cover
Contact Name
Putu Agus Ariana
Contact Email
putuagusariana234@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
midwinerslion.stikesbuleleng@gmail.com
Editorial Address
Jl Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan Singaraja Bali 81171
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
ISSN : 25286420     EISSN : 26857901     DOI : https://doi.org/10.52073/midwinerslion
Core Subject : Health,
MIDWINERSLION Journal is a national scientific journal published by STIKes Buleleng (P-ISSN: 2528-6420 and E-ISSN: 2685-7901) and is a peer-reviewed and open-access journal. It publishes original research, review articles, short communications, case reports. The following are the research areas that this journal focuses on Nursing, Midwifery, and Pharmasist
Articles 194 Documents
The research result Gambaran Status Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri di SMPN 1 Mantingan: Indonesia Ucik Celsia Ningrum; Dewi Kartika Sari
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.359

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak menuju masa dewasa yang diawali dengan terjadi kematangan seksual. Remaja di Indonesia saat ini sedang mengalami peningkatan kerentanan terhadap berbagai ancaman risiko kesehatan terutama yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi. Jumlah remaja pada tahun 2022 menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) dari umur 15-19 tahun adalah 22.176.543 jiwa atau 8,05% dari total jumlah penduduk Indonesia. WHO menekankan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi kepada kelompok remaja awal usia 10-14 tahun. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan sampel 60 responden. Menggunakan kuesioner petunjuk teknik penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala anak usia sekolah dan remaja. Hasil: Gambaran status kesehatan reproduksi mayoritas memiliki kategori kesehatan reproduksi yang kurang baik, dengan banyak remaja putri mengalami masalah keputihan dan gatal di area genitalia. Kondisi ini memerlukan perhatian dan upaya sosialisasi yang lebih intensif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesehatan reproduksi remaja di sekolah tersebut. Simpulan: Gambaran status kesehatan reproduksi pada remaja putri di SMPN 1 Mantingan didominasi oleh kategori kurang, dengan 37 responden atau sebesar 61,7% mengalami kondisi kurang pada kesehatan reproduksi.
PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG SEKS BEBAS Kadek Agustina Puspa Ningrum; Luh Ayu Purnami; Ni Komang Emi Wahyuni; Yopita Triguno
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.364

Abstract

Pendahuluan: Kemudahan dalam mengakses media menjadi perilaku remaja sehari-hari dan mempengaruhi perilaku seksual yang ditampilkan. Pada kenyataannya, remaja belum memahami pendidikan seks khususnya perilaku seksual yang sehat terkait dengan kesehatan reproduksi. Akibat ketidakterbukaan mengenai pendidikan seks, banyak remaja yang malah terjerumus dalam masalah seksualias. Remaja tidak mengetahui dampak dan akibat dari hubungan seks karena kurangnya pendidikan seks yang diterima. Provinsi Bali merupakan salah satu dari wilayah Indonesia yang menyumbangkan angka pernikahan dini dengan peringkat ke-26 dikisaran 8,55% untuk perkawinan anak menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Eksperimental, dengan design perencanaan ialah Two Grup Pre Test dan Post Test Design. Populasi penelitian ini sebanyak 124 dan sampel pada penelitian ini ialah 80 orang siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Kubu Karangasem. Hasil: Terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui media video animasi yaitu 2,89 untuk pengetahuan dan 1.35 untuk sikap serta diperoleh nilai p=0,002 maka Ha diterima berarti ada pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah di SMP Negeri 4 Kubu Karangasem. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang seks bebas.
MENGIDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUBUTAMBAHAN 1 Luh Ayu Dianiati; Luh Ayu Purnami; Kadek Agustina Puspa Ningrum
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.365

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia laserasi perineum dialami oleh 75% ibu melahirkan pervaginam, dari total dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu mendapat jahitan perineum. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analtik dengan pendekatan retropespektif. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu bersalin normal periode tahun Januari 2020-Maret 2023. Sampel pada penelitian ini menggunakan 105 sampel dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini tertuang dalam master tabel. Analisa yang digunakan yaitu analisa univariat yang tertuang dalam tabel distribusi frekuensi, analisa bivariat yang digunakan adalah uji chi-square, analisa multivariat dengan metode analisis regresi linier berganda. Hasil: didapatkan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian ruptur adalah berat badan janin dengan nilai sig. untuk hubungan berat badan janin terhadap kejadian ruptur sebesar 0,028 < 0,05 dan nilai t hitung 2,831 > t tabel 1.97. Simpulan: Ada hubungan usia, paritas, jarak kehamilan, lingkar kepala, distosia bahu, berat badan janin dengan kejadian ruptur perineum dan berat badan janin adalah variabel yang peling berpengaruh dengan kejadian ruptur perineum.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI DESA PEGAYAMAN KABUPATEN BULELENG Putu Monna Frisca Widiastini; Indrie Lutfiana; Ni Kadek Nadia Sintiadewi
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.369

Abstract

Pendahuluan : Stunting merupakan masalah gizi kronik yang dialami oleh dunia saat ini tidak terkecuali di Indonesia yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang diperoleh oleh bayi/janin selama masa 1000 hari pertama kehidupan, dimana hal ini dapat menyebabkan kematian janin. Menurut Profil Kesehatan Provinsi Bali tahun 2019, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Gianyar ditetapkan sebagai Kabupaten stunting. Hal tersebut dikarenakan sebanyak 3.438 balita (20,4%) mengalami stunting di Kabupaten Buleleng (Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng 2020) dan sebanyak 1.668 balita mengalami stunting di Kabupaten Gianyar (Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar 2019). Kabupaten Buleleng merupakan kabupaten dengan tingkat kejadian stunting pada balita terbanyak di Bali, dimana persebaran kasus terbanyak berada di Kecamatan Sukasada (Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng 2020). Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada anak balita di Desa Pegayaman Kabupaten Buleleng. Metode : Desain penelitian pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun di desa pegayaman. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 412. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu non probability sampling dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu kuesioner dengan teknik analisis data menggunakan uji SpearmanRank. Hasil : Sebanyak 42% responden berusia 26-30 tahun, sebanyak 51% berpendidikan SMA dan sebanyak 75% bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sebanyak 66% responden memiliki pengetahuan dengan kategori tinggi. Sebanyak 33% anak usia 3-5 tahun mengalami stunting. Terdapat hubungan positif kuat antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan p value (0.000) < 0.05. Simpulan : Adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting di Desa Pegayaman.
PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI BALITA DENGAN HIV/AIDS: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Komang Ayu Sri Utami
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.372

Abstract

Pendahuluan: Jumlah bayi, balita dan anak dengan HIV diperkirakan terus meningkat seiring dengan peningkatan kasus HIV pada ibu hamil. Diperkirakan 1,8 juta anak usia 0-14 tahun hidup dengan HIV pada akhir tahun 2019, dan 150.000 anak baru terinfeksi dengan 100.000 anak meninggal karena penyakit terkait AIDS. HIV merupakan suatu infeksi oleh retrovirus yang masih menjadi salah satu permasalahan global hingga saat ini. Transmisi perinatal berperan sekitar 50-80% terjadinya penularan HIV baik intrauterin, melalui plasenta, selama persalinan melalui pemaparan dengan darah atau secret jalan lahir, maupun yang terjadi setelah lahir melalui ASI.Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang secara langsung mengurangi pembiayaan kesehatan. Anak dengan infeksi human immunodeficiency virus (HIV) merupakan populasi yang rentan terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi sehingga imunisasi sangat direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberian imunisasi dan status Imunisasi dasar yang diberikan pada bayi balita dengan HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA. Hasil : Berdasarkan dari lima artikel yang memenuhi kriteria bahwa semua jenis imunisasi pada bayi, balita dan anak dengan HIV efektif diberikan untuk perlindungan dan peningkatan kualitas hidupnya. Simpulan : Seluruh jenis imunisasi aman dan sebaiknya diberikan pada bayi dengan HIV sebagai kondisis tertentu dan wajib untuk dilakukan test HIV terlebih dahulu dan dapat ditunda hingga 6 bulan pengobatan ARV.
INTERAKSI OBAT PADA RESEP PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KECAMATAN CIKARANG UTARA Marselina; Diana Intan Yustika
MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v8i2.381

Abstract

Pendahuluan: Hasil pengukuran penderita hipertensi di provinsi Indonesia didapatkan bahwa Jawa Barat dengan urutan kedua tertinggi yaitu 39,60%. Profil kesehatan kabupaten Bekasi 2021 menyampaikan di Puskemas kabupaten Bekasi penyakit hipertensi ada pada urutan ke 9. Terdapat dua Puskemas di kabupaten Bekasi pada kecamatan Cikarang Utara. Pengobatan hipertensi dilakukan seumur hidup sehingga memperbesar peluang interaksi obat.Interaksi antar obat dapat berakibat merugikan. Tujuan pada penelitian ini untuk  mengetahui klasifikasi interaksi obat hipertensi berdasarkan tingkat keparahan, jenis mekanisme, serta faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya potensi interaksi obat pada pasien hipertensi di Puskemas kecamatan Cikarang Utara. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan data yaitu nonprobability-purposive sampling. Potensi interaksi obat dilihat dengan menggunakan aplikasi Medscape Interaction Checker danartikel,  kemudian hasil pemeriksaan tersebut divalidasi dengan buku teks Stockley Drug Interaction dan Drug Intercations Facts oleh David S. Tatro. Untuk melihat hubungan data dianalisis dengan Spearman’s rho. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan 72 interaksi obat dengan skala signifikansi minor 86,1%, moderat 5,6%, major 8,3%. Berdasarkan mekanisme interaksi obat didapatkan farmasetika 0%, farmakokinetika 50%, farmakodinamika 50%. Kesimpulan: Terdapat hubungan dengan nilai signifikansi 0,017<0,05 antara kejadian interaksi obat dengan penyakit penyerta.
Tugas Perkembangan Keluarga Dengan Kebutuhan Sosialisasi Anak Usia Prasekolah Masa Pandemi Covid-19 Komariah, Euis Dedeh; Situngkir, Rosmina; Soares, Nelson; Elvira, Celsy; Alfina, Dewi
MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 9 No. 1 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i1.309

Abstract

Pendahuluan: Salah satu tugas pertumbuhan keluarga merupakan penuhi kebutuhan sosialisasi anak umur prasekolah. Kebutuhan sosialisasi merupakan pengembangan keahlian anak buat bersosialisasi dengan area dekat, baik area keluarga ataupun area warga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan sosialiasi anak umur prasekolah dengan tugas keluarga di masa pandemic Covid-19. Metode: Metode kuantitafif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain studi analisis observasional dengan desain cross sectional, adapun sampel penelitian ini adalah orang tua dengan anak prasekolah yang berjumlah 72 responden di Desa Balla Satanetean Mamasa, Sulawesi Selatan dengan teknik non-probability sampling dengan pendekatan total sampling lalu data dianalisis dengan uji statistik chi-square. Hasil: penelitian menunjukkan jika ada hubungan antara tugas pertumbuhan keluarga dengan kebutuhan sosialisasi anak umur prasekolah pada masa pandemi Covid- 19 dimana tugas pertumbuhan keluarga terpenuhi dengan kebutuhan sosialisasi yang baik sebanyak 52( 92, 9%), tugas pertumbuhan keluarga dengan kebutuhan sosialisasi anak kurang sebanyak 4( 7, 1%), tugas pertumbuhan keluarga tidak terpenuhi dengan kebutuhan sosialisasi anak yang baik sebanyak 54( 77, 1%) serta tugas pengembangan keluarga dengan kebutuhan sosialisasi kanak-kanak kurang dari 16( 22, 9%). Simpulan: Kebutuhan sosialisasi anak bisa dipenuhi dengan melaksanakan tugas- tugas keluarga. Oleh sebab itu, keluarga berfungsi berarti dalam melatih sosialisasi anak di area keluarga.
KOMPRESI UNNA BOOT DALAM PENYEMBUHAN ULKUS VENA KAKI: LITERATURE REVIEW: KOMPRESI UNNA BOOT DALAM PENYEMBUHAN ULKUS VENA KAKI: LITERATURE REVIEW Ayu, Yennyka Dwi; Dewi, Arlina
MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 9 No. 1 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i1.317

Abstract

Pendahuluan: Ulkus vena kaki adalah  gangguan vena pada ekstremitas bawah yang mencakup kelainan fungsional dari system venaseperti: pasien akan mengalami nyeri pada kaki, terjadi edema sampai terjadi perubahan pada kulit. Sehingga ulkus vena kakimerupakan insiden yang selalu meningkat dalam setiap tahunnya, hal ini mengakibatkan ulserasi berulang, penyembuhannya yanglama dan perawatannya yang mahal. Metode: Review ini menggunakan metode literature review. Peneliti melakukan pencarian sumber data dari database seperti: PubMed dan Sage Journal. Pencarian artikel menggunakan Bahasa Inggris dan tahun publikasi 2010-2020. Terdapat 4 artikel yang masuk dalam kriteria inklusi. Hasil: Hasil review 4 artikel menunjukkan bahwa periode yang tepat dalam menggunakan kompresi unna boot adalah 7 hari karena diwaktu tersebut kompresi unna boot harus diganti kemudian dilakukan kembali. Kekuatan dalam pemberian kompresi unna boot belum diketahui karena belum dijelaskan dengan detail berapa kekuatan balutan unna boot yang seharusnya diberikan pada pasien ulkus vena kaki dan tidak dijelaskan juga alat yang digunakan untuk mengukur tekanan kompresi balutan. Simpulan: Unna boot adalah terapi kompresi inelastis untuk meningkatkan drainase danpenyembuhan pada ulkus vena kaki. Kekuatan dalam pemberian kompresi unna boot belum diketahui karena belum dijelaskan dengan detail berapa kekuatan balutan unna boot yang seharusnya diberikan pada pasien ulkus vena kaki dan tidak dijelaskan jugaalat yang digunakan untuk mengukur tekanan kompresi balutan.
A Research Result Hubungan Tingkat Stres Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Banyuanyar Kota Surakarta: Indonesia Rochimati, Ellyn; Silvitasari, Ika
MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 9 No. 1 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i1.360

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolik kronis yang ditandai peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) akibat ketidakseimbangan suplai insulin. Diperkirakan setidaknya 463 juta orang menderita diabetes melitus di seluruh dunia pada tahun 2019. Sementara itu, prevalensi diabetes di Jawa Tengah mencapai 2,1%. Berdasarkan sumber data dari Profil Kesehatan Kota Surakarta tahun 2022, diabetes melitus menempati proporsi ke dua sebesar 16,73%. Peningkatan kadar gula darah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kurang olahraga, proses penuaan, kehamilan, merokok dan stres. Saat stres juga terjadi peningkatan hormon, yaitu hormon adrenalin dan kortisol dimana hormon ini meningkatkan gula darah, sehingga ini dapat mempengaruhi penderita diabetes melitus. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 70 responden, dengan teknik total sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat stres dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Banyuanyar Kota Surakarta. Simpulan: Dari uji statistik dengan SpearmanRho, didapatkan p-value=0.000 <0.05, yang artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Banyuanyar Kota Surakarta.Kata Kunci: Tingkat Stres, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus
Me GAMBARAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI PADA KEJADIAN KARIES GIGI ANAK USIA SEKOLAH DI SD BIRRUL WALIDAIN MUHAMMADIYAH SRAGEN : GAMBARAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI PADA KEJADIAN KARIES GIGI ANAK USIA SEKOLAH DI SD BIRRUL WALIDAIN MUHAMMADIYAH SRAGEN Fani, Hajeng Tiffanidhani; Prajayanti, Eska Dwi
MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 9 No. 1 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i1.362

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Kesehatan gigi dan mulut bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan, pintu gerbang masuknya kuman dan bakteri yang dapat mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya. Penyakit gigi terjadi karena disebabkan oleh kebiasaan tidak membersihkan gigi secara rutin sehingga terbentuk plak. Plak sudah dapat terbentuk beberapa detik saja setelah kita menggosok gigi Tujuan : Mengetahui gambaran kebiasaan menggosok gigi pada kejadian karies gigi anak usia sekolah di SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen Metode : Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel sebanyak 61 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Univariat. Hasil : kebiasaan menggosok gigi responden didominasi kategori baik yaitu sebanyak 38 responden atau sebesar 62,3% Kesimpulan Gambaran kebiasaan menggosok gigi anak usia sekolah di SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen didominasi kategori baik yang dipengaruhi oleh cara menggosok gigi yang tepat, frekuensi menggosok gigi yang tepat dan waktu dari menggosok gigi yang tepat. Kata Kunci: Kebiasaan menggosok gigi, Karies gigi, Kesehatan gigi