cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
POLA PENERIMAAN SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP PRODUK MAKANAN JAJANAN BERBAHAN BAKU KONSENTRAT PROTEIN IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DI KABUPATEN KAMPAR, RIAU Dewita Dewita; Syahrul Syahrul; Rizky Febriansyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.443 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v15i3.21419

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat penerimaan konsumen (siswa SD) terhadap makanan jajanan (crackers, cookies cokelat, dan snack tortilla) berbahan baku konsentrat protein ikanbaung (Hemibagrus nemurus) dan menganalisis komposisi proksimatnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu melakukan percobaan pembuatan produk makanan jajanan berbasis konsentratprotein ikan baung. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik, kemudian dianalisis secara deskriptif. Parameter yang digunakan adalah uji organoleptik (rupa, aroma, rasa, dan tekstur) dan analisis proksimat yang meliputi analisis kadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPI baung yang difortifikasi pada makanan jajanan dapat diterima oleh anak balitadengan tingkat penerimaan 80-90%. Hasil analisis proksimat yang diperoleh untuk kandungan air, abu, protein, lemak dan karbohidrat adalah 2,46 %, 1,32%, 23,56%, 20,75% and 49,87% untuk crackers dan2,74%, 1,06%, 23,82%, 27,29%, dan 46,53% untuk cookies cokelat. Snack tortilla memiliki kandungan air sebesar 2,31%, abu 2,05%, protein 26,42%, lemak 21,19% dan karbohidrat 36,15%.
APLIKASI KARAGENAN SEBAGAI CANGKANG KAPSUL KERAS ALTERNATIF PENGGANTI KAPSUL GELATIN Pipih Suptijah; Sugeng Heri Suseno; Kurniawati Kurniawati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v15i3.21434

Abstract

Karagenan merupakan polisakarida yang diekstrak dari rumput laut merah kelas Rhodophyceae yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku material berbasis polisakarida salah satunya adalah cangkang kapsul keras. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan karagenan sebagai bahan baku cangkang kapsul keras. Pembuatan cangkang kapsul keras dilakukan secara manual yaitu dengan pencelupan cetakan ke dalam larutan pembentuk kapsul. Formulasi larutan yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas empat perlakuan yaitu karagenan konsentrasi 3%, 4%, 5%, dan 6%. Formulasi karagenan terbaik dilihat dari parameter spesifikasi cangkang kapsul, kadar air, dan waktu hancur kapsul. Karagenan yang digunakan dalam pembuatan cangkang kapsul keras mengandung kadar air sebesar 18,38%, abu 17,58%, sulfat 17,90%, dan viskositas 124 cP. Cangkang kapsul yang diperoleh memiliki spesifikasi panjang kapsul bagian badan 17,75-18,45 mm dan tutup 11,23-11,42 mm, diameter badan 7,19-7,44 mm dan tutup 7,357,69 mm, volume 0,63-68 mL, ketebalan 0,029-0,151 mm, berat kapsul 0,037-0,129 g. Konsentrasi karagenan secara signifikan berpengaruh terhadap waktu hancur dan viskositas larutan pembentuk cangkang kapsul, namun tidak berpengaruh terhadap kadar air cangkang kapsul. Formulasi terbaik terdapat pada cangkang kapsul dengan konsentrasi karagenan 5% yang memiliki viskositas sebesar 6.10010.333 cP, kadar air sebesar 17,43%, dan waktu hancur 20,59 menit.
PERUBAHAN PARAMETER KIMIA DAN MIKROBIOLOGI SERTA ISOLASI BAKTERI PENGHASIL ASAM SELAMA FERMENTASI BEKASAM IKAN MAS (Cyprinus carpio) Desniar Desniar; Iriani Setyaningsih; Retno Santi Sumardi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.604 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v15i3.21435

Abstract

Bekasam merupakan salah satu produk fermentasi ikan yang rasanya asam dan banyak mengandung bakteri asam laktat (BAL). Pembuatan bekasam umumnya menggunakan bahan baku ikan air tawar denganpenambahan garam dan sumber karbohidrat (nasi dan tapai) lama fermentasi 4-10 hari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perubahan kimia dan mikrobiologi yang terjadi selama fermentasi; dan mengisolasi serta mengkarakterisasi isolat bakteri penghasil asam selama fermentasi bekasam ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini meliputi pembuatan bekasam (lama fermentasi 10 hari), analisis kimia dan mikrobiologi selama fermentasi (pengukuran pH, total asam tertitrasi, kadar garam, total mikroba (TPC), total bakteri penghasil asam) dan isolasi bakteri penghasil asam serta karakterisasinya. Selama fermentasi bekasam (10 hari) kadar garam, nilai pH, total mikroba mengalami penurunan, total asam tertitrasi meningkat, sedangkan nilai total bakteri penghasil asam meningkat sampai fermentasi hari ke-6 (H6) namun menurun setelah H6 sampai H10. Isolat bakteri penghasil asam diperoleh sebanyak 29 isolat. Semua isolat merupakan bakteri Gram positif dansebagian besar memiliki bentuk sel batang dan bulat, 6 isolat tidak motil, 23 isolat tidak berendospora, 19 isolat katalase negatif, 10 isolat oksidase negatif dan 7 isolat bersifat proteolitik. Berdasarkan hasil karakterisasiterhadap ke-29 isolat, diduga terdapat bakteri asam laktat yang berperan selama fermentasi bekasam ikan mas.
EKSTRAKSI GELATIN KULIT IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DENGAN PROSES PERLAKUAN ASAM Wini Trilaksani; Mala Nurilmala; Ima Hani Setiawati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.023 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v15i3.21436

Abstract

Gelatin komersial yang diekstraksi dari tulang dan kulit hewan (sapi dan babi) menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan keamanan dan kehalalan produknya. Oleh karena itu, sumber gelatin, tulang dan kulit ikan dapat menjadi alternatif. Pengolahan kulit ikan kakap (Lutjanus sp) menjadi gelatin dapat dilakukan dengan penanganan asam atau basa. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan kulit kakap merah sebagai sumber gelatin yang diekstraksi menggunakan asam (asam asetat 1-5%) dengan lama ekstraksi (12, 18, dan 24 jam). Produk gelatin terbaik diperoleh dari kulit ikan kakap merah yang direndam dalam asam asetat 3% selama 18 jam. Analisis fisika dan kimia ditujukan untuk mengkarakterisasi gelatin yang meliputi kadar air 10,19%; abu 0,40%; lemak 0,33%; dan protein 88,88%; kekuatan gel 312,5 bloom; viskositas 17,4 cP; pH 5,45; titik gel 10,15°C; titik leleh 27,26°C, titik isoelektrik 8; derajat putih 34,7%. Logam berat Pb dan Hg tidak terdeteksi.
PENURUNAN METABOLISME IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA PROSES TRANSPORTASI MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava var. pyrifera) Ruddy Suwandi; Roni Nugraha; Wina Novila
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.97 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v15i3.21437

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari efektivitas dan menentukan konsentrasi ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava var. pyrifera) dalam menghambat laju ekskresi ikan nila (Oreochromis niloticus) selama transportasi sistem basah. Ekstrak daun jambu biji dengan berbagai konsentrasi (0%; 0,5%; 0,75% dan 1%) ditambahkan pada media ikan hidup. Perubahan kualitas air diamati selama 2 jam. Nilai LC50 ekstrak daun jambu biji daging buah putih adalah 4,15%. Ekstrak daun jambu biji dapat menurunkan laju metabolisme ikan, yang diindikasikan dengan penurunan kadar CO2 (22%) dan TAN (78,6%) selama 2 jam waktu transportasi. Nilai ekskresi CO2 dan TAN pada ikan yang diberi perlakuan ekstrak daun jambu biji lebih rendah dibandingkan ikan yang tidak diberi perlakuan, namun nilai turbiditas lebih tinggi diakibatkan adanya partikel terlarut dari ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jambu biji mampu menghambat laju ekskresi ikan nila.
Sifat Sensoris, Kimia dan Warna, Ronto pada Konsentrasi Garam dan Nasi yang Berbeda Nooryantini Soetikno; Susana Ristiarini; Rita Khairina
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.818 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21451

Abstract

Ronto adalah produk fermentasi udang tradisional yang populer di pesisir pantai Kalimantan Selatan, terbuat dari campuran rebon (Acetes sp.), garam dan nasi yang difermentasi selama 2 minggu pada suhu kamar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh garam dan nasi terhadap sifat sensoris, kimia dan warna ronto. Penelitian dirancang dengan rancangan acak lengkap faktorial (RALF), faktor pertama adalah konsentrasi garam (10, 11 dan 12%), faktor kedua adalah konsentrasi nasi (20 dan 30%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian garam dan nasi berpengaruh terhadap kualitas sensoris, kimia, dan warna ronto. Perlakuan terbaik adalah penambahan  garam 12% dan nasi 20% dengan nilai sensoris warna 4,93, aroma 4,97, tekstur 3,97 dan kenampakan 4,57. Nilai pH 5,2, total asam 25,30 mg/g, TVB 94,14 mg N/100 gram dan Aw 0,89, warna ronto adalah L* = 44,36, a* = 11,89, dan b*= 8,45. 
Sifat Fisiko-Kimia Semi Refined Carrageenan dari Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat Raja Bonan Dolok Sormin; Dwight Soukotta; Agustina Risambessy; Stenly Jacobus Ferdinandus
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.637 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21453

Abstract

Rumput laut (seaweed) atau alga merupakan bagian terbesar dari tanaman laut dan  komoditi ekspor yang potensial untuk dikembangkan. Indonesia memiliki lima jenis rumput laut yang bernilai ekonomis tinggi sebagai komoditi ekspor dan juga dikonsumsi domestik yaitu Eucheuma sp., Glacillaria sp., Gelidium sp., Sargassum sp. dan Hypnea sp. E. cottoni dan E. spinosum merupakan spesies alga merah penghasil karaginan dan andalan eksport Indonesia.  Rumput laut jenis ini banyak dibudidayakan di Propinsi Maluku khususnya di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sifat fisiko-kimia semi refined carrageenan (SRC) E. cottonii yang berasal dari desa Waiheru, Kota Ambon dan Desa Lermatang, Kabupaten Maluku Tenggara Barat.  Metode penelitian adalah deskriptif.  Analisis meliputi  perhitungan  rendemen, fiskositas, kekutan gel, kadar air, abu dan sulfat. Hasil pengamatan sifat fisiko-kimia SRC dari desa Lermatang Kabupaten Maluku Tenggara Barat rendemen yaitu 26,8%, fiskositas 60,80 cP, kekutan gel 100 g/cm2, kadar air 15,79%, abu 21,24%, dan sulfat 13,27%, dan  SRC  dari desa  Waiheru Kota Ambon dengan rendemen 24,73%,  fiskositas 121,60 cP, kekuatan gel  700 g/cm2, kadar air 16,04 %, abu 15,26%, dan sulfat 12,34%.
Produksi Pigmen dan Identifikasi Kapang Penghasilnya Menggunakan Pendekatan DNA Barcoding Mada Triandala Sibero; Kustiariyah Tarman; Ocky Karna Radjasa; Agus Sabdono; Agus Trianto; Tiara Ulfa Bachtiarini
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.122 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21454

Abstract

Kapang endofit laut diketahui sebagai sumber berbagai senyawa bioaktif yang berguna bagi kesehatan. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya membuktikan bahwa kapang endofit isolat RS3 asal tanaman pesisir Hydnophytum formicarum asal Sorong menghasilkan pigmen hitam dengan potensi sebagai fotoprotektor namun pada penelitian tersebut tidak memiliki data mengenai produksi pigmen serta identifikasi kapang penghasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produksi pigmen hitam asal kapang RS3 dan identifikasi kapang RS3 melalui pendekatan DNA barcoding. Kapang RS3 dikultivasi selama 30 hari menggunakan sistem statis dan sistem shaking. DNA barcoding pada identifikasi kapangRS3 menggunakan primer universal ITS1 dan ITS4 untuk mengamplifikasi wilayah internal transcribed spacer (ITS) yang menjadi conserve region pada kingdom fungi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapang RS3 yang dikultivasi menggunakan sistem shaking mulai memproduksi pigmen pada hari-6 dan mencapai produksi tertinggi pada hari ke-18 (2,42±0,03 mg/L) sedangkan pada kultivasi sistem statis rendemen pigmen terbesar dihasilkan pada hari ke-30 (2,88±0,21 mg/L). Berdasarkan hasil analsis ITS rDNA diketahui bahwa kapang endofit RS3 memiliki 99% kemiripan dengan Annulohypoxylon stygium. Kapang ini telah didaftarkan di GeneBank denga nomer akses  MG605083.1.
Karakteristik Sediaan Garam Ulva lactuca dari Perairan Sekotong Nusa Tenggara Barat bagi Pasien Hipertensi Nurjanah Nurjanah; Asadatun Abdullah; Chairun Nufus
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.323 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21455

Abstract

Rumput laut hijau menghasilkan berbagai senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan dalam bidang industri farmaseutika, biomedika dan nutraseutika.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik dan aktivitas antioksidan garam rumput laut hijau sebagai sediaan garam bagi pasien hipertensi.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan suhu (40,55 dan 70°C) dan waktu (10 dan 30 menit) pembuatan garamdengan ulangansebanyak 3 kali.Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah:aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, FRAP dan CUPRAC, kandungan mineral, kadar NaCl, rendemen dan residu logam berat. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara waktu dan suhu tidak memberikan pengaruh nyata pada taraf(p<0,05) terhadap rendemen garam rumput laut, namun berpengaruh nyata pada rasio Na:K dan kadar NaCl. Residu logam berat pada bahan baku dapat diturunkan lebih dari 95%. Aktivitas antioksidangaram rumput laut dengan metode FRAP 122,50-130,69 µmol troloks/g dan CUPRAC20,12-26,09 µmol troloks/g.Garam rumput laut terbaik sebagai sediaan garam antihipertensi adalah perlakuan suhu 40°C waktu 10 menit dengan rasio Na:K 2,95.
Prospek Pengembangan Industri Kreatif Kulit Pari sebagai Pilot Project Usaha Kecil di Daerah Istimewa Yogyakarta Meida Rositasari; Latif Sahubawa; Siti Ari Budhiyanti
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.891 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21460

Abstract

Industri kreatif merupakan kegiatan usaha yang fokus pada kreasi dan inovasi.  Manajemen rantai pasok adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerjasama untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Penelitian bertujuan untuk mengkaji prospek pengembangan industri kreatif kulit pari di DIY sebagai pilot project usaha kecil di Indonesia.Metode pengumpulan data yang dipakai adalah observasi lapangan, wawancara dan kuesioner. Obyek penelitian adalah En’t Stingray Product, Fanri Collection dan Pari Radja. Data hasil penelitian diolah dan dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif, selanjutnya digeneralisasisecara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwabahan baku kulit pari tersamak 75% berasal dari supplier di Yogyakarta dan tersedia secara kontinu. Sarana dan prasarana usaha pengolahan produk cukup memadai. Produk yang dihasilkan berupa dompet pria danwanita, gantungan kunci, tas, ikat pinggang dan gelang. Jaringan pemasaran produk kulit pari En’t Stingray Product di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Fanri Collection di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, PariRadja di seluruh Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang dan Amerika. Kelembagaan rantai pasok produk kulit terdiri dari supplier kulit segar, supplier kulit tersamak, pengrajin, reseller, konsumen. Berdasarkan hasilanalisis kelayakan finansial, diketahui bahwa NPV En’t Stingray Product yaitu Rp 75.312;Fanri Collection Rp 2.498.023; Pari RadjaRp 4.715.503 lebih besar dari nol. Prospek pengembangan industri produk kulit pariyang mencakup rantai pasok dan kelayakan usaha memberikan dampak yang positif terhadap pengembangan dan keberlanjutan usaha.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue