cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016): April 2016" : 18 Documents clear
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN RAWA PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI MATA-MATA KECAMATAN SIMPANG HILIR KABUPATEN KAYONG UTARA Maiyati Urai Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.13320

Abstract

Evaluasi lahan merupakan suatu pendekatan atau cara menilai potensi sumber daya lahan. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan arahan penggunaan lahan yang diperlukan, dan akhirnya nilai harapan produksi yang kemungkinan akan diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat/ciri/karakteristik tanah dan kendala-kendala untuk tanaman padi, membuat klasifikasi kesesuaian lahan pasang surut untuk tanaman padi, serta membuat rekomendasi pengelolaan lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Mata-Mata Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis sampel tanah di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dimulai dari Agustus 2015 sampai dengan September  2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu Satuan Peta Tanah yaitu Sulfic Endoaquepts. Kesesuaian lahan aktual pada jenis tanah Sulfic Endoaquepts (SPT 1) adalah sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas retensi hara (pH tanah) dan kedalaman sulfidik (S3fx). Rekomendasi perbaikan pada SPT 1 adalah drainase dan tata saluran air, pemupukan serta pengapuran dengan tingkat pengolahan tinggi, maka kesesuaian lahan potensial SPT 1 menjadi cukup sesuai dengan media perakaran dan hara tersedia sebagai faktor pembatas  (S2r). Kata kunci : evaluasi kesesuaian lahan, Kayong Utara, padi.
Pengaruh Panjang Entris terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Bibit Lengkeng dume, Adrianus kamaledho; MMA, Ir. Patriani,; M.Sc, Ir. Dwi Zulfita,
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari panjang entris yang terbaik terhadap pengaruh sambung pucuk tanaman lengkeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu e1: 7,5 cm, e2: 10 cm, e3: 12,5 cm, e4: 15 cm dan e5: 17,5 cm. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah persentase tumbuh (%), jumlah daun (helai), tinggi tanaman (cm) dan jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengamatan panjang entris berpengaruh nyata terhadap persentase tumbuh (%), tinggi tanaman (cm) dan jumlah daun (helai) sedang variabel pengamatan seperti jumlah tunas berpengaruh tidak nyata. Rerata persentase tumbuh (%) dengan panjang entris 12,5 cm dan 17,5 cm memiliki nilai tertinggi, sedangkan nilai terendah pada panjang entris 7,5 cm dan 15 cm. Data rerata jumlah daun (helai) pada panjang entris 15 cm dan 17,5 cm memiliki nilai tertinggi, sedangkan nilai terendah terdapat pada panjang entris 7,5 cm dan 10 cm. Data rerata jumlah tunas terdapat pada panjang entris 10 cm dan 12,5 cm memiliki nilai tertinggi, sedangkan nilai terendah diberi pada panjang entris 7,5 cm dan 12,5 cm. Data rerata tinggi tanaman pada panjang entries 15 cm dan 17,5 cm memiliki nilai tertinggi, sedangkan nilai terendah terdapat pada panjang entries 7,5 cm dan 12,5 cm. Berdasarkan hasil pengamatan pengaruh panjang entris terhadap keberhasilan sambung pucuk bibit lengkeng dapat disimpulkan bahwa keberhasilan panjang entris dengan 17,5 cm mempunyai pertumbuhan yang terbaik. Kata kunci : Keberhasilan Sambung Pucuk, Panjang Entris, Tanaman Lengkeng. Pengaruh Panjang Entris terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Bibit Lengkeng
IDENTIFIKASI STATUS HARA N P DAN K UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA KUALA ROSAN KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU sumarja, kabul dianta; Aspan, Asrifin; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P DAN K UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA KUALA ROSAN KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU Kabul Dianta Sumarja(1), Asrifin Aspan (2), Ismaham Umran (2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status hara N, P dan K di lokasi penelitian agar dapat memberikan rekomendasi pemupukan guna meningkatkan produktifitas tanah dalam menyediakan unsur hara yang dibutuhkan untuk produksi tanaman kelapa sawit. Hasil produksi tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian lebih rendah dari target yang ingin dicapai oleh petani. Menurut hasil wawancara dan survei yang diperoleh dari petani, tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian hanya mampu berproduksi sebesar 16,97 ton/ha/tahun, sedangkan produksi kelapa sawit Marihat dengan umur yang sama (7 tahun) pada Kebun Percobaan Balit Marihat yaitu sebesar 18 ton/ha/tahun (PTPN VII, 1993) Selain itu jika melihat langsung tanaman kelapa sawit pada lokasi penelitian juga terdapat gejala defisiensi unsur hara, seperti daun yang menguning, sehingga perlu diketahui penyebab dan cara mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Desember 2015, di Desa Kuala Rosan Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau dengan luas lokasi 5 hektar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari (1) survei lokasi yang meliputi pengumpulan data-data yang dibutuhkan dan pengambilan contoh tanah komposit (disturbed), (2) analisis contoh tanah di laboratorium serta (3) analisis data dan penyajian hasil penelitian mengenai status kesuburan tanah untuk memberikan rekomendasi pemupukan pada lokasi penelitian. Pengambilan sampel tanah didahului dengan penentuan titik pengambilan sampel tanah dengan metode pengambilan sampel secara diagonal serta contoh tanah komposit. Pada lokasi A1, A2, A3, A4 dan A5 masing-masing diambil sampel tanah dengan menggunakan bor dengan kedalaman 30 cm, sampel diambil di antara tajuk-tajuk kelapa sawit dengan jarak antar titik sampel ± 50 m atau menyesuaikan kondisi lokasi penelitian. Variabel pengamatan meliputi : pH, C-Organik, N-total, P-tersedia, K-dd, dan Al-dd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi tanah (pH) bersifat masam, C-Organik rendah, N-Total sedang, P-Tersedia Tinggi sampai sangat tinggi, kandungan K-dd dan Al- dd sangat rendah di semua lokasi. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan rekomendasi pemupukan untuk tanaman kelapa sawit pada lokasi penelitian yaitu 963,76 g/pohon Urea, 603,64 g/pohon SP-36 dan 2494,13 g/pohon KCL yang diberikan sebanyak 4 kali dalam setahun.   Kata Kunci : kelapa sawit, identifikasi status hara,  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KERAJINAN KASSA BIDE DI KECAMATAN JAGOI BABANG KABUPATEN BENGKAYANG Jayanti, Reskyana; Kusrini, Novira; Aritonang, Marisi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kerajinan Kassa Bide di Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (Purposive method) yaitu di Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayangdengan pertimbangan bahwa di daerah ini merupakan sentra penghasil terbesar kerajinan Kassa Bide. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 40pengrajin. Penelitian ini menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglass, kemudian data diolah dengan menggunakan program SPSS.Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi kerajinan Kassa Bide di Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayangberupa usia, tenaga kerja, bahan baku rotan, bahan baku kulit kayu, dan pengalaman usaha mempengaruhi jumlah produksi kassa bide. Penggunaan faktor-faktor produksi kerajinan Kassa Bidesecara parsial seperti usia,bahan baku kulit kayu dan rotan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah produksi kassa bide sedangkan tengaga kerja dan pengalaman usahatidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah produksi kassa bide. Kata Kunci : Cobb-Douglass, Efisiensi,Faktor-faktor produksi, Kerajinan Kassa Bide
STUDI STATUS HARA N, P DAN K PADA TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis L. var microcarpa) DI TANAH ALUVIAL DESA SEMPADIAN KECAMATAN TEKARANG KABUPATEN SAMBAS Akbar, Baba Ali; Aspan, Asrifin; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara N, P dan K pada tanaman jeruk siam di tanah aluvial Desa Sempadian Kecamatan Tekarang, serta untuk menentukan rekomendasi pemupukan N, P dan K berdasarkan status hara N, P dan K pada tanaman jeruk siam di lokasi penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober – Januari 2016, di desa Sempadian tepatnya di dusun Nurbakti Kecamatan Tekarang kabupaten Sambas, dengan luas lahan 4 ha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Variabel pengamatan meliputi: analisis pH, N-total, P-tersedia, K-dd, Kalsium Tertukar, Magnesium Tertukar, C-Organik, KTK dan perhitungan kebutuhan pupuk. Hasil penelitian menunjukkan pH tergolong masam - agak masam yaitu 5,48 – 6,29, N-total tergolong rendah - sedang yaitu 0,20% - 0,50%, P-tersedia tergolong sangat tinggi yaitu 15,82 ppm – 23,41 ppm, K-dd tergolong rendah - sedang yaitu 0,22 - 0,42cmol (+) kg-1, Ca tergolong sangat rendah yaitu 0,66 – 1,27 cmol (+) kg-1, Mg tergolong sangat rendah – rendah yaitu 0,25 – 0,47 cmol (+) kg-1, C-Organik tergolong rendah – tinggi yaitu 1,48 – 3,83, KTK tergolong rendah yaitu 7,59 – 14,91.Rekomendasi pemupukan pada masing-masing lokasi yaitu J1 (308kg urea/ha, 8 kg Sp-36/ha, 160 kg KCl/ha), J2 (394 kg urea/ha, 8 kg Sp-36/ha, 256 kg KCl/ha), J3 ( 292 kg urea/ha, - kg Sp-36/ha, 168 kg KCl/ha), J4 (304 kg urea/ha, 8 kg Sp-36/ha, - kg KCl/ha), dan J5(292 kg urea/ha, 12 kg Sp-36/ha, 188 kg KCl/ha).
RESPON PERTUMBUHAN ANGGREK Coelogyne pandurata Lindl. PADA MEDIA VW TERHADAP PEMBERIAN NAA DAN KINETIN SECARA IN VITRO RANGGA RANGGA; ASNAWATI ASNAWATI; AGUS HARIYANTI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.14397

Abstract

Anggrek Coelogyne pandurata merupakan salah satu anggrek yang yang ada di Kalimantan Barat, namun keberadaannya semakin berkurang dan terancam punah sehingga perlu dikembangkan salah satunya dengan teknik in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan anggrek C. pandurata terhadap pemberian berbagai kombinasi konsentrasi NAA dan kinetin serta mencari kombinasi konsentrasi yang terbaik untuk pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media VW secara in vitro.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjugpura Pontianak dari tanggal  07 September sampai 11 Desember 2015.  Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu NAA dan kinetin.  Setiap faktor terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0,1 ppm, 0,5 ppm, 1,0 ppm dan 1,5 ppm.  Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi waktu terbentuk akar (hari), jumlah akar (helai), waktu terbentuk tunas (hari), jumlah tunas (buah) dan pertambahan jumlah daun (helai).  Hasil penelitian menunjukkan pemberian berbagai kombinasi konsentrasi NAA dan kinetin secara umum belum memberikan respon pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media VW yang berbeda terhadap waktu terbentuk akar, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun, tetapi memberikan respon pertumbuhan yang berbeda terhadap jumlah akar.  Kombinasi konsentrasi yang efektif untuk pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media VW terhadap jumlah akar adalah 0,5 ppm NAA dan 0,1 ppm kinetin yaitu 8,22 helai.
Pengaruh NAA dan Kinetin Terhadap Pertumbuhan Anggrek Coelogyne pandurata pada Media MS Secara Kultur Jaringan sawati, ely; asnawati, asnawati; listiawati, agustina
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya eksploitasi hutan dan bencana kebakaran menyebabkan anggrek alam terus mengalami penurunan populasi sehingga perlu segera dilakukan usaha pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi NAA dan kinetin terhadap pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media MS secara kultur jaringan.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak mulai tanggal 7 September sampai 11 Desember 2015.  Penelitian ini menggunakan metode  Rancangan Acak  Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu NAA dan Kinetin dengan masing masing faktor terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm, dan 2,0 ppm.  Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi waktu muncul akar (hari), jumlah akar (helai), waktu muncul tunas (hari), jumlah tunas (tunas), jumlah daun (helai).  Hasil penelitian menunjukkan berbagai taraf konsentrasi NAA, kinetin dan kombinasinya berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah akar, waktu muncul tunas, jumlah tunas, dan jumlah daun, akan tetapi  berpengaruh nyata terhadap waktu muncul akar.  Kombinasi konsentrasi efektif untuk pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media MS terhadap waktu muncul akar adalah 0,5 ppm NAA dan 0,5 ppm kinetin (23,83 hari).   Kata kunci : Anggrek, Coelogyne pandurata, media MS, kultur jaringan, kinetin, pertumbuhan, NAA
ANALISIS KUALITAS AIR PADA SALURAN IRIGASI UNTUK KEBUTUHAN PADI SAWAH DI DESA SUNGAI RADAK I KECAMATAN TERENTANG KABUPATEN KUBU RAYA Fitriadi, Ferra; junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aimed to know the quality of water irrigation for paddy soil’ needs in Sungai Radak I, Terentang District, Kubu Raya Regency. The samples were conducted and observed in the field and the water was conducted in laboratory. The direct observation involved water temperature, brightness, water pH, and water discharge. The analisis conducted in laboratory observed electrical conductivity (EC), boron, alkalinity, Sodium Adsorption Ratio (SAR), Residual Sodium Carbonate (RSC), Field research was conducted to observe and take water samples in a waterway gate point which flows to the first irrigation during tidal.               According to the observation in the field it showed that the average score for water quality at high tide was water temperature 28,4oC, brightness 22,6 cm, water pH 6,83, water discharge 0,391 m3/second while at low tide was water temperature  28,7oC, brightness 26,6 cm, water pH 6,61, water discharge 0,075 m3/second. Based on laboratory result it showed that the average of water quality at high the was EC 0,017 dS/m, boron 0,004 mg/l, alkalinity 1,66 mg/l, SAR 0,6543, RSC -0,1603 meq/l while at low tide was EC 0,021 dS/m, boron 0,006 mg/l, alkalinity 2,83 mg/l, SAR 0,8001, RSC -0,1368 meq/l, base on these result the research findings showed that water quality at tidal in Sungai Radak I, Terentang District, Kubu Raya Regency was appropriate for irrigation. Key words: Water Quality, Irrigation Channel, Paddy Soil.
PENGARUH NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN Coelogyne dayana (Rchb) DENGAN TEKNIK KULTUR JARINGAN ANDIKA ANDIKA; AGUSTINA LISTIAWATI; NUR ARIFIN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.14403

Abstract

Coelogyne dayana (Rchb.) merupakan salah satu anggrek spesies yang berpotensi mengalami kepunahan. Keberadaan Coelogyne dayana dapat dipertahankan melalui perbanyakan dengan teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi berbagai konsentrasi NAA dan BAP pada media VW bagi pertumbuhan eksplan Coelogyne dayana menggunakan eksplan tunas anggrek hasil kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung dari September hingga Desember 2015. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu NAA dan BAP masing-masing terdiri dari 4 taraf (0,0 ppm, 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm). Variabel yang diamati adalah waktu terbentuk akar, jumlah akar, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Data pengamatan diolah dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi NAA dan BAP yang efektif terhadap pertambahan jumlah daun anggrek Coelogyne dayana adalah tanpa NAA dan tanpa BAP. Perlakuan tanpa NAA memberikan hasil yang efektif terhadap jumlah akar, jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Pemberian NAA 1,5 ppm memberikan nilai rerata tertinggi terhadap jumlah akar (5,77 helai), jumlah tunas (3,25 tunas) dan pertambahan jumlah daun (8,71 helai). Perlakuan BAP 0,5 ppm memberikan hasil yang efektif terhadap jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Perlakuan tanpa BAP memberikan hasil yang efektif dan nilai rerata terbaik terhadap waktu terbentuk akar (17,86 HST), jumlah akar (6,26 helai) dan waktu terbentuk tunas (30,85 HST).Kata kunci: Coelogyne dayana, BAP, NAA, kultur jaringan, VW.
IDENTIFICATION OFPEAT SOIL PHYSICAL CHANGES IN THREE TYPES OF LAND USE IN WEST KALIMANTAN PROVINCE KUBU RAYA Mateus aba .; Dr.Ir. Urai Edi Suryadi, MP
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.13257

Abstract

The most obvious peat land conversion nowadays is the conversion of peatlands for plantations and the palm oil industry. As a result of the land clearing activities in large-scale in peat soil, it caused peat land damage. Peatland degradation in Rasau Jaya district today can be seen from the changes in physical properties of peat soil. A real change of physical properties of peat soil today is the peat layer depletion due to drainage, and low power of loadbearing structure of the soil, so many palm trees grow sideways. The research objective was to identify changes in physical properties of peat soil of secondary forests, open land, and oil palm plantations.Soil samples were collected from study sites in kubu raya district of  west Kalimantan. Parameters include water table in each site and in secondary tunnels, field capacity water content, bulk density, particle weight, porosity, hydraulic conductivity, and soil maturity levels. The results showed that water table was deeper in temporarily open land (66,35 cm) and in oil plam plantation (64, 0 cm), and shallow in secondary forest (54,26 cm). Water table at secondary tunnels was also deeper in temporarily  open land (109 cm), higher in oil plam plantation (100, 5 cm), and highest in secondary forest (99,25 cm). Field capacity  content was highest in secondary forest (79,65%), lower in temporarily open land (77,62 %), and lowest in oil palm plantationnn (75,41 %). Furthermore, bulk density was highest in oil palm plantation (0,46 g/cm3),lowest in temporarily open land (0,27 g/cm3), and  lower ini seconday forest (0,22 g/cm3). Particle weight was also highest in oil palm plantation (1,59 g/cm3), lower ini temporarily open land (1,34 g/cm3), and lowest in secondary forest (1,26 g/cm3). Meanwhile, porosity was lowest in oil palm plantation (70,92 %), higher in temporarily open land (78,94 %), and highest in secondary forest (81,80 %). Hydraulic conductivity was also highest in oil palm plantation (10,61 cm/hour), lower in temporarily open land (7,88 cm/ hour), and lowes in secondary forest (5,23 cm/hour). Finally, there were vary in soil maturity levels, namely hemik and fibric in seconday forest, hemic, fibric, and sapric in temporarily open land, and only sapric in oil palm plantation. Conclusion, different management types had caused changes in soil physical properties of peatland.

Page 1 of 2 | Total Record : 18