cover
Contact Name
Abdul Azis
Contact Email
abdulazis@upi.edu
Phone
+6281222218520
Journal Mail Official
jurnalsosiologi@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sosiologi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudi no 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
ISSN : 2088575X     EISSN : 25284657     DOI : https://doi.org/10.17509/sosietas
The objective of SOSIETAS is to publish outstanding and original articles which advance the theoretical understanding of and promote and report empirical research about the widest range of sociological topics. The journal encourages, and welcomes, submission of papers which report findings using both quantitative and qualitative research methods articles challenging conventional concepts and proposing new conceptual approaches and accounts of methodological innovation and the research process. Research Notes provide a means of briefly summarising results from recent or current studies or short discussions of methodological problems and solutions. Critical review essays and book reviews are seen as ways of promoting vigorous scholarly debate. SOSIETAS publish twice a year in March and September. SOSIETAS is published by Sociology Education Study Program, Faculty of Social Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia. SOSIETAS editors ensure that the article publishing process runs objectively through a double blind review.
Articles 218 Documents
Akulturasi Budaya – Agama Serta Keselarasan Dalam Budaya Sesajen Di Kampung Cipicung Girang Adam, Ujang Kusnadi
SOSIETAS Vol 9, No 1 (2019): SOSIETAS: JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.28 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v9i1.19579

Abstract

Akulturasi antara adat dengan agama di Indonesia tidak dapat dipisahkan, karena budaya lokal dan tradisi tersebut sudah mengakar. Agama Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia menjadi salah satu agama yang dijadikan sebagai perpaduan antara agama dengan budaya. Praktik dalam kehidupan dapat menjembatani adat dan agama sehingga akan lahir sesuatu yang baru. Tujuan penelitian ini ialah 1) menganalisis kebudayaan sesajen, 2) adaptasi serta penerimaan budaya yang disandingkan dengan agama,, 3) menganalisis sesajen sebagai akulturasi budaya, 4) menemukan model akulturasi. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif pendekatan kualitatif, intrumen penelitian ini menggunakan observasi partisipasif, catatatan lapangan dan wawancara mendalam. Observasi pada hari Kamis  Tanggal 18 April 2019. Partisipatan dilakukan 1 hari mulai pukul 18.00 WIB, dan wawancara yang mendalam beberapa kali. Catatan lapangan pukul 16.00 WIB dan wawancara mendalam dengan salah satu sesepuh,masyarakat, remaja, serta tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan 1) budaya sesajen mulai luntur seiring berkembangnya zaman,serta tidak diminati oleh kalangan muda., 2) Penampilan sesajen pun sangat sederhana dengan balutan kopi,rujak,rokok,bara api dll. 3) model pelestarian dengan cara menurunkan ilmunya ke genersi selanjutnya. Dengan demikian Kebudayaan sesajen menjadi akulturasi budaya yang terjadi oleh dua aspek Budaya dan Agama yang dianutnya dan tidak ada unsur kemusyrikan melainkan bermuhasabah dengan keagungan Alloh Tuhan yang maha kuasa.
Kemampuan Resolusi Konflik Interpersonal dan Urgensinya pada Siswa Nadya, Fikka; Malihah, Elly; Wilodati, Wilodati
SOSIETAS Vol 10, No 1 (2020): Sosietas : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.687 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v10i1.26007

Abstract

Konflik merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang seringkali ditanggapi secara negatif sehingga penyelesaiannya bersifat destruktif. Konflik dapat diselesaikan secara konstruktif melalui resolusi konflik. Mengetahui gambaran kemampuan resolusi konflik pada siswa sangat penting dalam penerapan pendidikan resolusi konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dengan metode survei eskplanatori. Subjek penelitian terdiri dari 90 orang siswa SMA Negeri 2 Cimahi dengan teknik probability sampling. Data di peroleh dan dikumpulkan melaui angket langsung tertutup. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Mayoritas siswa memiliki kemampuan resolusi konflik yang baik ditandai dengan nilai skor kemampuan resolusi konflik yang tinggi dan penyelesaian konflik interpersonal dilakukan secara mandiri; (2) Kemampuan resolusi konflik yang paling dominan adalah kemampuan komunikasi; (3) Kemampuan resolusi konflik yang masih rendah adalah kemampuan mengelola emosi. Kemampuan resolusi konflik dapat dipadukan dengan penerapan nilai luhur budaya Indonesia agar generasi selanjutnya mampu menjadi agen perdamaian sekaligus melestarikan kebudayaan Indonesia. Penelitian ini memiliki implikasi pada siswa, guru, dan sekolah untuk meningkatkan kemampuan resolusi konflik interpersonal pada siswa.
Ziarah Makam Ong Tien: Reproduksi Identitas Kultural Tionghoa Cirebon Pasca Orde Baru Walid, Wildan Ibnu
SOSIETAS Vol 10, No 2 (2020): Sosietas : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.207 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v10i2.30116

Abstract

Artikel ini menjelaskan reproduksi identitas kultural Tionghoa Cirebon yang dipresentasikan melalui praktik ziarah makam Ong Tien. Kebaruan dari penelitian ini terletak bagaimana elemen simbolik beroperasi untuk melegitimasi posisi identitas kultural pasca Orde Baru. Studi ini menggunakan perspektif cultural studies analisis Stuart Hall. Peneliti mengumpulkan informasi mendalam dari para informan yang terlibat langsung dengan konteks masalah penelitian. Selama kurun waktu lebih dari lima puluh tahun kebijakan khusus bagi warga keturuanan Tionghoa di era Soeharto. Identitas kultural etnis Tionghoa mengalami pergeseran identitas budaya etnis Tionghoa Cirebon. Pasca Soeharto lengser, etnis Tionghoa Cirebon berupaya mereproduksi ketionghoaannya dengan cara menghadirkan kembali simbol Ong Tien sebagai identitas kultural yang menyatu dengan tradisi lokal. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa simbol Ong Tien direproduksi untuk melawan diskriminasi etnis pasca Orde Baru. Dengan kata lain, simbol Ong Tien pun menjadi jembatan untuk mengatur ulang relasi etnis Tionghoa Cirebon dengan penduduk lokal.
KEDUDUKAN DAN PERAN PEREMPUAN PADA KOMUNITAS Wulandari, Puspita; Hufad, Achmad; Nurbayani, Siti
SOSIETAS Vol 5, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.972 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v5i1.1518

Abstract

Penelitian berfokus pada perempuan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandhu Indramayu. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kedudukan perempuan yang diluhurkan dalam sistem kepercayaan, memperoleh gambaran mengenai peran perempuan, menganalisis aktivitas perempuan, menganalisis tingkat pendidikan perempuan, dan menganaisis kajian gender dengan mengetahui penyebab luhurnya nilai perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif dan analisis data etnografi. Hasil penelitian ditemukan luhurnya kedudukan perempuan dalam Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandhu Indramayu, yang diimplementasikan dalam kehidupan komunitas sehingga kemudian berpengaruh kepada kehidupan terutama dalam berkeluarga, yang menanamkan konsep ngaula ning anak rabi. Kata Kunci: Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandhu Indramayu, ngaula ning anak rabi.
Efective Learning Form Afar: Optimizing Distance Learning During A Pandemic Wilodati Wilodati
SOSIETAS Vol 11, No 2 (2021): Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.575 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v11i2.41614

Abstract

The distance learning should be able to respond to the challenges of the 21st century which require students to have skills, knowledge and abilities in the fields of technology, media and information, learning skills and innovation. Such as the substantial problems that occur during learning at home are difficulty getting access and stable internet facilities, not having access to books with good reading levels, and other problems. This research uses systematic review method, meta-analysis. Through this research, various efforts can be found to make learning effective in a pandemic by improving 21st century skills. Hence, this research has implications for teachers to be able to understand various potential problems in learning and to see how alternative solutions to problems are so that educators are able to apply learning to be more effective and efficient.
KOMUNITAS ETNIS BATAK SEBAGAI SUPIR ANGKUTAN KOTA DI KOTA BANDUNG Fazri, Akhmad; Kamil, Gurniwan; Komariah, Siti
SOSIETAS Vol 6, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.63 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v6i1.2868

Abstract

Angkutan kota atau angkot merupakan sarana transportasi yang penting bagi masyarakat dan dapat mengatasi masalah kemacetan di kota-kota besar jika dapat dikelola dengan baik. Selain itu, bekerja sebagai supir angkutan kota juga dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mencari nafkah. Begitu juga dengan etnis Batak yang telah melakukan mobilitas dari daerah asalnya menjadi supir angkutan umum termasuk supir angkutan kota di Kota Bandung dengan tujuan untuk memperbaiki status sosialnya atau hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun tidak semua etis Batak yang pergi merantau memiliki pendidikan yang tinggi dan keterampilan yang mumpuni sehingga etnis Batak  memilih untuk mengadu nasib ke Kota Bandung sebagai supir angkutan kota. Dampak yang ditimbulkan akibat kegiatan merantau etnis Batak yaitu meningkatnya status sosial dan status ekonomi dan timbulnya masalah sosial yang berujung pada tindakan kriminalitas, dan tidak teraturnya lingkungan kota perantauan.  Kata Kunci : Dampak, Mobilitas, Etnis Batak dan Supir Angkutan Kota
ETHNIC RELATIONS AND HARMONIOUS COEXISTENCE THROUGH CROSS-CULTURAL MARRIAGE: ITS NEW PROSPECT IN THE GLOBAL AGE Yoshida, Masanori
SOSIETAS Vol 6, No 2 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.301 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v6i2.4249

Abstract

It is said that the age of globalization of Japan started at 15century like other Western countries. It was the beginning of world-wide dispersal of the Japanese in history such as the trade by Wako ships to the Southeast Asia (Befu Harumi 2002). Since then, Japan entered the age of isolation by the Tokugawa Shogunate and closed the door for other countries except for the Dutch. The new age began after the American Black ships came to Japan at the end of 19th century. Japan accepted the foreign culture, especially western culture which was the aspiration of the Japanese in those days enthusiastically. However, it was through the experience of the overseas migration and the dispatch as soldiers at war and colonization that the general Japanese lived in and learned from the foreign culture directly.This paper considers ethnic relations and harmonious coexistence through cross-cultural marriage between Japanese and Indonesian nationals in the anthropological perspective. We asked how the couples crossed the cultural difference and how they obtained the harmony by maintaining their ethnicity in their daily life.The Japanese do not always recognize their ethnicity or culture in their daily life and are not aware of multiplicity of cultures in Japan. Once they meet with other culture, they start to recognize how to understand and how to live with other culture and people more seriously.I focus on the cross-cultural marriage because we can learn the process of learning, negotiating and understanding other culture and ethnicity based on the concrete data.
KONFLIK ISTRI DAN MERTUA PADA KELUARGA TENAGA KERJA INDONESIA DI DESA BOJONGKUNCI Agesty A, Erfina; Malihah, Elly
SOSIETAS Vol 7, No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.471 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v7i2.10358

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya konflik internal keluarga Tenaga Kerja Indonesia di wilayah Desa Bojongkunci, khususnya konflik yang terjadi antara menantu dan mertua keluarga TKI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi konflik internal yang terjadi pada keluarga TKI di wilayah desa Bojongkunci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualititatif dan metode deskriptif untuk mempaparkan hasil penelitianya. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan studi dokumentasi dari pihak-pihak yang terpercaya. Informan penelitian terdiri dari istri dari keluarga TKI, tokoh masyarakat, dan warga yang menjadi tetangga dari keluarga TKI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perubahan sikap dari anak, istri dan mertua pada saat menjadi keluarga seorang TKI menjadi faktor yang melatarbelakangi konflik internal yang terjadi pada keluarga TKI di wilayah Desa Bojongkunci.
Menjadi Perempuan Pekerja Migran Puspita Wulandari; Elly Malihah; Tutin Aryanti
SOSIETAS Vol 12, No 1 (2022): Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosietas.v12i1.48101

Abstract

Rumah tangga, uang, dan pengakuan adalah tiga hal dasar yang berkaitan dengan pilihan perempuan untuk menjadi pekerja migran. Ketiga hal tersebut menjadi ukuran keberhasilan perempuan untuk menjadi lebih berharga. Ukuran ini diterima dan diperjuangkan oleh perempuan melalui pekerjaannya sebagai pekerja migran. Hal ini bukan lagi menjadi double burden atau double exploitasion bagi perempuan tetapi merupakan kesempatan untuk menjadi lebih berharga bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat pada umumnya.
Neoliberalisme: Eco-Capitalisme dalam Pembangunan Taman Buatan “Jurassic Park” di Rinca, Flores, Nusa Tenggara Timur Hasna Nusaibah; Salma Ladibatus Sajidah; silvia Aprilia
SOSIETAS Vol 12, No 1 (2022): Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosietas.v12i1.48069

Abstract

Dalam Identifikasi focus penelitian yakni mengkaji dan menganalisis sejauh mana neo-liberalisme dan eco-capitalisme yang berkembang di pembangunan taman buatan “jurassic park”, dengan menganalisis dari segi eco-sosiologis. Menggunakan teknik pengumpulan data yaitu mencari dan menganalisis data sekunder berupa artikel jurnal yang di dapat dari sumber google scholar. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, dilihat segi neoliberalisme, meski proyek pembangunan ini dibangun atas dasar peningkatan sektor pariwisata, akan tetapi mengutamakan perekonomian di atas segala sektor merupakan konsep neoliberalisme yang berdampak buruk bagi lingkungan. Dan dari segi eco-capitalisme, memberikan pengaruh yang berdampak serius terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.