J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) merupakan jurnal untuk mempublikasikan hasil penelitian dalam bidang Pendidikan. Terbit secara berkala satu tahun tiga kali yakni pada bulan Februari, Juni dan Oktober. J-KIP dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh dan mempublikasikan kajian teori ataupun penelitian dalam bidang Pendidikan baik itu dari Peneliti, Mahasiswa, Guru, Dosen, dan Praktisi Pendidikan. Ruang lingkup artikel ilmiah yang dapat diterbitkan dalam J-KIP meliputi: Kurikulum dalam Pengajaran Kemampuan Berpikir Model Pembelajaran Media dan Multimedia Pembelajaran Penilaian (Assesment) dan Evaluasi dalam Pengajaran Pengembangan Profesional Guru Konsep Materi Pelajaran DDR
Articles
531 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK SMP PADA MATERI ALJABAR
Rina Nur Anisa;
Angra Meta Ruswana;
Lala Nailah Zamnah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 3 (2021): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.116 KB)
|
DOI: 10.25157/j-kip.v2i3.6271
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP kelas VII pada materi Aljabar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Culamega Kabupaten Tasikmalaya sebanyak enam orang. Pengumpulan data meliputi tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis berdasarkan empat indikator kemampuan pemahaman matematis, yaitu pemahaman mekanikal yang dicirikan oleh kegiatan mengingat dan menerapkan rumus secara rutin dan menghitung secara sederhana, pemahaman induktif yaitu menerapkan rumus atau konsep dalam kasus sederhana atau dalam kasus serupa, pemahaman rasional yaitu membuktikan kebenaran suatu rumus dan teorema serta pemahaman intuitif yaitu memperkirakan kebenaran dengan pasti (tanpa ragu-ragu) sebelum menganalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hampir semua siswa berkategori rendah, sedang dan tinggi mampu mengingat dan menerapkan rumus secara rutin dan menghitung secara sederhana; 2) Siswa dengan kemampuan pemahaman matematis sedang dan tinggi cenderung mampu menerapkan rumus dan melakukan perhitungan dengan tepat. Sedangkan siswa dengan kemampuan pemahaman matematis rendah belum mampu menerapkan rumus dan melakukan perhitungan dengan tepat; 3) Hampir semua siswa berkategori rendah, sedang dan tinggi belum mampu membuktikan kebenaran suatu rumus atau teorema; dan 4) Hampir semua siswa berkategori rendah, sedang dan tinggi mampu memperkirakan kebenaran rumus (jawaban) meskipun terdapat beberapa siswa yang kurang mampu dalam memperkirakan dengan pasti rumus yang hendak digunakan. Kata Kunci: Kemampuan pemahaman matematis, Aljabar
MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN MELALUI SHARING PENGALAMAN MENGAJAR DALAM FORUM KKG
Maman Maman
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 1, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.227 KB)
|
DOI: 10.25157/j-kip.v1i2.4420
Fokus Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah mencoba menggali manfaat sharing pengalaman mengajar dalam forum KKG bagi peningkatan membuka dan menutup pelajaran serta penguasaan konsep guru dalam mata pelajaran SD Negeri 1 Karangsambung Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen karena pada peneliti memberikan perlakuan tertentu. Subyek penelitian ini adalah guru-guru peserta KKG yang terdiri dari guru di SD Negeri 1 Karangsambung Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya sebanyak 8 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa,:1) Sharing pengalaman mengajar dalam forum KKG bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan membuka dan menutup pelajaran. Hal ini terlihat dari fakta-fakta bahwa semua guru mampu memunculkan semua aspek membuka pelajaran yaitu menarik perhatian siswa, memotivasi siswa, memberi acuan atau batasan serta membuat kaitan dengan materi sebelumnya; dan 2) semua guru mampu memunculkan seluruh aspek menutup pelajaran yaitu meninjau kembali, mengevaluasi, dan menginformasikan bahan berikutnya dengan menunjukkan waktu yang digunakan untuk membuka pelajaran semakin bertambah, secara berturut-turut dari observasi. Kata Kunci: Keterampilan Guru, Sharing, Forum KKG
PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN ANALISIS SISWA (Penelitian pada siswa kelas X di SMA YRM Cihawar)
Lela Kodariah;
Endang Hardi;
Yoyon Sutresna
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 2 (2021): JUNI 2021
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.832 KB)
|
DOI: 10.25157/j-kip.v2i2.5243
Ada beberapa kendala yang sering dihadapi guru dalam menyampaikan materi pelajaran diantaranya yaitu pembelajaran yang berlangsung satu arah, keadaan tersebut menyebabkan peserta didik kurang terlatih untuk mengembangkan daya nalarnya dalam memecahkan permasalahan sehingga kemampuan menganalisis siswa kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning terhadap kemampuan analisis siswa pada pokok bahasan Tumbuhan Lumut. Penelitian ini dilaksanakan di SMA YRM Cihawar tahun ajaran 2019/2020 dengan menggunakan Quasi Eksperimen dan desain one group pretest-postest design. Populasi seluruh siswa kelas X yang hanya ada 1 kelas yang digunakan sebagai sampel populasi dengan teknik sampling jenuh.Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen soal tes pilihan ganda sebanyak 20 soal dan data yang diperoleh berupa kemampuan analisis. Berdasarkan hasil perhitungan uji z, maka diperoleh Zhitung sebesar 3,2 sedangkan Ztabel sebesar 2,33, dengan demikian Zhitung > Ztabel Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Model Problem Based Learning terhadap kemampuan analisis siswa, dengan tingkat pengaruh berkategori tinggi (N-gain 0,79).Kata kunci: Problem Based Learning, kemampuan analisis
MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA MATERI PELAKU PEREKONOMIAN DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK
Eman Sulaeman
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 1, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.959 KB)
|
DOI: 10.25157/j-kip.v1i2.4399
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana guru merencanakan, melaksanakan, merefleksikan, mengidentifikasi kendala, dan upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam mengatasi kendala dalam menerapkan model pembelajaran tematik. Metode penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Tambaksari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tematik dapat meningkatkan kreativitas siswa. Pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tematik guru dituntut untuk menentukan tema yang sesuai dengan kurikulum dan perkembangan siswa SMP. Pada siklus I pertemuan 1 kreativitas siswa terlihat dari dimensi proses dimana siswa dengan cepat menyelesaikan LKS mencari kata (creative learning). Siklus I pertemuan 2 kreativitas siswa lebih menonjol pada dimensi produk, yakni, siswa membuat lambang dan iklan lowongan kerja yang sesuai dengan cita-cita mereka. Dimensi proses lebih meningkat ketika siswa melakukan diskusi kelompok pada siklus II pertemuan 1. Pada siklus II pertemuan 2 siswa membuat sebuah produk yang bernilai ekonomis. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk menerapkan model pembelajaran tematik pada tema yang berbeda sehingga pembelajaran IPS untuk tingkat SMP sesuai dengan tuntutan kurikulum yang menyatakan bahwa pembelajaran IPS pada tingkat SMP harus dilakukan secara integrasi sehingga dapat meningkatkan kreativitas siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran Tematik, Kreativitas, Pembelajaran IPS.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDK YANG MENGGUNAKAN MODEL QUANTUM LEARNING DENGAN MODEL SNOWBALL THROWING PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI
Resta Herlianita;
Firman Aryansyah;
Nur Rizqi Arifin
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 3 (2021): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (669.544 KB)
|
DOI: 10.25157/j-kip.v2i3.5929
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa merupakan masalah dalam penelitian ini, karena hasil belajar merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran, maka pendidik dituntut untuk segera mencari berbagai upaya untuk mencapai keberhasilan, rendahnya hasil belajar dilatarbelakangi oleh berbagai faktor diantaranya pemilihan model pembelajaran dengan tipe yang tidak tepat digunakan oleh pendidik, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: Peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model quantum learning pada pretest dan posttest. Peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model snowball throwing pada pretest dan posttest. Perbedaan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran quantum learning dengan hasil belajar peserta didk yang menggunakan model snowball throwing pada pretest dan posttest. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melalui test, metode observasi dan metode dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan uji korelasi product moment kemudian menganalisis koefisien korelasi dengan uji validitas dan normalitas, dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan menggunakan rumus uji f dan N-Gain. Populasi terdiri dari 41 siswa kelas X dan semuanya digunakan sebagai sampel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada pretest dan posttest di kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran snowball throwing dengan memperoleh peningkatan rata-rata yang cukup baik (signifikan) dengan N-Gain yaitu sebesar 0.77, dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran quantum learning dengan memperoleh peningkatan rata-rata yang cukup (signifikan) dengan N-Gain yaitu sebesar 0.66 pada mata pelajaran Akuntansi Dasar di SMK Muhammadiyah 1 Banjarsari.Kata kunci: Model Pembelajaran Quantum Learning, Snowball Throwing, Hasil Belajar.
MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM TIPE LOGAN AVENUE PROBLEM SOLVING (LAPS)- HEURISTIC TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
Rizna Tri Ayuni;
Ilah Ilah;
Ahyo Ruhyanto
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 3 (2021): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.033 KB)
|
DOI: 10.25157/j-kip.v2i3.6124
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran PAIKEM Tipe Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristic pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas eksperimen. (2) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas kontrol. (3) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran PAIKEM Tipe Logan Avenue Problem Solving (LAPS)- Heuristic dengan yang menggunakan metode pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (posttest). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan desain Quasi Eksperimental Non-equivalent Conrol Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan Model Pembelajaran PAIKEM Tipe Logan Avenue Problem Solving (LAPS)- Heuristic pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest). (2) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest). (3) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan Model Pembelajaran PAIKEM Tipe Logan Avenue Problem Solving (LAPS)- Heuristic dengan yang menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional pada pengukuran akhir (posttest). Kata Kunci: Metode Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)- Heuristic, Hasil Belajar
PENGARUH LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI SMK SWADAYA KARANGNUNGGAL
Sheli Resti Asmara;
Tati Heryati;
Rita Patonah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (44.206 KB)
|
DOI: 10.25157/j-kip.v2i1.4881
Prestasi belajar merupakan tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran. Rendahnya prestasi belajar merupakan suatu masalah dalam pembelajaran. Salah satu faktor rendahnya prestasi belajar dilatarbelakangi oleh lingkungan teman sebaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) kondisi lingkungan teman sebaya peserta didik; 2) Tingkat pestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Akuntansi; dan 3) Pengaruh kondisi lingkungan teman sebaya terhadap tingkat prestasi belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner. Penelitian ini menghasilkan simpulan sebagai berikut: 1) Kondisi lingkungan teman sebaya termasuk kategori baik; 2) Prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Akuntansi masih belum optimal dengan ditandai adanya peserta didik yang belum mencapai nilai Standar Ketuntasan Minimal; dan 3) Lingkungan teman sebaya berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik.Kata Kunci: Lingkungan Teman Sebaya, Prestasi Belajar
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENULIS TEKS MONOLOG PROCEDURE MELALUI METODE DEMONSTRASI
Enjang Haryana
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 3 (2021): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.795 KB)
|
DOI: 10.25157/j-kip.v2i3.6389
Kenyataan di lapangan di Kelas IX-B SMP Negeri 3 Manonjaya, siswa kesulitan dalam menulis teks monolog procedure. Dengan demikian, untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menulis teks monolog procedure perlu suatu cara untuk memudahkan siswa dalam melukiskan keadaan sebenarnya melalui kata-kata. Salah satu cara alternatif dalam menulis teks monolog procedure melalui metode demonstrasi. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui data peningkatan kemampuan menulis teks monolog procedure siswa melalui metode demonstrasi pada pembelajaran bahasa Inggris di Kelas IX-B SMP Negeri 3 Manonjaya. Metode yang akan digunakan dalam penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart. Subjek dalam penelitian ini ialah guru dan siswa Kelas IX-B SMP Negeri 3 Manonjaya. Jumlah siswa Kelas IX-B sebanyak 29 orang, yang terdiri dari 14 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa tentang kemampuan siswa menulis teks monolog procedure melalui metode demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Kemampuan siswa menulis teks monolog procedure setelah menggunakan metode demonstrasi pada pembelajaran bahasa dan sastra Inggris di Kelas IX-B SMP Negeri 3 Manonjaya terbukti mengalami peningkatan yaitu hasil belajar siswa siklus I yaitu 74,8% meningkat menjadi 82,8% pada siklus II. Kata Kunci: Kemampuan, Teks Monolog Prosedur, Metode Demontrasi
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS DENGAN PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PADA SISWA KELAS V A SD NEGERI 2 TANJUNG
Dadah Kusmiati
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (126.632 KB)
|
DOI: 10.25157/j-kip.v2i1.4803
Sebagai motivator, guru harus mampu membangkitkan motivasi para siswa agar aktivitas mereka dalam proses pembelajaran berhasil dengan baik. Salah satu cara untuk membangkitkan aktivitas para siswa dalam proses pembelajaran adalah menggunakan media yang menarik, salah satunya adalah menggunakan media video. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar IPS terhadap siswa kelas V A SD Negeri 2 Tanjung Kota Tasikmalaya dengan menggunakan media video. Penelitian tindakan kelas ini melibatkan 25 siswa sebagai subjek penelitian yang berasal dari kelas V A SD Negeri 2 Tanjung Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Sedangkan Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, tes tertulis dan dokumentasi. Data dari tes siswa di analisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa penggunaan media video dapat meningkatkan prestasi belajar IPS terhadap siswa kelas V A SD Negeri 2 Tanjung Kota Tasikmalaya. Pada pra siklus, siswa yang tuntas ada 8 siswa (32%), kemudian meningkat pada siklus I sebesar 14 siswa (56%). Pada siklus II terdapat peningkatan lagi sebesar 21 siswa (84%). Sedangkan siswa yang belum tuntas mengalami penurunan pada pra siklus sebanyak 17 siswa (68%), pada siklus I turun menjadi 11 siswa (44%) dan pada siklus II mengalami penurunan kembali sebanyak 4 siswa (16%). Siswa yang belum tuntas diberikan tugas tambahan berupa menghafalkan teks proklamasi dan dibacakan di depan kelas. Rata- rata kelas juga mengalami peningkatan yaitu pra tindakan sebesar 58,64, siklus I meningkat sebesar 65,84 dan pada siklus II meningkat kembali sebesar 83.Kata Kunci: Prestasi belajar, IPS, Media Video, Siswa Kelas V
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA
Fajar Rizqianna;
Yuyun Susanti Susanti;
Rizka Andhika
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 2 (2021): JUNI 2021
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.185 KB)
|
DOI: 10.25157/j-kip.v2i2.5321
Kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga peserta didik menjadi kurang aktif hal ini mengakibatkan hasil belajar peserta didik rendah. Rendahnya hasil belajar merupakan masalah dalam penelitian ini, karena hasil belajar merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran, maka pendidik dituntut untuk segera mencari berbagai upaya untuk mencapai keberhasilan, rendahnya hasil belajar dilatarbelakangi oleh berbagai faktor diantaranya pemilihan model pembelajaran yang tepat di gunakan oleh pendidik, adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui : 1.)Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran active knowledge sharing pada pengukuran awal (pretest) dan penilaian akhir (posttest) di kelas eksperimen. 2.) perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan penilaian akhir (posttest) di kelas kontrol. 3.) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran active knowledge sharing dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan penilaian akhir (posttest). Metode penelitian yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar peserta dididk adalah Quasi Experimental Design dengan menggunakan rumus N-Gain = (skor posttest – skor pretest) dibagi dengan (skor maksimum – skor pretest), sedangkan untuk mengukur perbedaan hasil belajar peserta didik menggunakan uji t.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diketahui: 1) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Active Knowledge Sharing pada pengukuran awal (pretest) sebesar 38,33 dan pengukuran akhir (posttest) sebesar 83,33 dengan rata-rata N-Gain bernilai 0,72 dengan kategori tinggi. 2) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran konvensional pada pengukuran awal (pretest) sebesar 38,15 dan pengukuran akhir (posttest) sebesar 78,15 dengan rata-rata N-Gain bernilai 0,68 dengan kategori sedang. 3) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran Active Knowledge Sharing dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional (ceramah) pada pengukuran akhir (posttest) berdasarkan uji t-test diperoleh thitung> , yaitu 1,69>ttabel1,67 dengan taraf signifikansi 5% dan dk sebesar 68. Kata Kunci: Hasil Belajar, Model Pembelajaran Active Knowledge Sharing