Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
The objective of SOSIETAS is to publish outstanding and original articles which advance the theoretical understanding of and promote and report empirical research about the widest range of sociological topics. The journal encourages, and welcomes, submission of papers which report findings using both quantitative and qualitative research methods articles challenging conventional concepts and proposing new conceptual approaches and accounts of methodological innovation and the research process. Research Notes provide a means of briefly summarising results from recent or current studies or short discussions of methodological problems and solutions. Critical review essays and book reviews are seen as ways of promoting vigorous scholarly debate. SOSIETAS publish twice a year in March and September. SOSIETAS is published by Sociology Education Study Program, Faculty of Social Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia. SOSIETAS editors ensure that the article publishing process runs objectively through a double blind review.
Articles
218 Documents
FUNGSI EDUKASI TAMAN KOTA PATIH SAMPUN PEMALANG SEBAGAI RUANG PUBLIK BAGI MASYARAKAT
Rini, Hartati Sulistyo;
Afriyani, Rizki Wulan
SOSIETAS Vol 8, No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.088 KB)
|
DOI: 10.17509/sosietas.v8i2.14597
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi edukasi yang ada di Taman Patih Sampun Pemalang, dan untuk mengetahui tantangan pemanfaatan taman terkait dengan fungsi edukasinya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 24 orang dengan sebaran yang berasal dari kategori pengunjung, pengelola taman bacaan, petugas kebersihan dan parker, dan pemerintah setempat. Teknik analisis sata kualitatif yang dugunakan adalah model interaktif. Alat analisis yang digunakan adalah konsep ruang publik Habermas dan Carr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat beberapa fungsi edukasi di taman ini seperti edukasi lingkungan, sebagai tempat stimulan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, dan sebagai ruang belajar alternatif, 2) Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi seperti pengabaian larangan membuang sampah sembarangan oleh beberapa pengunjung, pengelola fasilitas membaca yang tidak rutin beroperasi, serta minimnya tempat teduh sebagai tempat yang sering digunakan untuk melakukan kegiatan belajar atau kerja kelompok.
Fenomena Perubahan Perilaku Siswa Sebagai Dampak Kecanduan Game Online Di SMK Bhina Karya Karanganyar
Maharani, Intan;
Nurhadi, Nurhadi;
Nurcahyono, Okta Hadi
SOSIETAS Vol 9, No 2 (2019): Sosietas : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.498 KB)
|
DOI: 10.17509/sosietas.v9i2.22815
Berkembang pesatnya teknologi membuat manusia dapat memanfaatkan gawai yang mereka miliki untuk berbagai kepentingan. Permainan daring yang dinikmati oleh berbagai kalangan membawa sejumlah dampak bagi para pemainnya. Tentunya dampak yang ditimbulkan oleh permainan daring berbeda-beda pada tiap individu pada rentang usia dan latar pendidikan tertenu. Bahkan permainan daring dapat menimbulkan perubahan perilaku pada remaja yang masih berada di usia sekolah. Penelitian ini mengusung topik perubahan perilaku siswa karena kecanduan permainan daring. Menggunakan metode kualitiatif yang mendeskripsikan bagaimana perubahan perilaku mulai diidentifikasi oleh para jajaran guru yang kemudian ditanggulangi dan dibentuk upaya pencegahannya. Agar fenomena kecanduan ini tidak menyebar pada siswa lain. Mengambil lokasi di SMK Bhina Karya Karangayar yang para peserta didiknya sendiri tidak luput dari buai permainan daring dengan menunjukkan perubahan-perubahan perilaku yang mencolok. Seperti menantikan jam pulang di akhir pekan, bersikap kurang semangat pada awal minggu, kurang mampu berkonsentrasi pada pelajaran. Fenomena ini menyebabkan para guru memberikan langkah antisipasi dan mengatasi kecanduan permainan daring di kalangan siswa. Langkah-langkah tersebut berupa memberikan teguran langsung, penyuluhan di kalangan orangtua/wali, menggalakkan kegiatan ekstrakurikuler dan mewajibkan salah satunya untuk mendorong siswa untuk bersosialisasi juga berorganisasi. Serangkaian kegiatan ekstrakurikuler tersebut bertujuan untuk mengalihkan kecenderungan sosiometrik siswa agar tidak mengisi waktu luang dengan kegiatan yang merugikan untuk diri sendiri. Selain itu pihak sekolah melakukan pendekatan pada orangtua untuk mengurangi kecanduan terhadap permainan daring lewat meningkatkan perhatian, kedekatan keluarga, dan peraturan di dalam rumah.
Kearifan Lokal dalam Menghadapi Pandemi Covid-19: Sebuah Kajian Literatur
Nugraha, Aji Satria
SOSIETAS Vol 10, No 1 (2020): Sosietas : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.024 KB)
|
DOI: 10.17509/sosietas.v10i1.26063
Saat ini dunia sedang diresahkan dengan adanya pandemi Covid-19. Cepatnya sebaran virus Covid-19 melalui conta- gious sulit dihalau oleh negara maju sekalipun. Di Indonesia dengan keadaan wilayah yang besar dan masih terdapat penduduk terpencil, memiliki kesulitan tersendiri untuk memitigasi pandemi Covid-19 ini. Tetapi meskipun masih memiliki penduduk yang berada di wilayah terpencil, pada kenyataannya wilayah-wilayah tersebut masih terhindar dari sebaran Covid-19. Hal ini disebabkan karena wilayah terse- but masih memegang teguh kearifan lokalnya. Seperti halnya masyarakat adat Baduy yang hingga kini masih memper- tahankan kearifan lokalnya dengan hidup menyatu dengan alam. Masyarakat tersebut masih terhindar dari pandemi Covid-19. Untuk itu, dengan didukung oleh hasil penelitian- penelitian sebelumnya, kajian literatur ini mencoba untuk menilik lebih dalam kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Baduy sehingga dapat terhindar dari pandemi Covid-19. Artikel ini menemukan bahwa beberapa kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Baduy dapat memitigasi pandemi Covid- 19 tergambarkan pada tradisi perladangan, aturan dalam membuat bangunan, dan Hutan sebagai tempat perlin- dungan.
BELIAN SASAK DI TENGAH PENGOBATAN MODERN
ALIA, MIRNA NUR
SOSIETAS Vol 1, No 1 (2011): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.397 KB)
|
DOI: 10.17509/sosietas.v1i1.1113
Belian Sasak merupakan salah satu alternatif pengobatan yang masih bertahan dan berjalan beriringan dengan pengobatan modern yang sangat bermanfaat dalam penyembuhan penyakit, karena Belian Sasak dianggap sebagai tempat berobat yang relatif ekonomis bagi orang yang kurang mampu bahkan orang yang kemampuan ekonominya menengah ke atas. Dengan adanya tuntutan zaman yang modern seperti sekarang ini, yang menyediakan produk dan alat yang serba praktis, pengobatan medis mau tidak mau menuntut pengguna Belian Sasak untuk menyesuaikan diri. Namun, dengan perkembangan Belian Sasak pada saat ini, orang-orang dapat memilih pengobatan menurut persepsi masing-masing. Terdapat beberapa alasan mengapa Belian Sasak di Lombok Timur masih tetap bertahan pada era modern ini, diantaranya adalah adanya rasa takut pada diri seseorang terhadap pengobatan modern, karena pengobatan modern dianggap mempunyai resiko kematian yang cukup tinggi dan terdapat kepercayaan masyarakat terhadap setiap penyakit yang sulit disembuhkan dengan obat Belian Sasak. Selain alasan tersebut, keberadaan Belian Sasak juga disebabkan oleh faktor-faktor demografi seperti pekerjaan atau penghasilan, jarak tempat tinggal, pendidikan dan kepercayaan
Dampak Pandemi Covid-19 dalam Keharmonisan Keluarga
Nine Fauziah;
Stevany Afrizal
SOSIETAS Vol 11, No 1 (2021): Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.173 KB)
|
DOI: 10.17509/sosietas.v11i1.36092
Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya wabah virus covid-19 akan berdampak pada sistem kehidupan di dalamnya, seperti pendapatan finansial yang menurun karena beberapa hal yang melatarbelakanginya, meningkatnya tingkat perceraian serta tidak berfungsinya peran dan fungsi keluarga dengan baik. Sehingga hal ini akan mempengaruhi keharmonisan keluarga, keharmonisan keluarga bisa dikatakan apabila seluruh anggota keluarga yang ada di dalamnya merasa nyaman, tenang, bahagia dan merasa saling melindungi satu sama lain. Dengan demikian hal ini penting untuk dipertahankan di tengah pandemi covid-19, sehingga tidak mengakibatkan keretakan dalam sebuah keluarga hingga mungkin menyebabkan suatu hal yang sama sekali tidak diinginkan sebelumnya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan memaparkan hasil penelitian yang sesuai dengan fakta di lapangan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.
ANALISIS KONFLIK ANTARA MASYARAKAT DENGAN PERHUTANI AKIBAT PENGAMBILAN LAHAN KEHUTANAN
Julia, Fani;
Maftuh, Bunyamin;
Malihah, Elly
SOSIETAS Vol 5, No 2 (2015): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.839 KB)
|
DOI: 10.17509/sosietas.v5i2.1523
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konflik antara masyarakat yang menempati lahan hutan lindung dengan Perhutani di Kampung Sukawana Desa Karyawangi Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Temuan penelitian adalah, faktor utama masyarakat RW 13 Kampung Sukawana menempati lahan hutan lindung karena keterbatasan ekonomi dan adanya pembiaran dari pihak-pihak tertentu, adanya konflik ini disebabkan oleh alih fungsi lahan dari lahan hutan lindung menjadi lahan pemukiman, warga masyarakat semakin bertambah banyak, terdapat rumah semi permanen bahkan permanen, dan terdapat pula warung serta kandang hewan ternak.Kata Kunci : Konflik, Masyarakat, Perhutani, Pengambilan lahan
NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT RANTAU ETNIS MINANGKABAU SEBAGAI PEDAGANG DI PASAR AL-WATHONIYAH, CAKUNG, JAKARTA TIMUR
Ramadhan, Rizki;
Maftuh, Bunyamin
SOSIETAS Vol 6, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.67 KB)
|
DOI: 10.17509/sosietas.v6i1.2873
Budaya merupakan sebuah hal terpenting yang ada pada struktur masyarakat. budaya berkontribusi dalam bagaimana manusia hidup, bagaimana mereka berperilaku, serta di samping itu juga berpengaruh terhadap bagaimana mereka memandang diri mereka sendiri. Penelitian ini dibuat untuk menemukan jawaban mengapa banyak sekali masyarakat Minangkabau yang merantau dan berdagang. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui nilai-nilai sosial budaya etnis Minangkabau yang menunjang kegiatan berdagang dan menerapkannya di kehidupan. Berdagang dan merantau menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh para leluhurnya dahulu dan hal itu menghasilkan sebuah nilai-nilai yang dipakai oleh masyarakat Minangkabau sebagai pedoman bagi mereka. alasan yang membuat mereka melakukan kegiatan berdagang ada yang bersifat alasan umum, dan ada juga alasan yang didasari atas aspek-aspek budaya mereka. namun dalam hal ini, merantau memiliki potensi memudarkan nilai-nilai sosial budaya yang ada pada masyarakat Minangkabau. namun hal tersebut nampaknya dapat teratasi oleh sifat inklusifitas masyarakat Minangkabau di tanah rantau. Kata kunci : Minangkabau, merantau, berdagang, nilai, sosial, budaya,  masyarakat
ANALISIS KELAYAKAN ISI MATERI DARI KOMPONEN MATERI PENDUKUNG PEMBELAJARAN DALAM BUKU TEKS MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI SMA NEGERI DI KOTA BANDUNG
Kinanti, Lutfia Putri;
Sudirman, Sudirman
SOSIETAS Vol 7, No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.054 KB)
|
DOI: 10.17509/sosietas.v7i1.10347
Kelayakan isi materi merupakan satu di antara empat kriteria penilaian kelayakan buku teks yang harus diperhatikan dan disesuaikan dengan peraturan yang telah ditetapakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Buku teks menjadi sumber utama dalam proses belajar mengajar dan dijadikan acuan untuk mencari informasi dan penunjang kegiatan pembelajaran oleh guru maupun peserta didik. Permasalahan yang dirasakan terdapat pembahasan dalam materi yang kurang mendalam dan konten yang kurang memadai dalam buku teks tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih spesifik tingkat kelayakan buku teks yang akan dinilai yaitu untuk mengetahui tingkat kelayakan buku teks ditinjau dari kesesuaian uraian materi dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)Â Â pada buku teks sosiologi, tingkat keakuratan materi, dan materi pendukung pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis konten, di mana peneliti melakukan analisis terhadap buku yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian dengan Komptensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) cukup layak karena kurang ditekankan aspek KI 1 dan KI 2. Keakuratan materi layak, hal ini menunjukkan secara keseluruhan materi yang tersaji sudah akurat hanya saja tidak setiap pembahasan dapat menampilkan teori. Materi pendukung pembelajaran berada pada status layak akan tetapi terdapat catatan karena kurang menekankan pada aspek teknologi, contoh dan gambar kurang memadai, tampilan yang kurang full colour dan terdapat beberapa soal yang kurang sinkron.
PERSEPSI SISWA TENTANG PENDIDIKAN PERDAMAIAN DALAM MEMBANGUN INTERAKSI SOSIAL YANG POSITIF
Akbar, Muhamad Saepul;
Rukman, Zeed Hamdy;
Sabila, Amalika;
Anggraeni, Leni
SOSIETAS Vol 8, No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (132.327 KB)
|
DOI: 10.17509/sosietas.v8i1.12495
Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk pola perilaku anak-anak. Dengan pendidikan yang baik anak-anak diharapkan mampu memahami nilai-nilai yang berlaku hingga dapat menciptakan budaya damai. Pengembangan pendidikan perdamaian penting dilaksanakan sebagai salah satu upaya menerapkan budaya damai yang dilaksanakan di lingkungan sekolah khususnya di SMP Negeri 49 Bandung. Budaya damai harus dibiasakan sejak dini kepada anak-anak untuk menumbuhkan sikap toleransi kepada sesama makhluk hidup. Nilai toleransi inilah yang nantinya akan menjadi bentuk interaksi sosial yang baik dan positif. Interaksi sosial menjadi tolak ukur untuk mengetahui nilai sikap dan perilaku yang di miliki oleh seorang anak. Interaksi sosial ini juga didasari oleh kondisi lingkungan tempat seorang anak tumbuh. Untuk menciptakan interaksi sosial yang positif maka perlu dibentuk kondisi lingkungan yang mendukung. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan pendidikan perdamaian yang dilakukan di lingkungan sekolah bersama teman sebaya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan fenomonologi.
SIKAP ASOSIAL PADA REMAJA ERA MILLENIAL
Zhafira, Talitha
SOSIETAS Vol 8, No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.81 KB)
|
DOI: 10.17509/sosietas.v8i2.14591
Masa remaja merupakan masa peralihan, dimana seorang remaja tumbuh menuju kematangan. Kematangan yang dimaksud merupakan kemantangan dari segi emosi, cara berpikir dan bertingkah laku bagi remaja tersebut memasuki lingkungan masyarakat yang sesungguhnya. Namun, globalisasi telah banyak mempengaruhi remaja yang pada dasarnya dituntut untuk menjalankan tugas-tugas remaja yang harus dijalani. Remaja saat ini merupakan generasi millennial yang sudah dikelilingi dengan kemjauan- kemajuan teknologi sejak kecil. Banyak dari remaja sekarang yang mempunyai sikap asosial, dimana mereka kurang termotivasi untuk terlibat interaksi dengan individu atau kelompok individu lain. Selain itu kurang memiliki kepekaan sosial, tidak sedikit dari mereka yang bertingkah laku sesuai dengan kehendaknya dengan mementingkan diri sendiri dan terkadang hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat sikap asosial pada remaja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja siswa/i SMA Negeri 20 Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat asosial pada remaja di SMA Negeri 20 Bandung adalah sebesar 69,1% dengan kategori rendah.