cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Profil Protein Ikan Gabus (Channa striata), Toman (Channa micropeltes), dan Betutu (Oxyeleotris marmorata): Protein Profile of Channa striata , Channa micropeltes, and Oxyeleotris marmorata Fish Mala Nurilmala; Mega Safithri; Fitria Tika Pradita; Rizsa Mustika Pertiwi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v23i3.33924

Abstract

Channa striata atau yang dikenal dengan ikan gabus adalah ikan air tawar yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, khususnya kandungan albuminnya untuk penyembuhan luka. Jenis ikan air tawar lain yang diduga memiliki potensi albumin selain ikan gabus adalah ikan toman (Channa micropeltes) dan ikan betutu (Oxyeleotris marmorata). Penelitian ini bertujuan menentukan profil protein albumin pada ikan gabus, toman, dan betutu. Metode yang dilakukan yaitu ekstraksi protein, pengukuran kadar protein serta identifikasi profil protein dengan SDS-PAGE. Pengukuran kadar protein dilakukan pada ekstrak ikan segar, rebus, dan setelah pemurnian dengan presipitasi amonium sulfat. Kadar protein pada ekstrak ikan gabus segar 11,62±0,17 mg/g, rebus 6,28±0,57 mg/g dan murni 105,23±0,44 mg/g. Kadar protein ekstrak ikan toman segar 10,47±0,17 mg/g, rebus 8,19±0,33 mg/g dan murni 42,76±1,65 mg/g. Kadar protein ekstrak ikan betutu segar 4,47±0,33mg/g, rebus 2,95±0,17 mg/g dan murni 54,09±0,16 mg/g. Profil protein albumin pada ikan gabus, toman dan betutu memiliki bobot molekul 50-52 kDa.
Pengaruh Suhu Ekstraksi terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanolik Eucheuma spinosum: Effect of Extraction Temperature on Antioxidant Activity of Methanolic Extract of Eucheuma spinosum Komala Putu Tara Hradaya; Amir Husni
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v24i1.34193

Abstract

Eucheuma spinosum merupakan alga merah yang banyak dibudidayakan dan termasuk salah satu komoditas unggulan karena memiliki senyawa fenolik dan flavonoid yang mampu berperan sebagai antioksidan. Senyawa fenolik dan flavonoid pada E. spinosum dapat diperoleh melalui proses maserasi menggunakan metanol yang pada umumnya dilakukan pada suhu ruang. Proses ekstraksi untuk mendapatkan hasil maksimum dapat dipercepat dengan cara meningkatkan suhu ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan E. spinosum yang diekstraksi menggunakan metanol dengan suhu 55, 65, dan 75 °C. Sebelum diekstraksi rumput laut dicuci bersih dan dikeringkan pada oven bersuhu 40 °C selama 24 jam. Ekstraksi dilakukan dengan metanol 80 % (1:10, b/v). Parameter yang diuji pada penelitian ini yaitu rendemen, uji fitokimia, total fenolik, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan meliputi uji DPPH dan FRAP. Dari data penelitian mengindikasikan bahwa suhu ekstraksi memengaruhi total fenolik maupun aktivitas antioksidan baik DPPH maupun FRAP, namun tidak berpengaruh terhadap rendemen dan total flavonoid. Suhu ekstraksi 55 °C memiliki daya antioksidan paling tinggi (IC50 DPPH sebesar 362,52±7,10 ppm, dan nilai FRAP sebesar 70,30±10,01 μM ekuivalen Fe(II)/g).
Identifikasi Bakteri Patogen (Vibrio spp. dan Salmonella spp.) yang Mengontaminasi Ikan Layang dan Bandeng di Pasar Tradisional: Identification of Pathogenic Bacteria Contamination (Vibrio spp. and Salmonella spp.) in Flying Fish and Milkfish in Traditional Markets Burhanuddin Ihsan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v24i1.34198

Abstract

Sumber konsumsi ikan masyarakat Kota Tarakan adalah ikan layang dan bandeng yang berasal dari pasar tradisional. Pengelolaan pasar tradisional yang ada di Kota Tarakan cukup memadai namun, tingkat kesehatan dan higienis lingkungan masih kurang baik, penanganan yang belum memadai memungkinkan banyak bakteri yang berkembang dan mengontaminasi ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kontaminasi bakteri patogen (Vibrio spp. dan Salmonella spp.) pada ikan yang dijual di pasar tradisional kota Tarakan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dengan beberapa tahapan mulai dari observasi pasar, pengambilan sampel, isolasi bakteri dan identifikasi. Isolasi bakteri Vibrio menggunakan media selektif TCBS (Thiosulfate Citrate Bile Salt Sucrose) dan bakteri Salmonella menggunakan media SSA (Salmonella Shigella Agar) identifikasi bakteri Vibrio dan Salmonella yang berpedoman pada buku Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology berdasarkan sifat morfologi dan kimiawi. Hasil identifikasi terdapat kontaminasi bakteri Vibrio spp. dan Salmonella spp. pada hasil perikanan yang dijual di pasar tradisional kota Tarakan khususnya ikan bandeng dan ikan layang.
Ekstraksi Kolagen Kulit Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) menggunakan Enzim Pepsin dan Papain: Collagen Extraction of Yellowfin Tuna (Thunnus albacares) Skin Using Pepsin and Papain Nurjanah Nurjanah; Taufan Ichza Baharuddin -; Tati Nurhayati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v24i2.35410

Abstract

Kolagen merupakan senyawa protein rantai panjang yang tersusun atas asam amino alanina, arginina, lisina, glisina, prolina, serta hiroksiprolina. Kolagen merupakan protein jaringan ikat yang dapat dihasilkan dari limbah kulit ikan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan karakteristik kolagen yang diekstraksi dengan metode enzimatis. Metode penelitian terbagi menjadi dua tahap yaitu tahap ekstraksi enzim pepsin dari lambung ikan tuna sirip kuning dan tahap ekstraksi kolagen kulit tuna dengan metode enzimatis. Enzim pepsin yang diekstraksi dari lambung tuna sirip kuning memiliki nilai aktivitas spesifik 8.680 U/mg. Waktu perendaman dengan NaOH terbaik adalah 12 jam. Waktu hidrolisis kulit dengan asam asetat terbaik adalah 72 jam. Kolagen larut papain memiliki bobot molekul 310 kDa, gugus fungsi amida A, B, I, II, dan III,dengan rendemen 2,13%. Kolagen larut pepsin sebagian memiliki bobot 328 kDa, gugus fungsi amida A, I, II, dan III, dengan rendemen 0,8%.
Karakteristik Fraksi Aktif Biopigmen Fukosantin Rumput Laut Cokelat sebagai Antioksidan dan UV-protector: Characteristics of Fucoxanthin’s Active Fraction from Brown Seaweeds Biopigments as Antioxidants and UV Protectors Asadatun Abdullah; Nurjanah Nurjanah; Ade Irma Suryani Nasution
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v24i1.35411

Abstract

Padina sp. and Sargassum sp. contains pigment namely fucoxanthins and have antioxidants, anticarcinogenic, and anti-UV. The objectives of this study were to determine the optimal concentration of acetone to produce the best fucoxanthin active fraction with antioxidant, total phenol, SPF value functions as well as to identify the profile of the compound with LC-MS/MS. Seaweeds were immersed in 10% DMSO before extracted with 80% and 90% acetone solvent. The results of antioxidant DPPH, FRAP, and ABTS were Padina sp. of 153.55 ppm, 94.22 μmol Fe2+/g, 66.43 ppm (80% acetone) and 65.76 ppm, 93.11 μmol Fe2+/g, 78.33 ppm (90% acetone); Sargassum sp. of 131.37 ppm, 103.67 μmol Fe2+/g, 57.29 ppm (80% acetone) and 103.24 ppm, 71.72 μmol Fe2+/g, 61.45 ppm (90% acetone). Total phenol of 80% dan 90% acetone from Padina sp. were 675.48 mg GAE/g and 852.90 mg GAE/g; Sargassum sp. of 565.81 mg GAE/g and 135.16 mg GAE/g. SPF value with optimal concentration 50 mg/mL had resulted of Padina sp. by 9.08 (80% acetone) and 17.10 (acetone 90%); Sargassum sp. of 7.56 (acetone 80%) and 3.56 (acetone 90%). Acetone 80% is the optimal solvent to produce the best fucoxanthin active fraction with the highest characteristics of yield, antioxidant activity, total phenol content, and SPF value.
Perendaman dalam air 85 oC meningkatkan aktivitas antioksidan, antidiabetes, dan tingkat penerimaan konsumen teh Sargassum crassifolium: Soaking Time in Water 85°C Increased Antioxidant, Antidiabetic Activity and Consumer Acceptance of Sargassum crassifolium Seaweed Tea Pris Larasati; Amir Husni
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v24i2.36131

Abstract

Rumput laut Sargassum crassifolium mempunyai bioaktivitas yang tinggi sehingga berpotensi sebagai sumber pangan fungsional, salah satunya dibuat menjadi teh rumput laut. Salah satu kelemahan teh rumput laut yaitu kurang disukai konsumen karena adanya bau amis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dalam air 85 oC terhadap karakteristik dan tingkat penerimaan konsumen teh rumput laut S. crassifolium. Rancangan acak lengkap digunakan dalam penelitian ini, dengan perlakuan berupa variasi lama waktu perendaman. Teh rumput laut dibuat dengan cara merendam dalam air ±85 oC selama 0, 4, 8, 12, dan 16 menit kemudian dipotong-potong lalu disangrai. Teh rumput laut S. crassifolium dianalisis meliputi: kadar air, total fenol, aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP), aktivitas penghambatan α-glukosidase dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar air, total fenol, aktivitas antioksidan, penghambatan α-glukosidase, dan tingkat penerimaan konsumen. Perlakuan terbaik yaitu lama perendaman 16 menit dengan kadar air 3,35±0,41%, total fenol 68,63±0,67 mg GAE/g, aktivitas penghambatan DPPH 55,99±1,01%, nilai FRAP 116,97±1,89 μM/g, penghambatan α-glukosidase 55,67±0,36%, dan nilai hedonik parameter aroma, rasa, warna, kenampakan, dan keseluruhan secara berturut-turut yaitu 4,29±1,18; 4,59±0,85; 4,18±0,98; 4,43±0,91; 4,37±0,98.
Pengaruh Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica) terhadap Histamin Daging Ikan Tongkol Abu: The Effectiviness of Neem Leaves (Azadirachta indica) to Longtail Tuna Meat Histamine Witria Witria; Muhammad Zainuri
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v24i2.33514

Abstract

Abstrak Ikan tongkol (Thunnus tonggol) tergolong dalam family scrombidae yang diketahui memiliki kandungan histamin tinggi yang dapat menyebabkan keracunan bagi konsumen. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk menurunkan kandungan histamin, salah satunya dengan menggunakan daun mimba (Azadirachta indica). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas pemberian ekstak daun mimba terhadap perkembangan histamin ikan tongkol. Ekstraksi daun mimba menggunakan metode maserasi selama 2 hari. Sampel ikan tongkol berukuran panjang tubuh 30 cm yang didiamkan pada suhu ruang selama 5 jam dijadikan sebagai sampel penelitian ini. Perlakuan yang dibgunakan berupa perendaman ekstrak daun mimba dengan konsentrasi 5%, 25%, dan 50%. Analisis histamin menggunakan perangkat HPLC dan pengolahan data dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan kandungan histamin perlakuan kontrol, 5%, 25%, dan 50% secara berurutan sebesar 60,03; 49,63; 50,54; dan 53,81 ppm. Hasil uji SPSS menyatakan bahwa pemberian konsentrasi ekstrak daun mimba sebesar 5% lebih efektif untuk menghambat perkembangan kandungan histamin ikan togkol. Konsentrasi ekstrak daun mimba sebesar 5%, 25%, dan 50% secara berurutan dapat menurunkan kandungan histamin ikan tongkol dengan nilai efektivitas sebesar 17,15%, 15,80%, dan 10,36%.
Aktivitas Antioksidan dan Total Fenolik Rumput Laut Gracilaria sp. Kabupaten Brebes: Antioxidant Activity and Total Phenolic Of Seaweed Gracilaria sp. from Brebes Rifatul Masrikhiyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v24i2.34020

Abstract

Brebes regency is one of the seaweed producing areas in Central Java province with an area of seaweed ponds as much as 4,350 ha of the total pond area of 12,748 ha that produces 200 tons of dried seaweed per month. Seaweed can be used as a source of antioxidants because it contains bioactive compounds especially for phenolic compounds, flavonoids and alkaloids. The purpose of this study is to examine the antioxidant activity and total phenolic powder of seaweed Gracilaria sp. from Brebes. The observed parameters are free radical capture capacity using DPPH radical scavenging activity (RSA) method and total phenolic using Folin-Ciocalteu method. This study used a Complete RandomIzed Design (RAL) consisting of 2 treatments (seaweed powder from fresh and dry raw materials) and conducted 3 repetitions. Gracilaria sp. Seaweed powder from fresh raw materials has a total phenol content and a higher free radical catching capacity compared to dry raw materials. The total content of seaweed powder phenol Gracilaria sp. from Brebes district is about 4.35–4.49 (mg GAE/100 g) and its antioxidant activity is about 15.90–42.50 (%RSA). There are differences in the capture capacity of free radicals using wet and dry seaweed raw materials.
Uji Toksisitas Ekstrak Cacing Tambelo (Bactronophorus thoracites) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test : Toxicity Test of Wood-boring Shipworm (Bactronophorus thoracites) using Brine Shrimp Lethality Test Lely Okmawaty Anwar; Sri Fatmah Sari; Asrul Ambo Elo; Rosmawati Rosmawati; Iin Nurdiyanty Nurdin; Anwar Said
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v24i2.34880

Abstract

Cacing tambelo merupakan moluska yang menetap pada batang Rhizophora sp yang sudah mati. Studi ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas dari ekstrak cacing tambelo dengan metode brine shrimp letahlity test (BSLT). Cacing tambelo diambil dari hutan mangrove di Desa Moolo, Kecamatan Batukara, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Ekstrak cacing tambelo dipreparasi memakai larutan metanol. Uji toksisitas BSLT pada penelitian ini terdiri atas dua tahap, uji preliminary dan uji definitif. Uji preliminary bertujuan untuk menentukan kisaran lethal concentration (LC50), nilai kisaran konsentrasi tersebut akan digunakan pada uji selanjutnya (uji definitif). Uji preliminary menggunakan konsentrasi ekstrak tambelo sebesar 10, 100, 1.000 μg/mL dan 0 sebagai kontrol. Uji definitif menggunakan 4 konsentrasi (masing-masing 3 ulangan) yaitu:17,78; 31,61; 56,21; 99,94 μg/mL dan 0 sebagai kontrol. Data yang diperoleh dari uji definitif selanjutnya dianalisis dengan probit. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa nilai LC50-24jam dari ekstrak tambelo ialah 42,43 μg/mL. Nilai LC50 tersebut mengindikasikan bahwa ekstrak cacing tambelo bersifat sangat toksik terhadap larva udang.
Pengaruh Kombinasi Tepung Sagu dan Tepung Udang Rebon terhadap Karakteristik Kimia dan Organoleptik Makaroni: Characteristics of makaroni based on sago flour, combined with rebon shrimp flour (Acetes erythraeus) Suparmi Suparmi; Sumarto Sumarto; Nur Ira Sari; Taufik Hidayat
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v24i2.35059

Abstract

This study was aimed to determine the characteristics of fortified sago flour macaroni with rebon shrimp flour. The method used is an experimental method using a completely randomized design, with three combinations of sago flour and rebon shrimp flour, namely MS0 (control without rebon shrimp flour), MS1. (combination 2: 1) and MS2 (combination 1: 1) is repeated 3 times. The parameters tested were proximate quality (water content, ash content, protein content, fat content, and carbohydrate content), water absorption capacity and organoleptic quality (appearance, texture, aroma, taste). The results showed that the making of sago flour macaroni with the addition of rebon shrimp flour had a significant effect on the proximate value, water absorption and organoleptic value. The best treatment is MS1 (2:1 combination) which has visual characteristics with bright yellow color, fishy aroma of shrimp, solid texture not hard, and savory taste. The value of protein (19.67%) water (6.98%), fat (4.13%), ash (2.57%), and carbohydrates (by difference) was 65.65%. Over all, the addition of rebon shrimp flour as much as 50 percent can increase protein, ash, and fat which have the potential for functional food.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue