cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 480 Documents
PENGARUH KEMITRAAN TERHADAP EFISIENSI TEKNIS AGRIBISNIS TEMBAKAU VIRGINIA DI PULAU LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Pendekatan Stochastic Frontier Production Function Halil (1; Nunung Kusnadi; Sri Utami Kuntjoro; Anna Fariyanti
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.96 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis pengaruh kemitraan terhadap efisiensi teknis agribisnis tembakau virginia, (2) menganalisis faktor-faktor penyebab inefisiensi teknis agribisnis tembakau virginia, (3) menghasilkan implikasi kebijakan dan strategi peningkatan efisiensi agribisnis tembakau virginia.Dengan multy stage purposive sampling ditentukan Kabupaten Lombok Timur dengan 6 kecamatan meliputi 19 desa, dan Kabupaten Lombok Tengah dengan 2 kecamatan meliputi 6 desa. Data yang digunakan adalah data cross section yang bersumber dari hasil wawancara dengan 300 orang petani yang terdiri dari 150 petani mitra dan 150 petani nonmitra. Analisis data menggunakanStochastic Frontier Production Function Approach dengan fungsi produksi Stochastic Frontier Cobb Douglas. Program Frontier 4.1 digunakan untuk estimasi faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis dan sumber inefisiensi teknis. Hasil analisis menggambarkan bahwa kemitraan tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap efisiensi teknis yang diindikasikan oleh persentase petani mitra dan nonmitra yang mencapai nilai indeks efisiensi teknis hampir sama. Nilai indeks efisiensi teknis agribisnis tembakau virginia dikategorikan sudah efisien dengan rata-rata efisiensi 0,96 lebih besar dari 0,80 sebagai batas minimum efisiensi. Faktor-faktor yang potensial menurunkan inefisiensi teknis adalah status penguasaan lahan, persyaratan luas lahan garapan minimum, pengalaman berusahatani, pendidikan petani, jenis tanah sawah dan jenis bahan bakar (minyak tanah dan solar). Secara teknis, petani yang menyewa lebih efisien diindikasikan oleh koefisien status penguasaan lahan yang positif. Namun secara ekonomi, petani yang menyewa meningkatkan inefisiensi keuntungan karena sewa lahan yang relatif semakin mahal. Secara teknis, luas lahan garapan yang sempit lebih efisien, namun secara ekonomi semakin luas lahan garapan semakin meningkatkan keuntungan. Bahan bakar minyak tanah dan solar lebih efisien secara teknis karena pengontrolannya lebih mudah, praktis dan petani telah familier. ABSTRACT The purpose of this research is to increase productivity and efficiency of tobacco farming through maximizing output by management of resouces and technologyproperly. The objective of the study is to analyse the effect of partnership to technical efficiency and inefficiency of agribusiness of virginia tobacco by Stochastic frontier production function approach.The multy stage purposive sampling technique was used to select 2 regencies, East Lombok regencies covered 6 districts consist of 19 villages, and Central Lombok covered 2 districts consist of 6 villages. Three hundred farmers of virginia tobacco consist of 150 partnership farmers and 150 non-partnership farmers were interviwed. Data were analysed by using Stochastic Frontier Production Function Approach with Stochastic Frontier Cobb Douglas. The Frontier 4.1 programme was used to estimate the affecting factors of technical efficiency and the sources of technical inefficiency. The result showed that the partnership had staistically an insignificant effect on the technical efficiency indicated by almost similarpercentage of indice technical efficiency of both partnership and nonpartnership farmers. As well as, the parameter of dummy variable of partnership as the technical inefficiency factor had a positive sign and insignificant. The agribusiness of virginia tobacco in Lombok was technically efficient indicated by the index value of efficiency was 0.96 greater than 0.80, a minimum standard of efficiency. It was also categorized to Decreasing Return to Scale indicated by the amountof coeffecient of all inputs involved in the analysis model less than one. The minimum land area, tenncy status, farming experiences, education level, the type of soil and fuel decreased significantly the technical inefficiency of virginia tobacco agribusiness.
KARAKTERISASI POPULASI C8 HASIL SELEKSI MASSA JAGUNG KETAN (Zea mays L. var ceratina) LOKAL BIMA Alviana Itriyani Andriastuti; Uyek Malik Yakop; Lestari Ujianto
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.147 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i1.654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan karakter kuantitatif dari populasi C8 hasil seleksi massa Jagung lokal ketan Bima terhadap C0 dan varietas unggul Anoman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2019 sampai Maret 2020 di Desa Mambalan, Sayang-Sayang, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan diulang sebanyak 8 kali sehingga didapatkan 24 unit percobaan. Data dianalisis dengan analis is keragaman pada taraf nyata 5%. Jika terdapat perlakuan yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range (DMRT) 5%. Perlakuan yang digunakan merupakan genotipe populasi siklus kedelapan hasil seleksi massa (C8), populasi awal (C0), dan populasi varietas unggul bersari bebas Anoman. Hasil penelit ian menunjukkan bahwa karakter kuantitatif pada populasi C8 lebih baik secara umum dibandingkan dengan populasi tetuanya C0 yang ditunjukkan oleh sifat tinggi tanaman, diameter batang, bobot tongkol kering per tanaman, bobot biji kering pipil per tanaman, dan bobot 100 biji yang meningkat secara nyata. Pada populasi C8, karakter kuantitatif bobot biji kering pipil per tanaman sebesar 76,74 g/tanaman atau setara dengan 4,39 ton/ha mengala mi peningkatan daya hasil yang tinggi, tidak berbeda nyata dengan varietas unggul Anoman.
ANALISIS FAKTOR PENENTU KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA NELAYAN DI DESA SENGKOL KABUPATEN LOMBOK TENGAH Dr. Ir. Suparmin, MP; ; Dr. Nurliah, SPi, MSi; Ir. Syarif Husni, MSi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.647 KB)

Abstract

ABSTRAK Secara rinci penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan pola distribusi dan alokasi waktu kerja, pola produksi dan pola konsumsi rumahtangga nelayan; 2) menguji pengaruh faktor determinan terhadap ketahanan pangan rumahtangga nelayan. Penelitian ini menngunakan metode deskriptif dan didesain dalam bentuk survey. Daerah penelitian adalah Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Dari 11 desa pesisir yang ada dipilih 1 desa yang berada di Kecamatan Pujut yaitu desa Sengkol. Penetapan desa tersebut secara sengaja berdasarkan daerah pesisir yang potensial untuk pengembangan rumput laut. Selanjutnya dilakukan pendataan terhadap rumahtangga nelayan. Rumahtangga nelayan yang menjadi sampel penelitian dipilih secara random sampling sebanyak 30 rumahtangga nelayan. Data yang telah dikumpulkan kemudian diklasifikasikan untuk dianalisis lebih lanjut: 1) Untuk mengetahui pola distribusi dan alokasi waktu kerja, pola produksi (pendapatan) dan pola konsumsi (pengeluaran) rumahtangga dianalisis secara deskriptif. 2) Untuk mengestimasi pengaruh variabel-variabel bebas terhadap ketahanan pangan rumahtangga nelayan dianalisis dengan regresi logit Terbatas pada data dasar yang telah digunakan dalam pembahasan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Pola distribusi waktu kerja Rumahtangga nelayan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan antara lain untuk mencari ikan di laut, bekerja sebagai pedagang, bekerja sebagai buruh atau jasa. Rata-rata waktu kerja yang dicurahkan selama satu tahun sebesar 1.348 jam atau 192,57 hari 3,69 jam per-hari Pola distribusi pendapatan rumahtangga nelayan bersumber dari kegiatan sebagai nelayan yaitu mencari ikan dilaut, dan kegiatan dari luar nelayan seperti berdagang , buruh atau jasa. Rata-rata pendapatan rumahtangga nelayan selama satu tahun sebesar Rp 212.533,33 Pola distribusi pengeluaran rumahtangga nelayan terbagi dalam pengeluaran untuk pangan dan non pangan. Rata-rata pengeluaran rumahtangga nelayan selama satu tahun sebesar Rp 663.700,00 Faktor penentu ketahanan pangan rumahtangga nelayan adalah pendapatan rumahtangga nelayan ABSTRACT In detail, this study aims to: 1) describe patterns of distribution and allocation of working time, patterns of production and consumption patterns of households of fishermen; 2) to test the effect of the determining factors of the household food security of fishermen. This research uses descriptive method and is designed in the form of survey. The study area is from 11 coastal villages there been one village in Sub Pujut ie Sengkol village. Determination of the village is deliberately based on coastal areas of potential for the development of seaweed. Households fishermen into the sample were selected by random sampling of 30 households of fishermen. The data have been collected and then classified for further analysis: 1) To determine the pattern of distribution and allocation of working time, patterns of production (income) and the pattern of consumption (expenditure) of households were analyzed descriptively. 2) To estimate the influence of the independent variables on household food security of fishermen analyzed by logit regression. The study concluded the following: 1) The distribution pattern of working time used for activities Household fishermen catch fish in the sea, as a trader, as labor or services. The average working time devoted during the year totaling 1,348 hours or days 192.57 3.69 hours per day. 2) The pattern of the distribution of household income derived from the activities of fishermen looking for fish in the sea, and trade, labor or services. The average household income of fishermen during the year amounted to Rp24.212.533,33. 3) The distribution pattern of household expenditure fishermen divided into expenditure on food and non-food. Average household expenditures during the year amounted fishermen Rp19.663.700,00. 4) Determinants of household food security is a household income of fishermen fisherman
8. RETHINKING MICROFINANCE DEVELOPMENT IN INDONESIA Ketut Budastra
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.477 KB)

Abstract

Abstract This paper analyzes the microfinance policies in Indonesia, focusing on two issues: the extent to which the microfinance system in Indonesia had been liberalized and whether liberalized financial policies alone is a sufficient condition for microfinance development. In the attempts the financial policies with relevant implications to microfinance development (introduced from 1983-2000) in Indonesia were reviewed and the likely impacts of the financial liberalization were explored. The analysis shows that most of the repressive elements of the previous policies on the microfinance system has been abolished. In spite of that, the number and the scale of credit programs remained substantial. The linear reasoning of the financial liberalization proponents’ expectation might not realize as there are also other factors that affect the dinamics of the microfinance market. Among these factors are the characteristics of the finanscal institutions and the households, the economic condition. Thus, financial liberalication is an insufficient condition for microfinance developmen. Microfinance development should be done in tandem with economic, tecnical, institutional, and infrastructure development. The formulation of financial policies should take into account information from both the demand and supply sides of the microfinance market. ABSTRAK Paper ini menganalisa peraturan-perundangan dan kebijakan pembiayaan mikro di Indonesia, dengan menitikberatkan pada dua issu, yakni: sejauh mana sistim pembiayaan mikro telah diliberalisasi dan apakah perbaikan perbaikan peraturan-perundangan dan kebijakan saja sudah cukup untuk membangun sektor pembiayaan mikro. Dalam upaya itu, paper ini menganalisa peraturan-perundangan dan kebijakan sektor keuangan yang memiliki implikasi pada pembangunan sektor pembiayaan mikro di Indonesia dalam kurun waktu 1983-2000. Kemungkinan hasilnya dalam mengembangkan sektor pembiayaan mikro juga ditelusuri. Analisis peraturan-perundangan dan kebijakan menemukan bahwa sebagian besar elemen-elemen peraturan-perundangan dan kebijakan yang menghambat perkembangan sistim pembiayaan mikro di Indonesia telah dihapuskan. Meskipun demikian sistim pembiayaan mikro itu masih belum sepenuhnya liberal karena jumlah dan skala credit programs masih relatip besar walaupun kegagalan kredit program acapkali dilaporkan dalam media. Peraturan-perundangan dan kebijakan demikian diharapkan akan meningkatkan skala dan effisiensi pelayanan dari sistim pembiayaan mikro di Indonesia. Hasil demikian mungkin tak menjadi kenyataan, karena terdapat faktor-faktor lain selain peraturan-perundangan dan kebijakan yang berpengaruh seperti karakteristik lembaga pembiayaan mikro. Pembangunan sektor pembiayaan mikro hendaknya dilakukan seiring dengan pengembangan sektor ekonomi, teknologi, kelembagaan dan infrastruktur. Formulasi kebijakan sektor pembiayaan mikro hendaknya mempertimbangkan baik sisi permintaan maupun sisi penawaran dalam pasar pembiayaan mikro.
Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur di Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah Nurul Hidayati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.976 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v28i2.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis pendapatan usaha peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah; (2) Menganalisis kelayakan usaha peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah; (3) menganalisis kendala-kendala yang dihadapi dalam usaha peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dimana penelitian ini dilakukan di Kecamatan Praya Barat Daya yaitu Desa Darek yang ditetapkan secara “purposive sampling” dengan jumlah responden sebanyak 4 orang peternak. Analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan, net present value, internal rate of return, net benefit cost ratio, payback period, deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Rata-rata pendapatan peternak dalam dua kali siklus produksi sebesar Rp. 112.823.067 untuk peternak tipe I dan rata-rata pendapatan yang diperoleh sebesar peternak tipe II sebesar Rp. 80.499.988/dua kali siklus produksi. (2) Usaha peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah layak untuk dikembangkan, hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai NPV sebesar Rp. 76.131.921 , nilai IRR sebesar 2,58%/ bulan, nilai Net B/C sebesar 1,33, dan PBP dapat dicapai dalam jangka waktu 8 bulan 27 hari untuk peternak tipe I Sedangkan untuk peternak tipe II, nilai NPV sebesar Rp. 13.987.52 nilai IRR sebesar 1,54%/bulan, nilai Net B/C sebesar 1.08, dan PBP dapat dicapai dalam jangka waktu 11 bulan 13 hari. (3) Kendala yang dihadapi peternak adalah serangan penyakit, cuaca tidak menentu, dan mahalnya harga pakan.
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK AGROINDUSTRI PERMEN SUSU DI KECAMATAN MOYO UTARA KABUPATEN SUMBAWA Try Wasjud Waqtarib; Taslim Sjah; L Sukardi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.652 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i2.560

Abstract

ABSTRACT The objectives of this study are (1) To analyze the added value of a Milk Candy agroindustry business in North Moyo District, Sumbawa Regency (2) To analyze how much profit the Milk Candy agroindustry business is in the North Moyo District Sumbawa Regency (3) To identify the obstacles faced by the agroindustry business Milk Candy in North Moyo District, Sumbawa Regency. The method used in this research is descriptive method which is a method that aims to solve problems that occur at the present time by collecting data, compiling data, analyzing data and then drawing conclusions. The unit of analysis in this research is the milk candy agro-industry in North Moyo District, Sumbawa Regency. This research was conducted in North Moyo District, Sumbawa Regency. North Moyo Subdistrict consists of 6 villages namely, Baru Tahan Village, Kukin Village, Penyaring Village, Pungkit Village, Sebewe Village and Songkar Village. Of the six villages, the Filter Village was designated as a research sample area (purposive sampling) based on the consideration that there was a milk candy agroindustry in the Filter Village, North Moyo District, Sumbawa Regency. Respondents in the study were conducted in a census meaning that all existing and still active agro-industry entrepreneurs in the Filter Village of North Moyo District were used as respondents. Analysis of the data used in this study includes: Value Added Analysis, Profit Analysis, and Obstacle Analysis using descriptive methods. The results of this study indicate that the average value added obtained by milk candy agroindustry respondents in North Moyo Subdistrict, Sumbawa Regency is Rp. 16,445 / liter with an added value ratio of 41.52%. The average profit on the milk candy agro-industry in North Moyo District, Sumbawa Regency is Rp 225,984 / Production process or Rp 5,875,508 / month. Obstacles faced by milk candy agro-industry entrepreneurs in North Moyo Subdistrict, Sumbawa Regency include: (1) continuity of raw material availability (2) limited marketing reach of milk candy production. For fresh cow dairy entrepreneurs who want to get the maximum profit, it is recommended that the availability of raw milk candy agro-industry raw materials is sufficiently available to meet the needs of milk candy entrepreneurs.
PERUBAHAN INDEKS KUALITAS TANAH DI LAHAN KERING AKIBAT MASUKAN PUPUK ANORGANIK- ORGANIK Zaenal Arifin; Lolita E Susilowati; Bambang H.Kusuma
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.667 KB)

Abstract

Abstrak Tanah di lahan kering umumnya mempunyai kualitas tanah yang rendah, Hal ini terkait dengan minimnya faktor pengendali kesuburan tanah seperti rendahnya kandungan bahan organik dan unsur hara. Upaya peningkatan kualitas tanah dapat dilakukan dengan memasukkan bahan-bahan tersebut ke dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan tingkat kesuburan tanah dengan pendekatan analisis indeks kualitas tanah melalui masukan pupuk anorganik, organik dan mikoriza. Percobaan lapangan telah dilakukan di lahan kering dusun Jugil, Desa Sambik Bangkol, Kab, Lombok Utara. Pada percobaan ini ada enam perlakuan pemupukan yang ditata menurut rancangan acak kelompok (RAK) dengan masing-masing perlakuan diulang 3 kali, Tata perlakuan pemupukan sebagai berikut: P1 : perlakuan tanpa pupuk; P2 : 100% takaran rekomendasi pupuk anorganik (NPK), P3 : 50 % pupuk anorganik, 5 ton pupuk kandang, mikoriza: P4 : 75 % pupuk anorganik, 5 ton pupuk kandang, mikoriza; dan P5 : 100 % pupuk anorganik, 5 ton pupuk kandang, mikoriza. Perhitungan nilai Indeks Kualitas Tanah menggunakan analisis Minimum Data Set (MDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 5 ton pupuk organik plus 50% pupuk rekomendasi dengan kombinasi mikoriza dapat memperbaiki kualitas tanah. Perubahan kualitas tanah dari status sedang baik pada tanah tanpa pupuk dan dengan 100% pupuk rekomendasi menjadi status baik pada pemberian pupuk 50 % pupuk anorganik 5 ton pupuk organik. Abstract Soils in dry land generally have low soil quality. This is related with lack of crontrolling factors of soil fertility such as the low content of organic matter and nutrients. Efforts for improving the soil quality can be conducted with input organic matter and nutrient resource. The aim of this research was to investigate soil fertility changes through approch of soil quality index analysis by input of anorganic and organic fertilizer plus inoculation of MVA. Field experiment had been conducted in Jugil village at the north lombok regenc. There were five treatments of fertilitation viz, P1 = without fertilizer; P2= 100% recommendation of anorganic fertilizer; P3=50 % recommendation of anorganic fertilizer, plus 5 tones of manure, plus VAM; P4=75 % recommendation of anorganik fertilizer, plus 5 tones of manure, plus VAM; P5= 100% recommendation of anorganik fertilizer, 5 tones of manure, plus VAM. These treatments were arrenged according to to randomize block design with each treatment repeated three time. Minimum Data Set (MDS) analysis were used to measure the soil quality index. Results of this research indecated that input of 5 tones of organic fertilizer, plus 50 % recommendation of anorganic fertilizer with VAM can improve soil quality. Soil quality improved from moderate status at both P1 and P2 become good status at P3.
IDENTIFIKASI SERANGGA PELIANG DAUN (LEAF MIMER) JAMBU AIR (Eugenia aquea) DI KOTA MADYA MATARAM Bambang Supeno; fakultas pertanian
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.13 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangga peliang daun jambu air di Kota Madya Mataram. Hasil penelitian diharapan dapat dijadikan informasi tentang fauna, khususnya serangga perusak daun yang ada di pulau Lombok. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pengambilan sampel di lapangan di tiga Kecamatan dengan masing-masing kecamatan diambil dua desa lokasi penelitian. Sampel berupa daun yang terserang hama diberi kode dan selanjutnya dilakukan identifikasi menurut postulat Koch di Laboratorium Proteksi Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa hama peliang daun (leaf miner) jambu air tergolong dalam ordo Lepidoptera, Superfamili Tineoidea, Famili Gracillaridae, Subfamili Gracillariinae, Genus Acrocercops, Spesies Acrocercops sp. dengan siklus hidup 29 hari. ABSTRACT The objective of this research was to identify the leaf miner insect on Eugenia in Kota Madya Mataram. The result was expected to give information about Lombok island fauna, particularly the Eugenia leaf insect. This research was conducted in Kodya Mataram using a descriptive method. The result showed that the leaf miner insect of Eugenia in Kodya Mataram was able to be classified as Lepidoptera Order; Superfamily : Tineoidea; Family : Gracillaridae, Subfamily Gracillariinae, Genera : Acrocercops, Species Acrocercops sp. The live cycle of this insect in laboratory test was 29 days
1. KAJIAN KETERKAITAN ANTAR SIFAT KUANTITATIF PADA KETURUNAN KEDUA (F2) HASIL PERSILANGAN PAPRIKA (Capsicum annum var. grossum L.) DENGAN CABAI LOKAL (Capsicum annum L.) Lestari Ujianto; Uyek Malik Yakop
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.892 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat keeratan hubungan genetik dan lingkungan antar sifat-sifat kuantitatif pada keturunan kedua (F2) hasil persilangan paprika (Capsicum annum var. grossum L.) dengan cabai lokal (Capsicum annuum L.). Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Koleksi dan Hibridisasi, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan Kota Mataram pada bulan Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018. Metode percobaan yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan ini menggunakan 4 genotipe yaitu P1 (paprika/tetua betina), P2 (cabai lokal/tetua jantan), F1 (keturunan pertama hasil persilangan paprika dengan cabai lokal) dan F2 (keturunan kedua hasil persilangan paprika dengan cabai lokal), dimana P1, P2 dan F1 diulang sebanyak 5 kali dan F2 diulang sebanyak 25 kali, sehingga diperoleh 40 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis keragaman, analisis peragam, analisis korelasi genotipik dan fenotipik. Koefisien korelasi genotipik yang berkorelasi positif nyata hanya ditunjukkan oleh sifat umur berbunga dengan panjang buah. Koefisien korelasi genotipik yang berkorelasi negatif nyata ditunjukkan oleh sifat tinggi tanaman dengan jumlah cabang, jumlah cabang produktif, jumlah buah panen dan panjang buah. Koefisien korelasi fenotipik yang berkorelasi positif nyata ditunjukkan oleh sifat tinggi tanaman dengan jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah buah keseluruhan, jumlah buah panen dan panjang buah. Koefisien korelasi fenotipik yang berkorelasi negatif nyata ditunjukkan oleh sifat tinggi tanaman dengan bobot buah. ABSTRACT The objective of this study was to determine the genetic and environmental relationship among quantitative characters on the second progeny (F2) result of crossing between paprica (Capsicum annum Var Grossum L.) and red pepper (Capsicum annuum L.). This experiment was conducted in Collection and Hybridization garden at Pejeruk, Ampenan subdistrict Mataram City since October 2017 until March 2018. The field design used was Completely Randomized Design. This experiment used four genotypes: P1 (pepper / female parent), P2 (red pepper / male parent), F1 (first progeny of paprica crossed with red pepper) and F2 (the second progeny of paprika crossed with red pepper), where P1, P2 and F1 were repeated 5 times and F2 was repeated 25 times, so that yhere were 40 experimental units. The observed data were analyzed using genotypic and phenotypic correlation analysis. The coefficient of genotypic correlation that positively correlated only shown by the age of flower and fruit length. The coefficient of genotypic correlation which is negatively correlated shown by plant height and number of branches, the number of productive branches, the number of harvested fruit and the length of the fruit. The coefficient of phenotypic correlation is positively correlated with the plant with the number of leaves, the number of productive branches, the total number of fruit, the number of harvested fruit and the length of fruit. The correlation coefficient of phenotypic which is negatively correlated is shown by the high character of the plant with the fruit weight.
Manajemen Usaha dan Penerapan Digital Marketing Tanaman Hias di Kota Mataram I Gusti Ayu Cynthia Mahacakri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.627 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i1.549

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui bauran pemasaran digital yang dilakukan oleh pengusaha tanaman hias di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survei. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pengusaha tanaman hias. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif, sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu: data primer dan data sekunder. Lokasi penelitian ini ditetapkan secara purposive sampling atas pertimbangan pengusaha tanaman hias paling banyak. Dari populasi ini akan diambil sampel atau responden secara sensus yaitu sebanyak 18 responden. Pemilihan responden ditentukan secara accidental sampling dengan teknik wawancara langsung dengan responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: analisis deskriptif penerapan digital marketing dan analisis strategi digital marketing menggunakan bauran pemasaran digital 4C. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Pada bauran pemasaran digital pengusaha melakukan Co-Creation sesuai konsep pemasaran 4.0 pada pengembangan produk yakni melibatkan konsumen melalui Sosial Media dan Google Bisnis. Selanjutnya Communal activation dengan mencantumkan alamat usaha nya di sosial media dan google bisnis untuk memudahkan dilacak dengan Google Maps. Dan 1 responden memanfaatkan jasa Go-Jek untuk mengantarkan pesanan bunga ke pelanggan berlokasi di Pagutan. Promosi dengan istilah conversation yang sifatnya percakapan interaksi dua arah. Dimana responden bebas bertanya dan memberikan keluhan melalui via sosial media mengenai harga dan melakukan kesepakatan pembelian. Bentuk keempat dalam bauran pemasaran digital adalah price dengan istilah currency dimana penetapan harganya tetap untuk harga tanaman hias di kebun maupun dipostingan sosial media. Pelanggan juga bisa datang langsung ke kebun menanyakan potongan harga tanaman hias yang diminati. Dari hasil penelitian dan pembahasan serta keadaan nyata yang diperoleh dari lapang dapat disarankan: Pengusaha tanaman hias agar meningkatkan penjualan produknya melalui whatsapp untuk berbisnis karena WhatsApp menjangkau konsumen dari berbagai wilayah dan memberi banyak kemudahan Untuk penelitian selanjutnya disarankan meneliti tentang pendapatan online karena penelitian ini terbatas hanya menghitung pendapatan usaha pada umumnya

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025 Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue