cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 480 Documents
1. ISOLASI DAN DETEKSI GEN HOMOGLUTATION SINTETASE BINTIL AKAR LEGUM LIAR DENGAN TEKNIK PCR V.F. Aris Budianto; Sunarpi Sunarpi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.075 KB)

Abstract

ABSTRAK Rendahnya kadar homoglutation akibat tidak aktifnya enzim homoglutation sintetase, menyebabkan terhambatnya fiksasi nitrogen bintil akar tanaman legum pada kondisi defisit air. Artikel ini melaporkan proses isolasi dan subklon gen homoglutation sintetase (hGSHS) pada bintil akar beberapa jenis legum liar dengan menggunakan pendekatan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction). Percobaan diawali dengan isolasi DNA genom bintil akar, yang dilanjutkan dengan deteksi gen hGSHS menggunakan teknik PCR. Fragmen DNA produk PCR sesuai panjang basa gen hGSHS (654 bp), dimurnikan dengan kolom PGX (kit invitrogen), dan disubklon pada vector TOPO. Kebenaran keberadaan gen target pada vector dilakukan analisis koloni PCR, dan sequen gen target menggunakan DNA sequencer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen hGSHS telah berhasil disubklon pada vector TOPO, dengan arah yang sesuai dengan konstruksi yang ditetapkan. ABSTRACT Low homogluthatione content as a result of inactively homogluthation synthetase, inhibits nitrogen fixation by root nodules of legumes grown under water deficit condition. This article reports the isolation and subcloning process of homogluthatione synthetase gene (hGSHS) on root nodules of wild type legumes using PCR technique. The experiment was initiated by the isolation of DNA genom from root nodules of several legumes. Then, hGSHS gene was detected using PCR. Fragment DNA as long as 654 bp (hGSHS gene) was purified using PGX column (Invitrogen kit), and subcloned into TOPO cloning vector. The existance of gene target in the vector, it was confirmed by colony PCR and DNA sequent analysis. The results shown that hGSHS gen was successfully subcloned on TOPO cloning vector whith right direction according to construct has been regulated.
Persepsi Konsumen Terhadap Sayuran Organik dan Pengaruhnya Terhadap Minat Beli di Kota Mataram Ihram Ihram
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.404 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i2.406

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) persepsi dan minat beli konsumen terhadap sayuran organik di Kota Mataram; (2) pengaruh persepsi terhadap minat beli sayuran organik; (3) hambatan-hambatan dalam mengonsumsi sayuran organik; (4) pengaruh factor demografis terhadap persepsi konsumen sayuran organik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dimana penentuan daerah sampel menggunakan pendekatan non-probability sampling dan penarikan sampel menggunakan teknik accidental sampling terhadap 50 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuisioner skala likert lima poin. Penelitian ini menemukan bahwa: (1) baik persepsi maupun minat beli konsumen terhadap sayuran organic sama-sama jatuh pada kategori sedang; (2) atribut persepsi yang berpengaruh signifikan terhadap minat beli adalah atribut harga; (3) hambatan paling besar dalam mengonsumsi sayuran organic adalah ketidaktersediaan sayuran organic kemudian; (4) tidak ada factor demografis yang berpengaruh terhadap persepsi konsumen pad asayuran organik.
KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL BEBERAPA JAGUNG VARIETAS HIBRIDA YANG DITANAM DENGAN POPULASI BERBEDA DI LAHAN KERING I Komang Damar Jaya; Sudirman (2; Jayaputra (3
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.92 KB)

Abstract

Abstrak Salah satu cara untuk meningkatkan hasil tanaman jagung adalah dengan meningkatkan kemampuan intersepsi cahaya matahari, khususnya pada akhir fase vegetatif. Empat varietas jagung hibrida, Bisi 816 (PT. BISI International Tbk.), NK 22 (Syngenta), P21 (Pioneer Hi-Bred International Inc.) dan Pertiwi 2 (PT. Agrimakmur Pertiwi), ditanam pada tiga populasi yang berbeda, 71.428, 83.333, dan 100.000 tanaman/ha di lahan kering Lombok Utara. Percobaandirancang dengan Split-plot tiga ulangan, yang mana populasi tanaman ditempatkan sebagai petak utama dan varietas sebagai anak petak. Tanaman dipupuk dengan Urea 500 kg/ha (150 kg/ha saat tanam, 200 kg/hapada umur 35 HST, dan 150 kg/ha pada umur 56 HST) dan pupuk NPK Phonska (15-15-15) sebanyak 380 kg/ha (sebagian pada saat tanam dan sisanya pada umur 35 HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Pertiwi 2 memiliki tinggi tanaman dan sudut daun terbesar, masing-masing 216 cm dan 33,6o, sementara tinggi tanaman lainnya <210 cm dengan sudut daun <30o. Tidak ada perbedaan dalam hal intersepsi cahaya matahari dari keempat varietas yang diuji, namun intersepsi cahaya meningkat dengan meningkatnya populasi. Intersepsi cahaya pada populasi terendah pada akhir fase vegetatif adalah 76% dan pada populasi tertinggi adalah 91%. Hasil dari varietas NK 22 dan P 21 setara dengan 7 ton/ha dan hasil pada populasi tertinggi setara dengan 7,4 ton/ha dibandingkan dengan hasil pada populasi terendah setara dengan 5,4 ton/ha. Varietas jagunghibrida dengan sudut daun yang sempit dapat ditingkatkan populasi tanamnya untuk meningkatkan intersepsi cahaya matahari guna meningkatkan hasil di lahan kering. Abstract One of the ways to improve yield of maize is by improving its ability in intercepting sunlight, especially at the end of vegetative state. Four maize hybrid varieties, Bisi 816 (PT. BISI International Tbk.), NK 22 (Syngenta), P21 (Pioneer Hi-Bred International Inc.) and Pertiwi 2 (PT. Agrimakmur Pertiwi), were grown at three different populations, 71,428, 83,333, and 100,000 plants/ha on a dryland of North Lombok. Treatments were arranged in a Split-plot Design with three replications, where population density was assigned as main plot and variety as sub-plot. Plants were fertilized with 500 kg/ha Urea (150 kg/ha at planting, 200 kg/ha at 35 DAP, and 150 kg/ha at 56 DAP) and NPK (15-15-15) Phonska of 380 kg/ha (half at planting and the rest at 35 DAP). At the end of the vegetative stage, Pertiwi 2 was measured as the tallest and had the widest leaf angle, 216 cm and 33.6o, respectively while others varieties had <210 cm in height and <30o in leaf angle. No difference in light interception among the four varieties but light interception increased with the increase of population density. Light interception at the lowest and highest population density was 76% and 91%, respectively. Yields of NK 22 and P 21 were equal to 7.0 ton/ha, and the yield at the highest and the lowest population density was equal to 7.4 and 5.4 ton/ha, respectively. Population density of maize hybrid varieties with narrow leaf angle grown on a dryland can be improved in order to increase their ability to intercept sunlight that lead to a higher yield.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PEMASARAN KOPI ORGANIK: STUDI KASUS PADA KELOMPOK TANI MULE PAICE DI DESA BATU MEKAR KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Muhamad Rizky Hidayat; Nurtaji Wathoni; Amiruddin Amiruddin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.964 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i3.595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui besarnya nilai tambah dari biji kopi organik mentah menjadi produk olahan bubuk kopi kemasan sachet dan kemasan kotak yang dihasilkan oleh kelompok tani Mule Paice. (2) Mengetahui saluran pemasaran dari produk olahan bubuk kopi organik kemasan sachet dan kemasan kotak yang dihasilkan oleh kelompok tani Mule Paice. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah ketua kelompok tani kopi organik “Mule Paice” yang melakukan pengolahan kopi organik di Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 macam yaitu: data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif yaitu data yang berupa angka atau data yang dapat diukur seperti biaya produksi, pendapatan, harga jual, nilai tambah dan data lain yang berupa angka. Sedangkan data kualitatif adalah data yang berupa kata-kata/kalimat atau bukan berupa angka seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan data lainnya yang tidak berupa angka. Berdasarkan hasil penelitian di kelompok tani Mule Paice bahwa (1) Nilai tambah produk bubuk kopi kemasan kotak yaitu Rp 75.094 per kilogram bahan baku dengan ratio nilai tambah sebesar 53% dan Nilai tambah pada produk bubuk kopi kemasan sachet yaitu Rp 75.444 per kilogram bahan baku dengan ratio nilai tambah sebesar 45%. (2) Dalam saluran pemasaran produk bubuk kopi organik di Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat terdapat dua saluran pemasaran yaitu: (1) Saluran pemasaran kemasan kotak yang meliputi produsen, pedagang besar dan konsumen akhir. Produsen memasarkan produk bubuk kopi kemasan kotak ke retail kecil seperti toko oleh-oleh (Lestari oleh-oleh Lombok dan Phoenix) kemudian retail kecil menjual ke konsumen akhir sebagai oleh-oleh. (2) Saluran pemasaran kemasan sachet yang meliputi produsen dan konsumen akhir dengan cara dijual eceran
PENGARUH KONSENTRASI ISOPROPIL ALKOHOL TERHADAP SIFAT MIKROBIOLOGIS DAN ORGANOLEPTIK KARAGINAN Eucheuma cottonii Nurul Hidayah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.314 KB)

Abstract

ABSTRAK Eucheuma cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil karaginan. Di pasar industri terdapat dua jenis karaginan yaitu Semi Refine Carrageenan (SRC) dan Refine Carrageenan (RC). Karaginan murni diperoleh melalui pengendapan dengan isopropil alkohol (IPA). Hingga saat ini, belum adanya standar SNI yang terkait dengan sifat mikrobiologis karaginan, sehingga dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh IPA terhadap sifat mikrobiologis dan organoleptik karaginan E. cottonii. Percobaan ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada parameter total mikroba, total kapang dan kadar air. Pada parameter rendemen dan uji organoleptik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan filtrate: IPA (1:0; 1:0,5; 1:1; 1:1,5 dan 1:2 % v/v) dan dilakukan tiga ulangan pada semua sampel. Data dianalisis menggunakan analisis keragaman pada taraf p>5%, dan diuji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) p>5%. Pada konsentrasi filtrate;IPA yaitu 1:2 menghasilkan hasil terbaik yaitu dengan pertumbuhan mikroba <1,0x103 CFU/gram, pertumbuhan kapang <1,0x103 CFU/g, dan kadar air 10,068% Rendemen tertinggi yaitu 37,6300 % dan karaginan yang dihasilkan berwarna putih. ABSTRACT Eucheuma cottonii is one of seaweeds strains produce carrageenan. In the market there are two level qualities of carrageenan, Semi Refined (SCR) and Refined carrageenan (RC). Refined carrageenan might be processed by precipitation using isopropyl alcohol (IPA). Although there is no specific requirements on the microbiological level of carrageenan mentioned in the SNI, however as the product is aimed for human food therefore this study aimed to determine the effect of IPA on microbiological and organoleptic properties of carrageenan processed from E. cottonii. This experiment was designed as a Randomized Complete Blocks Design (RCBD) with the treatment was ratio of IPA to seaweed slurry (1:0; 1:0,5; 1:1; 1:1,5 and 1:2% v/v) . All treatments were replicated three times. Parameter measured were total microbes, fungi and water content. All data were analysed using Anova at p>5%, and tested using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at p>5%. At a ratio of IPA/ slurry 1:2 produced the best results based on the lowest total microbes <1.0 X103, mold growth <1.0 X103, and water content (10,068%), while showed the highest yield ( 37.6300%) and the most organoleptically preferred colors (white ) by panelists.
Analisis Peluang Ekspor Jagung Nusa Tenggara Barat Ainun Muslimah Rauf
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.311 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v28i2.348

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis (1) Peluang ekspor jagung Nusa Tenggara Barat (2) Dampak kebijakan harga input dan output jagung terhadap peluang ekspor jagung Nusa Tenggara Barat (3) Kemampuan dayasaing ekspor jagung Nusa Tenggara Barat atas dasar keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. (4) Kendala Ekspor Jagung di NTB (5) Upaya pemerintah dalam ekspor jagung. Menggunakan Policy Analysis Matriks (PAM). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu diperoleh dari instansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Komuditi jagung mempunyai peluang ekspor yaitu berdasarkan perbandingan harga jagung dalam negeri dan luar negeri tetapi perbandingan harga ini tidak signifikan, perbandingan konsumsi jagung dan jumlah produksi jagung. Untuk melakukan ekspor harus memenuhi syarat-syarat dan kelengkapan dokumen ekspor. (2) Tidak ada kebijakan yang bersifat protektif terhadap faktor input yaitu ditandai dengan nilai NPCI=1,005. Nilai NPCO=0,57 artinya pemerintah tidak atau belum memberikan kebijakan yang bersifat protektif terhadap sistem usahatani jagung. Nilai EPC=0,55 artinya kebijakan pemerintah terhadap input dan output belum memberikan insentif positif bagi petani jagung di NTB. (3) Nilai DRCR=0,20 artinya usahatani jagung di Nusa Tenggara Barat telah efisien dalam menggunakan sumber daya domestiknya pada harga dunia, sehingga memiliki keunggulan komparatif. Nilai PCR=0,44 artinya Sistem komoditas tersebut mampu membiayai faktor domestiknya pada harga privat, dengan kata lain komoditas tersebut memiliki keunggulan kompetitif. (4) Kendala yang dihadapi ketika melakukan ekspor jagung adalalah kadar air tinggi dan inovasi produk (5) Pemerintah telah melakukan upaya dalam ekspor jagung yaitu subsidi ekspor, premi ekspor, devaluasi dan mengadakan perjanjian kerjasama ekonomi internasional.
01 PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG KETAN PADA BERBAGAI JARAK TANAM, POLA BARISAN, DAN TUMPANGSARI DENGAN TANAMAN LEGUM DI LAHAN SAWAH ENTISOL 1) Nihla Farida; A. Wires yamsi,; V.F.A. Budianto; M. Dahlan; W. Wangiyana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.854 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh jarak tanam rapat, pola barisan dan tumpangsari dengan tanaman kacang hijau atau kedelai, terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan varietas lokal Bima. Percobaan dilaksanakan di lahan sawah entisol di desa Narmada, Lombok Barat, mulai bulan Mei s/d Juli 2012, yang ditata menurut Rancangan Split Split Plot, dengan tiga blok dan tiga faktor perlakuan, yaitu: Tumpangsari (T) sebagai main plot, dengan tiga taraf perlakuan (T1 = monokrop, T2 = tumpangsari dengan kacang hijau, dan T3 = tumpangsari dengan kedelai); Pola barisan (P) sebagai sub-plot, dengan dua taraf perlakuan (P1 = reguler, dan P2 = barisan sistem rel); dan Jarak tanam (J) sebagai sub sub-plot, dengan tiga taraf perlakuan (J1 = 75x40, J2 = 60x40 dan J3 = 50x40 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpangsari dengan tanaman legum, terutama kacang hijau, memberikan hasil biji jagung lebih tinggi per ha dibandingkan dengan tanaman jagung monokrop. Jarak tanam juga berpengaruh nyata terhadap hasil biji, di mana ada kecenderungan bahwa jarak tanam terlebar (75 cm) memberikan hasil biji per rumpun lebih tinggi dibandingkan dengan yang tersempit, tetapi karena mempersempit jarak tanam meningkatkan populasi per ha, maka rata-rata hasil biji per ha tertinggi pada jarak tanam sempit. Demikian pula perlakuan pola barisan antara reguler dan sistem rel tidak memberikan perbedaan hasil per rumpun, tetapi karena sistem rel meningkatkan populasi maka juga meningkatkan hasil biji kering per ha. Namun demikian, karena ada interaksi antar ketiga faktor perlakuan, maka berarti faktor perlakuan saling tindak dalam mempengaruhi hasil biji jagung per satuan luas lahan. ABSTRACT Research aimed to examine close plant spacing, row pattern, and intercropping with mungbean or soybean, on growth and yield of waxy maize of Bima local variety. The experiment was conducted on entisols rice-field in Narmada village, West Lombok, from May to July 2012, which was designed according to Split Split-Plot Design, with three blocks and three treatment factors, i.e. intercropping (T) as the main plot, with three treatment levels (T1 = mono-cropping maize, T2 = intercropping with mungbean, and T3 = intercropping with soybean), row patterns (P) as the sub-plot, with two treatment levels (P1 = regular rows, and P2 = railway pattern of rows or double rows), and planting distances (J) as sub-sub-plots, with three treatment levels (J1 = 75 x 40, J2 = 60 x 40, and J3 = 50 x 40 cm). Results indicated that intercropping maize with legume crops, especially with mungbean, resulted in higher maize grain yield than maize monocrops. Planting distances also affected maize yield, in which there was a tendency that the widest distance (75 cm) resulted in higher maize yield per clump than narrower distance, but because reducing planting distance increased maize population per ha, then the average maize yield per ha was highest on the narrowest planting distance. Similarly, between regular and railway systems of row patterns, there were significant differences in maize yield per clump, but because railway system increased maize population, it then also yielded higher than the regular row pattern. Moreover, there was a significant interaction among the three factors in affecting maize grain yield per ha, which means the treatment factors affected maize yield differently depending on the other factors in the combinations.
PENGARUH POPULASI TANAMAN DAN DOSIS BIOFERTILIZER EXTRAGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN WORTEL (Daucus carota L.) DI DATARAN RENDAH Riema Rimanda Putri; Aluh Nikmatullah; Herman Suheri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.861 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i2.702

Abstract

A research with an aim to determine the effect of plant population, rate of biofertilizer ExtraGEN and their interaction on the growth and yield of carrot (Daucus carota L.) plants on the lowland was conducted. The experiment was carried out in the University of Mataram experimental field located in Narmada, West Lombok, NTB at an altitude of 136 m above the sea level from May to July 2019. The research used a Completely Randomized Factorial Design, consisting of 2 factors, namely the plant population and rate of biofertilizer ExtraGEN. The plant population consisted of 3 level : 1 plant/polybag, 3 plants/ polybag and 5 plants/polybag. The rate of biofertilizer ExtraGEN consisted of 4 levels: without biofertilizer ExtraGEN (control), with 100 ml/polybag biofertilizer ExtraGEN, with 200 ml/polybag biofertilizer ExtraGEN, and with 400 ml/polybag biofertilizer ExtraGEN. The combinations resulted in 12 interactions which were repeated 5 times. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at 5 % significant level and followed by an Honestly Significant Difference (HSD) at the same level. The results showed that plant population affected the rate of increase in the length of petioles, total fresh weight of the roots/polybag and total dry weight of roots/polybag, but did not affect other parameters. Higher the plant population, lowered the rate of increase in length of the petioles increased the total weight of fresh roots biomass/polybag and the weight of total dry biomass/ploybag. Biomass weight per plant was obtained 4,07 g population of 1 plant/polybag, 1,37 g population of 3 plants/polybag and 0,56 g population of 5 plants/polybag. The rates of biofertilizer ExtraGEN did not affect the growth and yield of carrot plants on the lowland.
ANALISIS PERANAN TEKNOLOGI UPSUS PAJALE DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI, PENDAPATAN SERTA KESEMPATAN KERJA PETANI: KASUS USAHATANI PADI KECAMATAN LABUAPI LOMBOK BARAT Abdullah Usman; Efendy .; I Gusti Lanang Parta Tanaya; Taslim Syah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.705 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul ANALISIS PERANAN TEKNOLOGI UPSUS PAJALE DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI, PENDAPATAN SERTA KESEMPATAN KERJA PETANI KECAMATAN LABU API LOMBOK BARAT, dilatarbelakangi oleh fenomena anomali ekonomi dimana produksi beras dilaporkan meningkat, status stock beras adalah surplus, namun di sisi lain, harga tetap bertahan pada posisi tinggi. Disinyalir, peningkatan produksi ada kaitannya dengan pelaksanaan UPSUS PAJALE. Penelitian ini bertujuan untuk: Menginventarisir dan menganalisis tingkat penerapan input rekomendasi UPSUS PAJALE di Kecamatan Labuapi di Lombok Barat; Mengkaji peranan teknologi UPSUS PAJALE dalam meningkatkan produktivitas, pendapatan dan penyerapan tenaga kerja petani padi peserta UPSUS PAJALE di Kecamatan Labuapi di Lombok Barat. Data dikumpulkan secara survey, dan diolah menggunakan instrumen yang dibangun. abstract The research entitle THE ROLE OF UPSUS PAJALE PROGRAM IN INCREASING THE PRODUCTION, INCOME AND LABOUR OF FARMERS: THE CASE OF PADDY FARM IN LABUAPI LOMBOK was inpired by the conomic phenomenon where paddy production was reported increase, with surplus in stock. Some claimed, the increase due to Upsus Pajale program. Ironically, the paddy prices stay in high position, which conradict with economic theory. This research aims to identify and to analyse the levels of technology application in related to it ‘s role in increasing the production, indome and labor’s use. Survey technique were applied to collect data, using quessionaire.
3. UJI KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS LOKAL BAWANG PUTIH ASAL LOMBOK TERHADAP PENYAKIT BECAK UNGU (Alternaria porri Ell. Cif) Wahyu Astiko
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.86 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan beberapa varietas lokal bawang putih asal Lombok terhadap penyakit becak ungu (Alternaria porri Ell. Cif.). Percobaan dirancang menurut Rancangan Acak Kelompok, yang terdiri dari empat perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan tersebut adalah Varietas Sangge, Varietas Siem, Varietas Sembalun dan Varietas Santong. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa Varietas Sangge dan Varietas Siem tergolong Agak Peka, Varietas Sembalun dan Varietas Santong tergolong Peka. Produksi brangkasan basah per tanaman dan per petak tertinggi diperoleh pada perlakuan Varietas Sangge dan Varietas Siem dan berbeda nyata dengan Varietas Sembalun dan varietas Santong. ABSTRACT The aim of the research were to determine the resistance of some local varieties of garlic in Lombok to purple blotch disease (Alternaria porri Ell. Cif). Experiment was designed according to Randomized Block Design consisted of four treatment and each treatment was replicated three times. The experiment used Sangga, Siem, Sembalun and Santong Varieties as treatment. Rresult of the experiment indicated that Sangge and Siem Varieties were classified as Moderately Susceptible to purple blotch disease, while Sembalun and Santong varieties were classified as Susceptible. The highest yield of fresh garlic per hole and per plot were obtained by Sangge and Siem Varieties, which were significantly higher than those of Sembalun and Santong Varieties.

Page 11 of 48 | Total Record : 480


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025 Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue