cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Evaluasi Primer Gen COI sebagai Biomarker Ketertelusuran Ikan menggunakan Bioinformatika: Evaluation of COI Gene Primer as a Biomarker Traceability using Bioinformatics Roni Nugraha; Puspita Sari Dewi; Mala Nurilmala
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i1.36501

Abstract

Gen cytochrome oxidase I (COI) merupakan bagian dari bahan genetik mitokondria yang sering digunakan sebagai penanda spesies pada system ketertelusuran produk perikanan. Gen COI ini diperbanyak dari jaringan ikan menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan primer universal. Akan tetapi, ikan merupakan spesies yang memiliki keragaman yang tinggi, sehingga primer universal ini tidak sepenuhnya cocok dengan gen COI ikan. Oleh karena itu, penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi kecocokan primer universal di berbagai gen COI ikan perlu untuk dilakukan. Pada penelitian ini, primer universal dicocokkan dengan 33 sekuen spesies ikan dari GenBank NCBI. Sekuen dianalisis dengan membuat Percent Identity Matrix (PIM) dan pohon filogenetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua primer memiliki kualitas yang baik. Primer CO1shark25 dan CO1shark315 sejajar dengan 31-32 sekuen, namun belum memenuhi parameter ideal sebuah primer. Oleh karena itu, didesain beberapa primer universal baru yang sesuai dengan kriteria primer ideal. Desain primer baru dibuat dan dievaluasi menggunakan program PerlPrimer dan OligoEvaluator. Primer mini-barcode universal ikan dari sekuen Lagocephalus lagocephalus, Takifugu vermicularis, Arothron hispidus, Hypanus americanus, Isurus oxyrhyncus, dan Katsuwonus pelamis telah dirancang dan dievaluasi untuk alternatif biomarker.
Aktivitas Antioksidan Kolagen dari Kulit Ikan Patin (Pangasius sp.) dengan Enzim Bromelin Kasar Kulit Nanas (Ananas comosus L.): Antioxidant Activity of Collagen from the Skin of Pangas Catfish (Pangasius sp) with Crude Bromelain Enzyme of Pineapple Peel Fitri Yanti; Niken Dharmayanti; Suryanti Suryanti
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i1.36731

Abstract

Pangas catfish skin is one of fishery by-products containing certain compounds which have the potential to be used as an alternative source of collagen having antioxidant activity. The purpose of this study is to determine the antioxidant activity in collagen, so that it can be used as an antioxidant material. Collagen was made using crude bromelain enzyme from pineapple peel with an activity of 1.0 U/g in several stages, which were pretreatment, deproteinization, degrasing, and extraction, using factorial RAL with a combination of 3 hours, 3.5 hours and 4 hours and crude enzyme concentration of 0 ; 1.5% ; 2%. The results of the observations showed that the best solubility was obtained in the T3E2 treatment which was 98.96%. The best viscosity was 22.67 cP. The best acidity (pH) at T1.E2 was 6.73. The molecular weights α1, α2, β and ƴ were : 131.51 kDa, 110.48 kDa, 202.48 kDa and 243.93 kDa. The best antioxidant activity was in T1.E3 treatment, which was 20.45 ferrous sulfate/g.
Isolasi dan Karakterisasi Ekstrak dan Tepung Ikan Gabus dan Potensinya sebagai Imunomodulator: Isolation and Characterization Extract and Powder from Snakehead Fish (Channa striata) and It Potency as Immunomodulator Stocks. Maria Ivan Budju Niga; Pipih Suptijah; Wini Trilaksani
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i1.37831

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) mengandung fraksi protein albumin yang besar dan potensial digunakan sebagai biofarmasi serta bahan substitusi albumin manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lama waktu pengukusan dan profil tepung ikan serta ekstrak daging dan ekstrak daging ikan dengan penyaringan dari ikan gabus sebagai sediaan imunomodulator. Ekstraksi albumin menggunakan metode pengukusan dengam lama pengukusan berbeda (10, 15, 20, dan 25 menit) dan albumin dianalisis menggunakan metode Bromocresol Green (BCG). Penelitian ini meliputi analisis proksimat dan logam berat ikan gabus, ekstraksi, analisis mineral, kadar albumin, berat molekul menggunakan SDS-PAGE, gugus fungsi menggunakan FTIR, ukuran partikel dan asam amino. Hasil penelitian menunjukan bahwa daging ikan gabus mengandung air 80,93%, lemak 1,37%, protein 16,76%, abu 0,65% dan karbohidrat 1,28%. Kandungan logam berat daging ikan gabus yaitu Hg 0,013-0,28 ppm dan Pb 0-0,637 ppm. Ekstraksi menghasilkan albumin daging segar 4,8 g/100 mL, ektrak daging 3,76 g/100mL, ekstrak daging dengan penyaringan 4,6g/100 mL dan tepung ikan 3,8 g/100 mL. Tepung ikan mengandung kadar protein 85,80%, air 9,26%, abu 2,67%, lemak 2,06% dan energi total 362,58 kkal/ 100 g. Ekstrak daging dengan penyaringan mengandung asam amino serina, lisina, asam aspartat, alanina, dan asam glutamat, serapan gelombang albumin 1.644,96 dengan berat molekul 63 hingga 70 kDa dan terdapat molekul IgG sebagai sediaan imunomodulator.
Pengaruh Kemasan terhadap Mutu Choux Pastry Kering yang Disubstitusi Konsentrat Protein Ikan Gabus: Effect of Packaging on the Quality of Dry Choux Pastry Substituted with Fish Protein Concentrates of Snakehead Murrel Esthy Rahman Asih; Yuliana Arsil
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i1.37970

Abstract

Dry choux pastry substitution of fish protein concentrates snakehead has a high protein and fat content. This high protein and fat content can support the physical and chemical deterioration during storage. Proper handling of this choux pastry can prevent relapse. This study aimed to measure the effect of packaging on the quality of dry choux pastry by substituting the fish protein concentrates of snakehead at 26-29oC for 56 days. This research is an experimental study with a completely randomized design (CRD) with two treatment factors, namely the type of packaging (aluminum foil and polypropylene plastic) and storage time (14, 28, 42, and 56 days). In this study, dry choux pastry was stored in aluminum foil and polypropylene plastic packaging and was observed for 14, 28, 42, and 56 days of storage. Storage is carried out using the ESS (Extended Storage Studies) method. Data were analyzed using a one-way ANOVA statistical test with a 95% confidence level. If there is a difference, continue testing with DMRT at the 5% level. Dry choux pastry with aluminum foil and polypropylene plastic packaging for 56 days of storage. There was no significant difference in the attributes of color, taste, and aroma, but significantly different in terms of texture. There was a high water content, peroxide value, and free fatty acids in the dry choux pastry with the more extended storage time. Aluminum foil packaging is better used as a package for dry choux pastry than polypropylene plastic packaging seen from the dry choux pastry texture, water content, peroxide value, and free fatty acid during storage.
Karakteristik Karakteristik Fisikokimia Papain Soluble Collagen dari Gelembung Renang Ikan Tuna (Thunnus sp.): Physicochemical Characteristics of Papain Soluble Collagen from Tuna (Thunnus sp.) Swim Bladder Hari Cahyono; Wini Trilaksani; Uju
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i1.38213

Abstract

Collagen is a connective tissue protein composed of the amino acids glycine, proline, alanine and hydroxyproline, which are found in the skin, bones, scales and swim bladder tissue of fish. Fish swim bladder as a by-product of the fishing industry have the potential to be converted into halal collagen. This study aims to evaluate the effectiveness of the pre-extraction process of the combination of NaOH and ultrasonication and the use of papain enzyme in the extraction process on the physicochemical characteristics of tuna swim bladder collagen. The research method was a combination of pre-extraction of NaOH and 150 minutes of ultrasonication and immersion for 2; 4; 6; 8; 10; 12; 14; 16; 18; 20; 22 and 24 hours, extraction using the papain enzyme with a concentration of 0; 3,500 and 5,000 U/g and extraction time of 36 and 48 hours. The results showed that the pre-extraction process using 150 minutes of ultrasonication with soaking for 22 hours was the best time to eliminate non-collagen proteins, and extraction using papain enzyme with a concentration of 5,000 U/g and soaking for 36 hours was the preferred treatment for the degree of collagen development. The yield of collagen obtained was 7.01±0.4%, the dominant amino acids were glycine, arginine and proline, tuna swim bladder collagen had a protein band of α1 chain of 117 kDa, α2 chain of 107 kDa and β chain of 244 kDa and zeta potential value of 0.496 mV.
Pengaruh Iradiasi Gamma dan Penyimpanan Dingin terhadap Kandungan Proksimat, pH, dan ALT Filet Ikan Jenaha Widya Pangestika; Satriya Abrian; Deden Yusman Maulid; Kusuma Arumsari; Sugili Putra; Farakh Fadila Windiarti; Vipi Herawati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i1.38521

Abstract

Fish and fishery products are perishable foodstuffs. One technology to prolong the shelf life of fish is gamma irradiation. Irradiation is able to break the bonds of bacterial DNA chains, thereby inhibiting bacterial growth. The application of irradiation technology will certainly be much more effective when combined with other preservation technologies, such as storage at cold temperatures. In this study, skinless jenaha fish fillet (Lutjanus sp.) was irradiated at doses of 0 kGy, 3 kGy, 5 kGy, and 8 kGy. After being irradiated at a certain dose, fish fillets were stored for 6 days at a cold temperature of 5oC. Based on the results of the proximate analysis, it was found that irradiation technology did not cause significant changes to the moisture content, ash content, and fat content but slightly reduced the protein content of fish fillets. Furthermore, it was found that in terms of pH, fish fillets that were not irradiated and irradiated fish fillets were still categorized as fresh fillets until storage on the 6th day. Although the amount of bacterial contamination in fish fillets that were not irradiated was much greater than that of irradiated fish fillets, the number of bacterial contaminants in all treatments of fish fillets was still below the threshold set by SNI 7388: 2009. The pH value and the amount of bacterial contamination in all treatments Fish fillets tend to increase with the length of the storage process.
Karakterisasi Jeroan Ikan Cakalang sebagai Skrining Awal Bahan Baku Perangkap Lalat Rumah Musca domestica dan Antibakteri: Characterization of Skipjack Viscera as Initial Screening of Sources for Housefly Traps Musca domestica and Antibacterial Rahmatia Garwan; Harsi Kusumaningrum; Tati Nurhayati; Hanifah Nuryani Lioe
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i1.38555

Abstract

Viscera of skipjack tuna which is rich in protein has the potential as a source of Musca domestica house fly trap-compounds as well as a source of antibacterial. This study aims to explore the potential of skipjack viscera in the form of stomach, intestines, liver and the mixtures as a source of house fly traps and antibacterial components. Skipjack viscera were stored for 2 days at room temperature. Moisture content, protein, TVB, amino acids, fly trap activity and antibacterial activity were then analyzed. The results showed that the water content, fat and TVB of all parts of skipjack viscera increased, while the protein content decreased during 2 days of storage. The water content ranged from 73,90% wb to 85,19% wb. Protein content was found from 14,46% wb to 18,07% wb. Fat content ranged from 0,95% wb to 2,71% wb, while TVB levels ranged from 64,74 mg N/100 g to 133,92 mg N/100 g. The main amino acid composition of skipjack viscera was glutamic acid, arginine, glycine, phenylalanine, tyrosine, lysine, serine, valine and histidine. The increase in TVB levels after 2 days of storage was associated with the highest activity of stomach viscera in trapping flies with an average of 13.50 flies. The greatest bacterial growth inhibition was showed by the mixture of viscera on day 0 at a concentration of 75% against Staphylococcus aureus and Escherichia coli, i.e., 9.30 mm and 8.78 mm zone of inhibition, respectively. The antibacterial activity against both bacteria was classified as a moderate. Flies-trapping and antimicrobial compounds are likely closely related to the amino acid composition of skipjack viscera. More in-depth research on the role of amino acids as the main component of flies-trapper and antimicrobial of skipjack viscera is the subject of further research.
Karakteristik Protein dan Struktur Jaringan serta Steroid Ikan Sidat (Anguilla bicolor bicolor) Berdasarkan Lokasi Daging Berbeda: Characteristics of Protein and Tissue Structure and Steroids Eel Fish (Anguilla bicolor bicolor) Based on Different Meat Locations Mala Nurilmala; Agoes Mardiono Jacoeb; Yanti Sinaga; Agus Oman Sudrajat; Tatag Budiardi; Ronny Irawan Wahju; Mohammad Mukhlis Kamal; Ridwan Affandi; Rizsa Mustika Pertiwi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i1.39089

Abstract

Eel is a consumable fish that has a unique taste and is rich in vitamins A, B1, B2, B6, C, D, protein albumin, DHA and EPA which is better known for omega-3, as well as its mineral content. This research aimed to determine the protein and steroid content and tissue structure in various parts of the body in eel fish (Anguilla bicolor bicolor). Eels are analyzed on three different body parts covering the front, central, and back. The protein profile was identified by the SDS-PAGE and Bradford methods, steroids by extraction method, tissue structure by the microscopic method. SDS-PAGE analyzed on eel fish meat has a protein molecular weight ranging from 9.825–199.196 kDa. Dissolved protein levels at the front, central, back are 0.307±0.02 mg/mL, 0.298±0.00 mg/mL, and 0.349±0.05 mg/mL. Water soluble and salt soluble proteins at the front, central, back are 0.469±0.01 mg/mL, 0.336±0.03 mg/mL, 0.437±0.00 mg/mL and 1.571±0.16 mg/mL, 1.312±0.11 mg/mL, 1.242±0.11 mg/mL. Eel fish contained steroids in ethyl acetate solvents. The structure of meat tissue and eel fish skin contained muscle fiber and stratum compactum layer.
Karakterisasi Kitooligosakarida yang Didepolimerisasi dengan Metode Berbeda dan Kajiannya sebagai Active Film Muhammad Hauzan Arifin; Nugraha Edhi Suyatma; Dias Indrasti
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i1.39632

Abstract

Active film adalah salah satu tren dunia untuk kemasan makanan. Active film seringkali mengandung bahan aktif antimikroba, antioksidan, penangkap oksigen, dan sawar UV untuk membantu menjaga kesegaran makanan. Kitosan merupakan salah satu bahan aktif yang dapat dimanfaatkan sebagai active film. Kitosan memiliki aktivitas antimikroba yang baik tetapi hanya dapat digunakan pada pH rendah. Oleh karena itu, kitooligosakarida/chito-oligosaccharide (COS) yang merupakan oligomer kitosan dengan kelarutan lebih baik berpotensi sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter COS yang dihasilkan dengan metode depolimerisasi mikrogelombang, ultrasuara, dan kombinasi mikrogelombang-ultrasuara serta menentukan sifat mekanis active film terbaik dari COS yang diproduksi dengan kosentrasi 1,5% dan 2%. COS yang diperoleh berwarna kekuningan dengan nilai viskositas 12-17 cP dan bobot molekul berkisar dari 22,1-29,3 kDa yang nilainya lebih kecil daripada kitosan (>50 kDa). COS yang diproduksi menunjukkan aktivitas antimikroba pada bakteri B. subtilis, S. aureus, dan E. coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berat molekul COS yang optimal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan film. COS dengan berat molekul rendah cenderung memiliki sifat mekanis film yang buruk karena ikatan antar-molekulnya lemah. Secara keseluruhan, sifat mekanis terbaik film dicapai pada film COS ultrasuara konsentrasi 2%. Film tersebut memiliki ketebalan 0,25 mm nilai WVTR terendah pada 5,25 g/m2/hari, kekuatan tarik, dan elongasi berturut-turut 5,43 N/mm2 dan 76,7%. Warna film COS yang kekuningan cenderung menyerap sinar UV lebih baik dibandingkan dengan film kitosan.
Ekstraksi Polisakarida Ulvan dari Rumput Laut Ulva lactuca Berbantu Gelombang Ultrasonik pada Suhu Rendah : Ultrasonic Wave Assisted Extraction of Ulvan Polysaccharide from Ulva Seaweed at Low Temperature Wahyu Ramadhan; Uju Uju; Safrina Dyah Hardiningtyas; Rizfi Fariz Pari; Nurhayati Nurhayati; Devani Sevica
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i1.40407

Abstract

Ulvan merupakan polisakarida bersulfat utama dari rumput laut Ulva yang memiliki aktivitas biologis penting. Umumnya ulvan diekstrak menggunakan suhu tinggi dan dengan rentang waktu yang lama, oleh karena itu diperlukan metode ekstraksi alternatif yang dapat menghasilkan ulvan yang memiliki kualitas yang baik namun tetap mendukung konsep efisiensi energi. Salah satu metode green extraction yang dapat mengurangi penggunaan pelarut organik dan energi yang tinggi selama ekstraksi adalah dengan bantuan gelombang ultrasonik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan waktu, suhu dan jenis pelarut dengan bantuan ultrasonik yang paling baik dalam menghasilkan rendemen dan karakteristik ulvan yang sesuai dibandingkan dengan ulvan yang diekstraksi dengan metode konvensional atau tanpa bantuan ultrasonikasi. Pada penelitian tahap awal digunakan kombinasi antara jenis pelarut (akuades, HCl dan NaOH) dengan kondisi ekstraksi suhu rendah (50, 60, dan 70℃) selama 45 dan 90 menit dengan bantuan ultrasonik. Rendemen tertinggi ulvan diperoleh dari ekstraksi menggunakan NaOH pada suhu 70℃ selama 90 menit dengan bantuan ultrasonik sebesar 16,90±0,45%. molekul dan viskositas ulvan yang dihasilkan dengan berbantu ultrasonik menunjukkan penurunan nilai dibandingkan dengan tanpa ultrasonikasi. Hasil Fourier-transform infrared spectroscopy mengkonfirmasi pita serapan grup sulfat yang merupakan residu gula rhamnose pada panjang gelombang 1125 cm-1 dan C-O-S pada 983 cm-1. Ulvan yang diekstrak dengan sonikasi menunjukkan kandungan sulfat 39, 58 dan 53% untuk masing- masing pelarut akuades, HCl dan NaOH. Perlakuan ultrasonikasi memberikan pengaruh pada kandungan sulfat 2-14% lebih tinggi dibandingkan dengan sulfat yang dihasilkan dari metode konvensional.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue