cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 39 Documents
Search results for , issue "vol. 12 no. 3" : 39 Documents clear
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK GANDASIL D DAN B SECARA HIDROPONIK Doni, Doni; Sasli, Iwan; Wasi'an, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk Gandasil (D dan B) dan mengetahui konsentrasi yang tepat sehingga memberikan pertumbuhan dan hasil mentimun yang terbaik secara hidroponik. Penelitian ini dimulai pada tanggal 30 Juni sampai dengan 6 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga seluruhnya berjumlah 96 tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan yaitu p0 = 5 ml/l AB-Mix 5, p1 = 1 g/l Gandasil (D dan B), p2 = 3 g/l Gandasil (D dan B), p3 = 5 g/l Gandasil (D dan B), p4 = 7 g/l Gandasil (D dan B), p5 = 9 g/l Gandasil (D dan B). Variabel yang diamati yaitu Panjang Tanaman umur 2 MST dan 3 MST (cm), Jumlah Daun umur 2 MST dan 3 MST (helai), Volume Akar (cm3), Berat Kering Tanaman (g), Bobot per Buah (g), Diameter Buah (cm), Panjang Buah (cm), Jumlah Buah per Tanaman (buah), Berat Buah per Tanaman (g). Adapun variabel penunjang yaitu Suhu Udara ( °C) dan Kelembaban Udara (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Gandasil (D dan B) pada perlakuan (P2) pupuk Gandasil D pada saat tanaman umur 0-1 minggu dengan konsentrasi 0 g/l, umur 1-2 minggu 1,5 g/l, umur 2 minggu "“ fase vegetatif maksimum 3 g/l, dan fase vegetatif maksimum "“ fase generatif diganti dengan Gandasil B dengan konsentarsi 3 g/l merupakan perlakuan terbaik sebagai nutrisi alternatif dari nutrisi AB-Mix untuk pertumbuhan dan hasil mentimun secara hidroponik.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG BURUNG PUYUH DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Lutfiah, Rahmawati; Santoso, Eddy; maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.61968

Abstract

Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merril.) dapat tumbuh dengan baik pada media tumbuh yang subur, unsur hara yang cukup, struktur dan aerasi tanah yang baik. Salah satu media tumbuh yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kedelai edamame adalah tanah podsolik merah kuning yang memiliki beberapa kendala. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan memberikan bahan organik berupa pupuk kandang burung puyuh dan pupuk anorganik NPK yang dikombinasikan dan diberikan secara berimbang. Penggunaan pupuk kandang burung puyuh sebagai bahan organik dapat memperbaiki kendala yang ada pada tanah podsolik merah kuning terutama sifat fisik tanah, dan penambahan NPK yang dapat diserap oleh tanaman secara cepat untuk memenuhi kebutuhan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning, serta mendapatkan dosis terbaik pupuk kandang burung puyuh dan NPK. Penelitian ini dilaksanakan dilahan penelitian Fakultas Petanian Universitas Tanjungpura pada tanggal 16 Agustus-14 November 2022. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu pemberian pupuk kandang burung puyuh (k) dan NPK (p) masing-masing dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total keseluruhan ada 108 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Interaksi antara dosis pupuk kandang puyuh 40 ton/ha + NPK 200 kg/ha dalam meningkatkan pertumbuhan kedelai edamame pada variabel berat kering tanaman. Pemberian pupuk kandang puyuh 30 ton/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan kedelai edamame pada variabel jumlah cabang 4 minggu setelah tanam dan hasil kedelai edamame pada variabel bobot segar polong tertinggi serta jumlah polong isi.
PENGARUH PEMBERIAN ABU KAYU DAN PUPUK KCL PADA TANAMAN LOBAK KULTIVAR CHERRY BELLE DI TANAH ALUVIAL Dhawiyarda, Iqbal Rizky; Hadijah, Siti; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61974

Abstract

Lobak Kultivar Cherry belle adalah tanaman yang termasuk dalam family Brasicaceae ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga sudah cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Banyak sekali jenis dan varietas lobak yang dikenal oleh masyarakat, salah satu jenisnya adalah Cherry Belle yang memiliki bentuk bulat berwarna merah dengan daging berwarna putih. Tanaman lobak ini dapat dikembangkan pada berbagai jenis tanah, salah satunya adalah tanah alluvial. Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tanam seringkali dihadapkan pada berbagai permasalahan seperti sifat kimia yang memiliki kadar unsur hara yang rendah serta kadar kemasaman yang cukup tinggi. Upaya untuk meningkatkan pH tanah aluvial yang bersifat masam adalah dengan pemberian abu kayu yang dapat menggantikan fungsi kapur dan pemberian pupuk KCl yang dapat mencukupi kebutuhan unsur hara kalium yang dibutuhkan lobak. Penelitian ini dimulai sejak 2 Oktober hingga 1 Desember 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Faktorial dua Faktor dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah Abu Kayu dengan 3 taraf perlakuan yaitu a₁ = 63g/polybag atau setara dengan 21 ton/ha, aâ‚‚ = 72 g/polybag atau setara dengan 24 ton/ha, a₃ = 81 g/polybag atau setara dengan 27 ton/ha dan faktor keduanya adalah pupuk KCl dengan 3 taraf yaitu k₁ = 0,75 g/polybag atau setara dengan 50 kg/ha, kâ‚‚ = 1,5 g/polybag atau setara dengan 100 kg/ha, k₃ = 2,25 g/polybag atau setara dengan 150 kg/Ha. Masing "“ masing perlakuan dilakukan 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap interaksi perlakuan yang diberikan memberikan hasil yang sama baiknya pada variabel jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman dan berat kering tanaman, sehingga efisiensi penggunaan dosis abu kayu dan pupuk KCl dalah pada perlakuan 63 g/polybag atau setara dengan 21 ton/ha dan 0,75 g/polybag atau setara dengan 50 kg/ha.
Pengaruh Bokashi dan Abu tandan Kosong kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil terung pada Tanah Aluvial Selvi, Monika; Hadijah, Siti; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61989

Abstract

Terung merupakan salah satu komoditi hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Salah satu tanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman terung ungu yaitu tanah aluvial. Tanah aluvial sebagai media tanam memiliki kendala seperti struktur tanah pejal pH rendah, ketersediaan unsur hara dan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti bokashi dan abu tandan kosong kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokashi dan abu tandan kosong kelapa sawit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 Agustus 2022 "“ 27 Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang menggunakan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama pemberian bokashi tandan kosong kelapa sawit terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 20 ton/ha setara dengan 600 g/polibag, b2 = 30 ton/ha setara dengan 900 g/polibag dan b3 = 40 ton/ha setara dengan 1.200 g/polibag. Faktor kedua pemberian abu tandan kosong kelapa sawit terdiri dari 3 taraf yaitu 8,8 ton/ha setara dengan 40 g/polibag, 13 ton/ha setara dengan 60 g/polibag dan 17,7 ton/ha setara dengan 80 g/polibag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman bobot per buah, panjang buah dan diameter buah. Hasil penelitian menujukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara bokashi dan abu tandan kosong kelapa sawit. Perlakuan faktor tunggal bokashi tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 20 ton/ha ≈ 600 g/polibag dan abu TKKS 8,8 ton/ha ≈ 40 g/polibag merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung pada tanah aluvial. Kata Kunci : Abu, Aluvial, Bokashi, Tandan Kosong Kelapa Sawit, Terung.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH AKIBAT PEMBERIAN LUMPUR MERAH DAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM PADA TANAH ULTISOL Shafira, Aqilla; Surachman, Surachman; Hadijah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62018

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang termasuk dalam kelompok rempah dan digunakan sebagai rempah penyedap rasa masakan serta dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Lahan yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya bawang merah salah satunya adalah pada tanah ultisol. Penggunaan tanah ultisol sebagai media tanam memiliki kendala seperti ketersediaan unsur hara yang rendah, dan pH relatif masam. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian lumpur merah dan pupuk kandang kotoran ayam, sehingga pH tanah ultisol dapat meningkat dan dengan pemberian pupuk kandang kotoran ayam dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan membantu tersedianya unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik dari interaksi pemberian lumpur merah (Red mud) dan pupuk kandang kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah ultisol. Penelitian ini dimulai dari tanggal 22 Agustus 2022 hingga 15 November 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktorial. faktor pertama adalah lumpur merah /red mud (R) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yakni, r1 = 5,3 g/polybag setara dengan 1,32 ton/ha, r2 = 8 g/polybag setara dengan 2 ton/ha, dan r3 = 16 g/polybag setara dengan 4 ton/ha dan faktor kedua adalah pupuk kandang kotoran ayam (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yakni, a1 = 80 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, a2 = 120 g/polybag setara dengan 30 ton/ha, dan a3 = 160 g/polybag setara dengan 40 ton/ha. Masing-masing perlakuan dilakukan 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan , jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun (g), dan berat kering angin umbi (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap interaksi perlakuan yang diberikan berpengaruh tidak nyata pada variabel jumlah daun, jumlah umbi, berat segar umbi dan berat kering umbi, dan hanya berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman 6 - 8 MST dan jumlah anakan 6 MST, sehingga efesiensi penggunaan dosis lumpur merah adalah 1,32 ton/ha dan pupuk kandang kotoran ayam 20 ton/ha.
PENGARUH KOMBINASI AB MIX DAN POC TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA SECARA HIDROPONIK WICK SYSTEM Miranti, Priti Agus; Budi, Setia; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62124

Abstract

Peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman selada pada sistem hidroponik dengan pengaplikasian kombinasi AB Mix dan POC dapat membantu meminimalisir penggunaan pupuk AB Mix yang merupakan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi AB mix dan POC terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara hidroponik wick system. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 14 Juli "“ 8 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 8 taraf perlakuan dengan 3 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 96 tanaman. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari 100% AB mix, 90% AB mix + 10% POC, 80% AB mix + 20% POC, 70% AB mix + 30% POC, 60% AB mix + 40% POC, dan 50% AB mix + 50% POC, 40% AB mix + 60% POC, 30% AB mix + 70% POC. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi perlakuan dari kombinasi AB Mix dan POC berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan berat segar tanaman namun berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi AB Mix dan POC yang menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman selada adalah 80% AB Mix + 20% POC.Kata Kunci : Hidroponik, Kombinasi AB Mix dan POC, Selada
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH TERHADAP PEMBERIAN DECANTER SOLID DAN NPK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Dodi, Donatus; Asnawati, Asnawati; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62800

Abstract

Produksi kacang tanah di Kalimantan Barat masih tergolong rendah dibandingkan dengan potensi hasil yang bisa dicapai pada deskripsi kacang tanah. Intensifikasi dan ekstensifikasi lahan perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kacang tanah di Kalimantan Barat dengan memaksimalkan pengelolaan tanah yang tersebar di Kalimantan Barat seperti tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Pengelolaan tanah PMK sendiri dihadapkan pada beberapa kendala dari sifat asli tanah PMK, yaitu kondisi fisik, biologi dan kimia tanah PMK yang tergolong kurang baik untuk pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Perbaikan fisik, biologi dan kimia tanah dapat diperbaiki dengan penggunaan bahan organik dan pupuk anorganik seperti decanter solid dan NPK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dosis decanter solid dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Dusun Gok Nala, Desa Dosan, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 5 bulan dari 27 Mei "“ 9 September 2022 (136 Hari). Penelitian menggunakan metode Split plot RAL, dengan main plot dosis decanter solid dan sub plot dosis NPK. Main plot terdiri dari 20 ton/ha, 30 ton/ha dan 40 ton/ha. Sub plot terdiri dari 100 kg/ha, 200 kg/ha dan 300 kg/ha. Totalnya adalah 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 bedengan, dengan setiap bedengan terdiri dari 25 tanaman termasuk 3 tanaman destruktif dan 6 tanaman non destruktif. Hasil penelitian menunjukkan interaksi pengaruh Decanter Solid dan NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah polong per tanaman, pemberian Decanter Solid berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah cabang primer, sedangkan pemberian NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang primer, berat kering tanaman, waktu muncul bunga, berat polong kering, dan jumlah polong. Dosis Decanter Solid 20 ton/ha dan NPK 300 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk hasil kacang tanah pada tanah PMK, dosis tersebut nyata meningkatkan rerata jumlah polong yaitu 27,11 polong per tanaman.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SUBSTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PUTIH SISTEM BUDIDAYA AKUAPONIK Anwar, Mochammad Chairil; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63013

Abstract

Akuaponik merupakan perpaduan antara budidaya ikan dan budidaya tanaman dalam satu sistem. Akuaponik merupakan solusi pertanian pada wilayah perkotaan, dimana sistem budidaya akuaponik dapat dilakukan pada tempat yang sempit. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Kalimas Tengah, Dusun Melati, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September sampai Oktober 2022. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh media tanam substrat terhadap pertumbuhan tanaman sawi putih secara akuaponik, (2) mengetahui kombinasi media tanam substrat terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi putih pada sistem akuaponik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak lengkap (RAL), dengan satu faktor dan 3 ulangan yang terdiri dari 8 taraf perlakuan. Tiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga terdapat 96 sampel pengamatan. Perlakuan yang dimaksud adalah perbandingan komposisi media substrat pasir kerang (%) : arang sekam padi (%) : cocopeat (%) antara lain : A= (5 : 75 : 20), B= (5 : 70 : 25), C= (10 : 70 : 20), D= (10 : 65 : 25), E= (15 : 65 : 20), F= (15 : 60 : 25), G= (20 : 60 : 20), H= (20 : 55 : 25). Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain: tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, luas daun, volume akar, dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media substrat mempengaruhi tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman sawi putih. Komposisi media substrat pada perlakuan 10 % pasir kerang : 70 % arang sekam padi : 20 % cocopeat, merupakan komposisi media substrat terbaik untuk tinggi tanaman sawi putih umur 21 HST. Komposisi 10 % pasir kerang : 65 % arang sekam padi : 25 % cocopeat, merupakan komposisi media substrat terbaik untuk jumlah daun sawi putih umur 35 HST pada sistem budidaya akuaponik.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SUBSTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN SISTEM BUDIDAYA AKUAPONIK Ramijan, Ramijan; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63130

Abstract

Budidaya sawi kailan sistem akuaponik diharapkan mendapat pertumbuhan dan produksi yang tinggi, oleh karena itu perlu didukung dengan memberikan media tanam yang baik. Salah satu media tanam yang bisa digunakan yaitu media substrat yang terdiri dari campuran antara pasir kerang, arang sekam padi, dan cocopeat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media substrat dan untuk mengetahui komposisi media substrat yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kailan sistem budidaya akuaponik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian yang terletak di Jalan Kalimas Tengah Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 16 Agustus "“ 12 Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yang terdiri dari 8 taraf perlakuan yang merupakan perbandingan persentase antara pasir kerang, arang sekam padi, dan cocopeat terdiri dari A = (5 : 75 : 20), B = (5 : 70 : 25), C = (10 : 70 : 20), D = (10 : 65 : 25), E = (15 : 65 : 20), F = (15 : 60 : 25), G = (20 : 60 : 20), dan H = (20 : 55 : 25). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, berat segar bagian atas tanaman, dan berat kering bagian atas tanaman. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan tempat penelitian, persiapan instalasi akuaponik, persiapan media substrat, penyemaian, pindah tanam, pemeliharaan tanaman, dan pemanenan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu diduga terdapat pengaruh komposisi media substrat dan diduga terdapat salah satu komposisi media substrat terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kailan pada sistem budidaya akuaponik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media substrat berpengaruh terhadap pertumbuhan, namun tidak berpengaruh terhadap hasil sawi kailan. Komposisi media substrat 20% pasir kerang, 60% arang sekam dan 20% cocopeat merupakan komposisi yang memberikan pertumbuhan tanaman kailan yang lebih baik dibanding perlakuan lainnya.Kata Kunci : Akuaponik, Kailan, Media Substrat
RESPON SETEK LADA SATU RUAS TERHADAP KOMBINASI BIOCHAR AMPAS TEBU DAN PUPUK NPK PADA TANAH GAMBUT Ardi, Marselinus Raja; Hadijah, Siti; Sulityowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63372

Abstract

Lada (Piper nigrum L.) adalah salah satu jenis tanaman rempah dan sudah banyak dibudidayakan baik dalam usaha perkebunan rakyat maupun perusahaan besar. Tanah gambut dimanfaatkan sebagai media tanam pada masa pembibitan setek lada satu ruas, namun di sisi lain dengan kondisi sifat kesuburan kimia tanah yang memiliki kendala seperti pH tanah yang masam, kejenuhan basa yang rendah serta KTK yang tinggi serta sifat fisik tanah gambut yang memiliki tingkat porositas yang tinggi oleh karena itu ditambahkan amelioran seperti biochar ampas tebu yang dikombinasikan dengan pupuk NPK majemuk yang diharapkan dapat memperbaiki sifat kesuburan kimia pada tanah gambut serta memperbaiki sifat fisik tanah gambut yang memiliki tingkat porositas yang tinggi sehingga menjadi lebih optimal sebagai media tanam dalam masa pembibitan setek lada satu ruas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon setek tanaman lada satu ruas terhadap kombinasi biochar ampas tebu dan pupuk NPK pada tanah gambut penelitian di mulai dari tanggal 22 Mei 2022 sampai dengan 22 Oktober 2022 Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan kombinasi biochar dan pupuk NPK sebagai berikut, b1= 51 g biochar/tan + 5 g NPK/polybag, b2= 61 g biochar/tan + 4 g NPK/polybag, b3= 71 g biochar/tan + 3 g NPK/polybag, b4= 81 g biochar/tan + 2 g NPK/ polybag, b5= 91 g biochar/tan + 1 g NPK/polybag. Percobaan diulang sebanyak 4 kali maka didapat 20 unit percobaan dengan 10 sampel setek lada satu ruas pada setiap unit percobaan sehingga diperoleh 200 sampel setek tanaman lada satu ruas. Variabel yang diamati meliputi persentase tumbuh setek (%), panjang tunas (cm), pertambahan jumlah daun (helai) dan jumlah akar (helai Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan kombinasi dosis 81 g biochar/tan (setara 8 ton/ha ) + 2 g NPK/ polybag (setara 195 kg/ha ) dan perlakuan kombinasi dosis 91 g biochar/tan (setara 9 ton/ha ) + 1 g NPK/polybag (setara 98 kg/ha ) memberikan nilai rerata pertumbuhan setek lada satu ruas yang sama baiknya pada variabel pengamatan persentase tumbuh, panjang tunas, pertambahan jumlah daun dan jumlah akar.

Page 3 of 4 | Total Record : 39