cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1: April 2013" : 37 Documents clear
PENGARUH KOMPOS AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Jumelissa Marum; Dwi Zulfita; Maulidi -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2427

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis terbaik kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Penelitian dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dilaksanakan mulai dari tanggal 11 September 2012 sampai dengan tanggal 1 Desember 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuandan 5 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel jadi terdapat 75 polybag tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian kompos ampas tebu dengan dosis : k0 (tanpa pemberian kompos ampas tebu), k1(235,95 gram/polybag atau setara dengan 2,5 % bahan organik),k2(489,11 gram/polybag atau setara dengan 5 % bahan organik), k3(742,28 gram/polybag atau setara dengan 7,5 % bahan organik) dan k4 (995,44 gram/polybag atau setara dengan 10 % bahan organik). Variabel yang diamati adalah luas daun (cm2), klorofil daun (spad unit), berat kering tanaman (gram),berat segar tanaman (gram), berat segar umbi (gram), diameter umbi (cm), dan panjang umbi (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos ampas tebu pada tanah PMK memberikan pengaruh tidak nyata pada variabel klorofil daun, berat segar umbi, diameter umbi dan panjang umbi. Pemberian kompos ampas tebu dapat meningkatkan luas daun, berat kering tanaman dan berat segar tanaman. Pemberian kompos ampas tebu dengan dosis 235,95 g/polybag atau setara dengan 2,5 % bahan organik memberikan pertumbuhan dan hasil yang efektif tanaman lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning. Kata kunci: Kompos, Ampas Tebu,Podsolik Merah Kuning ,Lobak
UJI VARIETAS PADI DENGAN METODE SRI MENGGUNAKAN TANAH ALUVIAL Yuwono, Andrie; -, Radian; -, Nurjani
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji varietas serta mencari varietas yang cocok ditanam dengan metode SRI. Dengan media tanah aluvial, pengamatan dilakukan terhadap beberapa variable yang mempengaruhi hasil tanaman padi, diantaranya adalah; tinggi tanaman (cm), jumlah anakan maksimum (batang), jumlah anakan produktif (batang), jumlah gabah permalai (butir), persentase gabah isi permalai (butir), berat 1000 biji gabah (gram), berat gabah per rumpun. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari 1 faktor yaitu varietas yang digunakan, sebagai berikut; p1 (varietas inpara 1), p2 (varietas inpara 2), p3 (varietas inpara 3), p4 (varietas inpara 5), p5 (varietas inpari 10), p6 (varietas inpari 13),p 7 (varietas ciherang). Masing masing perlakuan diacak, dengan jumlah ulangan adalah 5, sehingga dalam penelitian ini terdapat 35 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan Varietas Inpara 1 memiliki rata-rata hasil tertinggi dalam variable jumlah anakan produktif, jumlah anakan maksimum, berat 1000 biji serta berat gabah per rumpun. Untuk perlakuan Varietas Inpari 13 memiliki hasil rata-rata tertinggi dalam persentase gabah isi per malai serta jumlah gabah isi per malai. Sedangkan Varietas Inpara 3 memiliki rata-rata tertinggi dalam tinggi tanaman. Kata kunci : Adaptasi, SRI, Tanah Aluvial, Padi Varietas Unggul.
PENGARUH KOMPOS LIMBAH TALAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON PADA TANAH ALLUVIAL Wiji Lestari; Achmad Mulyadi Sirojul; Asnawati -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2446

Abstract

Peningkatan produksi melon selain ditentukan oleh tehnik budidaya yang tepat juga ditentukan oleh faktor tanah. Pemanfaatan tanah alluvial sebagai lahan budidaya memiliki beberapa kelemahan pada sifat fisik, kimia dan biologi, sehingga perlu adanya usaha untuk memperbaiki kondisi tersebut, salah satunya ialah dengan penambahan bahan organik berupa kompos limbah talas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mencari dosis kompos limbah talas yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman melon pada tanah aIluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga jumlah seluruhnya ada 80 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut: Tanpa kompos limbah talas, 448 g/polybag kompos limbah talas, 1115 g/polybag kompos limbah talas, 1781 g/polybag kompos limbah talas, dan 2448 g/polybag kompos limbah talas. Variabel yang diamati adalah: Berat kering bagian atas tanaman (gram), volume akar (cm3), diameter buah (cm), berat buah (gram), ketebalan daging buah (cm) dan kadar gula buah (%). Berdasarkan hasil penelitian, pemberian kompos limbah talas sebanyak 2448 g/polybag, memberikan rerata tertinggi pada variabel pengamatan volume akar (13,5 cm), berat kering bagian atas tanaman (19,41 g), berat buah (972,23 g), dan diameter buah (11,95 cm), akan tetapi berbeda tidak nyata terhadap pemberian kompos limbah talas sebanyak 1781 g/polybag pada variabel berat buah dan diameter buah, dengan demikian dari hasil penelitian ini dapat katakan bahwa efesiensi pemberian kompos limbah talas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon pada tanah alluvial ialah sebanyak 1781 g/polybag kompos limbah talas. Kata Kunci : Kompos Limbah Talas, Melon, Tanah Alluvial
PENGARUH MIKROBA DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH GAMBUT Etes, Fernando; Zulfita, Dwi; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the best dose of N fertilizer for corn growth and yield double inoculated with mycorrhizal fungi and Azospirillum arbuskula peat soils. research was conducted in the experimental garden Tanjungpura pontianak university agricultural faculty from 10 november 2011 to 31 January 2012.study using completely randomized design (CRD) with 2 factors factorial treatments and 3 replications. every combination treatment plant consists of 3 samples. The first factor is microbial inoculation (M) and the second factor is the factor of urea (U). treatment are: microbial inoculation factor (M) consists of 4 stage are: Mo = without inoculation, M1 = mycorrhizal inoculation arbuskula, M2 = inoculation of bacteria fastening non-symbiotic N Azospirillum lipoferum, M3 = inoculation with mycorrhizal and bacterial arbuskula fastening N non-symbiotic Azospirillum lipoferum. factor urea (U) consists of 4 standard, namely: U0 = without fertilizer urea, urea U1 = 1/4 the recommended dose = 1.56 g / polybag, U2 = urea 1/2 the recommended dose = 3.13 g / polybag and U3 = urea appropriate recommended dose = 6.25 g / polybag. observed variables in this study were plant height (cm), number of leaves (pieces), leaf chlorophyll content (SPAD units), plant dry weight (g), leaf area (cm), N and P uptake (g), root infection by mycorrhizae (%) and dry shelled (g).the results showed that microbial inoculation and urea fertilizers provide the same effect on the number of leaves weeks 2, 4, 6 and 8 after planting, plant height 2 and 8 weeks after planting and has the best. provision of urea at various doses affect the levels of chlorophyll and leaf area dau total. interactions between microbial inoculation and urea fertilizers provide a good influence on root infection, P and N uptake, plant dry weight. The combination of microbial inoculation + 1.56 g urea (the recommended dose) resulted in infection of the roots, uptake of N and P on corn the best. corn plants without giving urea producing chlorophyll content of leaves and leaf area at its best. interaks without microbial inoculation and without urea producing plant dry weight is best. maize plants inoculated with mycorrhiza and Azospirillum double generating plant height to 4 and 6 weeks after planting is best. results of dry shelled corn crop ever produced in double inoculation with mycorrhiza and Azospirillum without giving urea. Keywords: microbes, urea, growth, yield, corn, peat
KAJIAN DAUN NANAS KERANG PADA KARAKTER FISIKOKIMIA DAN SENSORI LIANG TEH PONTIANAK Rosita -; Yohana S.K.D; Suko Priyono
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kandungan nanas kerang yang menghasilkan karakter fisikokimia dan sensori liang teh Pontianak. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri satu faktor perlakuan yaitu kandungan nanas kerang sebanyak tujuh taraf terdiri dari kandungan 0 g, 10 g, 20 g, 30 g, 40 g, 50 g, dan 60 g per 1000 ml air diulang sebanyak tiga kali. Variabel pengamatan meliputi vitamin C, pH, total asam, total padatan terlarut dan uji sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan liang teh dengan kandungan nanas kerang menghasilkan formulasi terbaik dengan kandungan nanas kerang 40 g. liang teh yang dihasilkan memiliki karakter fisikokimia vitamin C 21,12 %; pH 6,69 %; total asam 0,82 %; total padatan terlarut 6,33% dan karakter sensori adalah aroma 3,08 % (agak wangi); kekelatan 3,32 % (agak kelat); warna 2,80 % (merah keunguan); kekeruhan 2,72 % (agak keruh); dan kesukaan 3,28 % (agak suka). Kata kunci : liang teh, fisikokimia, karakter sensori, nanas kerang
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN RAWA PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI DI KECAMATAN TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBU RAYA Hendra Sahuri Mulia; Asmahan Akhmad; Rini Hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2410

Abstract

Lahan pasang surut merupakan salah satu lahan marginal yang dijumpai sangat luas di Kalimantan Barat. Luas lahan pasang surut dan lebak sekitar 2.803.744 ha (18,32%) dari luas propinsi Kalimantan Barat. Namun dari segi pemanfaatannya kurang memperhatikan prinsip-prinsip kesesuaian lahan. Sebagian besar petani di Kalimantan Barat dalam bercocok tanam tidak memperhitungkan kesesuaian dari lahan yang akan digunakan, begitu juga dalam penggunaannya, sehingga tanpa disadari tindakan yang dilakukan tersebut justru mengakibatkan kerusakan-kerusakan tanah, antara lain tingkat kesuburan tanah yang semakin menurun. Pengembangan lahan pasang surut merupakan alternatif pilihan yang sangat strategis untuk mengatasi tantangan peningkatan produksi dan alih fungsi lahan-lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Lahan pasang surut mempunyai prospek yang besar untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian untuk tanaman padi terutama dalam kaitannya dengan pelestarian swasembada pangan, peningkatan dan verifikasi produksi, peningkatan pendapatan dan lapangan kerja serta pengembangan agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat / kelas kesesuaian lahan rawa pasang surut untuk tanaman padi serta kendala dan pemecahannya di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilaksanakan dari pertengahan Januari Sampai Pertengahan Maret 2012 dalam 5 tahapan yaitu persiapan, survei lapangan, pengamatan, analisis tanah di laboraturium dan interpretasi data serta penyusunan laporan hasil penelitian. Variabel pengamatan pada penelitian ini meliputi kondisi lingkungan dan tanah yang diamati di lapangan yaitu kondisi iklim, drainase lahan, kedalaman, muka air tanah, tekstur, struktur, konsistensi dan kedalaman sulfidik dari boring dan minipit. Sifat kimia tanah diamati adalah kandungan unsur hara N, P, K, Ca, Mg, pH, KTK, KB, dan Al-dd dari sampel sampel komposit dan minipit. Dari hasil penelitian menunjukan lokasi penelitian merupakan daerah dengan bentuk wilayah datar (lereng 0-3 %) dan termasuk ke dalam sistem lahan Mendawai (MDW) yaitu rawa-rawa gambut dangkal dengan kemiringan <2 % dan relief <2 meter di atas permukaan laut. Suhu rata-rata berkisar antara 22,9 33,1 oC dan curah hujan rata-rata tahunan adalah 3.217,06 mm/tahun. Drainase buruk atau terhambat, tidak memiliki tekstur, dan tidak terdapat lapisan pirit. Memiliki tipe luapan B serta bahaya banjir termasuk ke dalam kategori sedang (F2). Dari hasil analisis data di lapangan dan di laboratorium menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdapat 2 jenis tanah yaitu pada SPT 1 Typic Sulfisaprists dengan luas 37 Ha atau 74 %, dan pada SPT 2 Typic Sulfihemists dengan luas 13 Ha atau 26 %. Berdasarkan hasil intrepretasi data hasil evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman padi di lapangan serta laboratorium, maka diperoleh hasil penilaian dengan karakteristik lahan berupa sifat fisik, kimia dan kesuburan tanah. Lahan pada lokasi penelitian mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual yang sama untuk pengembangan tanaman padi pada SPT 1 dan SPT 2 adalah S3.n (sesuai bersyarat) dengan faktor pembatas ketebalan gambut dan kekurangan unsur hara P. Usaha perbaikan untuk kedua SPT tersebut adalah dengan penambahan unsur hara melalui pemberian pupuk luar seperti SP-36 dan pengapuran dengan tingkat pengelolaan tinggi sehingga mampu meningkatkan kelas kesesuaian lahan potensialnya menjadi S2 (cukup sesuai) pada lokasi penelitian. Kata Kunci : Evaluasi, Lahan Rawa, Padi.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Sihotang, Rikardo Halomoan; Zulfita, Dwi; Surojul, Ahmad Mulyadi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi pupuk organik cair yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini mengunakan metode eksperimen lapangan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu faktor konsentrasi POC Hantu (P) 4 kali ulangan. Faktor POC Hantu (P) terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu p0 : 0 ml/2 liter air, p1 : 2 ml/2 liter air, p2 : 4 ml/2 liter air, p3 : 6 ml/2 liter air, p4 : 8 ml/2 liter air dan p5 : 10 ml/2 liter air dengan frekuensi penyemprotan 7 hari sekali pada bulan pertama dan 14 hari sekali pada bulan-bulan selanjutnya. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), berat kering tanaman (g), jumlah cabang produktif (cabang), berat biji kering per tanaman (g) dan berat biji kering per petak (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi POC Hantu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman minggu ke- 8 dan ke- 9 setelah tanam, jumlah cabang produktif dan berat biji kering per petak tetapi POC berpengaruh tidak nyata terhadap variabel umur berbunga, berat kering tanaman dan berat biji kering per tanaman. Hasil yang terbaik untuk pertambahan tinggi tanaman minggu ke- 8 dan ke- 9 setelah tanam, cabang produktif dan berat biji kering per petak adalah konsentrasi 2 ml/2 liter air. Kata kunci : Kacang hijau, pupuk organik cair (POC), tanah gambut
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT DI TANAH ALUVIAL Bambang Raharjo Raharjo; Suko Priyono; Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2392

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) adalah salah satu tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Tanah aluvial atau Inceptisol yang bermasalah adalah sulfaquepts mengandung horizon sulfuric (cat clay) yang sangat masam. Budidaya cabai rawit merupakan upaya meningkatkan hasil cabai rawit dengan cara meminimalkan penggunaan pupuk kimia, dengan demikian menggunakan pupuk hayati pada tanaman cabai rawit diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Hayati terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah aluvial. Penelitian ini dilakukan di dalam rumah plastik yang berlokasi di Jalan Alianyang gang kencana 1 Kota Pontianak, Propinsi Kalimantan Barat. Penelitian dimulai April 2012 sampai November 2012. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu faktor pupuk hayati. Ada 6 perlakuan terdiri dari 4 ulangan, setiap perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), waktu keluar bunga pertama (hari), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman (g), jumlah cabang produktif tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman (cm), waktu keluar bunga pertama (hari), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman (g), jumlah cabang produktif tanaman. Kata kunci : Pupuk Hayati, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit, Tanah aluvial.
PENGARUH BOKASI KIRINYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) PADA TANAH GAMBUT -, Sularto; Sasli, Iwan; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Bokashi Kirinyu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Pada Tanah Gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jl. Arteri Supadio Km 14,8 Kabupaten Kubu Raya dengan lama penelitian mulai tanggal 19 maret sampai 18 juli 2012. Metode yang digunakan dalam penetitian ini adalah dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor bokasi kirinyu (B) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan bokasi kirinyu dengan 4 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 3 sampel sehingga dengan jumlah tanaman yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 72 tanaman. Perlakuan tersebut adalah b0 = Tanpa pemberian bokasi kirinyu/polibag, b1 = 10 % bokasi kirinyu/polibag atau setara dengan 1 kg bokasi kirinyu, b2 = 20 % bokasi kirinyu/polibag atau setara dengan 2 kg bokasi kirinyu, b3 = 30 % bokasi kirinyu/polibag atau setara dengan 3 kg bokasi kirinyu, b4 = 40 % bokasi kirinyu/polibag atau setara dengan 4 kg bokasi kirinyu, b5 = 50 % bokasi kirinyu/polibag atau setara dengan 5 kg bokasi kirinyu. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, berat kering tanaman, volume akar, berat buah segar pertanaman, berat buah kering pertanaman dan pengamatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi kirinyu berbeda nyata pada tinggi tanaman pada minggu minggu ke-4, ke-6, ke-7 dan minggu ke-8 dan pada minggu ke-1, ke-2, ke-3, ke-5, ke-9 dan ke-10 memberikan pengaruh tidak nyata. Pemberian bokasi kirinyu berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah cabang produktif, berat kering tanaman, volume akar dan berat buah kering pertanaman dan berpengaruh nyata terhadap berat buah segar tanaman rosella. Perlakuan dosis 2 kg/polybag, menghasilkan berat buah segar pertanaman terbaik. Kata kunci : Bokasi Kirinyu, Rosella, Tanah Gambut.
PENGARUH BOKASI JERAMI PADI TERHADAP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM PADA TANAH ALLUVIAL -, Kasini; Safwan, Mulyadi; -, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah alluvial sebagai media tumbuh tanaman umumnya menghadapi beberapa kendala, diantaranya miskin unsur hara, reaksi tanah masam hingga basa, kandungan bahan organik yang rendah sehingga perlu upaya untuk tanah alluvial siap digunakan untuk bididaya tanaman cabut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian bokasi jerami padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam pada tanah alluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 sampel. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, berat segar tanaman, berat volume tanah. Hasil penelitian menunjukan pemberian bokasi jerami padi sebanyak 377 g/polybag memberikan hasil terbaik pada tanaman bayam untuk variabel tinggi tanaman, luas daun dan berat segar tanaman. Kata kunci: alluvial, bayam, bokasi jerami padi.

Page 1 of 4 | Total Record : 37