Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
MIDWINERSLION Journal is a national scientific journal published by STIKes Buleleng (P-ISSN: 2528-6420 and E-ISSN: 2685-7901) and is a peer-reviewed and open-access journal. It publishes original research, review articles, short communications, case reports. The following are the research areas that this journal focuses on Nursing, Midwifery, and Pharmasist
Articles
194 Documents
Hubungan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sawan I
Lina Anggaraeni Dwijayanti;
Ni Made Karlina Sumiari Tangkas;
Kadek Dwi Arlinayanti
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 2 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (126.135 KB)
|
DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i2.192
Introduction: The problem of stunting has a big impact on the generation and development of the nation. Studies on the factors that increase the prevalence of stunting are still mixed. The high incidence of low birth weight (LBW) is thought to be the cause of the high incidence of stunting. This study aims to determine the relationship between low birth weight and the incidence of stunting. Methods: This study is an analytical study with a cross sectional design and uses secondary data. The data were taken from the Posyandu information system records in 2020 in the Sawan I Community Health Center. Data were analyzed using Chi Square analysis. Results: Most of the children under five who were born with LBW were stunted (17.8%), and those who were born normally or not LBW were not stunted (71.2%). Based on the Chi Square statistical test at the 95% confidence rate, the p value is 0.01 <0.05 so that Ho is rejected and Ha is accepted, which means that there is a relationship between low birth weight and the incidence of stunting in children under five. Conclusion: there is a relationship between low birth weight and the incidence of stunting in children under five in the Sawan I Health Center. Key words: stunting, low birth weight, children under five
Bahasa Indonesia Implementasi Kehamilan Beresiko di Desa Patas: implementasi kehamilan beresiko di Desa Patas
Ni Komang Sulyastini;
Luh Nik Armini
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 2 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.229 KB)
|
DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i2.193
Abstrak Kehamilan merupakan proses yang alamiah dan selalu dinantikan oleh setiap pasangan suami isteri karena diharapkan dapat menghasilkan keturunan sebagai generasi penerus yang sehat dan memperpanjang kehidupan sebuah keluarga. Tetapi, tidak setiap kehamilan dapat berlangsung dan melalui proses persalinan dengan normal karena setiap kehamilan dapat berkembang mengalami masalah/ komplikasi. Setiap ibu hamil memerlukan pemantauan selama kehamilannya. Salah satu pemantauan yang bisa dilakukan selama kehamilan yaitu melalui identifikasi atau skrining dan deteksi dini selama kehamilan. Kehamilan berisiko terbagi menjadi tiga yaitu Kehamilan KRR, KRT dan KRST. Kabupaten Buleleng sebagai kabupaten terluas di Bali dan memiliki jumlah penduduk terbanyak tentunya memiliki sasaran ibu hamil setiap tahun yang lebih banyak dibandingkan kabupaten lain. Dalam penelitian ini mengungkap tentang identifikasi kehamilan berisiko di Desa Patas pada Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan tehnik observasi, dokumentasi dan wawancara, Analiss data dengan statistic sederhana prosentase. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil di Desa Patas. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 35 orang mengalami Kehamilan beresiko tinggi dengan kategori 30 orang mengalami KRT dan 5 orang KRST. Kesimpulan dari hasil penelitian ini perlu dilakukan skrining dan pemantauan yang ketat terhadap semua ibu hamil, adanya kerjasama yang baik antara bidan dan kader serta perlu ditingkatkannya pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan beresiko. Kata Kunci : Identifikasi, kehamilan beresiko Abstract: Pregnancy is a natural process and is always awaited by every married couple because it is expected to produce offspring as healthy future generations and prolong the life of a family. However, not every pregnancy can take place and go through the labor process normally because every pregnancy can develop problems / complications. Every pregnant woman needs monitoring during her pregnancy. One of the monitoring that can be done during pregnancy is through identification or screening and early detection during pregnancy. Pregnancy at risk is divided into three, namely pregnancy KRR, KRT and KRST. Buleleng Regency as the largest district in Bali and has the largest population, of course, has a higher target of pregnant women every year than other districts. This research reveals the identification of risky pregnancies in Patas Village in 2019. This study uses a survey method with observation, documentation and interview techniques, and analyzes data with simple percentage statistics. The sample of this research is pregnant women in Patas Village. The results showed that 35 people experienced high-risk pregnancy with a category of 30 people experiencing KRT and 5 people experiencing KRST. The conclusion from the results of this study is that screening and monitoring is necessary for all pregnant women, good cooperation between midwives and cadres and the need to increase the knowledge of pregnant women about risky pregnancies.
ANALISIS PENGETAHUAN REMAJA PUTR ANALISIS PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP PERILAKU HYGINE MENSTRUASI REMAJA PUTRI: STUDI KASUS PADA SMP DESA SUDAJI SINGARAJA: ANALISIS PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP PERILAKU HYGINE MENSTRUASI REMAJA PUTRI: STUDI KASUS PADA SMP DESA SUDAJI SINGARAJA
Ketut Espana Giri;
Luh Ari Arini
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 2 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.233 KB)
|
DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i2.194
Every normal teenage girl experiences menstruation every month marked by the discharge of blood from the genitals. If menstruation does not maintain menstrual hygiene, it can cause the entry and development of phatogenic bacteria which can cause reproductive problems. The study was conducted to determine the knowledge of young women on menstrual hygiene behavior at SMP Desa Sudaji, Singaraja. This type of research is a cross-sectional design and data analysis techniques using the Wilcoxon test to determine the relationship between knowledge of young women on menstrual hygiene behavior in young women. Based on the results of the study showed significant results with p values of 0.037 and p 0.000, which proved that there was a significant relationship between these variables.
Efektivitas Perawatan Payudara Pada Ibu Nifas Dalam Melancarkan Produksi ASI: Literature Review
INDRIE LUTFIANA;
Putu Monna Frisca Widiastini;
Desak Ketut Sugiartini
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 2 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.849 KB)
|
DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i2.199
Latar Belakang: Pengeluaran ASI (air susu ibu) atau laktasi menjadi salah satu tanda dari perubahan fisiologis yang dialami ibu nifas pada masa ini, Namun, adanya kendala yang dialami oleh sebagian ibu menyebutkan bahwa ASI yang diberikan belum bisa keluar secara lancara atau ASI hanya keluar sedikit sehingga tidak memenuhi kebutuhan ASI eksklusif pada bayinya. Tujuan: Paper ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Perawatan Payudara Pada Ibu Nifas Dalam Melancarkan Produksi ASI? Metode: Artikel yang direview merupakan hasil penelitian asli yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, Artikel dicari secara elektronik melalui database Pubmed (2017-2020) dan Google Scholar (2017-2020). Strategi pencarian serta istilah yang di gunakan dalam bahasa inggris adalah sebagai berikut: “breastcare” AND “postpartum mother” AND “breastmilk”, sedangkan istilah yang di gunakan dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut: “perawatan payudara” DAN “ibu nifas” DAN “ASI”. Hasil: Dari 8 penilitian yang diperoleh, secara keseluruhan penilitian menunjukkan tingkat efektif yang baik.
PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) DPT-HB-Hib DI PUSKESMAS BULELENG I
INDRIE LUTFIANA;
Agnes Intan Wahyu Apriliani
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 2 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.462 KB)
|
DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i2.200
Pendahuluan: Imunisasi penting untuk mencegah penyakit berbahaya, salah satunya adalah imunisasi DPT-HB-Hib. Imunisasi DPT-HB-Hib atau Pentabio merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah penyakit Diphteria, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B serta meningitis. Terdapat efek samping setelah pelaksanaan imunisasi termasuk imunisasi DPT-HB-Hib yang dikenal sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengetahuan ibu tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) DPT-HB-Hib di Puskesmas Buleleng I Tahun 2016. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sample 32 orang. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan ibu tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) DPT-HB-Hib memiliki kategori cukup sebanyak 22 responden (68.8%) dan 4 responden (12.5%) baik. Hal ini menunjukkan masih ada ibu yang belum mengetahui tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) DPT-HB-Hib. Kesimpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan pengetahuan ibu sebagian besar memiliki kategori cukup, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pencegahan serta penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) DPT-HB-Hib.
HUBUNGAN TINGGI BADAN IBU DENGAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR DI KABUPATEN CIREBON
Liliek Pratiwi;
Harnanik Nawangsari
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 6 No. 1 (2021): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (141.152 KB)
|
DOI: 10.52073/midwinerslion.v6i1.202
Pendahuluan: Ibu dengan anak stunting seringkali mengatakan anaknya kurang percaya diri dan kurang cerdas. Bayi lahir dengan Panjang badan kurang, menjadi salah satu faktor terjadinya stunting. Stunting dikaitkan dengan siklus manultrisi yang terus menerus. Pertumbuhan janin yang baik dilatar belakangi oleh kualitas hidup ibu hamil yang baik dengan diiringi nutrisi kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi tinggi badan ibu dengan Panjang badan bayi baru lahir di Kabupaten Cirebon tahun 2021. Metode: Dalam penelitian ini, menggunakan rancangan cross sectional dengan observational analitik. Penelitian dilakukan pada 1 Januari 2021 sampai 30 Januari 2021 di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Populasinya yaitu seluruh bayi lahir sehat pada 24 jam hingga 72 jam pasca persalinan normal dan persalinan post sextio caesaria di bulan Oktober sampai Desember tahun 2020 berjumlah 118 bayi. Kriteria inklusinya yaitu ibu bayi sejak hamil hingga melahirkan tinggal dan melakukan perawatan di Kabupaten Cirebon, ortu bayi merupakan WNI, ibu bersedia menjadi responden dan tidak memiliki penyakit menular dan penyakit tidak menular. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, sehingga didapatkan 67 sampel. Hasil: Hasil uji statistic Chi Square menunjukkan p = 0,000 < 0,005, maka Ho ditolak, Ha diterima artinya ada korelasi tinggi badan ibu dengan panjang badan bayi baru lahir di Kabupaten Cirebon tahun 2021. Simpulan: Simpulan dari penelitian ini adalah setelah diketahui ada korelasi tinggi badan ibu dengan Panjang badan bayi baru lahir. Maka hal ini menjadi akan menjadi perhatian bagi tenaga kesehatan untuk ke depannya pro aktif khususnya mengenai nutrisi ibu hamil dan remaja sebagai pencegahan stunting lebih dini.
PENGARUH PERMAINAN EDUKATIF FINGER PAINTING TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA PRASEKOLAH 4-5 TAHUN DI TK KUMARA STANA DESA MUNDUK
Kadek Dwi Sentana Putra
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 6 No. 1 (2021): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (157.523 KB)
|
DOI: 10.52073/midwinerslion.v6i1.203
Pendahuluan: Anak usia prasekolah adalah mereka yang berusia 3-6 tahun. Anak merupakan dambaan setiap keluarga. Selain itu setiap keluarga juga mengharapkan anaknya kelak bertumbuh kembang secara optimal. Melukis dengan jari (finger painting) merupakan salah satu kegiatan teknik melukis dengan mengoleskan cat pada kertas basah menggunakan jari jemari yang dapat dilakukan anak untuk menuangkan imajinasinya melalui lukisan yang dibuat dengan jari jemari anak, dalam kegiatan ini dapat melatih motorik halus dan kreativitas yang dimiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan edukatif finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah 4-5 tahun di TK Kumara Stana Desa Munduk. Metode: Penelitian ini menggunakan pra-eksperimental dengan rancangan one group pre-post test design. Besar sampel dalam penelitian ini 30 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Penelitian ini menggunakan uji paired-t-test didapatkan nilai dengan taraf signifikan p=0,05 didapatkan (p) adalah 0,000 yang menunjukan bahwa p<0,05 (0,000<0,05), artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan: Disimpulkan bahwa ada pengaruh permainan edukatif finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah 4-5 tahun di TK Kumara Stana Desa Munduk.
PENGARUH METODE BERMAIN PERAN DENGAN MEDIA BONEKA TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD TELKOM SINGARAJA
Kadek Jayanthi Riva Pratiwi
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 6 No. 1 (2021): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.469 KB)
|
DOI: 10.52073/midwinerslion.v6i1.204
Pendahuluan: Boneka tangan merupakan boneka yang dijadikan media atau alat bantu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Jenis boneka yang biasanya digunakan adalah boneka tangan yang terbuat dari potongan kain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran dengan media boneka tangan terhadap kemampuan berbicara pada anak usia 4-5 tahun di PAUD Telkom Singaraja. Metode: Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan rancangan one group pre-post test design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun di PAUD Telkom Singaraja. Besar sampel yang digunakan adalah 30 responden yang telah dipilih dengan menggunakan teknik sampling total sampling. Pengukuran kemampuan berbicara dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi yang berpedoman pada tugas-tugas menurut usia di Denver II. Penelitian ini menggunakan statistik parametrik menggunakan uji paired sample t-test dengan taraf signifikan α=0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata (mean) pre-test adalah 56,00 dan rata-rata (mean) post-test adalah 68,33. Hasil uji statistik parametrik menggunakan uji paired sample t-test didapatkan hasil pre dan (0,000) <α (0,05), yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode bermain peran dengan media boneka tangan terhadap kemampuan berbicara pada anak usia 4-5 tahun di PAUD Telkom Singaraja.
KEBUTUHAN SPIRITUAL PASIEN REHABILITASI NAPZA: LITERATURE REVIEW
. Atik;
Subhannur Rahman;
. Sarkiah
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 6 No. 1 (2021): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (132.328 KB)
|
DOI: 10.52073/midwinerslion.v6i1.205
Pendahuluan: Masalah penyalahgunaan NAPZA setiap tahun selalu terjadi peningkatan jumlah terutama pada usia 15-64 tahun. Faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menggunakan NAPZA diantaranya disebabkan oleh tingginya rasa keingintahuan, cemas, hilangnya tujuan hidup dan kebermakanaan hidup pada individu. Hilangnya kebermaknan hidup merupakan salah satu gambaran bahwa seseorang sedang mengalami krisis spiritual. Pemenuhan kebutuhan spiritual pada individu penyalahguna NAPZA menjadi sangat penting untuk mendukung keberhasilan dalam proses peyembuhan pasien rehabilitasi NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan spiritual pasien rehabilitasi NAPZA. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Literatur Review. Hasil: Dari 10 Jurnal yang ditemukan terdapat 4 jurnal yang menyatakan tentang kebutuhan akan terpeliharanya interaksi dengan lingkungan, ada 2 jurnal yang menyatakan kebutuhan akan makna dan tujuan hidup, 2 jurnal mengatakan pasien membutuhkan penerimaan diri, 1 jurnal yang mengatakan tentang kebutuhan untuk mengisi keimanan secara rutin dan 1 jurnal yang mengatakan tentang kebutuhan akan kebebasan diri dari rasa bersalah dan dosa. Simpulan: Kebutuhan spiritual terpeliharanya interaksi dengan orang lain dan lingkungan, makna dan tujuan hidup, penerimaan diri, mengisi keimanan secara rutin serta kebebasan diri dari rasa bersalah dan dosa merupakan kebutuhan spiritual yang belum terpenuhi pada pasien rehabilitasi NAPZA yang akan berdampak terhadap keberhasilan pasien selama menjalani rehabilitasi.
PENGARUH SENAM ORHIBA TERHADAP DUKUNGAN SOSIAL LANSIA DI KABUPATEN BULELENG
Ni Kadek Diah Purnamayanti;
Ni Luh Pt Tariani Dewi;
Putu Agus Windu Yasa Bukian
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 6 No. 1 (2021): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.494 KB)
|
DOI: 10.52073/midwinerslion.v6i1.207
Pendahuluan: Proses menua merupakan proses alamiah yang membawa lansia mengalami penurunan fungsi fisik, psikologis dan sosial. Hal tersebut dapat menyebabkan populasi lansia rentan mengalami kesepian dan depresi. Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia diperlukan dukungan sosial yang baik. Dukungan sosial didefinisikan sebagai umpan balik kepada orang lain agar orang tersebut merasa dicintai, diperhatikan, dan dihormati, serta dilibatkan dalam jaringan komunikasi. Adapun latihan aktivitas berkelompok dapat menjadi salah satu alternatif meningkatkan dukungan sosial. Di Kabupaten Buleleng terdapat berbagai aktivitas fisik kelompok lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan dukungan sosial pada kelompok lansia yang melakukan senam ORHIBA, senam lansia, dan lansia yang hanya melakukan aktivitas sehari-hari di rumah. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional melibatkan 400 orang lansia di Desa Jinengdalem, Penglatan dan Jagaraga. Dukungan sosial diukur dengan 25 item social support questionare (SSQ). Hasil: Dari hasil analisis statistik didapatkan rata-rata skor SSQ kelompok senam ORHIBA 99(sd 9,994); senam lansia 86 (sd 7,850) dan lansia yang hanya melakukan aktivitas fisik sehari-hari 93,00 (sd 8,741). Sementara hasil uji inferensial dengan one way anova p=0,001 (p< 0,05), maka terdapat perbedaan bermakna dukungan sosial lansia pada kelompok senam ORHIBA dibandingkan kelompok lainnya. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok lansia yang aktif melakukan senam ORHIBA di Buleleng memiliki dukungan sosial yang paling baik dibandingkan dengan kelompok lansia dengan aktivitas fisik lainnya.