cover
Contact Name
Bramianto Setiawan
Contact Email
snhrp2021@gmail.com
Phone
+628562805580
Journal Mail Official
snhrp2021@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dukuh Menanggal XII, Dukuh Menanggal, Kec. Gayungan, Kota SBY, Jawa Timur 60234
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP)
ISSN : -     EISSN : 27765105     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) merupakan salah satu ajang mempertemukan para peneliti disemua bidang pada tingkat nasional. Tujuan diadakan kegiatan ini agar peneliti akan mampu mengembangkan jaringan sosial, bertukar pengetahuan dan membangun jaringan yang kuat antara komunitas riset Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Adi Buana
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 970 Documents
Analisa Pembebanan Transformator Distribusi pada Penyulang Bumimoro AD185 dan AD180 di PT. PLN ULP Perak Moch. Dimas Pratama; Gatut Budiono; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyaluran tenaga listrik kepada konsumen terdapat peralatan tenaga listrik yaitu transformator distribusi yang berfungsi sebagai menurunkan tegangan menengah ke tegangan rendah. Dalam proses pendistribusian sering kali terjadi ketidakseimbangan beban antar fasanya. Hal ini dikarenakan penggunaan listrik tidak bersamaan dalam kurun waktu tertentu. Ketidakseimbangan beban pada setiap fasa-fasanya menimbulkan arus pada netral. Arus netral yang mengalir dapat mengakibatkan rugi-rugi daya (losses), dan rugi-rugi ini berpengaruh terhadap efisiensi transformator. Dalam menganalisa permasalahan menggunakan perhitungan secara matematis dengan menggunakan persamaan ketidakseimbangan beban, rugi-rugi daya, dan efisiensi transformator. Analisa menunjukkan hasil rata-rata persentase ketidakseimbangan beban pada transformator AD185 sebesar 11,4 persen, dengan persentase ketidakseimbangan yang tertinggi pada jam 10:00 sebesar 12,6 persen. Pada transformator AD180 rata-rata persentase ketidakseimbang beban sebesar 8,5 persen, dengan persentase ketidakseimbangan yang tertinggi pada jam 18:00 sebesar 11,3 persen. Pada transformator AD185 rata-rata rugi-rugi daya sebesar 1,487 kW, dengan rugi-rugi daya yang tertinggi pada jam 19:00 sebesar 1,674 kW. Pada transformator AD180 rata-rata rugi-rugi daya sebesar 1,683 kW, dengan rugi-rugi daya yang tertinggi pada jam 18:00 sebesar 2,119 kW. Pada transformator AD185 rata-rata persentase efisiensi transformator sebesar 98,38 persen, dengan persentase efisiensi terendah pada jam 19:00 sebesar 98,27 persen. Pada transformator AD180 rata-rata persentase efisiensi transformator sebesar 98,39 persen, dengan persentase efisiensi terendah pada jam 18:00 sebesar 98,07 persen.
Analisa Sistem Keandalan Distribusi Dengan Penambahan LBS Pada PT. PLN Rayon Kenjeran Menggunakan Metode Section Technique Muhammad Umar Said; Gatut Budiono; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak terbesar pada sistem distribusi tenaga listrik adalah kualitas, kontinuitas dan ketersediaan pelayanan tenaga listrik kepada konsumen. Indeks yang digunakan adalah SAIFI (System Average Interruption Frequency) dan SAIDI (System Average Interruption Duration). Untuk menentukan laju distribusi sistem yang diteliti, gunakan metode section technique dan tingkatkan peralatan Load Break Switch (LBS). Dalam analisis penelitian ini bahwasannya nilai keandalan penyulang Bulak Banteng adalah 3.34686761 jam per tahun dan untuk SAIFI adalah 5.13088 kali per tahun. Hasil perhitungan indeks koreksi kemudian dianalisis berdasarkan standar SPLN 682: Tahun 1986, nilai indeks SAIFI 5,13088 kali pertahun yaitu 3,2 kali pertahun, dan SAIDI 3,34686761 jam pertahun di bawah standar yaitu 21 jam pertahun dan masih handal. Pada perhitungan Reliability, setelah penambahan Load Break Switch (LBS), SAIFI memiliki 1,95 kali per tahun dan SAIDI memiliki 6,8547 jam per tahun. Dari hasil perhitungan indeks keandalan kemudian dianalisis dengan menggunakan standar bahwa SAIFI berada di bawah standar dalam setahun yaitu. 3,2 kali setahun untuk dapat diandalkan, untuk SAIFI 6,8547 jam setahun. Jadi, sistem distribusi pada PT. PLN Rayon Kenjeran masih bersifat andal.
Studi Penggantian Lampu PJU Konvensional Menjadi LED di Jalan Raya Bambe - Perempatan Legundi Kabupaten Gresik Sandi Nur Zaifatul Amri; Puji Slamet; Izzah Aula Wardah
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik merupakan salah satu energi yang bermanfaat, salah satunya penggunaan listrik banyak digunakan sebagai penerangan jalan umum (PJU). Pada Jalan Raya Bambe hingga Perempatan Legundi merupakan jalan provinsi dan masuk kelas jalan kolektor primer, perlu dilakukan analisa perhitungan ulang untuk penggantian lampu. Lampu PJU yang sudah terpasang di Jalan Raya Bambe hingga Perempatan Legundi ini menggunakan lampu SON-T 250 watt dan LED 120 watt dengan ketinggian 8 meter, jarak antar tiang 50-55 meter dengan jumlah titik lampu 191 titik , intensitas cahaya yang dihasilkan lampu SON-T 2.189,49 dan lampu LED 1.337,57 candela, intensitas penerangannya untuk lampu SON-T 7,3 lux dan lampu LED 4,8 lux, serta energi yang dihasilkan pada lampu SON-T dengan LED 11.423,1 Kwh/perbulan. Kemudian dilakukan penggantian Lampu PJU konvensional menjadi LED semuanya dengan daya 90 watt dengan ketinggian tiang dan lebar jalan yang sama pada kondisi lapangan, dengan jumlah titik lampu 221 titik, intensitas cahaya yang dihasilkan 1.163,69 candela, intensitas penerangan 4,32 lux, energi yang dihasilkan Lampu PJU LED 90 watt 7.757,1 Kwh/perbulan. Pada kondisi lapangan dengan menggunakan lampu LED 120 watt dan kondisi perencanaan dengan menggunakan lampu LED 90 watt didapatkan hasil yang sesuai parameter dari BSN SNI 7391:2008.
Studi Kelayakan Instalasi Listrik Gedung Graha UNESA Surabaya Berdasarkan PUIL 2011 Trio Saputra; Gatut Budiono; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi kelayakan instalasi listrik gedung sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa instalasi listrik yang akan dipasang di gedung aman sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan. Peraturan ini dikenal sebagai Peraturan Umum Instalasi Listrik 2011. PUIL 2011 me mberikan panduan tentang tata cara pemasangan instalasi listrik pada bangunan gedung penelit ihan ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari kelayakan instalasi listrik berupa rating pengaman dan luas penampang kabel serta intensitas pencahayaan, menggunakan metode observasi dengan pengambilan data yang akan dibandingan dengan perhitungan menggunakan perangkat lunak maupun rumus. Berdasarkan hasil simulasi dan perhitungan untuk kelayakan instalasi listrik pada gedung graha UNESA surabaya maka disimpulkan, ditemukan ketidak layakan sesuai PUIL 2011 pada SDP AC terpasang pengaman sebesar 1000 A, luas penampang 4x240 mm2 yang seharusnya 1250 A dan luas penampang 4x300 mm2, LP-3A terpasang pengaman 50 A seharusnya terpasang 63 A, PP-AC-OU-3A dan 3B terpasang pengaman 500 A, luas penampang 4x240mm2 seharusnya terpasang 630 A dan luas penampang 4x300 mm2. Didapatkan perhitungan intensitas pencahayaan pada toilet sebesar 162 lux pada gudang sebesar 78 lux, sehingga dari hasil perhitungan masih jauh dari standart.
Koordinasi Rele Arus Lebih Pola Non-Kaskade Pada Transformator Daya III di Gardu Induk 150 kV Tanggul Romadhoni Trio Imawan; Hadi Tasmono; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu fungsi utama sistem proteksi adalah mengisolasi area yang mengalami gangguan dengan segera untuk memastikan area lain yang tidak terdampak tetap beroperasi dan menjaga aliran energi listrik. Di Jember, kebutuhan listrik dipenuhi melalui beberapa Gardu Induk (GI), termasuk Gardu Induk Tanggul yang dilengkapi dengan 3 Transformator Daya ber-tegangan 150/22 kV. Transformator Daya III dilengkapi dengan sistem proteksi rele arus lebih yang bertujuan untuk mendeteksi arus gangguan yang melebihi setting arus yang ditentukan. Rele Arus Lebih ini memiliki dua pola koordinasi, yaitu koordinasi pola kaskade dan pola non-kaskade, dengan pola non-kaskade dianggap lebih optimal karena mampu memutus gangguan dengan lebih cepat. Dalam pola koordinasi kaskade, waktu pemutusan trip pada PMT incoming saat terjadi gangguan di penyulang mlokorejo adalah 1,111 detik, sedangkan pada gangguan di penyulang mojomulyo, waktu pemutusan trip PMT incoming adalah 1,7 detik. Namun, dalam koordinasi pola non-kaskade, jika terjadi kegagalan trip, CBF akan mengirim sinyal pemutusan ke rele arus lebih sisi masukan 22 kV agar bekerja dengan setelan waktu pada sisi penyulang. Akibatnya, saat terjadi gangguan di penyulang mlokorejo, PMT incoming akan trip dalam waktu total 0,594 detik, dan saat gangguan terjadi di penyulang mojomulyo, PMT incoming akan trip dalam waktu total 0,766 detik. Dengan menggunakan pola non-kaskade PMT incoming akan bekerja dengan setelan waktu pada sisi penyulang, menghasilkan waktu trip yang lebih cepat dibandingkan dengan pola kaskade sehingga keamanan transformator daya lebih terjaga.
Analisa Pembebanan Transformator di Surabaya Intercultural School Wahyu Dwi Agustian; Hadi Tasmono; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik merupakan komponen penting dalam kehidupan. Di antara bagian-bagian listrik ini ada yang disebut transformator distribusi, yang memiliki fungsi mentransfer daya listrik dari gardu induk ke pusat beban. Kebutuhan listrik tiap tahunnya mengalami peningkatan beban, agar transformator bekerja optimal maka harus memperhatikan penyaluran ke beban. Pada saat transformator dibebani, diharapkan nilai pembebanan tidak lebih dari minimum yang dipersyaratkan, atau 80 persen. Diantisipasi bahwa nilai pembebanan setiap fasa pada pembebanan transformator (R, S, dan T) seimbang. Transformator yang digunakan untuk penyaluran tenaga listrik sering mengalami ketidakseimbangan beban, dan kondisi ketidakseimbangan ini diakibatkan oleh pembebanan yang tidak merata. Akhirnya ada arus yang melewati konduktor netral transformator yang merupakan indikasi terjadi ketidakseimbangan transformator dan menjadikan kerugian khususnya arus netral pada kawat netral transformator. Permasalahan ini dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Hasilnya, menunjukan bahwa transformator dalam keadaan tidak seimbang dimana munculnya arus netral transformator. Persentase pembebanan transformator yaitu 43,6 persen dan ketidakseimbangan beban 10,4 persen. Oleh karena itu, arus netral yang tampak juga besar. Efisiensi transformator akan lebih besar jika ada sedikit perbedaan dalam daya yang mengalir masuk dan keluar. pemadaman listrik yang terjadi 3,807 kW maka persentasenya 0,22 persen dan efisiensi cukup besar yaitu 96,2 persen.
Analisis Perbandingan Metode Prakiraan Kebutuhan Energi Listrik Menggunakan Moving Average dan Exponential Smoothing Di PT. PLN Distribusi Jawa Timur Hima Darmawan; Gatut Budiono; Ratna Hartayu
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari salah satunya adalah listrik. Jumlah konsumsinya dari waktu ke waktu cenderung meningkat dan tidak dapat ditentukan secara pasti. Meningkatnya penggunaan energi listrik ini mendorong pihak penyedia untuk mampu mengelola dan mendistribusikan energi listrik secara merata. Agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat atau konsumen yang memerlukan energi listrik yang akhirnya dapat menggaggung dan merugikan konsumen. Yang jadi permasalahannya adalah jika energi yang diproduksi dan disalurkan lebih kecil hasilnya keperluan energi yang dibutuhkan atau pemakai listrik tidak dipenuhi dengan maksimal, dan apabila daya dari pembangkit yang disalurkan terlalu berlebihan dari pada yang dibutuhkan, hasilnya akan menjadi penghamburan energi pada PLN. prakiraan kebutuhan energi listrik sangat dibutuhkan untuk memperkirakan kebutuhan energi listrik dan dapat meminimalisir pemborosan energi pada pembangkit dan gangguan kelistrikan pada konsumen. Dalam penelitian ini akan membandingkan 2 metode yaitu Simple Moving Average dan Sigle Exponential Smoothing agar dapat menemukan nilai error MAPE yang rendah/nilai peramalan yang tepat di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan menggunakan software Ms. Excel dengan menggunakan data tahunan menghasilkan bahwa metode Single Exponential Smothing menghasilkan nilai error yang lebih kecil yaitu pada sektor rumah tangga sebesar 0,040, industri 0,051, bisnis 0,064. Dari penelitian ini dapat dimengerti model Single Exponential Smoothing dapat menghasilkan MAPE yang lebih kecil.
Study Perubahan Pengaman Dalam Upaya Meningkatkan Keandalan Sistem Kelistrikan di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng Rendi Pratama; Gatut Budiono; Izzah Aula Wardah
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng merupakan tempat untuk melakukan semi perawatan akhir (SPA) dua tahunan, pemeliharaan akhir (PA) empat tahunan, serta perbaikan dan modifikasi sarana perkeretaapian. Ketersediaan energi listrik harus terpenuhi dengan sangat baik, agar perbaikan dan pemeliharaan sarana perkeretaapian setiap tahun tidak terhambat, sehingga sangat diperlukan sistem proteksi yang tepat untuk menjamin keandalan ketersediaan dan pendistribusian energi listrik. Melalui simulasi yang telah dilakukan pada single line diagram sebelumnya, telah mengidentifikasi adanya dua trafo yang mengalami Over Load dari total 5 trafo yang ada. Selain itu, bahwa beberapa busbar mengalami Under Voltage. Untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan yang ada di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng melalui upaya evaluasi, simulasi, dan perbaikan single line diagram. Metode simulasi dengan menggunakan aplikasi ETAP 19.0. Pembaharuan pada sistem kelistrikan menggunakan data aktual yang ada di lapangan. Dalam pembaharuan ini, peningkatan kapasitas transformator dengan menggunakan satu transformator dengan tegangan primer 20 kV dan tegangan sekunder 0,4 kV. Rating transformator ditingkatkan menjadi 1500 KVA untuk memenuhi kebutuhan daya yang lebih tinggi. Selain itu, sebagai pendukung proteksi sistem kelistrikan yang ada, ditambahkan proteksi OCR (Overcurrent Relay). Setelah menyelesaikan simulasi terbaru, langkah selanjutnya adalah melakukan tes Gangguan Hubung Singkat untuk memastikan bahwa koordinasi proteksi relay OCR berfungsi dengan baik.
Analisa Kinerja Rele Proteksi Transformator Daya 60 MVA di PT. PLN (Persero) Gardu Induk Buduran Syahril Taufiq Hidayat; Gatut Budiono
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proteksi yang terdapat pada rele OCR (Over Current Relay) dapat berguna sebagai sistem proteksi utama dan cadangan. Bisa disebut proteksi utama dikarenakan terjadinya gangguan hubung singkat terhadap penghantar, bisa disebut sebagai cadangan karena mengalami kegagalan dalam menerima arus gangguan. Untuk menyelesaikan perhitungan arus gangguan hubung singkat dan setting waktu kerja rele pada transformator daya 150 kV yaitu diketahui gangguan hubung singkat tiga fasa pada transformator 6, transformator 4 dan transformator 3 memiliki nilai yang sama yaitu sebesar 2611,11 Ampere. Nilai setiap sisi primer pada transformator memiliki nilai yang sama yaitu 277,2 Ampere. Waktu perhitungan pada sistem kerja rele OCR (Over Current Relay) yaitu bernilai TD (Time Dial) pada transformator 6 adalah 0,86 detik, transformator 3 adalah 1,1 detik, transformator 4 adalah 0,3 detik dan waktu kinerja rele pada saat respons yaitu bernilai TMS (Time Mean Squeare) pada transformator 6 adalah 0,3, transformator 3 adalah 0,37, dan transformator 4 adalah 0,1 memiliki karasteristrik yaitu standart invers
Perencanaan Sistem Penyalur Petir Eksternal Pada Gedung SMK Sultan Agung 1 Tebuireng Jombang Aditya Surya Medika; Puji Slamet; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petir merupakan gejala alam yang cukup berbahaya,hasil dari sambaran petir dapat merusak bagunan yang terkena samabaran petir.tetapi terdapat solusi yang bisa digunakan dalam mengantisipasi sambaran petir,yaitu dengan pemasangan proteksti petir.proteksi petir terdiri dari terminasi udara yang berfungsi untuk menerima sambaran petir pad radius tertentu,kabel penyalur yang berfungsi menyalurkan arus dan tegangan yang diterima terminasi udara menuju grounding atau pembumian dan pembumian atau grounding yang fungsinya menertalkan arus dan tegangan dari kabel penghantar menuju bumi.Dari hasil perhitungan model sudut proteksi satu gedung SMK Sultan Agung 1 Tebuireng Jombang membutuhkan 5 terminasi udara.sedangkan untuk 2 gedung lainnya membutuhkan 3 terminasi udara.untuk sistem pembumian menurut standar SMK Sultan Agung 1 Tebuireng Jombang setiap gedung membutuhkan 2 buah elektroda atau rod yang dipasang pada kedalam 3 meter dengan jarak antar rod adalah 15 meter,sehingga didapatkan nilai resistansi tanah sebaesar 3,1Ω.dimana dengan nilai 3,1Ω sudah memenuhi standar PUIL 2000.