cover
Contact Name
Hidayatus Sibyan
Contact Email
hsibyan@unsiq.ac.id
Phone
+622863326102
Journal Mail Official
jiars@fastikom-unsiq.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia, 56351
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arsitektur
ISSN : 18299431     EISSN : 27460584     DOI : https://doi.org/10.32699/jiars
Core Subject : Engineering,
Jurnal mengundang penulis dari berbagai disiplin ilmu yang melakukan penelitian tentang arsitektur dari berbagai bidang ilmu. Jurnal Ilmiah Arsitektur merupakan jurnal open access. Focus jurnal meliputi tema building science, sejarah bangunan, urban design, permukiman, tata ruang dalam dan semua tema yang relevan dengan arsitektur.
Articles 154 Documents
ANALISIS STRUKTUR PAIRED STONES DAN VEGETASI DALAM PENGENDALIAN EROSI DI BENDUNGAN JLANTAH Prandono, Tri; Hendarti, Lely; Faqih, Nasyiin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i2.10536

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai respons tingginya laju erosi tanah di daerah rawan longsor sekitar Bendungan Jlantah, Karanganyar, yang dipicu interaksi faktor lingkungan dan aktivitas antropogenik, berimplikasi pada kerusakan ekosistem dan penurunan produktivitas lahan. Tujuan utama riset ini adalah mengembangkan teknik bioteknologi cerdas paired stones mengintegrasikan struktur batu berpasangan dengan vegetasi untuk mencapai pengendalian erosi yang efektif dan berkelanjutan serta meningkatkan stabilitas tanah. Metode yang digunakan meliputi analisis korelasi Pearson untuk mengidentifikasi hubungan antara kerapatan vegetasi, kemiringan lereng dan laju erosi, serta pengembangan model matematis laju erosi. Pelaksanaan eksperimen selama empat bulan dilakukan pada lereng kritis kemiringan 30°- 45°, melibatkan pemasangan paired stones batu vulkanik dan penanaman Vetiver. Meskipun karakteristik tanah menunjukkan kerentanan erosi tinggi (tekstur liat berpasir, pH masam-sedang dan bahan organik rendah), tanaman Vetiver menunjukkan adaptasi sangat baik dengan persentase hidup di atas 90%. Hasil komparasi menunjukkan efektivitas tertinggi pada kombinasi (paired stones + Vetiver), mencapai penurunan laju erosi sebesar 74,2% dengan kehilangan tanah hanya 18,7 ton/ha/tahun. Perlakuan ini melampaui efektivitas paired stones saja 55,1% dan Vetiver saja 45%, dibandingkan area kontrol 72,4 ton/ha/tahun. Secara keseluruhan, teknik paired stones dinilai adaptif, ramah lingkungan, ekonomis dan berkelanjutan, sehingga layak direplikasi sebagai solusi pengelolaan sumber daya alam.
INOVASI DESAIN ARSITEKTURAL DAN TEKNOLOGI CERDAS DALAM MITIGASI KEBISINGAN HUNIAN DI SEKITAR BANDARA ELTARI KUPANG Ndoen, Rhodys; Messakh, Jeni
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i2.10564

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi desain arsitektural, material peredam cerdas, dan pendekatan sosial partisipatif untuk mitigasi kebisingan pada hunian di sekitar Bandara El Tari Kupang. Tingkat kebisingan eksternal yang tercatat 73,1–94,6 dB(A) signifikan melampaui baku mutu kawasan permukiman 55 dB(A), mengindikasikan bahwa selubung bangunan eksisting belum mampu memberikan perlindungan akustik yang memadai dan memerlukan strategi mitigasi yang terencana dan terintegrasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif–komparatif dipadukan dengan metode eksperimental semu dan partisipatif melalui karakterisasi elemen arsitektural eksisting, pengembangan tiga skenario prototipe hunian responsif (modifikasi fasad geometrik, material peredam cerdas, dan vegetasi berlapis), serta evaluasi akustik menggunakan analisis Transmission Loss (TL) dan noise mapping. Pendekatan sosial diintegrasikan melalui kuesioner dan workshop untuk menggali persepsi gangguan, literasi akustik, dan kesiapan masyarakat mengadopsi desain adaptif sebagai bagian dari pemberdayaan. Hasil simulasi menunjukkan skenario material peredam cerdas memberikan reduksi tertinggi (15–18 dB(A)), sedangkan kombinasi ketiga skenario menghasilkan efek peredaman berlapis yang menurunkan kebisingan ruang dalam mendekati batas kenyamanan hunian. Penelitian menghasilkan prototipe hunian adaptif, paket intervensi bertahap sesuai kemampuan warga, dan model edukasi berbasis komunitas yang menawarkan rekomendasi desain berbasis bukti bagi arsitek, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pengembangan hunian berkelanjutan di kawasan bising bandara.
ARSITEKTUR ORGANIK UNTUK REVITALISASI PASAR TRADISIONAL BERBASIS SOSIO–EKOLOGI DI KABUPATEN TOLITOLI Ali, Moh. Mudassir
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i2.10628

Abstract

Pasar tradisional memiliki fungsi vital sebagai pusat aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, termasuk di Kabupaten Tolitoli yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada sektor perikanan, pertanian, dan perdagangan rakyat. Namun, kondisi fisik pasar tradisional di Tolitoli masih menghadapi sejumlah permasalahan, seperti penataan ruang yang tidak terorganisir, sirkulasi yang semrawut, sanitasi kurang memadai, serta minimnya identitas ruang yang merepresentasikan karakter sosio–ekologi pesisir. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep revitalisasi pasar tradisional berbasis sosio–ekologi melalui pendekatan arsitektur organik yang menekankan keselarasan antara aktivitas pengguna, lingkungan, dan bentuk arsitektur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, studi literatur, dan analisis ruang terhadap aktivitas pedagang, konsumen, tipe komoditas, serta konteks ekologis pesisir. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip arsitektur organik seperti integrasi dengan alam, material lokal, fleksibilitas ruang, dan harmonisasi bentuk-fungsi dapat mengarahkan desain revitalisasi yang adaptif terhadap pola aktivitas sosial dan kondisi ekologis pesisir Tolitoli. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi konsep perancangan pasar tradisional yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mencerminkan identitas sosio–ekologi kawasan pesisir.
KONSEP ISLAM ARSITEKTUR PINTU PENDEK DI MASJID WALI HADIWARNA KUDUS DAN MASJID AGUNG CIPTARASA CIREBON Hermanto, Heri
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i2.10714

Abstract

Masjid Wali Hadiwarna  yang dibangun tahun 458 M merupakan salah satu peninggalan masjid Jawa kuno yang ada di Kota Kudus. Selain umurnya lebih tua dari Masjid Menara Kudus (459 M), di dalam masjid terdapat gapura yang bentuknya menyerupai candi bentar atau gapura Padureksan  pada arsitektur Hindu. Komponen arsitektur lainnya yang menarik adalah ukuran pintu masuk yang pendek dan kecil pada gapura Padureksan, sehingga hanya cukup untuk satu orang yang masuk dan harus menunduk. Konsep pintu pendek masjid ternyata tidak hanya ditemukan di Kudus tetapi ditemukan juga di beberapa masjid di Cirebon antara lain masjid Agung Sang Ciptarasa. Yang menjadi pertanyaan adalah, konsep apakah yang mendasari terbentuknya arsitektur pintu pendek pada Masjid Wali Hadiwarna dan Masjid Agung Sang Ciptarasa mengingat konsep tersebut tidak terdapat pada Arsitektur candi Hindu ataupun Budha. Maka tujuan dari penelitian ini adalah; 1) Mengidentifikasi penggunaan konsep arsitektur pintu pendek pada arsitektur Islam khusunya masjid Jawa, 2) Menemukan konsep yang dipakai pada arsitektur pintu pendek masjid Wali Hadiwarna kudus dan Masjid Agung Sang Ciptarasa Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan cara  observasi, perekaman data, dan menggali dari sumber primer historiografi. Hasil penelitian menemukan bahwa konsep Arsitektur pintu pendek masjid berasal dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 58. Penemuan tersebut sangat penting dan mengindikasikan bahwa para wali penyebar agama Islam di Jawa di dalam membangun arsitekturnya memang mengakomodasi nilai-nilai lokal tetapi juga memegang teguh prinsip prinsip Islam yang bersumber dari Al Qur’an.