cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Kandungan Senyawa Polifenol dan Aktivitas Antioksidan Daun Tumbuhan Apu-apu (Pistia stratiotes) dengan Metode Pengeringan yang Berbeda: Polyphenol Compounds and Antioxidant activity of Water Lettuce (Pistia stratiotes) Leaf Extract with Different Drying Methods Sabri Sudirman; Erina Aprilia; Miftahul Janna
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i2.41523

Abstract

Increased free radicals cause damage to cells and tissues in the body. This is due to the lack of antioxidant ability in the body, therefore it requires external antioxidants. One of the plants that can be used as a source of antioxidants is water lettuce (Pistia stratiotes) because it has polyphenol compounds. However, polyphenolic compounds are thermolabile, so the drying process is important in preparation and extraction. Thus, this study aimed to extract polyphenolic compounds from the leaves of the water lettuce (P. stratiotes) with different drying methods and to determine the antioxidant activity of these compounds. Drying was carried out by 3 different methods, namely sun drying, oven at 40ºC, and freeze drying and repeated 3 times. The data were analyzed using a one-way analysis of variance (ANOVA) with Duncan's post-hoc test and presented in graphical form. The results showed the highest extraction yield on freeze-drying (15.64±1.19%) and the lowest on sun-drying (8.48±3.34%). Total polyphenols and flavonoids were also highest ​​in the freeze-drying method (32.94±1.34 mg GAE/g dry sample and 146.80±5.29 mg QE/g dry sample, respectively), while the lowest was in sun-drying. Whereas the antioxidant activity of freeze-drying (IC50 266.33±5.77 mg/mL) and oven (IC50 305.67±22.85 mg/mL) had not significantly different. However, these activities were more effective in inhibiting free radicals when compared with sun-drying (IC50 462.67±56.52 mg/mL). Therefore, freeze-drying and oven-drying can be an option as an appropriate drying method to extract polyphenol and flavonoid compounds which are used as antioxidants.
Perubahan Suhu Media Air Berpengaruh terhadap Survival Rate dan Glukosa Darah Ikan Mas (Cyprinus Carpio): The Effects of Water Temperature Change on The Survival Rate and Blood Glucose Levels of Frozen Carp (Cyprinus Carpio) Roni Nugraha; Ruddy Suwandi; Firda Agnes Monica; Rizsa Mustika Pertiwi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i2.37435

Abstract

Kualitas ikan dapat menurun akibat adanya aktivitas fisik ataupun stress selama proses transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh perubahan suhu media air dalam pembugaran ikan mas terhadap survival rate, kadar glukosa darah, serta jaringan mata dan insang ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini menggunakan bahan anestesi ekstrak serai 13% yang memiliki rata-rata waktu pingsan terendah yaitu 2,02 menit dan rata-rata waktu pingsan terlama yaitu 2,62 menit. Waktu sadar ikan mas tercepat terdapat pada perlakuan suhu 28ºC dengan nilai yaitu 6,31 menit, sedangkan pada suhu 8ºC didapatkan hasil yaitu 22,76 menit. Pembugaran pada suhu 28ºC meningkatkan nilai glukosa darah sebesar 79,56 mg/dL, sedangkan pada suhu 8ºC hanya 20,78 mg/dL. Nilai survival rate ikan mas dengan perlakuan suhu pembugaran 8ºC dan 28ºC mencapai 100%. Perubahan suhu lingkungan yang terjadi secara tiba-tiba berpengaruh langsung terhadap tingkat stress ikan dan menyebabkan glukosa darah pada ikan semakin tinggi.
Optimasi Proses Penggaraman dan Pengeringan Ikan Nike Asin Kering dengan Metode Response Surface Method: Study of the Influence of Salt Concentration and Drying Time on Characteristics of Dried Salted Largesnout Goby (Awaous melanocephalus) Reinal Putalan; Septian Palma Ariany; Afriani Kasadi; Taufik Hidayat
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i2.38398

Abstract

Largesnout goby (Awaous melanocephalus) is an endemic and potential fish species that is spread in Sulawesi. One of the processed fish products is dried salted fish. This study aims to determine the effect of salt concentration and duration of salting on the characteristics of dry salted Nike fish (Awaous melanocephalus). Through organoleptic testing of hedonic quality which includes appearance, smell, taste, texture and protein content. Making salted fish using dry salting method with a salt concentration of 5%, and 10% with a drying time of 5, 6 and 7 hours. The test results were analyzed sensory using the Kruskal Wallis method. Protein content was analyzed using a factorial completely randomized design with three replications, as well as optimization of the processing of dried salted fish on protein content using the Response Surface Method (RSM). Salt concentration and drying time had a significant effect on the protein characteristics of salted fish. Dry salted nike fish has an organoleptic value of 7-9. The chemical composition of the highest protein Nike fish protein is 25.28%. Optimization of the salting and drying process on protein content using the Response Surface Method was obtained at a salt concentration of 10% and a drying time of 7 hours.
Karakteristik Daging Tiruan (Meat Analog) dengan Optimasi Formulasi Substitusi Rumput Laut menggunakan Mixture Design: Characteristics of Meat Analog with Formula Optimization of Seaweed Substitution using Mixture Design Bambang Riyanto; Utami Dyah Syafitri; Joko Santoso; Endina Fatihah Yasmin
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i2.39942

Abstract

Meat analog atau daging alternatif berbasis protein nabati telah memberikan preferensi konsumen akan pentingnya kesehatan. Potensi alami dengan karakteristik fungsional rumput laut menawarkan perspektif baru meat analog. Konsep rancangan serta strategi formulasi menjadi awal yang sangat penting. Penelitian bertujuan menentukan karakteristik daging tiruan (meat analog) dengan optimasi formulasi substitusi rumput laut menggunakan mixture design. Penelitian meliputi karakterisasi bahan penyusun, rancangan formulasi dan pembuatan daging tiruan, optimasi formulasi substitusi rumput laut menggunakan mixture design serta perbandingan karakteristik daging tiruan substitusi rumput laut dan meat analog komersial. Formula optimal daging tiruan menggunakan mixture design menghasilkan substitusi tepung rumput laut 45%, dengan proporsi tepung kedelai 40% dan tepung jagung 15%. Daging tiruan substitusi rumput laut memiliki bentuk burger ukuran diameter 5 cm, tebal 2 cm dan berat 50 g, sensori ketampakan berserat, berwarna cokelat kekuningan dan rasa khas daging. Karakteristik tekstur dengan nilai hardness 2.385,90±0,02 gf, springiness 0,83±0,01, chewiness 1,52±0,02 dan water holding capacity 6,19±0,04 serta kadar protein 10,16%±0,01, karbohidrat 46,79%±0,03 dan abu 2,50%±0,02, yang menyerupai meat analog komersial dan kepatuhan dengan SNI 8503-2018 mengenai burger.
Etil Ester Minyak Ikan Tuna sebagai Bahan Penyediaan Suplemen Omega-3 menggunakan Perlakuan NaOH dan Suhu: Ethyl Ester of Tuna Fish Oil as an Ingredient in Providing Omega-3 Supplements using NaOH and Temperature Treatment Agus Yulianto; Sugeng Heri Suseno; Roni Nugraha
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i2.40547

Abstract

Asam lemak omega-3 rantai panjang berperan penting bagi kesehatan manusia namun asam lemak tidak jenuh dalam bentuk trigliserida rentan mengalami oksidasi sehingga perlu dimodifikasi antara lain dengan mengubahnya menjadi etil ester. Transesterifikasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu suhu, kecepatan pengadukan, rasio molar etanol-minyak dan konsentrasi katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi NaOH dan suhu terhadap parameter oksidasi minyak etil ester dari hasil samping minyak ikan tuna hasil pengalengan yang sesuai dengan standar IFOS. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan taraf perlakuan konsentrasi NaOH (0,5; 1; 1,5)%, suhu (60; 70 dan 80)°C. Total asam lemak jenuh (SFA) pada minyak ikan tuna kasar sebesar 31,59%. Adapun asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) sebesar 30,34%, sedangkan asam lemak tak jenuh majemuk (PUFA) adalah sebesar 24,94%. PUFA didominasi DHA (14,15%), sementara kandungan asam lemak EPA sebesar 2,90%. Minyak ikan tuna ditransesterifikasi menjadi etil ester terpilih yakni perlakuan dengan konsentrasi NaOH 0,5% dan suhu 60°C, dengan rendemen 93,90% parameter oksidasi terbaik dan sudah memenuhi standar IFOS (2014) yakni asam lemak bebas (FFA) 0,63±0,02%, bilangan peroksida (PV) 2,38±0,00 mEq/kg, bilangan p-anisidin (p-AnV) 2,37±0,44 mEq/kg; nilai total oksidasi (TOTOKS) 7,14±0,4 mEq/kg.
Penambatan Molekul Senyawa Aktif Spirulina platensis sebagai Inhibitor TMPRSS2 untuk Mencegah Infeksi SARS-COV-2: Molecular Docking of Active Compound of Spirulina platensis as TMPRSS2 Inhibitor to Prevent the SARS-COV-2 Infection Putu Kristiani Kalontong; Mega Safithri; Kustiariyah Tarman
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i2.40645

Abstract

Spirulina platensis is a blue green algae (Cyanophyta) species that consumed as a healthy food and as a source of various types of nutritions that needed by the human body. The compounds that isolated from the microalgae has been reported as effective inhibitors against several types of viruses. COVID-19 is a disease that caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). In mechanism, spike protein SARS-CoV-2 is activated by TMPRSS2 to enter host cells. Thus, inhibiting TMPRSS2 activity can be prevent the SARS-COV-2 infection. This study aims to analyze the potential of the active compound of the extracts of S. platensis as TMPRSS2 inhibitor to prevent the SARS-COV-2 infection that expected to reduce the severity of the COVID-19. This study using molecular docking study based on the affinity energy (ΔG) and inhibition constant (Ki). The potential active compound also compared to natural ligands and nafamostat. Molecular docking was conducted on 45 of 108 active compounds of S. platensis with TMPRSS2 protein. Molecular docking results indicate that quercitrin has the potential as a TMPRSS2 inhibitor due to its most negative ΔG by -7.40 kcal/mol and inhibition constant by 3.77 M. The quercitrin also can bind to 2 residues from the active side of TMPRSS2 than natural ligands and nafamostat that only bind to 1 residue of the active side of TMPRSS2.
Efektivitas Penambahan Serbuk Daun Mangrove (Sonneratia caseolaris) terhadap Kualitas dan Umur Simpan Roti Tawar : The Effectiveness of Adding Mangrove Leaf Powder (Sonneratia caseolaris) on the Quality and Shelf Life of White Bread Sumartini Sumartini; Kurnia Sada Harahap; Novi Luthfiyana
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i2.40708

Abstract

Roti tawar merupakan pilihan praktis masyarakat untuk sarapan sebagai alternatif pengganti nasi. Permasalahan terbesar pada roti tawar salah satunya, yaitu mudah mengalami penurunan mutu dikarenakan umur simpan yang pendek sehingga sangat cepat ditumbuhi jamur dan munculnya bau tengik. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperpanjang umur simpan dan kualitas roti tawar adalah penambahan antioksidan alami berupa serbuk daun mangrove (Sonneratia caseolarils). Tujuan penelitian ini menentukan pengaruh penambahan serbuk daun mangrove (SDM) terhadap kualitas dan umur simpan roti tawar. Metode penelitian ini mengikuti Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan yaitu penambahan SDM 0g/100g (kontrol), 0,5g/100g, 1g/100g, 1,5g/100g, 2g/100g, dan 2,5g/100g dengan tiga kali ulangan. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji Jarak Nyata Terdekat Duncan (JNTD) pada taraf 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan SDM secara signifikan meningkatkan Perlakuan SDM 0,5-1,50 g/100g tidak berpengaruh secara signifikan pada volume dan kekerasan roti tawar namun perlakuan SDM 2-2,5g/100g berpengaruh secara signifikan pada volume dan tekstur roti tawar. Penambahan SDM pada roti tawar dapat meningkatkan persen inhibisi antioksidan pada roti tawar. Perlakuan penambahan SDM terbukti efektif dalam mengurangi tingkat akumulasi peroksida dengan perlakuan terbaik pada penambahan SDM 2g/100g yang dapat mengurangi tingkat akumulasi peroksida selama delapan hari masa simpan. Hal ini dikarenakan penambahan serbuk daun mangrove berpotensi menurunkan laju oksidasi lemak dan meningkatkan peran antioksidan selama masa sinpan roti tawar.
Optimasi Tahap Demineralisasi pada Ekstraksi Kitosan dari Cangkang Kepiting Bakau (Scylla sp.): Optimization of Demineralization Stage in Chitosan Extraction from Mud Crab Shell (Scylla sp.) Novi Luthfiyana; Putri Wening Ratrinia; Rukisah Rukisah; Asniar Asniar; Taufik Hidayat
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i2.41853

Abstract

Limbah cangkang kepiting bakau yang dihasilkan dari industri pengolahan kepiting bakau di Kota Tarakan menjadi salah satu penyebab masalah pencemaran lingkungan. Salah satu cara untuk dapat mengurangi risiko pencemaran yaitu dengan mengolah limbah cangkang kepiting bakau menjadi kitosan. Penelitian terkait modifikasi pada tahap demineralisasi dilakukan karena kepiting bakau mengandung mineral yang tinggi sehingga akan mengurangi kualitas kitosan yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan optimasi tahapan demineralisasi pada ekstraksi kitosan dari cangkang kepiting bakau (Scylla sp.) melalui analisis rendemen, kadar air, abu, nitrogen total, FTIR, derajat deasetilasi, dan SEM-EDX. Perlakuan pada penelitian ini yaitu pada tahapan demineralisasi dilakukan perlakuan perbandingan berbeda antara serbuk cangkang kepiting bakau dan HCl 1N yaitu a (1:10) dan b (1:15). Hasil penelitian ini diketahui mutu kitosan cangkang kepiting bakau memiliki nilai rendemen, kadar air, kadar abu, dan nitrogen total sebesar (15,08±0,04%, 1,65±0,00%, 2,87±0,07%, 1,35±0,00%) pada perbandingan 1:10 dan (6,37±0,04%, 1,66±0,01%, 1,75±0,00%, 1,29±0,004%) pada perbandingan 1:15. Derajat deasetilasi pada kitosan a (47%) tidak sesuai dengan ketiga standar karena dibawah (≥70%), sedangkan kitosan b (76%) sesuai dengan standar Protan Laboratory dan SNI (≥70%). Unsur-unsur kitosan cangkang kepiting bakau yang terdeteksi dari analisis SEM EDX terdiri dari C, O, Ca, Mg, Al. Unsur C dan O yang terdeteksi adalah komponen pembentuk kitosan. Karakteristik mutu kitosan terbaik dihasilkan pada tahap deminerarisasi dengan perlakuan perbandingan sampel dan HCl 1N b(1:15) karena terbukti sesuai dengan standar mutu kitosan.
Kontaminasi Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus pada Sushi di Tingkat Ritel di Wilayah Jabodetabek: Contamination of Staphylococcus aureus and Bacillus cereus in Sushi at Retail Level in Jabodetabek Area Yusma Yennie; Ratih Dewanti-Hariyadi; Harsi Dewantari Kusumaningrum; Achmad Poernomo
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i2.42066

Abstract

Susyi adalah pangan siap konsumsi asal Jepang, merupakan kombinasi nasi yang diberi asam dan ikan mentah. Umumnya susyi terdiri dari beberapa jenis, namun terdapat dua jenis susyi yang sangat dikenal yaitu nigiri (nasi dengan ikan mentah di atasnya) dan maki (nasi dengan ikan mentah di dalamnya). Ikan dalam susyi tidak mengalami pemanasan sehingga rentan terhadap kontaminasi patogen, di antaranya Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus. Kedua bakteri ini telah dilaporkan sebagai penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia, namun keberadaannya di dalam susyi belum pernah dilaporkan. Penelitian bertujuan untuk menentukan prevalensi dan tingkat kontaminasi S. aureus dan B. cereus pada susyi di tingkat ritel di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Sebanyak 120 sampel terdiri dari nigiri (n=57) dan maki (n=63) diperoleh dari ritel di Jabodetabek. Identifikasi dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), dengan target gen nuc (S. aureus) dan gyrB (B. cereus). Jumlah bakteri menggunakan metode lempeng sebar (spread plate) untuk S. aureus dan Angka Paling Mungkin (APM) untuk B. cereus. Prevalensi S. aureus (7,5%) di dalam susyi lebih besar dibandingkan B. cereus (5%). Tingkat kontaminasi S. aureus (8,9x102-1,5x105 koloni/g) juga lebih tinggi dibandingkan B. cereus (9,2-93 APM/g). S. aureus lebih sering ditemukan dalam maki (9,5%), sementara B. cereus lebih banyak ditemukan pada nigiri (7,1%). Susyi dengan ikan salmon memiliki prevalensi S. aureus (9,3%) dan B. cereus (5,3%) lebih tinggi dibandingkan dengan tuna. Kontaminasi S. aureus kemungkinan karena kurang terpenuhinya higiene personal, sementara B. cereus dapat berasal dari penanganan nasi yang kurang baik dan sanitasi lingkungan yang kurang memadai. Keberadaan S. aureus di dalam susyi lebih berpotensi menyebabkan risiko keracunan pangan dibandingkan B. cereus. Program higiene personal dalam produksi susyi harus ditingkatkan untuk memberi jaminan keamanan.
Pemanfaatan Kombinasi Rumput Laut dan Ubi Jalar Ungu yang Ditambahkan Garam Rumput Laut sebagai Minuman Kaya Serat: Characterization of Powder Drink based on Sargassum Seaweed, Purple Sweet Potatoes, and Seaweed Salts Nurjanah Nurjanah; Chandabalo Chandabalo; Asadatun Abdullah; Anggrei Viona Seulalae
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v25i2.42068

Abstract

Rumput laut Sargassum sp. berpotensi dikembangkan menjadi produk minuman serbuk, namun memiliki kekurangan yaitu aroma yang amis dan warna kehitaman. Kombinasi dengan ubi jalar ungu, garam rumput laut, dan jahe merah dilakukan untuk meningkatkan daya terima dan nilai fungsional produk. Penelitian ini bertujuan menentukan karakterisasi minuman serbuk berbasis Sargassum sp., ubi jalar ungu, dan jahe merah serta penambahan garam rumput laut terbaik. Tahapan penelitian ini yaitu pengeringan bahan baku menjadi serbuk, pembuatan formulasi, dan analisis. Formulasi 1 terdiri dari Sargassum sp. 25%, ubi jalar ungu 45%, jahe merah 15% dan gula rendah kalori 15%. Formulasi 2 terdiri dari Sargassum sp. 22,5%, ubi jalar ungu 42,5%, jahe merah 15%, gula rendah kalori 15%, dan garam rumput laut cokelat 5%. Hasil uji serat pangan larut air yaitu 5,06% (F1) dan 5,14% (F2), sedangkan serat pangan tidak larut airnya mencapai 22,62% (F1) dan 20,09% (F2). Mineral yang terkandung yaitu kalsium 6,53–7,35 mg/g, kalium 7,41–9,075 mg/g, magnesium 3,16–3,28 mg/g, natrium 1,95–6,32 mg/g, dan besi 0,07 mg/g. Minuman serbuk memiliki nilai aktivitas air sebesar 0,29. Kadar abu tidak larut asam pada produk hanya 0,15–0,20% dan kadar logam berat masih berada di bawah batas maksimum. Senyawa fitokimia yang terkandung yaitu alkaloid, flavonoid, triterpenoid, fenol, tanin dan glikosida. Nilai aktivitas antioksidannya sebesar 86,708 μmol troloks/g (F1) dan 87,499 μmol troloks/g (F2).

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue