cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Agustus 2013" : 37 Documents clear
FLUKTUASI POPULASI KUTU DAUN Toxoptera citricidus (Kirkaldy) PADA TANAMAN JERUK SIAM Sudarwadi -; Indri Hendarti; Tris Haris Ramadhan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2493

Abstract

Pengendalian hama terpadu (PHT) adalah salah satu pengendalian hama yang lebih baik dan aman. Keberhasilan dalam PHT sangat tergantung pada pemahaman ekologi hama yang akan dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi populasi kutu daun T.citricidus pada tanaman jeruk siam.. Penelitian dilakukan selama dua bulan dimulai bulan September- Oktober 2012. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan cara mengamati langsung di pertanaman jeruk di Desa Pangkalan Kongsi. Tanaman sampel yang diamati 10 % dari keseluruhan jumlah tanaman pada kebun milik petani. Pengamatan dilakukan terhadap ketersediaan sumber makanan yang ada yaitu tunas dan daun muda dan faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban dan curah hujan serta predatornya yaitu family Coccinellidae dan Syrphidae. Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh, dapat diketahui bahwa rerata jumlah tunas, daun muda, predator, suhu, kelembaban dan curah hujan dapat mempengaruhi kelimpahan populasi kutu daun T.citricidus. Populasi T.citricidus 637.1 ekor didapatkan pada kondisi rerata jumlah tunas 28.1, predator 28 ekor, suhu 310 C, kelembaban 75 % serta rata-rata curah hujan 253 mm/bulan. Kata Kunci : Perkembangan Populasi, T.citricidus, Faktor Lingkungan
PENGARUH PUPUK UREA DAN PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI VARIETAS INPARA-3 PADA SAWAH PASANG SURUT Bara, Linseria Batu; -, Radian; -, Nurjani
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa dosis kombinasi pupuk urea dan phonska yang terbaik sehingga dapat memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap tanaman padi varietas Inpara -3 pada sawah pasang surut. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Kakap PAL XIII, Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian berlangsung selama 4 bulan (16 minggu), yaitu dimulai dari tanggal 6 Mei 2012 sampai dengan tanggal 10 September 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen lapang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 taraf perlakuan, yaitu sebagai berikut : P1 (dosis 0 g urea + 450 g phonska ), P2 ( dosis 45 g urea + 405 g phonska ), P3 ( dosis 90 g urea + 360 g phonska ), P4 ( dosis 135 g urea + 315 g phonska ), P5 (dosis 180 g urea + 270 g phonska ), P6 ( dosis 225 g urea + 225 g phonska ), dan P7 (dosis 270 g urea + 180 g phonska ), dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati pada penelitian adalah tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi per malai, berat gabah per rumpun, berat 1000 butir gabah, dan hasil gabah kering per petak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis kombinasi pupuk urea dan phonska memberikan pengaruh nyata pada variabel jumlah malai per rumpun, persentase gabah isi per malai, berat gabah per rumpun, berat 1000 butir gabah, dan hasil gabah kering per petak. Dari variabel jumlah malai per rumpun, persentase gabah isi per malai, berat gabah per rumpun, berat 1000 butir gabah dan hasil gabah kering per petak rerata tertinggi diperoleh dari perlakuan dengan dosis 270 g urea + 180 g phonska. Kata Kunci : Urea dan Phonska, Varietas Inpara-3, Sawah pasang surut
PENGARUH PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Lindha Fendrasari; Radian -; Siti Hadijah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk Phonska yang terbaik yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada bawang merah di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan selama 75 hari dimulai dari penanaman pada tanggal 17 Juli 2012 hingga panen pada tanggal 30 September 2012. Lokasi penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan dan setiap perlakuan dalam 1 ulangan terdapat 3 sampel tanaman, jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 75 tanaman. Adapun perlakuan sebagai berikut : p1 = 0,8 g/polybag, p2 = 1,6 g/polybag, p3 = 2,4 g/polybag, p4 = 3,2 g/polybag, p5 = 4 g/polybag. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah umbi per rumpun (umbi), berat segar umbi per rumpun (g), dan berat kering angin umbi per rumpun (g). Lima dosis pemberian pupuk Phonska memberikan pengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Pemberian pupuk Phonska berpengaruh nyata terhadap berat segar umbi per rumpun, dengan hasil terbaik pada dosis 2,4 g/polybag atau setara dengan 600 kg/Ha. Kata kunci : Bawang merah, pupuk Phonska, tanah aluvial
KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KLON LIDAH BUAYA PADA DUA ASAL TANAH GAMBUT Butet Orene; Hidayat -; Asnawati -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.302 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian pertumbuhan dan hasil klon lidah buaya pada dua asal tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak, Jl. Sepakat II selama +4 bulan yaitu dimulai dari tanggal 28 Juli sampai 16 November 2012. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Tersarang 2 faktor yang terdiri dari jenis klon yaitu E4, E5, E6, E7, E8 dan faktor asal lokasi tanah, Rasau Jaya I tipe luapan C dan Rasau Jaya III tipe luapan B dengan 3 kali ulangan 4 sampel. Variabel yang diamati adalah pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah pelepah (helai), jumlah anakan, lebar pelepah hasil (cm), Panjang Pelepah hasil (cm), tebal pelepah hasil (cm), berat pelepah hasil (g). Analisis yang digunakan adalah analisis keragaman taraf 5% dan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E8 memberikan hasil yang baik, sedangkan hasil klon lidah buaya merespon lebih baik pada tanah asal Rasau Jaya I. Kata kunci: klon, lidah buaya, gambut.
STUDI STATUS HARA NITROGEN (N), FOSFOR (P), DAN KALIUM (K) DI SAWAH TADAH HUJAN DESA ARANG LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA diana, mar nana; Aspan, Asrifin; Yulies V.I, Uray Suci
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MARDIANA. Studi Status Hara Nitrogen (N), Fosfor (P), Dan Kalium (K) Di Sawah Tadah Hujan Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Dibimbing oleh ASRIFIN ASPAN DAN URAY SUCI YULIES V.I. Dilihat dari potensi lahan, tampaknya lahan sawah tadah hujan merupakan alternatif yang menjanjikan dimasa depan untuk dikembangkan. Permasalahan yang menonjol pada lahan sawah tadah hujan adalah produktivitas rendah. Disamping itu, di lahan sawah tadah hujan pengembangan usaha tani padi dihadapkan pada permasalahan kekeringan karena pasokan air hujan yang sulit diprediksi. Contoh tanah diambil di areal persawahan sawah tadah hujan Desa Arang Limbung yaitu pada 4 titik pengamatan, dengan 5 kali ulangan pada setiap titik, dan kemudian tanah dikompositkan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status hara Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) dan pH tanah pada tanaman padi di lahan tadah hujan Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya yang digunakan untuk dasar pengembangan lahan yang dikhususkan pada sistem pemupukan dan pengelolaan lahan agar menghasilkan produksi yang optimal.
STRUKTUR KOMUNITAS GULMA PADA KEBUN PEREMAJAAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT PT. BUMI PRATAMA KHATULISTIWA (BPK), KUBU RAYA Purwasih, Suhenny Dwi; -, Sarbino; -, Rahmidiyani
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peremajaan di lahan perkebunan kelapa sawit akan merubah kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi gulma yang tumbuh di bawah tanaman budidaya. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma merugikan bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan struktur komunitas gulma yang tumbuh pada kebun peremajaan kelapa sawit di lahan gambut PT. Bumi Pratama Khatulistiwa (BPK). Penelitian dilakukan dengan analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat berukuran 1m x 1m. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat 24 jenis gulma dari 16 family pada areal kebun peremajaan (TBM) dan ditemukan 16 jenis gulma dari 9 family pada areal kebun bukaan lama (TM). Spesies gulma yang paling dominan pada piringan dan gawangan TBM adalah gulma Fimbristylis pauciflora dengan nilai SDR 17.7% pada piringan dan SDR sebesar 15.7% pada gawangan. Selanjutnya spesies gulma yang paling dominan pada piringan TM adalah gulma Nephrolepsis bisserata dengan SDR sebesar 24.5% dan pada gawangan TM didominasi oleh gulma F. pauciflora dengan SDR sebesar 51%. Kata kunci : Peremajaan kelapa sawit, struktur komunitas gulma, lahan gambut
STUDI KARAKTERISTIK DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PALOH KABUPATEN SAMBAS Novitasari -; Saifudin -; Junaidi -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2487

Abstract

Daerah aliran Sungai merupakan daerah yang dibatasi punggung-punggung gunung dimana air hujan yang jatuh pada daerah tersebut akan ditampung oleh punggung gunung tersebut dan dialirkan melalui sungai-sungai kecil ke sungai utama. Meningkatnya kebutuhan penduduk terhadap pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) mengakibatkan lahan pertanian menjadi semakin sempit sehingga keadaan tersebut mendorong para petani untuk tidak lagi memperhatikan kaidah- kaidah konservasi seperti pembukaan hutan yang secara meluas. Penggunaan lahan yang tidak tepat ini akan mempercepat perubahan keadaan DAS. Upaya rehabilitasi lahan akan sangat bermanfaat dalam perencanaan pengelolaan dan pengontrolan DAS. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS) Paloh Kabupaten Sambas. Beberapa variabel hasil dari pengamatan dilapangan dapat diketahui yaitu : pola DAS berbentuk dendritik, bentuk drainase relatif memanjang, nilai kerapatan drainase sebesar 2,15 km/km2, memiliki 4 orde sungai, profil melintang sungai berbentuk segitiga, debit aliran sungai rata-rata 96,21 m3/detik, TSS rata-rata 75,80 mg/liter, pH air rata-rata 6,92, suhu rata-rata 29,2oC, dan kecerahan rata-rata 35,90 cm. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa DAS masih tergolong baik, akan tetapi aktivitas masyarakat yang dekat dengan DAS tidak menutup kemungkinan beberapa tahun kedepan DAS Paloh akan mengalami kerusakan. Kata Kunci; Daerah Aliran Sungai (DAS), Karakteristik DAS,
PENGARUH PENGGUNAAN JENIS MEDIA TERHADAP AKLIMATISASI ANGGREK Dendrobium sp(hibrida) Yosepa, Tangti; Siregar, Chairani; Gusmayanti, Evi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman dari hasil kultur jaringan (in-vitro) harus melalui tahapan aklimatisasi, karena tahapan ini merupakan suatu hal yang penting, agar tanaman yang sebelumnya ditumbuhkan di dalam botol kultur dengan suplai media yang lengkap untuk dapat hidup secara mandiri dan berfotosintesis pada kondisi eksternal. Media tanam merupakan komponen utama ketika akan mengeluarkan anggrek dari botol pada masa aklimatisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari media yang terbaik bagi pertumbuhan bibit tanaman anggrek Dendrobium sp selama masa aklimatisasi. Penelitian dilakukan di dalam rumah kaca, Fakultas Pertanian Pontianak. Penelitian dimulai Juni 2012 sampai september 2012. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan jenis media yaitu m1 (lumut), m2 (sabut kelapa), m3 (cacahan pakis), m4 (arang sekam padi), m5 (akar kadaka) dan m6 (kulit kayu trembesi) dengan 4 kali ulangan dan masing- masing ulangan terdiri dari 3 sampel, pengelompokkan berdasarkan pada ukuran tinggi tanaman. Variabel yang diamati adalah Pertambahan tinggi tanaman (cm), Persentase tanaman hidup (%), Pertambahan jumlah daun (helai), jumlah anakan/tanaman, dan Pertambahan jumlah akar (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan berbagai jenis media berpengaruh tidak nyata terhadap aklimatisasi anggrek Dendrobium sp(hibrida).Kata kunci : media tanam, Dendrobium sp(hibrida), aklimatisasi.
PENGARUH PUPUK ORGANIK KOTORAN BEBEK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU PADA MEDIA GAMBUT Dewi, Novita; Hadijah, Siti; -, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi hijau (Brassica rapa parachinensis L) merupakan tanaman sayuran dengan iklim sub-tropis, namun mampu beradaptasi dengan baik pada iklim tropis. Pengelolaan tanah yang lebih intensif yang diikuti dengan usaha perbaikan kesuburan tanah, salah satunyaadalah dengan penambahan bahan organik berupa pupuk organik,diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan sawi hijau di tanah gambut. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis terbaik dari pemberian pupuk kotoran bebek terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau/ pada media gambut. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 22 Oktober 2012 sampai tanggal 5 Desember 2012 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 1 faktortiap perlakuan di ulang 5 kali dan masing masing ulangan terdiri dari 5 sampel Perlakuan yang dimaksud adalah taraf dosis pupuk kandang yaituV1 (75 g/polybag), V2 (93,7 g/polybag), V3 (112,5 g/polybag), V4 (131,2 g/polybag), dan V5 (150 g/polybag). Variabel pengamatan terdiri dari jumlah kehijauan daun (spad unit), berat segar bagian atas tanaman (gram), luas daun total (cm2), volume akar (cm3), dan berat kering tanaman (gram). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk kandang kotoran bebek berpengaruh nyata terhadap berat segar bagian atas tanaman (gram), sedangkan pada jumlah kehijauan daun (spad unit), luas daun total (cm2), volume akar (cm3), dan berat kering tanaman (gram) berpengaruh tidak nyata. Kata kunci :Pupuk Organik, Pertumbuhan, Sawi Hijau, Media Gambut.
KERAGAMAN ULAT PEMAKAN DAUN PADA PERTANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI HARTONO PLANTATION INDONESIA (HPI)-AGRO, PT. PENITI SUNGAI PURUN -, Iska; Hendarti, Indri; Ramadan, Tris Haris
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulat pemakan daun kelapa sawit adalah hama utama atau hama kunci di perkebunan kelapa sawit karena dapat menyerang sawit hampir setiap waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui keragaman jenis ulat pemakan daun pada perkebunan kelapa sawit di Hartono Plantation Indonesia (HPI)-Agro PT. Peniti Sungai Purun (PSP). Penelitian ini bersifat deskriptif dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan. Hasil pengamatan menunjukan bahwa terdapat 19 jenis ulat pemakan daun kelapa sawit yaitu: Setora nitens, Darna trima, Darna (Ploneta) diducta, Thosea vetusta, Birthosea bisura, Hidari irava, Mahasena corbetti, Clania sp., Amathusia phidippus, Orgyia antiqua, Dasychira inclusa, Spilosoma libericipeda, Calliteara horsfieldii, Elymnias panthera, Artornis sp., Euproctis virgunncula, Euproctis flexuosa serta terdapat 2 jenis yang belum diketahui secara pasti spesiesnya dari famili Lymantriidae. Spesies yang ditemukan termasuk dalam 6 famili, yaitu 5 spesies dari famili Limacocididae, 2 spesies dari famili Psychidae, 8 spesies dari famili Lymantriidae, 2 spesies dari famili Nymphalidae, 1 spesies dari famili Hesperiidae dan 1 spesies dari famili Arctiidae. Spesies yang paling dominan adalah Clania sp. sekitar 49% kemudian disusul oleh Setora nitens 30.97% dan spesies lainnya dibawah 10%. Kata Kunci : Kelapa Sawit, Keragaman, Ulat Pemakan Daun

Page 3 of 4 | Total Record : 37