cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,287 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Wenang: The Relationship Between Knowledge Level and Adherence to Antidiabetic Medication Use Among Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Wenang Primary Health Center Aminatus Sakdia; Meilani Jayanti; Dian Parwati
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11319

Abstract

X Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga tingkat pengetahuan pasien berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, tingkat kepatuhan, serta hubungan keduanya pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wenang. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 51 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire-24 (DKQ-24) dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan kategori baik sebesar 51,0%, kepatuhan tinggi sebesar 58,8%, serta terdapat hubungan signifikan dan kuat antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes (p<0,001; r=0,636). Disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan pasien, maka semakin tinggi kepatuhan dalam menjalani terapi diabetes melitus tipe 2.
Akuntabilitas Dalam Proses Pelaporan Keuangan Organisasi Mahasiswa Akuntansi: Studi Etnometodologi: Accountability In The Financial Reporting Process Accounting Student Organization: Ethnomethodological Study Sahrul Asdar; Fatir Dwi Pamungkas; Rizki Polimengo; Nina Yusmita Yamin
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11320

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena bahwa akuntabilitas dalam organisasi mahasiswa sering kali direduksi menjadi sekadar prosedur administratif formal. Padahal secara substansial, akuntabilitas dibentuk melalui interaksi sosial yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana anggota Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaksi) Universitas Tadulako memaknai, mempraktikkan, dan memelihara akuntabilitas dalam proses penyusunan laporan keuangan. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode etnometodologi, studi ini berfokus pada "keaslian" tindakan anggota dalam situasi sehari-hari. Data dihimpun melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam guna menangkap realitas percakapan, tindakan, dan rutinitas organisasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa akuntabilitas dalam organisasi tidak hanya bersumber dari aturan formal, melainkan terkonstruksi melalui rutinitas praktis (ordinary activities) seperti pembagian tugas secara kolektif, verifikasi silang antar anggota, serta dialog informal yang terjadi selama proses penyusunan laporan. Praktik-praktik keseharian ini berfungsi sebagai mekanisme pemeliharaan kepercayaan (trust) dan penegasan tanggung jawab individu di dalam kelompok. Studi ini menunjukkan bahwa norma sosial dan relasi interpersonal antar anggota secara signifikan memengaruhi derajat akuntabilitas dibandingkan dengan kepatuhan terhadap instruksi tertulis semata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akuntabilitas merupakan produk dari konstruksi sosial yang dinamis dan terus diproduksi melalui interaksi berulang. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa penguatan tata kelola organisasi mahasiswa harus mempertimbangkan aspek budaya organisasi dan praktik sosial yang telah mengakar, bukan hanya berfokus pada penguatan aturan formal.
Peran Etika Bisnis Dalam Membentuk Budaya Kerja Transparan Dan Berintegritas: The Role of Business Ethics in Creating a Transparent and Integrity-Based Work Culture Putri Najwa Maylaffayza; Amelia Nabila Syah; Difa Sulistyawati; Hadi Waluyo; Bagus Aryo Wicaksono; Ernisa Agustin
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran etika bisnis dalam membentuk budaya kerja yang transparan dan berintegritas di lingkungan organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber pustaka berupa jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku, artikel ilmiah, serta referensi lain yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui identifikasi, pengkajian, dan penelaahan literatur yang berkaitan dengan etika bisnis, budaya kerja, transparansi, integritas, dan budaya organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika bisnis memiliki peran penting dalam menciptakan budaya kerja yang sehat, profesional, transparan, dan berintegritas. Nilai-nilai etika yang diterapkan melalui kode etik, kepemimpinan yang memberi teladan, keterbukaan informasi, serta pengawasan yang adil mampu meningkatkan kejujuran, tanggung jawab, disiplin kerja, dan kepercayaan dalam organisasi. Selain itu, budaya kerja yang transparan dan berintegritas dapat meminimalkan terjadinya penyimpangan serta memperkuat hubungan antar anggota organisasi. Etika bisnis tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral, tetapi juga menjadi landasan penting dalam membangun budaya organisasi yang profesional dan berkelanjutan.
Information Overload dan Tantangan Literasi Digital Pada Generasi Z: Information Overload and Digital Literacy Change among Generation Z Aida Syahfitri; Raudhatul Janna; Yusrah Ardini Pane; Grace Olivia Uli Traigan; Rizqullah Zaim Marpaung
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11322

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital telah memunculkan fenomena information overload, yaitu kondisi ketika jumlah informasi yang diterima seseorang melebihi kapasitas individu dalam memproses, memahami, dan mengevaluasi informasi secara efektif. Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, merupakan kelompok yang paling rentan terhadap fenomena ini karena tingginya intensitas penggunaan media digital dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena information overload, karakteristik konsumsi informasi digital pada Generasi Z, serta tantangan literasi digital yang dihadapi dalam menghadapi arus informasi di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelusuran berbagai artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan sumber ilmiah daring yang relevan dari database Google Scholar, Garuda, dan jurnal elektronik nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa information overload berdampak negatif terhadap kemampuan kognitif, kualitas akademik, dan kesehatan mental Generasi Z. Tantangan literasi digital yang dihadapi bersifat multidimensional, mencakup dimensi kognitif berupa rendahnya kemampuan berpikir kritis, dimensi algoritmik berupa paparan filter bubble dan echo chamber, serta dimensi etis berupa penyebaran informasi tanpa verifikasi. Upaya menghadapi information overload dapat dilakukan melalui peningkatan literasi digital, penggunaan media sosial secara bijak, serta penguatan kemampuan berpikir kritis dalam mengevaluasi sumber informasi digital. Literasi digital menjadi kompetensi kunci yang tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan analisis, evaluasi sumber, etika digital, dan kesadaran metakognitif dalam mengonsumsi maupun menyebarkan informasi. The rapid development of information and communication technology in the digital era has given rise to the phenomenon of information overload, a condition in which the volume of information received by individuals exceeds their cognitive capacity to process, comprehend, and evaluate it effectively. Generation Z, born between 1997 and 2012, represents the most vulnerable group to this phenomenon due to their high intensity of digital media and social media use in daily life. This study aimed to examine the phenomenon of information overload, the digital information consumption patterns of Generation Z, and the digital literacy challenges they face in navigating the digital information landscape. A descriptive qualitative approach using a literature review method was employed, drawing on scientific journal articles, academic books, and online scholarly sources retrieved from Google Scholar, Garuda, and national electronic journals. The findings reveal that information overload negatively affects the cognitive abilities, academic performance, and mental health of Generation Z. The digital literacy challenges faced are multidimensional, encompassing cognitive challenges related to limited critical thinking skills, algorithmic challenges involving filter bubbles and echo chambers, and ethical challenges concerning the spread of unverified information. Addressing information overload requires enhanced digital literacy, responsible use of social media, and the strengthening of critical thinking skills in evaluating digital information sources. Digital literacy emerges as a key competency that encompasses not only technical skills but also analytical abilities, source evaluation, digital ethics, and metacognitive awareness in consuming and disseminating information.
Review Artikel: Penggunaan Asam Benzoat Dalam Industri Pangan Dan Dampaknya Terhadap Kesehatan: Article Review: The Use of Benzoic Acid in the Food Industry and Its Impact on Health Moses Christanto Siahaan; Jessica Angelita Lubis; Silfanny Anastasia Putri; Dimas Rizqi; Airyn Dwi Rezkiqa; Annura Nazila Mumtaz; Tria Wulandari; Syairal Fahmy Dalimunthe
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11323

Abstract

Penggunaan asam benzoat dan garamnya yaitu natrium benzoat merupakan salah satu bahan pengawet yang paling banyak dimanfaatkan dalam industri pangan karena efektif menghambat pertumbuhan mikroorganisme, mudah larut dalam air, serta biaya penggunaannya yang murah. Artikel review ini disusun dengan metode studi literatur deskriptif kualitatif dengan tujuan membahas penggunaan, mekanisme kerja, batas aman, serta dampaknya terhadap kesehatan manusia. Berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai penelitian, diketahui bahwa efektivitas asam benzoat dipengaruhi oleh tingkat keasaman produk, konsentrasi, dan jenis mikroorganisme sasaran. Sebagian besar produk pangan yang beredar di Indonesia memiliki kadar yang memenuhi syarat keamanan, namun beberapa produk seperti saus tomat, kecap manis, dan margarin ditemukan melebihi batas aman. Secara umum bahan ini tergolong aman jika dikonsumsi sesuai batas ADI 0–5 mg/kg berat badan/hari, namun konsumsi berlebihan dan jangka panjang dapat memicu stres oksidatif, gangguan fungsi organ, perubahan mikrobiota usus, serta berpotensi membentuk senyawa karsinogenik yaitu benzena jika bereaksi dengan vitamin C. Oleh karena itu, pengawasan berkala terhadap penggunaannya tetap diperlukan untuk menjamin keamanan pangan dan kesehatan konsumen.
MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SD MELALUI KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Roniah Ritonga; Wesly Ifania Silalahi; Oxana Karanina; Merry Pretty; Serly; Cristin Indah Rani Sihombing; Tri Lande
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11336

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi inti dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Menumbuhkan kepercayaan diri siswa melalui kegiatan berbicara menjadi tujuan sentral yang mendasari keseluruhan kurikulum Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi keterampilan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa SD menggunakan metode tinjauan pustaka. Data dikumpulkan dari jurnal akademik, buku teks, dan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan berbicara seperti bercerita, bermain peran, diskusi kelompok, presentasi sederhana, dan show and tell yang semuanya merupakan bagian dari kurikulum Bahasa Indonesia terbukti efektif membangun kepercayaan diri siswa. Lingkungan kelas yang suportif, umpan balik konstruktif dari guru, serta Program Berbicara Terstruktur (PBT) berbasis scaffolding Vygotsky diusulkan sebagai strategi kunci. Artikel ini diharapkan menjadi referensi bagi guru Bahasa Indonesia dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa, bermakna, dan mendukung perkembangan linguistik sekaligus afektif siswa.
Analisis Kesulitan Pemahaman Konsep Pecahan Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Dalam Mengidentifikasi Hambatan Belajar Matematika: Analysis Of Difficulties In Understanding The Concept Of Fractions In Grade IV Elementary School Students In Identifying Obstacles To Learning Mathematics Livina Zetta Nugraha; Vira Nurfitrah; Ghina Hasan Khaerunnisa; Rahma Yuliani; Novia Dwi Fitri Yani; Hafiziani Eka Putri
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas IV sekolah dasar dalam mengidentifikasi hambatan belajar matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 7 siswa kelas IV sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi tes, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar pecahan, menjalankan operasi pecahan, menyelesaikan soal cerita, serta merepresentasikan pecahan secara visual. Siswa cenderung memahami pecahan secara prosedural dibandingkan konseptual sehingga sering mengalami miskonsepsi dalam membandingkan dan menyederhanakan pecahan. Faktor penyebab kesulitan belajar meliputi rendahnya pemahaman konsep dasar, kurangnya penggunaan media konkret, serta pembelajaran yang masih bersifat abstrak dan berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih konkret, visual, interaktif, dan kontekstual agar pemahaman konsep pecahan siswa dapat berkembang secara optimal.
Determinan Kinerja pada Dealer Otomotif: Paradoks Kepuasan Kerja Sebagai Mediator: Determinants of Performance in Automotive Dealerships: The Paradox of Job Satisfaction as a Mediator Willy Hadiyanto; Suyanto
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11348

Abstract

Industri otomotif yang dinamis menuntut efisiensi operasional dan kualitas layanan tinggi, di mana Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi inti keunggulan kompetitif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi kinerja operasional di Setiajaya Toyota Cibubur, khususnya pada metrik Service Berkala Internal (SBI), Ganti Oli, dan Warranty, yang mengindikasikan adanya pengaruh faktor non-teknis terhadap performa karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja, dan kompetensi terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert kepada 73 karyawan menggunakan teknik sampel jenuh (sensus), dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 3. Temuan utama menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, namun kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kepemimpinan tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dalam konteks ini. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis mengenai batas-batas efektivitas kepuasan kerja sebagai mediator dalam industri dengan pengawasan target yang ketat, serta implikasi praktis bagi manajemen untuk mengevaluasi kembali struktur tugas dan gaya kepemimpinan agar lebih adaptif. The dynamic automotive industry demands high operational efficiency and service quality, where Human Resources (HR) serve as the core of competitive advantage. This research is motivated by fluctuations in operational performance at Setiajaya Toyota Cibubur, specifically in Internal Periodic Service (SBI), Oil Change, and Warranty metrics, which indicate the influence of non-technical factors on employee performance. This study aims to analyze the influence of leadership, work environment, and competence on employee performance, both directly and through job satisfaction as an intervening variable. The method used is a quantitative approach with an explanatory research design. Data were collected through Likert-scale questionnaires distributed to 73 employees using a total sampling (census) technique, and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) with SmartPLS 3 software. The main findings show that the work environment has a positive and significant effect on job satisfaction, but job satisfaction itself has no significant effect on employee performance. Leadership was not proven to have a significant effect on job satisfaction in this context. This research provides a theoretical contribution regarding the limits of job satisfaction as a mediator in industries with strict target supervision, as well as practical implications for management to re-evaluate task structures and leadership styles to be more adaptive.
Analisis Peramalan Harga Saham Menggunakan Metode ARIMA pada PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI): Stock Price Forecasting Analysis Using the ARIMA Method at PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Dian Priyani Wambrauw; Hendrina Ortumilena; Marlina C Demetouw; Ana Kerlin Kobak
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11350

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan memprediksi pergerakan harga saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Pergerakan harga saham AALI dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi, harga Crude Palm Oil (CPO), inflasi, nilai tukar rupiah, dan dinamika pasar global, sehingga diperlukan metode peramalan yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan investasi. Data yang digunakan berupa harga penutupan saham yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan sumber keuangan lainnya. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, pengujian stasioneritas, proses differencing, identifikasi model, estimasi parameter, evaluasi model, dan peramalan. Pemilihan model terbaik dilakukan berdasarkan indikator statistik seperti Mean Squared Error (MSE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), dan Akaike Information Criterion (AIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ARIMA mampu menghasilkan prediksi harga saham dengan tingkat akurasi yang baik serta menggambarkan pola pergerakan saham berdasarkan data historis. Temuan ini dapat dimanfaatkan investor dan perusahaan dalam menyusun strategi investasi serta pengambilan keputusan keuangan.
Tinjauan Literatur Terkini Penyakit Penting pada Tanaman Kelapa Sawit dalam Perspektif Keberlanjutan Perkebunan: A Recent Literature Review of Major Diseases in Oil Palm Plants from the Perspective of Plantation Sustainability Setia Gunawan; Dimas Mauladana; Riki Pransisko Riki Pransisko; Tengku Hasrul Ramadhan Nasution; Guntoro
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11365

Abstract

Industri kelapa sawit di Indonesia menghadapi tantangan besar berupa serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang mengancam produktivitas dan kelestarian lingkungan. Penyakit yang menyerang bagian akar, batang, dan daun dapat menurunkan populasi tegakan pohon secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah jenis-jenis penyakit penting pada kelapa sawit serta merumuskan strategi pengendalian yang selaras dengan prinsip perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur (literature review) dengan menganalisis artikel ilmiah bereputasi nasional dari periode 2016–2026 yang berfokus pada fitopatologi kelapa sawit. Hasil ulasan menunjukkan bahwa penyakit busuk pangkal batang akibat Ganoderma boninense tetap menjadi ancaman paling destruktif pada organ batang dan akar (silent killer), mampu membunuh hingga lebih dari 50% populasi pohon menjelang replanting. Pada organ daun, penyakit bercak daun (Curvularia spp.) dan penyakit blast dominan menyerang fase pembibitan. Strategi pengendalian konvensional secara kimiawi mulai digantikan oleh pendekatan kultur teknis terpadu dan pemanfaatan agens hayati seperti Trichoderma spp. dan Mikoriza Arbuskula. Pengendalian penyakit berbasis agens hayati dan sanitasi lahan terpadu merupakan kunci utama dalam mempertahankan produktivitas tanpa merusak stabilitas ekosistem perkebunan kelapa sawit masa depan. ABSTRACT The palm oil industry in Indonesia faces a major challenge in the form of attacks by plant pests and diseases (PPDs) that threaten productivity and environmental sustainability. Diseases that attack the roots, trunks, and leaves can significantly reduce tree populations. This study aims to examine major diseases in oil palm and formulate control strategies aligned with the principles of sustainable oil palm plantation management. The method used in this study is a literature review, analyzing nationally reputable scientific articles from 2016–2026 focused on oil palm phytopathology. The review results indicate that basal stem rot caused by Ganoderma boninense remains the most destructive threat to the stem and root systems (a “silent killer”), capable of killing more than 50% of the tree population prior to replanting. In the leaf tissue, leaf spot disease (Curvularia spp.) and blast disease predominantly affect the seedling stage. Conventional chemical control strategies are beginning to be replaced by integrated cultural practices and the use of biological agents such as Trichoderma spp. and arbuscular mycorrhizae. Disease control based on biological agents and integrated land sanitation is the key to maintaining productivity without compromising the stability of future oil palm plantation ecosystems.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 8: Agustus - 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue