cover
Contact Name
Hidayatus Sibyan
Contact Email
hsibyan@unsiq.ac.id
Phone
+622863326102
Journal Mail Official
jiars@fastikom-unsiq.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia, 56351
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arsitektur
ISSN : 18299431     EISSN : 27460584     DOI : https://doi.org/10.32699/jiars
Core Subject : Engineering,
Jurnal mengundang penulis dari berbagai disiplin ilmu yang melakukan penelitian tentang arsitektur dari berbagai bidang ilmu. Jurnal Ilmiah Arsitektur merupakan jurnal open access. Focus jurnal meliputi tema building science, sejarah bangunan, urban design, permukiman, tata ruang dalam dan semua tema yang relevan dengan arsitektur.
Articles 154 Documents
ANALISIS ESTETIKA ARSITEKTUR PADA FASAD BAGUNAN PENDIDIKAN (STUDI KASUS: LABORATORIUM TEKNIK 2 ITERA) Mantondang, Adelia Enjelina; Fajarwati, Galuh; Arya, Fadhil; Habieb, Muhamad
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.7122

Abstract

Fasad merupakan sebuah bagian terdepan utama eksterior dari sebuah bangunan yang menjadi identitas dari bangunan itu sendiri. Laboratorium Teknik 2 ITERA merupakan sebuah bangunan pendidikan yang menggunakan kaidah arsitektur vitruvius pada bagian fasadnya, sehingga tercipta elemen pembentuk fasad yang menghadirkan estetika dalam bentuknya. Fasad bangunan memiliki bentuk dengan karakteristiknya sendiri sebagai sebuah bangunan dengan elemen-elemen dan ornamen yang ada. Bentuk dan penggunaan ornamen memiliki fungsional yang merespon dengan lokalitas lingkungan bangunan ini berdiri. Bangunan pendidikan LABTEK 2 ITERA mengusung konsep industrial dimana struktur dibiarkan terlihat, seperti balok, baja, kolom dan dinding beton. Konsep ini membuat fungsi dan estetika menjadi berkolaborasi. Pada penelitian ini LABTEK 2 menggunakan elemen-elemen pembentuk pada fasadnya dan memperhatikan nilai-nilai estetika untuk menonjolkan keunikan pada fasadnya.
KESINAMBUNGAN BENTUK ORNAMEN PADA MASJID LANGGAR DALEM, LANGGAR BUBRAH, DAN MASJID MENARA KUDUS JAWA TENGAH Hermanto, Heri
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.7621

Abstract

Sejak abad 8 sampai dengan 10 M kota Kudus diduga menjadi pusat pengembangan Agama Hindu dan Budha. Kyai Telingsing, Sunan Kudus, dan Sunan Muria merupakan tokoh yang sangat berjasa atas keberhasilan dakwah di Kudus. Metoda dakwah dengan pendekatan kultural, sikap toleran dan menghargai budaya Hindu-Budha menjadi salah satu penyebab keberhasilannya. Di Kudus ditemukan 3 buah masjid kuno yang memperlihatkan kesinambungan bentuk ornamen yang berasal dari Hindu, Budha dan Islam. Ke-tiga masjid kuno itu adalah; Langgar Dalem (1480 M), Langgar Bubrah (1533M), Masjid Menara Kudus (1549 M). Penelitian tentang Masjid Menara Kudus sudah banyak dilakukan, tetapi penelitian tentang kesinambungan bentuk ornamen diantara masjid masjid kuno tersebut belum pernah diteliti secara komprehensif. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah; 1) Menemukan kesinambungan bentuk ornamen arsitektur pada masjid-masjid kuno di Kudus, 2) serta konsep apakah yang mendasari bentuk ornamen pada masjid-masjid kuno di Kudus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan cara observasi, perekaman data, dan menggali dari sumber primer historiografi. Hasil penelitian menemukan bahwa kesinambungan bentuk ornamen arabesque yang bercorak Islam pada masjid Langgar Dalem, Langgar Bubrah, dan Menara Kudus. Adapun konsep yang mendasari bentuk ornamen adalah lafal Allah, Muhammad, dan La ilaha illallah
PERANCANGAN VERTICAL HOUSING BERDASARKAN KEBUTUHAN PENGGUNA KAMPUNG EKS PASAR SORE TULUNGAGUNG Sumarsono, Firda Sonia; Pratowo, Ryski Dwi; Saputri, Diyah Ayu
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.7724

Abstract

Permukiman memainkan peran penting dalam kehidupan sosial, spiritual, dan budaya. Di Kabupaten Tulungagung, keterbatasan lahan menjadi masalah utama dalam penyediaan perumahan. Penelitian ini bertujuan merancang vertical housing melalui wawancara, observasi lapangan, dan pengumpulan data komprehensif. Lokasi terpilih adalah Jl. Pahlawan I Gg. Kamboja, Kedungwaru, Tulungagung, dengan luas lahan 6.112,5 m². Sekitar 60% dari lahan tersebut akan dibangun menjadi lebih dari 40 unit hunian untuk mengatasi backlog perumahan. Analisis tapak meliputi kondisi fisik dan non-fisik serta kepatuhan terhadap standar peraturan. Wawancara dengan 20 sampel hunian menunjukkan rata-rata anggota setiap hunian adalah 3-4 orang, dengan kebutuhan ruang mencakup 2-3 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang keluarga, dapur, dan ruang tamu. Fasilitas tambahan yang diperlukan meliputi mushola yang lebih luas, tempat parkir yang memadai, lapangan, taman, dan pos jaga. Desain vertical housing ini menghadapi tantangan pertumbuhan penduduk yang cepat dan keterbatasan lahan. Desain yang efisien dan nyaman diharapkan meningkatkan kualitas hidup penduduk serta mendukung pembangunan permukiman berkelanjutan di Kabupaten Tulungagung.
PENYEDIAAN AIR BERSIH MELALUI PEMANENAN AIR HUJAN DI PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KAPUAS Nurhidayati, Ely; Gionita, Putri Fara; Herawati, Henny
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.7920

Abstract

Kelurahan Benua Melayu Laut merupakan Kelurahan dengan kepadatan penduduk tertinggi di Kecamatan Pontianak Selatan. Karakteristik jenis tanah pada Kelurahan Ini memiliki perbedaan antara permukiman yang berada di tepian Sungai Kapuas dengan daratan. Kelurahan ini telah menerapkan sistem pemanenan air hujan skala individual untuk memenuhi kebutuhan air bersih selain dari sumber air sungai dan PDAM. Namun, sumber tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Melihat curah hujan Kota Pontianak yang tinggi, pemanenan air hujan komunal direncanakan sebagai alternatif penyediaan air bersih untuk memenuhi kekurangan air bersih saat musim kemarau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis perencanaan berdasarkan data hari kering, data curah hujan, data supply dan demand air hujan, dan data luas atap dengan tipe pemanenan air hujan sistem atap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supply air hujan yang dibutuhkan di Kelurahan Benua Melayu Laut saat musim kemarau selama 154 hari kering sebanyak 83.372,40 m3/tahun dengan luas atap yang diperlukan seluas 33.627 m2. Luas atap yang digunakan hanya sebagian sisi agar masyarakat tetap dapat menampung air hujan skala individual. Sehingga jumlah rumah yang diperlukan untuk menampung supply air hujan yaitu sebanyak 478 unit dengan jumlah toren sebanyak 141 buah berkapasitas 5000 liter dan talang serta pipa berukuran 5 inci.
DAYA TARIK KERATON SURAKARTA SEBAGAI IDENTITAS SUKU JAWA Khoirunisa, Nabila; Azizah, Nurul; Kusuma, Vian Anton; Falaq, Yusuf
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.7937

Abstract

Keraton kasunanan Surakarta menjadi salah satu tempat bersejarah yang berada di wilayah Jawa Tengah menjadikan suatu hal yang penting dalam proses persebaran akulturasi budaya dan persebaran Islam pada masa itu. Pada artikel ini menggambarkan akan adanya dimensi dimana terdapat dimensi estetika dan identitas budaya yang banyak terdapat pada bangunan Keraton Kasunanan Surakarta. Artikel ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan melakukan pendekatan pustaka, observasi atau wawancara, serta menggunakan sumber-sumber data yang ada. Melalui teori simbol serta identitas budaya banyak menghubungkan antara terminologi budaya Jawa dengan konsep kultural Belanda. Pertama pada Keraton Kasunanan Surakarta terdapat sebuah bangunan tinggi seperti menara yang bercat biru putih. Bangunan tinggi tersebut tidak menonjol pada sebuah ukiran, melainkan menonjol pada bentuk berupa jendela-jendela tinggi yang memiliki desain minimalis. Bangunan tinggi seperti menara tersebut memiliki lima lantai dengan ketinggian 36 m dan pada bagian atas bangunan tersebut berbentuk setengah lingkaran atau seperti tudung saji dengan puncak bangunan berwujud satu sosok dengan membawa busur. Kedua, Keraton Kasunanan Surakarta juga memiliki identitas tersendiri yang dapat menjadikan sebuah daya tarik oleh para wisatawan tersendiri. Keraton Surakarta sendiri terbagi menjadi beberapa bagian seperti di Alun-alun sebelah Utara, Alun-alun sebelah Selatan, Kompleks Sasana Sumewa, Kompleks Sri Manganti, Kompleks Kedaton, dan Kompleks Kamagangan.
MODERNISASI PASAR TRADISIONAL SUSUMBOLAN DI KABUPATEN TOLITOLI MELALUI PENDEKATAN DESAIN ARSITEKTUR Ali, Moh. Mudassir; Munir, Syahrul
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8019

Abstract

Kehadiran pasar dalam sebuah daerah sangat penting karena memainkan peran sentral dalam aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Pasar berfungsi sebagai pusat distribusi barang dan jasa, memungkinkan pedagang lokal menjual produk mereka secara langsung kepada konsumen. Ini tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan lokal, tetapi juga mendukung perekonomian daerah dengan mempercepat perputaran uang di komunitas setempat. Tujuan penelitian merancang kembali Pasar Tradisional Susumbolan agar sesuai dengan kebutuhan aktivitas. Perancangan ulang ini dimaksudkan untuk meningkatkan fungsi pasar dengan memperhatikan aspek-aspek modernitas tanpa mengabaikan karakteristik lokal. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan menngunakan data primer dan skunder, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.Analsis data meliputi reduksi, display dan verifikasi data serta di lakukan studi preseden dengan pendekatan Arsitektur Modern pada bangunan pasar Tradisiona. Hasil penelitian, penerapan arsitektur modern dapat mewadahi seluruh aktivitas penggunanya saat ini. Desain modern dapat meningkatkan efisiensi tata letak, sirkulasi, dan kenyamanan baik bagi pedagang maupun pengunjung. Penggunaan low-emissivity membantu mengurangi panas matahari yang masuk ke dalam bangunan, material beton ramah lingkungan serta panel surya yang terintegrasi pada atap diterapkan mendukung efisiensi energi, serta mendukung konsep bangunan hijau. Hasil desain ulang memberikan kesan pasar bersih, modern, dan menarik, meningkatkan daya tarik pengunjung, serta konsep arsitektur yang estetis namun tetap fungsional.
IDENTIFIKASI ELEMEN ARSITEKTUR CINA PADA MASJID DI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS : MASJID AL-IMTIZAJ DAN LAUTZE 2 BANDUNG) Asri, Shirli Putri
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8127

Abstract

Fenomena empiris dari banyaknya orang Tionghoa yang memeluk agama Islam di kota Bandung menyebabkan terdapat pembangunan masjid dengan gaya arsitektur Cina. Studi ini merupakan analisis awal tentang masjid yang menggunakan gaya arsitektur Cina di kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen arsitektur Cina yang digunakan pada masjid. Penelitian ini menerapkan metode Kualitatif-Deskriptif, dimulai dengan proses pencarian studi literatur yang berkaitan dengan teori-teori arsitektur Cina. Selanjutnya, proses penelitian dilanjutkan dengan melakukan observasi dan wawancara secara langsung dengan pengelola masjid untuk mengumpulkan data. Objek penelitian ini adalah Masjid Al-Imtizaj dan Masjid Lautze 2, yang keduanya memiliki gaya arsitektur Cina. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kedua masjid tersebut menggunakan arsitektur Cina yang didominansi pada warna dan penerapan pada ornamen menggunakan bentuk geometri dan kaligrafi.
APPLICATION OF ECLECTIC STYLE IN THE INTERIOR DESIGN OF ZOZO GARDEN CAFE, BANDAR LAMPUNG Satria, Widi Dwi; Ujung, Verarisa Anastasia; Setyorini, Yurim Hatamaiya; Frisky, Hendra; Khairunnisa, Adenita Kamilia; Alamsyah, M Renaldi Ramadhan
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8134

Abstract

The growing popularity of cafes in Bandar Lampung is driven by the interest of young people who enjoy spending time in these venues. The lifestyle in Bandar Lampung has turned cafes into more than just dining spaces; they have become social and co-working environments. Zozo Garden Cafe distinguishes itself through its eclectic interior design, setting it apart from other cafes. This study explores the decor of the cafe, focusing on space-forming, space-supporting, and space-filling elements. The research uses a qualitative descriptive method with an exploratory approach, observing and analyzing the cafe's interior through visual observation. The findings show that Zozo Garden Cafe successfully implements an interior style that balances sociability, ambiance, and intimacy. The dynamic combination of space-forming, supporting, and filling components creates an appealing design for those who appreciate aesthetic interiors. The cafe’s uniqueness is highlighted by varied wall ornaments, textured and patterned floors, vintage windows, mixed-material ceilings, and distinct color schemes in every corner.
ADAPTING THE CULTURAL FORMS IN ARCHITECTURAL DESIGN CONCEPT OF TOURISM CENTRE ON MULES ISLAND, MANGGARAI Fanggidae, Linda Welmintje; Jerobisonif, Aplimon; Dima, Thomas Kurniawan; Dahoklory, Lodwik Obed; Maromon, Rifat Yoktan Y.; Rudiyanto, Roseven
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8193

Abstract

Mules Island, a small island in the Flores archipelago, possesses a diverse array of tourist attractions. Unfortunately, the island, which falls within the settlement area of the Manggarai ethnic group, lacks facilities to support the development of tourism activities. Thus, designing a tourism centre to address these needs is necessary. At the same time, the local community faces challenges related to cultural identity. Mules Island is home to a multi-ethnic population, with no single dominant ethnic group, a condition that raises the risk of cultural assimilation potentially eroding all existing ethnic identities. Preliminary studies indicate that the residents of Mules identify themselves as part of the Manggarai community. Consequently, Manggarai culture is an apt source of inspiration for the architectural design of the proposed tourism center. The design draws inspiration from two Manggarai cultural elements: the traditional Manggarai house known as Mbaru Niang and the distinctive Manggarai rice field pattern referred to as Sawah Lodok. These cultural forms are adapted into the design through a process of form transformation, employing both traditional and borrowing methods. The proposed facilities include a Tourist Information Center, cottages, gazebos, an observation tower, a plaza with food stalls, a plaza with souvenir kiosks, an amphitheater, a prayer room, and public restrooms. All structures incorporate plan and roof forms derived from the transformation of Mbaru Niang, while the site layout reflects the transformed pattern of Sawah Lodok. The architectural design of the tourism center on Mules Island has promoted the identity and the beauty of Manggarai culture while fulfilling its functional role in supporting tourism development activities.
PREFERENSI MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN TEMPAT TINGGAL DI KAWASAN REL KERETA API KECAMATAN LABUHAN RATU Ningsih, Panti Wahyu; Hidayat, Rahmad
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8274

Abstract

Lahan terbangun yang terjadi pada kawasan Kecamatan Labuhan Ratu dipengaruhi oleh pola pergerakan ketiga aktivitas yakni perdagangan dan jasa, permukiman dan pendidikan. Masyarakat pendatang cenderung akan memilih tempat tinggal dengan mendekati keberadaan fasilitas tersebut. Intensitas kepadatan permukiman/rumah tinggal yang ada di kawasan Labuhan Ratu saat ini sudah sangat padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang paling dominan masyarakat dalam mendirikan tempat tinggal pada kawasan rel kereta api di Kecamatan Labuhan Ratu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Tahap yang dilakukan adalah dengan observasi ke lapangan, wawancara dan penyebaran kuesioner dengan para expert maupun masyarakat yang tinggal di kawasan penelitian. Selanjutnya, melakukan analisis dari kuesioner yang telah dibagikan dengan melakukan model pengambilan keputusan yakni Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian membuktikan faktor yang paling dominan masyarakat dalam mendirikan tempat tinggal dengan urutan pertama adalah Pendapatan sebesar 16,2%, peringkat kedua Pekerjaan sebesar 15,9% dan peringkat ketiga adalah aksesibiltas 15,8%.