Articles
145 Documents
PEMANFAATAN INTERNET OF THINGS (IOT) PADA DESAIN RUMAH TINGGAL
Muafani Muafani
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 10 No 2 (2020): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v10i2.1620
Dalam satu dekade ini, komputer dan manusia hampir sepenuhnya tergantung pada internet untuk segala informasi. Koneksi internet adalah hal yang luar biasa, bias memberi kita segala macam manfaat yang sebelumnya mungkin sulit untuk didapat. Seiring dengan perkembangan teknologi, perangkat-perangkat elektronik dalam rumah dapat dikembangkan menjadi perangkat yang “cerdas” sehingga dapat dikendalikan kapanpun dan dari manapun oleh pemilik rumah. Konsep yang cukup sederhana dalam arti menghubungkan semua objek fisik di kehidupan sehari-hari ke internet ini dapat dipahami sebagai Internet of Things (IoT). Perangkat IoT pada dasarnya meliputi laptop, smartphone, smart gadget, smartwatch, dan banyak lagi. Hal inilah yang mulai dapat kita jumpai pada saat-saat sekarang ini dengan kemajuan teknologi informasi dan jaringan internet yang semakin luas, sehingga akan menjadi lebih menarik lagi untuk dijadikan sebagai bahan kajian Penelitian Studi observasi yang memadukan data lapangan dengan data pustaka dan dilengkapi dengan wawancara langsung untuk memperoleh hasil yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi objek penelitian terkait dengan pemanfaatan Internet of Things (IoT) pada Desain Rumah Tinggal. Data yang ada dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi ke lapangan untuk menggali atau mendalami konsep yang ada pada obyek penelitian sebagai data utama dalam penelitian dan dilengkapi dengan kajian data pustaka yang terkait dengan pemanfaatan Internet of Thing (IoT) dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam rumah tinggal.
WILAYAH DAN LOKASI PERMUKIMAN KUMUH KOTA
Ardiyan Adhi Wibowo
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 7 No 2 (2010): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v7i2.1627
Indonesia sebagai salah satu negara yang sedang berkembang, memiliki masalah perkotaan yang sangat kompleks. Sebagai salah satu ciri negara berkembang adalah sangat pesatnya perkembangan penduduk perkotaan terutama kota-kota besar dari negara tersebut, sebagai akibat dari tingginya angka pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Sementara pemerintah kota belum siap dengan antisipasi suprastruktur (peraturan ruang kota yang pasti) dan kelengkapan infrastruktur ruang kota (fasilitas jalan, air bersih, riol, fasilitas sosial, dan fasilitas umum) untuk wilayah tersebut. Sehingga masih banyak kelompok sosial dengan permukiman kumuh pada sejumlah derah perkotaan. Ada beberapa faktor sosial-budaya penyebab tetap terjadinya kesemrawutan arsitektur dan buruknya kualitas bangunan rumah serta lingkungan pada permukiman terpinggirkan, salah satunya karena tidak adanya kepedulian masyarakat sekitar terhadap kondisi rumah atau lahan yang mereka tempati sebagai akibat dari tidak adanya rasa memiliki, karena kebanyakan rumah yang ditempati adalah rumah kontrakan milik penduduk asli setempat. Oleh karena itu sanagt penting adanya penataan wilayah dan lokasi permukiman kumuh kota.
KEINDAHAN DALAM ARSITEKTUR
Adi Prananto
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 7 No 2 (2010): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v7i2.1628
Arsitektur mempunyai unsur keindahan. Teori-teori arsitektur selalu berbicara keindahan yang bisa terwujud. Keindahan dibagi dua yaitu keindahan bentuk dan ekspresi. Keindahan bentuk berdasarkan pada proporsi, keterpaduan, keseimbangan, skala, irama. Keindahan ekspresi terdiri dari karakter, warna dan Gaya. Keindahan tidak bisa lepas dari struktur, namun dalam arsitektur mempunyai prinsip bahwa struktur mengikuti keindahan.
TATA RUANG DAN MINAT BACA PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN UMUM DAERAH WONOSOBO
Hermawan Hermawan;
Novan Hidayat;
Wella Setyoreni;
Jalaludin Jalaludin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 7 No 2 (2010): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v7i2.1629
Arsitektur merupakan disiplin ilmu yang bisa mempengaruhi keberhasilan kegiatan masyarakat. Perpustakaan Daerah Wonosobo sebagai tempat untuk membaca buku belum terlihat banyak pengunjung. Salah satu elemen arsitektur adalah tata ruang suatu bangunan. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi tata ruang perpustakaan daerah Wonosobo yang dikaitkan dengan minat baca pengunjung. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan observasi secara langsung di perpustakaan daerah Wonosobo. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tata ruang kurang optimal sehingga minat baca pengunjung perpustakaan daerah Wonosobo belum maksimal. Perlu adanya penataan ulang atau perluasan ruang
ANALISIS RISIKO DALAM KELAYAKAN PROYEK
Anita Nofiana
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 7 No 2 (2010): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v7i2.1630
Risiko adalah hal yang tidak akan pernah dapat dihindari pada suatu kegiatan / aktivitas yang idlakukan manusia, termasuk aktivitas proyek pembangunan dan proyek konstyruksi. Karena dalam setiap kegiatan, seperti kegiatan konstruksi, pasti ada berbagai ketidakpastian (uncertainty). Faktor ketidakpastian inilah yang akhirnya menyebabkan timbulnya risiko pada suatu kegiatan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERUMAHAN RAKYAT DALAM PENATAAN RUANG
Ghozali Ghozali
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 7 No 2 (2010): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v7i2.1631
Keterkaitan antara penataan ruang dengan pengembangan perumahan dan permukiman sangat erat karena penataan ruang merupakan dasar dari penentuan kebijakan dalam pembangunan perumahan. Apalagi dengan adanya era globalisasi yang semakin membuat perumahan semakin dibutuhkan menyebabkan semakin besarnya tantangan dalam penataan ruang. Penguatan peran masyarakat, serta prinsip-prinsip kebijakan penataan ruang sebagai acuan pelaksanaan pembangunan sektoral khususnya yang terkait dengan bidang perumahan dan permukiman diperlukan agar terbentuk tata ruang yang ideal
TIPOLOGI DAN PELESTARIAN RUMAH JENGKI PEKAJANGAN PEKALONGAN (HERITAGE IN ARCHITECTURE HISTORIAL BUILDING CONSERVATION)
Ardiyan Adhi Wibowo
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 1 (2011): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v8i1.1632
Arsitektur Jengki merupakan karya arsitektur orisinil oleh arsitek Indonesia. Karya arsitektur ini melanda Indonesia sekitar tahun 1950 -1960an. Penampilannya yang unik menjadikannya berbeda dengan arsitektur kolonial Belanda sebelumnya. Kehadirannya merupakan jawaban langsung terhadap tantangan yang dihadirkan dan diwarnai dengan semangat zaman di masa lampau. Ciri dominan arsitektur jengki adalah penggunaan atap pelana dan pemanfaatan beton pada berbagai elemen struktur. Bangunan seperti overhange dan kolom dengan variasi bentuk yang dinamis. Fasad bangunan hampir selalu tampil dengan tekstur kasar dan variatif dengan komposisi tidak simetris. Pekalongan merupakan daerah yang berpotensi pada kesenian batik, pada era tahun 1950-1960an banyak para pedagang batik yang gemar dan memiliki rumah dengan gaya arsitektur jengki, khususnya di daerah Pekajangan. Pekajangan merupakan salah satu daerah yang kaya akan rumah berarsitektur jengki, namun bentuk arsitetur rumah di kawasan daerah ini cenderung tidak berbentuk atap tumpang pelana, melainkan hanya satu atap pelana dan beton. Perubahan gaya bentuk atap ini banyak dipengaruhi oleh kepemilikan rumah yang akhirnya berdampak membudaya pada masyarakat untuk menirunya. Kehadiran atap pelana yang berbeda dengan rumah tinggal pada umumnya, yaitu memiliki perbedaan tinggi atap. Biasanya kemiringan atap yang terbentuk tidak kurang dari 35 derajat. Penggunaan atap pelana tersebut menghasilkan sebuah tembok depan yang cukup lebar sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tampak depan bangunan. Tembok depan yang dikenal dengan gewel ini yang kemudian menjadi sarana kreativitas arsitek. Pengolahan tampak depan bangunan juga diperkuat dengan kehadiran dinding yang berkesan miring dansebuah portico, yaitu bangunan beratap di depan pintu masuk. Ciri lain yang kerap dijumpai pada arsitektur jengki adalah digunakannya karawang atau rooster. Sebenarnya fungsi utama dari karawang adalah sebagai anginan. Lancarnya sirkulasi di dalam setiap ruang pada rumah tinggal merupakan fungsi yang utama. Namun, pada arsitektur jengki fungsi ini berlanjut dengan hadirnya kreativitas. Penggunaan karawang tidak lagi dipahami sebagai sebuah fungsi, tetapi juga merupakan bagian dari wahana untuk menghadirkan estetika baru.
ANALISA KONDISI FISIK KAMPUNG DAN ARAH PENGEMBANGAN KOTA (STUDI KASUS KAMPUNG BETENGSARI KABUPATEN WONOSOBO)
Hermawan Hermawan;
Mad Arifin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 1 (2011): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v8i1.1633
Kondisi fisik kampung sebagai bagian dari Perkotaan akan membentuk arah bagi pengembangan sebuah kota ke pinggiran kota. Arah pengembangan suatu kota perlu ditelaah agar keberadaan kampung bisa menjadi pemicu berkembangnya suatu kota. Penelitian ini mengidentifikasi kondisi fisik kampong dan menganalisis kondisi kampung ke arah pengembangan kota. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis menggunakan deskriptif dengan pembahasan berdasarkan pada teori yang ada. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Kampung Betengsari mampu untuk menjadi arah pengembangan Kota dengan adanya kelengkapan utilitas yang ada.
ANALISIS FASILITAS DAN PERILAKU PENGUNJUNG KAWASAN KOTA WONOSOBO
Achmad Suherman
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 1 (2011): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v8i1.1634
Pejalan kaki membutuhkan sebuah ruang pada jalan yang dibentuk secara fisik agar dapat melakukan aktivitas. Aktivitas ini diharapkan aman dan terlindung dari unsur lain dari jalan itu sendiri, yaitu kendaraan bermotor cukup jelas bahwa jalur pejalan kaki sebagai ruang transisi ini bukanlah sekedar sebuah jalur pejalan kaki ditepi jalan, meski lengkap dengan utilitasnya, yang tidak mendukung langsung aktivitas secara langsung, melainkan sebagai wujud fisik. Atau dengan kata lain jalur pejalan kaki harus memenuhi kriteria fisik sebuah jalur pejalan kaki atau trotoar. Penelitian ini menganalisis kawasan pusat kota Wonosobo dari sisi fasilitas dan perilaku pejalan kaki. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis perilaku person centre mapping dan place centre mapping. Hasil penelitian menunjukkan adanya area-area yang diminati oleh pengunjung dan area yang tidak diminati oleh pengunjung.
REGIONALISME DALAM KAITANNYA DENGAN JATI DIRI ARSITEKTUR DI ERA GLOBALISASI
Adi Prananto
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 1 (2011): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v8i1.1635
Seiring dengan perkembangan jaman dengan semakin majunya pemikiran, membuat manusia menciptakan alat-alat yang dapat membantunya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Saat ini komunikasi antar manusia dapat dilaksanakan dengan begitu mudahnya walau dalam jarak yang jauh sekalipun. Dunia telah memasuki era globalisasi, dimana berita dari daerah tertentu walaupun jaraknya jauh dapat diketahui oleh manusia dibelahan bumi yang lainnya.