Articles
154 Documents
MANAJEMEN RISIKO DALAM KEGIATAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN
Anita Nofiana
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 1 (2011): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v8i1.1636
Setelah risiko–risiko yang mungkin terjadi diidentifikasi dan dianalisa, kontraktor akan mulai memformulasikan strategi penanganan risiko yang tepat. Strategi ini didasarkan kepada sifat dan dampak potensial/ konsekuensi dari risiko itu sendiri. Adapun tujuan dari strategi ini adalah untuk memindahkan dampak potensial risiko sebanyak mungkin dan meningkatkan kontrol terhadap risiko. Ada lima strategi alternatif untuk menangani risiko, yaitu : 1) Menghindari risiko, 2) Mencegah risiko dan mengurangi kerugian, 3) Meretensi risiko, 4) Mentransfer risiko, 5) Asuransi.
KARAKTERISTIK PASAR TRADISIONAL DAN PERMASALAHANNYA (STUDI KASUS PASAR SUKOREJO, JEPARA)
Hermawan Hermawan;
Jalaludin Jalaludin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 2 (2011): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v8i2.1637
Pasar tradisional termasuk salah satu pendukung perekonomian bangsa yang selalu eksis. Masyarakat Indonesia yang masih banyak dari golongan menengah ke bawah masih memerlukan pasar tradisional dalam aktivitas perekonomian. Pasar Sukorejo Jepara termasuk pasar tradisional yang terlihat tidak terawatt. Penelitian ini bertujuan menggali informasi Pasar Sukorejo Jepara baik dari karakteristik maupun permasalahan yang ada di Pasar Sukorejo Jepara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian memperlihatkan kondisi pasar Sukorejo Jepara yang sudah tidak memenuhi syarat dan perlu untuk segera dibenahi.
PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA
Adi Prananto
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 2 (2011): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v8i2.1638
Pedagang kaki lima merupakan pedagang yang “nomaden” karena mereka tidak mempunyai tempat yang tetap dalam berjualan. Pedagang jenis ini seringkali berpindah-pindah tempat dalam menjajakan dagangannya. Pedagang jenis ini termasuk dalam sektor jasa informal dan mempunyai ketangguhan dan keuletan dalam menjajakan dagangannya. Namun pedagang kaki lima ini dalam kenyataannya sering kali terlibat konflik dengan pihak pemerintah daerah setempat. Pedagang jenis ini sering kali dianggap membuat kekumuhan dan kekotoran suatu wilayah kota. Akibatnya tak jarang terjadi ketegangan antar pihak pemerintah dengan pihak pedagang kaki lima.
STUDI PENDAHULUAN SEBAGA AWAL PERENCANAAN INDUSTRI ARSITEKTUR
Arif Hidayat
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 2 (2011): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v8i2.1639
Makin cepatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta semakin ketatnya persaingan diantara produk-produk industri saat ini menuntut kepada para ahli teknik untuk tidak hanya menguasai masalah-masalah keteknikan tetapi juga harus menguasai masalah-masalah ekonomi dan bahkan sosial. Industri Arsitektur termasuk salah satu dari aspek industri secara umum meskipun ada beberapa aspek yang perlu dicermati dalam industri arsitektur.
METODOLOGI PENELITIAN DITINJAU DARI MODEL-MODEL PENELITIAN
M. Khanif
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 2 (2011): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v8i2.1640
Penelitian bisa berhasil apabila dilakukan dengan metode yang tepat. Metode penelitian harus memenuhi persyaratan ilmiah. Salah satu bahasan dalam metode adalah pembahasan model penelitian. Penentuan model penelitian memerlukan pemahaman yang baik terhadap tema penelitian sehingga model yang digunakan juga tepat dan mendapatkan hasil penelitian yang akurat.
IDENTIFIKASI SOSIAL BUDAYA PERMUKIMAN DUSUN MANGGISAN LAMA KABUPATEN WONOSOBO
M. Ngafwan
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 2 (2011): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v8i2.1641
Permukiman merupakan salah satu aspek dalam arsitektur yang mempunyai nilai-nilai sosial budaya tinggi. Salah satu permukiman di Kabupaten Wonosobo adalah Permukiman Dusun Manggisan Lama. Permukiman ini mempunyai nilai historis bagi pengembangan wilayah sekitar. Saat ini berkembang perumahan di sekitar dusun yang membuat dusun Manggisan Lama semakin tenggelam. Penelitian ini bertujuan menggali sosial budaya Permukiman Dusun Manggisan lama agar tidak tenggelam. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan observasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Dusun Manggisan Lama masih eksis dalam mempertahankan sosial budayanya meskipun banyak muncul perumahan modern di sekitar dusun.
ANALISIS AKTIVITAS DAN FAKTOR PENDUKUNG PENGGAL JALAN AHMAD YANI KABUPATEN WONOSOBO
Achmad Suherman
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 9 No 1 (2012): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v9i1.1642
Kawasan merupakan wadah aktivitas masyarakat. Penggal jalan termasuk dalam suatu kawasan pembentuk kota. Salah satu penggal jalan di Kabupaten wonosobo adalah Jalan Ahmad Yani. Jalan tersebut merupakan jalur vital yang melayani Kabupaten Wonosobo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pelayanan apa saja pada jalur tersebut. Metode menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan kompleksitas dari kawasan untuk tata guna lahannya.
ANALISIS PERBANDINGAN PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN WONOSOBO
Hermawan Hermawan;
Jalaludin Jalaludin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 9 No 1 (2012): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v9i1.1643
Setiap Pasar Tradisional mempunyai ciri khas masing-masing. Kabupaten Wonosobo mempunyai beberapa pasar tradisional, namun ada dua pasar tradisional yang terlihat berkembang cukup pesat yaitu Pasar Tradisional Kertek dan Pasar Tradisional Induk Wonosobo. Kedua pasar tersebut mempunyai perbedaan yang cukup mencolok. Penelitian ini akan melihat kelemahan dan kelebihan dari kedua pasar sehingga pada saat pembuatan perencanaan pasar akan bisa menggabungkan kelemahan dan kelebihan tersebut sehigga tercipta perencanaan pasar tradisional yang mendekati ideal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi secara langsung pada kedua pasar. Dokumentasi menjadi cara pengumpulan data untuk melengkapi observasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pasar tradisional induk Wonosobo mempunyai nilai lebih dalam hal penataan fisiknya. Pasar Kertek mempunyai nilai lebih dari aspek non fisiknya.
ARSITEKTUR RAMAH LINGKUNGAN DAN HEMAT ENERGI
Humam Barokah
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 9 No 1 (2012): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v9i1.1644
Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat dampak negative dari teknologi termasuk dari penggunaan mesin pada bangunan. Bangunan menyumbang pemborosan energi yang cukup besar. Pembahasan arsitektur yang ramah lingkungan dan hemat energi diperlukan agar ditemukan bangunan yang tidak boros energi.
OBYEK PENELITIAN DALAM INDUSTRI BANGUNAN
Arif Hidayat
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 9 No 1 (2012): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v9i1.1645
Industri secara umum telah berkembang pesat dengan adanya perkembangan IPTEKS. Salah satu industri adalah industri bangunan. Penelitian pada suatu industri diperlukan agar industri bisa dikembangkan dari hasil penelitian tersebut. Pada penelitian hal yang penting adalah obyek penelitiannya. Penelitian industri bangunan berkaitan dengan obyek dalam industri bangunan. Obyek industry bangunan terlihat nyata sehingga penelitian juga berdasarkan pada obyek nyata tersebut.