada kedalaman 0-30 cm rendah, sedangkan pada kedalaman 30-60 cm ada yang rendah dan ada yang sedang. Kandungan P-tersedia tanah pada kedalaman 0-30 cm bervariasi dari sedang hingga sangat tinggi, sedangkan pada kedalaman 30-60 cm ada yang rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Kandungan K-dd tanah pada kedalaman 0-30 cm mayoritas sangat rendah, sementara pada kedalaman 30-60 cm mayoritas sangat rendah. Saran pemupukan yang diberikan untuk tanaman kelapa sawit meliputi pemakaian pupuk Urea sebanyak 1,49 kg/pohon, pupuk SP-36 antara 0,15-1,23 kg/pohon, dan pupuk MOP 1,89-4,5 kg/pohon.
POTENSI EKOWISATA RIAM BATU BIDE DI DESA RINGO LOJOK KECAMATAN BANYUKE HULU KABUPATEN LANDAK Lia, Lia; Adijaya, Mardan; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.72673

Abstract

Ekowisata merupakan konsep pariwisata yang menintikberatkan pada pesona alam yang indah dan berkelanjutan. Riam Batu Bide sebagai salah satu wisata alam yang berada di Kecamatan Banyuke Hulu telah dimanfaatkan menjadi sebuah objek wisata oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kawasan dan peluang pengembangan ekowisata sebagai kawasan ekowisata Riam Batu Bide, di Desa Ringo Lojok, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. Penelitian ini telah dilakukan ±3 bulan yaitu dari Maret - April 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara terhadap para wisatawan dan masyarakat di sekitar wisata Riam Batu Bide. Pemilihan sampel respoden wisatawan ini berdasarkan pendekatan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan komponen daya tarik wisata adalah objek daya tarik dengan indeks kelayakan 91,66% (layak), aksesibilitas dengan indeks sebesar 54,16% (tidak layak), akomodasi dengan indeks   sebesar 33,33% (tidak layak) dan sarana prasaran dengan indeks sebesar 20,00% (tidak layak). Secara keseluruhan objek wisata Riam Batu Bide layak untuk dikembangkan sebagai   ekowisata karena dengan nilai indeks keseluruhan 49,78%. Sehingga sangat diperlukan peningkatan asksesbilitas dan sarana prasarana kawasan.
STUDI KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN ABU BOILER PADA TANAH GAMBUT Ramadhan, Gina Suci; Sulakhudin, Sulakhudin; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.81170

Abstract

Tanah gambut adalah tanah yang memiliki potensi cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai lahan budidaya pertanian. Tanah gambut sebagai lahan budidaya pertanian menghadapi permasalahan seperti, pH tanah yang rendah, kapasitas tukar kation yang tinggi, kejenuhan basa rendah, kandungan unsur makro dan mikro yang rendah, sehingga kurang optimal bagi budidaya tanaman bawang merah. Upaya untuk mengatasi permasalahan dilakukan untuk meningkatkan pH tanah dan ketersediaan unsur hara N, P, K di tanah gambut yaitu dengan cara pemberian pupuk kandang kambing dan abu boiler. Penelitian merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk kandang kambing (P) dan abu boiler (B). Faktor pertama yaitu pupuk kandang kambing sebanyak 3 taraf perlakuan P0 (0 g/polybag), P1 (240 g/polybag), P2 (480 g/polybag) dan faktor kedua abu boiler sebanyak 3 taraf perlakuan B0 (0 g/polybag), B1 (842 g/polybag), B2 (1.148 g/polybag) sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Pengaruh perlakuan terhadap parameter pengamatan dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) uji F. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang kambing dan abu boiler secara interaksi tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Pemberian pupuk kandang kambing secara tunggal pada tanah gambut menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap parameter C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd dan tinggi tanaman bawang merah. Pemberian abu boiler secara tunggal pada tanah gambut menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap parameter P-tersedia, K-dd dan jumlah daun tanaman bawang merah.Kata Kunci:  Abu boiler, ketersediaan hara, pupuk kandang kambing, tanah gambut, tanaman bawang merah.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN ARANG SEKAM PADI DAN POC LIMBAH IKAN PADA TANAH ALUVIAL Kristin, Valenti; Zulfita, Dwi; Gusmayanti, Evi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.78488

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran rempah yang mempunyai arti penting bagi masyarakat, baik dilihat dari nilai ekonomisnya yang tinggi, maupun dari kandungan gizinya. Bawang merah banyak digunakan sebagai bahan baku industri dan bumbu dapur. Bawang adalah tanaman tertua dari silsilah tanaman yang dibudidayakan oleh manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisi dosis interaksi antara arang sekam dan POC limbah ikan dan mendapatkan interaksi antara dosis arang sekam padi dan POC limbah ikan yang tepat dan efisiensi pada tanah aluvial sehingga memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang terbaik pada bawang merah. Penelitian dilaksanakan menggunakan media polybag yang berlokasi dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, dengan lama penelitian dimulai pada Agustus 2023 sampai November 2023. Rancangan ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang pertama yaitu arang sekam padi dengan 3 taraf perlakuan yaitu A1(20 ton/ha), A2(25 ton/ha), A3(30 ton/ha). Faktor kedua yaitu POC limbah ikan dengan 3 taraf perlakuan P1(200 ml/liter air), P2(250 ml/liter air), P3(300 ml/liter air). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan 3 sampel tiap ulangan. Variable pengamatan yang diamati dalam penelitian itu tinggi tanaman(cm), jumlah daun per rumpun(helai), jumlah anakan per rumpun(umbi), berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun(g). faktor penunjang yang diamati adalah pH tanah, suhu (Co), kelembaban udara (%), dan curah hujan (mm). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pada penelitian ini tidak terjadi interaksi dari pemberian arang sekam padi 20(ton/ha) dan POC limbah ikan 200(ml/l) terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial dan tidak ditemukan interkasi yang terbaik pada tanah aluvial tetapi kombinasi antara arang sekam padi 25 ton/ha dan POC limbah ikan 250 ml/l sudah cukup baik untuk meningkatkan hasil bawang merah pada tanah aluvial.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SUPERNATAN ISOLAT BAKTERI RNC 36 DENGAN SUHU YANG BERBEDA TERHADAP Xanthomonas oryzae Ningrum, Ajeng Maula; Ramadhan, Tris Haris; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.78892

Abstract

Xanthomonas oryzae menyebabkan penyakit hawar daun bakteri dan bercak daun bakteri pada padi (Oryza sativa) yang menghambat produksi tanaman pokok ini di sebagian besar Asia dan sebagian Afrika. Penyakit ini dapat menginfeksi tanaman padi pada semua fase pertumbuhan, mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Upaya pengendalian hawar daun bakteri di dunia terkendala oleh kemampuan patogen untuk membentuk strain baru yang lebih virulen sehingga teknologi pencarian varietas yang tahan dan penggunaan bakterisida menjadi kurang efektif untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri. Oleh karena itu, penggunaan agen biokontrol yang tepat dapat menjadi solusi alternatif untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri. Penemuan bakteri rhizosfer berupa bakteri RNc 36 diharapkan mampu menjadi agen biokontrol yang dapat menghambat pertumbuhan X.oryzae secara in vitro. Perlakuan pada penelitian adalah perbedaan suhu yang pada yaitu dari kultur bakteri RNc 36 yang diinkubasi suhu ruang (28 °C- 32 °C), suhu 30 °C dan suhu 40 °C, penelitian dilaksanakan dengan 9 ulangan. Namun hasil penelitian menunjukkan, supernatan yang diperoleh lalu kemudian diujikan dalam uji daya hambat sama sekali tidak menunjukkan adanya zona hambat atau zona bening. Berdasarkan penelitian ini, perlu dikembangkan metode penelitian yang lebih canggih untuk dapat menggali informasi tentang kemampuan supernatan yang berasal dari bakteri RNc 36 yang sebenarnya sebagai antibakteri.
KEMAMPUAN ISOLAT TRICHODERMA SEBAGAI PELARUT FOSFAT ASAL RHIZOSFER BAMBU, PISANG, DAN PEPAYA TERHADAP SERAPAN P TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DI TANAH ULTISOL Cindy, Claudya; Yulies, Urai Suci; Gafur, Sutarman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.70702

Abstract

Tanah Ultisol adalah jenis tanah yang memiliki tingkat kesuburan dan ketersediaan hara yang rendah. Unsur hara P merupakan salah satunya yang menjadi kendala untuk budidaya tanaman kacang hijau di Indonesia termasuk di Kalimantan Barat. Dengan demikian, dibutuhkan input tambahan dengan memanfaatkan mikroba tanah jenis fungi Trichoderma sp. dari rhizosfer tanaman bambu (bm), pisang (ps) dan pepaya (py) sebagai pemacu pertumbuhan tanaman yang dibantu oleh asam-asam organik untuk pelepasan ion fosfor yang tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat Trichoderma sebagai pelarut fosfat terhadap serapan hara P tanaman kacang hijau di tanah Ultisol dan membandingkan kemampuan isolat Trichoderma melarutkan fosfat dari rhizosfer bambu, pisang dan pepaya. Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial,yaitu : P0 (Kontrol), P1 (bm.sp1), P2 (bm.sp2), P3 (bm.sp3), P4 (bm.sp4), P5 (ps.sp1), P6 (ps.sp3), P7 (py.sp1), dan P8 (py.sp2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan isolat Trichoderma berpengaruh nyata terhadap kemampuan isolat Trichoderma melarutkan fosfat, tinggi tanaman, berat kering bagian atas tanaman, dan serapan hara P. Kemampuan isolat Trichoderma pada perlakuan P8 (py.sp2) asal rhizosfer pepaya dapat meningkatkan berat kering dan serapan hara P tanaman. Kemampuan Trichoderma pada perlakuan isolat P1 (bm.sp1) asal rhizosfer bambu mampu melarutkan fosfat lebih tinggi.
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG PARIWISATA PANTAI PUTRI SERAYI DI DESA JAWAI LAUT KECAMATAN JAWAI SELATAN KABUPATEN SAMBAS Kurniawan, Wawan; Soetignya, FX.Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.81430

Abstract

Pantai Putri Serayi yang berada di Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas. Pantai Putri Serayi memiliki luas sekitar 2,5 Ha dan mempunyai pasir yang menghampar sepanjang 3 km. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian kawasan dan daya dukung pariwisata Pantai Putri Serayi. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah wawancara dan koesioner. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan pada Oktober 2023 terdiri dari tiga stasiun pengamatan. Setelah melakukan pengamatan, hasil dari analisis kesesuaian kawasan masuk kedalam kategori sesuai (S2). Daya dukung kawasan untuk kegiatan wisata adalah Total daya dukung maksimal yang ada di kawasan wisata Pantai Putri Serayi yaitu sebesar 1.997 orang/hari dengan kegiatan rekreasi Pantai yang mampu menampung 1467 orang/hari dengan luas 22.000 m2 dan rekreasi berenang yang dapat menampung 530 orang/hari dengan luas 5.300 m2.
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Tarigas, Adrianus Banyu; Asnawati, Asnawati; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.78500

Abstract

Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tanam mempunyai berbagai masalah yang dapat menjadi penghambat bagi pertumbuhan tanaman. Pemberian tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam dapat membantu memperbaiki permasalahan yang terdapat pada tanah alluvial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis interaksi yang terbaik dari pemberian tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, pada bulan Oktober "“ Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, terdapat 3 ulangan dan terdapat 5 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu faktor pertama dosis tepung cangkang telur, c0 = tanpa tepung cangkang telur, c1 =   0,6 ton/ha, c2 =   1 ton/ha dan faktor kedua dosis pupuk kandang ayam, a1 = 5 ton/ha, c2 = 10 ton/ha, c3 = 15 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian tepung cangkang telur dengan dosis 1 ton/ha dan pupuk kandang ayam dengan dosis 15 ton/ha merupakan dosis terbaik dalam meingkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial.
RESPON TANAMAN LOBAK AKIBAT PEMBERIAN TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK NPK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Habiburrahman, Habiburrahman; Susana, Rini; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.77644

Abstract

Tanah podsolik merah kuning (PMK) sebagai media tumbuh tanaman lobak merupakan tanah yang bersifat masam serta miskin unsur hara, upaya untuk meningkatkan pH tanah yang masam sebagai media tumbuh lobak dapat menggunakan tepung cangkang telur sebagai pengganti kapur dan pupuk NPK untuk meningkatkan ketersediaan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari tepung cangkang telur dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di tanah PMK serta mengetahui dosis terbaik dari tepung cangkang telur dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan lobak. Penelitian ini dilakukan di lahan yang berlokasi di Kelurahan Parit Mayor, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus "“ Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama tepung cangkang telur (C) dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) dimana setiap faktor terdiri dari 3 taraf perlakuan sehingga terdapat 9 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali serta terdapat 4 sampel tanaman pada setiap unit sehingga jumlah tanaman seluruhnya ada 108 tanaman atau polybag. Faktor pertama tepung cangkang telur (C) terdiri dari 3 taraf, yaitu: c1 = Tepung cangkang telur 5 ton/ha (setara dengan 10 g/polybag), c2 = Tepung cangkang telur 10 ton/ha (setara dengan 20 g/polybag) dan c3 = Tepung cangkang telur 15 ton/ha (setara dengan 30 g/polybag). Faktor kedua pupuk NPK (N) terdiri dari 3 taraf, yaitu: n1 = Pupuk NPK 300 kg/ha (setara dengan 4,5 g/polybag), n2 = Pupuk NPK 450 kg/ha (setara dengan 6,7 g/polybag) dan n3 = Pupuk NPK 600 kg/ha (setara dengan 9 g/polybag). Variabel pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari jumlah daun 3 sampai 5 MST, berat segar tanaman, berat kering tanaman, diameter umbi, panjang umbi, dan berat segar umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi interaksi antara tepung cangkang telur dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil lobak, namun pemberian dosis 10 ton/ha tepung cangkang telur dan 300 kg/ha pupuk NPK merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan berat kering tanaman.
HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN SEPAT RAWA (TRICHOGASTER TRICHOPTERUS) DI SUNGAI PARIT BARU KABUPATEN MEMPAWAH Krisnawati, Krisnawati; Sirodjul, Ahmad Mulyadi; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.77211

Abstract

Sungai Parit Baru merupakan sungai yang terletak di Desa Terap, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Sungai ini memiliki panjang 2300 meter dengan garis lurus dan lebar sungai yang tidak menentu. Jarak antara stasiun 1 ke stasiun 2 sekitar 761 meter dengan lebar sungai masing-masing yaitu sekitar 2 m dan 5 meter. Di perairan ini terdapat beragam jenis ikan. Diantaranya ditemukan ikan Sepat Rawa (Tricogaster trichopterus). Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui aspek biologi yang meliputi hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan sepat rawa (Trichogaster trichopterus) yang ada di daerah tersebut. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Februari 2023 "“ April 2023 bertempat di Sungai Parit Baru Kabupaten Mempawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Ikan Sepat Rawa di Sungai Parit Baru Kabupaten Mempawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Purposive Sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 2 stasiun di Perairan Sungai Parit Baru dan didapatkan sebanyak 75 ekor ikan, populasi didominasi oleh sebaran ukuran kelas panjang 9,25-10 cm sebanyak 33 ekor. Hasil hubungan panjang berat menunjukan bahwa pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif dan alometrik positif. Nilai faktor kondisi ikan Sepat Rawa (Trichogaster trichopterus) berkisar 0,56-2 yang menunjukkan bahwa ikan dalam kondisi gemuk.    Kata Kunci:   Frekuensi Panjang, Ikan Sepat Rawa, Rasio Kelamin, Sungai Parit Baru

Page 2 of 3 | Total Record : 29