cover
Contact Name
Hidayatus Sibyan
Contact Email
hsibyan@unsiq.ac.id
Phone
+622863326102
Journal Mail Official
jiars@fastikom-unsiq.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia, 56351
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arsitektur
ISSN : 18299431     EISSN : 27460584     DOI : https://doi.org/10.32699/jiars
Core Subject : Engineering,
Jurnal mengundang penulis dari berbagai disiplin ilmu yang melakukan penelitian tentang arsitektur dari berbagai bidang ilmu. Jurnal Ilmiah Arsitektur merupakan jurnal open access. Focus jurnal meliputi tema building science, sejarah bangunan, urban design, permukiman, tata ruang dalam dan semua tema yang relevan dengan arsitektur.
Articles 162 Documents
PRODUKSI RUANG PUBLIK INFORMAL PADA INFRASTRUKTUR PESISIR PANTAI NUNHILA DI KOTA KUPANG Jeni Messakh
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 16 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v16i1.11486

Abstract

Infrastruktur pesisir umumnya dirancang untuk fungsi proteksi terhadap ancaman lingkungan, namun dalam praktiknya sering mengalami transformasi fungsi melalui aktivitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses produksi ruang publik informal pada tembok penahan gelombang di Pantai Nunhila, Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan analisis aktivitas spasial masyarakat. Analisis didasarkan pada konsep produksi ruang Henri Lefebvre yang memandang ruang sebagai konstruksi sosial yang terbentuk melalui praktik kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang publik informal terbentuk melalui interaksi antara karakter fisik infrastruktur pesisir, pola penggunaan waktu, dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat. Aktivitas berkumpul, rekreasi, dan perdagangan informal yang berlangsung secara rutin telah mengubah fungsi tembok penahan gelombang dari ruang teknis menjadi ruang sosial yang dimaknai dan digunakan secara kolektif. Proses tersebut menunjukkan terjadinya apropriasi ruang, di mana masyarakat membentuk fungsi dan makna baru yang melampaui tujuan awal pembangunan infrastruktur. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan mekanisme produksi ruang publik informal pada infrastruktur proteksi pesisir melalui hubungan antara praktik spasial, temporalitas aktivitas, dan proses apropriasi ruang dalam konteks kota pesisir Indonesia.
A DECISION-MAKING FRAMEWORK FOR PRIORITIZING GREEN RETROFIT STRATEGIES IN CLINIC BUILDINGS USING AHP Akhmad F. K. Khitam; Mochammad Qomaruddin; Ndaru Ahmad Rizqi; Lindawati; Zakhy Muhammad Luthfi; Mohammad Debby Rizani; Annisa' Carina; Supaphorn Akkapin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 16 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v16i1.11558

Abstract

Clinic buildings face challenges in improving environmental performance while maintaining operational efficiency and occupant comfort. This study aims to develop an Analytical Hierarchy Process (AHP)-based decision-making framework to prioritize green retrofit criteria for clinic buildings. The research was conducted by identifying relevant criteria and sub-criteria through a literature review and obtaining pairwise comparison judgments from 18 experts. The results indicate that the Economic criterion has the highest priority with a weight of 66.05%, followed by Health & User Comfort (18.96%), Technical (9.26%), and Environmental (5.74%) criteria. These findings suggest that financial feasibility is the primary consideration in green retrofit decision-making, although indoor environmental quality and occupant well-being remain important factors in healthcare facilities. The consistency test produced a Consistency Ratio (CR) of 0.0744, indicating acceptable judgment consistency. Furthermore, sensitivity analysis confirmed that the priority structure remained stable under various weight variation scenarios. Therefore, the proposed AHP framework can serve as a practical decision-support tool for prioritizing green retrofit initiatives in clinic buildings.