cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 442 Documents
VALIDASI MATEMATIK MODEL SWEENEY: SUATU MODEL MEKANISTIK PERTUMBUHAN SELADA Pusat Komputer Universitas Mataram; fakultas pertanian
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendekatan model-model mekanistik untuk menerangkan faktor masukan yang berperan pada pertumbuhan selada dan efeknya terhadap praktis agronomisnya telah banyak dikembangkan, baik melalui kajian rumah kaca maupun lapangan. Satu diantaranya adalah model mekanistik Sweeney et al. (1981) yang memprediksi cukup baik hasil selada, namun kurang baik dalam memprediksi luas daun. Adopsi model ini pada kondisi Australia ternyata tidak memberikan hasil prediksi yang memuaskan. Atas dasar keterbatasan-keterbatasan model Sweeney tersebut, kemudian diupayakan untuk mencari suatu model mekanistik yang dapat mengakomodasi cakupan kondisi yang lebih luas, baik untuk rumah kaca maupun di lapang yang lebih beragam. Studi optimasi telah dilakukan dengan melakukan modifikasi model. Hasil yang diperoleh ternyata memberikan akurasi prediksi yang jauh lebih baik dari model aslinya. ABSTRACT An approach using mechanistic models to explain the effects of input variables on lettuce growth and its impacts to agronomic practices has been developed, either for glasshouse or for field condition. A such model was proposed by Sweeney et al. (1981). The model claims that it can predict well lettuce yields; however, it is fail to predict leaf area. When we tried to adapt the model to Australian field grown lettuce, we found that a major problem is associated with the underlying mathematical process of the model. The problem centres around the assumptions used to generate daily updates. Based upon the mathematical critiques of the model, we try to validate and to reconstruct a mechanistic model that can be applied in various conditions for both glasshouse and field, by modifying the Sweeney model. The results show that the modified model can predict both yield and leaf area of lettuce much better than the original one.
5. RESPON TANAMAN TOMAT TERHADAP BERBAGAI DOSIS KOMPOS JERAMI PADI DAN PEMBERIAN BIOAKTIVATOR JAMUR Trichoderma Harzianum Ni Ketut Sridanti; I Made Sudantha
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.695 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kompos jerami padi yang dicampur dengan bioaktivator {bahan aktif (b.a.) jamur T. harzianum} yang dapat merangsang pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan percobaan rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 10 perlakuan yang diulang tiga kali, yaitu: 0 g, 30 g, 90 g, 150 g dan 210 g kompos/tanaman tanpa dicampur dengan bioaktivator; 0 g, 30 g, 90 g, 150 g dan 210 g kompos/tanaman dicampur dengan bioaktivator. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian dan uji BNJ pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemberian kompos jerami padi yang dicampur dengan bioaktovator (b.a. jamur T. harzianum) dapat memperbaiki kondisi pertumbuhan tanaman tomat yang ditandai dengan tinggi tanaman, berat berangkasan, jumlah buah dan berat buah yang lebih baik. Dosis yang diperlukan agar dapat merangsang pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik dan memberikan hasil tomat yang lebih tinggi adalah 150 dan 210 g/tanaman (setara dengan 5 dan 7 ton/ha) yang dicampur dengan bioaktivator. ABSTRACT The objective of this research was to determine the doses of rice straw compost mixed with bioactivator on improving growth and yield of tomato plant. The experiment was conducted in green house based on a Completely Randomized Design with 10 treatments each being replicated three times, i.e. 0 g, 30 g, 90 g, 150 g and 210 g per plant without mixed bioactivator and 0 g, 30 g, 90 g, 150 g and continued with 210 g per plant mixed with bioactivator. The data was analyzed using analysis of variance and Honestly Significant Difference in 5 % significant level. The result of this research showed that utilization of rice straw compost mixed with bioactivator (active ingredient the fungus T. harzianum) improved plant height, biomass straw weight, number of fruit and weight of fruit per plant. Doses require to improve plant growth and yield of tomato are 150 and 210 per plant (equivalent to 5 and 7 ton/ha) mixed with bioactivator.
Partisipasi Perempuan Tani Dalam Usaha Tani Stroberi di Desa Santong Kabupaten Lombok Utara Iqbal Syarif Syarif
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.413 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i3.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui partisipasi perempuan tani dalam usahtani stroberi di Desa Santong Kabupaten Lombok Utara, 2) Untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Memiliki Hubungan dengan Tingkat Partisipasi dalam Usahatani Stroberi di Desa Santong Kabupaten Lombok Utara. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi perempuan tani dalam usahatani stroberi di Desa Santong Kabupaten Lombok Utara termasik dalam kategori sedang dengan 27 dari 49 responden mendapatkan nilai interval skor 20-28. Dalam partisipasi ini terdiri dari tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan dimana tahap perencanaan terdiri dari 4 kegiatatan yaitu menentukan jenis tanaman yang akan ditanam, pemanfaatan modal, menentukan jumlah tanaman yang ditanam dan pembagian kerja sedangkan pada tahap pelaksanaan ada 8 kegiatan diantaranya pembuatan media tanam, pembibitan, penanaman, penyiraman, penyulaman, pemupukan,pemangkasan, panen. Rendahnya partisipasi perempuan tani dalam tahap perencanaan disebabkan budaya masyarakat daerah santong yang masih mengharuskan perempuan harus lebih banyak berada di rumah untuk mengurus pekerjaan seperti memasak, bersih,bersih dan mengurus anak sedangkan pada tahap perencanaan pada pembinaan yang dilakukan dengan cara pendekatan kelompok tani dimana dominan dihdiri oleh laki-laki sehingga laki-laki lebih dominan dalam tahap perencanaan dan kegiatan pelaksanaan yang mudah dilakukan seperti penyiraman dan panen dilakukan dominan oleh perempuan yang lebih sering dirumah menguerus tanaman di lahan pekarangan. Menurut hasil uji spearman tidak terdapat faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan partisipasi perempuan tani dalam usahatani stroberi di Desa Santong karena semua faktor memiliki nilai signifikan lebih dari 0,05.
APLIKASI BIOCHAR DAN PUPUK ORGANIK SUPERGANIK YANG DIPERKAYA DENGAN HARA MIKRO Fe DAN Zn TERHADAP PERTUMBUHAN JAGUNG Baharuddin (1; Tejowulan (2; Sukartono (3
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.631 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui tanggapan tanaman jagung terhadap pemberian pupuk organik yang diperkaya dengan unsur mikro Fe dan Zn dan (2) mengetahui takaran optimum hara mikro Fe dan Zn sesuai jenis bahan /pupuk organik yang diberikan. Target yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah diharapkan dapat dirakit bahan pupuk organik plus ( pupuk organik yang diperkaya dengan unsur hara mikro Fe dan Zn berdasarkan kekahatannya). Untuk mencapai sasaran yang diharapkan dilaksanakan penelitian dengan desain faktorial 2x8 yang ditata secara acak lengkap.yang dilaksanakan di Rumahkaca Fakultas Pertanian Unram, menggunakan tanah Inseptisol berkadar bahan organik rendah dan kahat hara mikro Fe dan Zn. Faktor pertama adalah jenis bahan pupuk organik, yaitu Arang Hayati (Biochar) dan Pupuk Superganik. Faktor kedua adalah dosis hara mikro (Fe – Zn) yang terdiri atas 8 taraf: (0-0, 5-0, 0-5, 5-5, 10-0, 0-10, 5-10, dan 10-5 kg Fe-Zn per-ha), sehingga seluruhnya ada 16 kombinasi perlakuan yang dilaksanakan dalam 3 ulangan. Variabel tanah yang dikaji adalah: C-organik, pH, KTK, kadar hara P, Fe, dan Zn. Variabel tanaman meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, serta bobot kering tanaman. Data agronomis dianalisis dengan analisis varians (anova) dan beda rata-rata perlakuan dibandingkan dengan uji BNJ pada taraf nyata 5%. Kemanjuran (keefektifan) penggunaan bahan pupuk organik dikaji berdasarakan nilai persentase peningkatan pertumbuhan pada setiap perlakuan pengayaan unsur hara mikro Fe-Zn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang hayati (Biochar) dan pupuk organik Superganik nyata mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung. Pupuk organik Superganik lebih manjur (efektif) daripada arang hayati dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung. Pengayaan arang hayati dengan 10 kg Zn/ha tanpa Fe dapat meningkatkan bobot brangkasan kering sebesar 22 % dan pengayaan pupuk organik Superganik dengan dosis hara mikro yang sama dapat meningkatkan bobot brangkasan kering sebesar 19%. ABSTRACT The research was aimed to find out the response of maize growth on the application of charcoal and organic fertilizers (Superganik) as a result of Fe and Zn added ; and to determine the optimum doses for maize growth. The experiment was designed according to a Complatelely Randomized Design, which consisted of two factors and was arranged in a factorial. The first factor was two levels of organic fertilizers, that were Charcoal and Superganic Organic Fertilizer, and the second factor were micronutrients (Fe and Zn), which consisted of eight levels, namely : (0 – 0 ; 5 – 0 ; 0 – 5 ; 5 - 5 ; 10 – 0 ; 0 – 10 ; 5 – 10 and 10 – 5) kg Fe-Zn ha-1, respectively. Each treatment was replicated three times, therefore 16 combination treatments were obtained. Data collected were analysed by using analysis variance at 5% of significant level. The effectiveness of organic fertilizers used were calculated by the value of percentage growth. The soil variables observed were organic carbon, pH, CEC, P, Fe and Zn cocentration. In addition, plant variables were plant height, the number of leaves and shoot dry weight. The results of this study indicated that, charcoal and organic fertilier superganic had significant effect on the growth of maize. Moreover, superganic was more effective compared with those of charcoal, and the enrichment of micronutrients Fe and Zn had positive influence on the effectiveness of organic fertilizers. The addition of 10 kg Zn-1 ha without Fe on charcoal had increased shoot dry weight by 22%, and by 19% on Superganic organic fertilizer.
ANALISIS STRUKTUR BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Nia Kurniawati; Suparmin Suparmin; Amiruddin Amiruddin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.37 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i2.664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui struktur biaya dan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh petani pada usahatani jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru; (2) Untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru; (3) Untuk mengetahui efesiensi usahatani jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru; (4) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi petani dalam kegiatan usahatani jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Struktur biaya pada usahatani jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru yaitu biaya variabel 93,48% sebesar Rp 12.735.840,91/LLG atau Rp 7.578.807,14/Ha, dan biaya tetap 6,52% sebesar Rp 889.116,18/LLG atau Rp 529.092,67/Ha. Hal ini membuktikan bahwa pengeluaran petani di Kecamatan Jerowaru lebih besar pada biaya variabel; (2) Rata-rata penerimaan jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru sebesar Rp33.368.386,36/LLG atau Rp.9.856.762,24/ha dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp13.624.957,09/LLG atau Rp8.107.899,81/ha sehingga pendapatan yang diterima sebesar Rp19.743.417,91/LLG atau Rp11.748.855,67/ha; (3) Nilai rata-rata R/C sebesar 2,49, hal ini berarti bahwa untuk setiap Rp 1 yang dikeluarkan untuk usahatani jagung hibrida petani memperoleh penerimaan sebesar Rp 2,49. Maka usahatani jagung hibrida di Kecamatan Jerowaru dinyatakan sudah efisien.
GROWTH PROMOTING CAPABILITY OF AQUADEST-EXTRACTS FROM DIFFERENT MACRO ALGAE OBTAINED IN LOMBOK ISLAND, INDONESIA TO GROWTH OF RICE-PADDY PLANT Aluh Nikmatullah; Mursal Gazali, Rina Kurnianingsih, Mulyawarni and Sunarpi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.761 KB)

Abstract

ABSTRACT Concern on the impact of excessive and unwise usage of synthetic fertilizers and growth hormones to environment, food safety and food quality leads to an increase utilization of organic fertilizer and/or natural bioactive stimulants. One potential source for natural fertilizer and bioactive growth stimulant is macro algae. Out of 88 species of macro-algae obtained in Nusa Tenggara Barat Province, five of them namely Turbinaria murayana, Sargassum cristaefolium, S. crassifolium, S. aquifolium, and Hydrochlarus sp are potential to be developed as organic fertilizer and growth promoting substances. This paper examines the property of aquadest-extract of T. murayana, S. cristaefolium, S. crassifolium, S. aquifolium, and Hydrochlarus sp and their effect on growth and production of rice-paddy. Application of combined-extracts of T. murayana, S. cristaefolium, S. crassifolium, S. aquifolium, and Hydrochlarus sp can promotes growth and development of rice-paddy. This capability is partly due to the presence of Zeatin-like substance in the extracts as examined by High Performance Liquid Chromatography (HPLC). ABSTRAK Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap dampak penggunaan pupuk dan hormon pertumbuhan sintetis yang berlebihan terhadap kualitas dan keamanan pangan serta lingkungan mendorong meningkatnya penggunaan pupuk organik dan perangsang pertumbuhan yang berasal dari bahan alam. Makro alga (rumput laut) adalah satu sumber pupuk dan perangsangan pertumbuhan tanaman yang alami. Dari 88 spesies jenis rumput laut yang ditemukan di perairan laut Provinsi Nusa Tenggara Barat, lima spesies diantaranya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pupuk dan perangsang pertumbuhan alami, jenis-jenis tersebut adalah Turbinaria murayana, Sargassum cristaefolium, S. crassifolium, S. aquifolium dan Hydrochlarus sp. Makalah ini membahas analisa kandungan hormon perangsang pertumbuhan tanaman pada ektrak aquadest rumput laut T. murayana, S. cristaefolium, S. crassifolium, S. aquifolium, dan Hydrochlarus sp, serta pengaruh ekstrak tersebut terhadap pertumbuhan dan produksi padi. Aplikasi ekstrak kombinasi T. murayana, S. cristaefolium, S. crassifolium, S. aquifolium, dan Hydrochlarus sp merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi. Kemampuan ini diduga disebabkan karena ekstrak-ekstrak tersebut mengandung sitokinin dengan berat molekul yang sama dengan Zeatin, seperti ditunjukkan oleh hasil analisakromatografi cair menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC).
Peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam Kegiatan Kelompok Tani di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat misah nasrah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.187 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i1.201

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam kegiatan kelompok tani (2) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam kegiatan kelompok tani di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani dan penyuluh yang membina kelompok tani tersebut. Lokasi penelitian ditetapkan secara “purposive sampeling. Penentuan responden ditentukan secara purposive sampling untuk responden penyuluh dan pengurus kelompok, untuk anggota kelompok ditentukan secara quota sampling sebanyak 3 orang dari masing-masing kelompok. Pemilihan responden anggota kelompok ditentukan secara random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan skoring. Hasil penelitian menunjukkan (1) penyuluh pertanian lapangan berperan dalam kegiatan kelompok tani dengan modus skor gabungan 67 untuk peran sebagai fasilitator diperoleh skor sebesar 28, untuk motivator diperoleh skor sebesar 27 dan organisator diperoleh skor sebesar 12, (2) kurangnya modal, rendahnya sumber daya petani dan wilayah kerja penyuluh pertanian lapangan yang luas.
APLIKASI PASIR DAN PUPUK KANDANG PADA BEDENG PERMANEN UNTUK PERBAIKAN SIFAT TANAH DAN PERTUMBUHAN PADI DI LAHAN VERTISOL TADAH HUJAN LOMBOK Ni Wayan Dwiani Dulur; I.G.M. Kusnarta; W. Wangiyana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.119 KB)

Abstract

ABSTRAK Karakteristik lahan vertisol yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman adalah keras dan pecah-pecah di musim kemarau, tetapi liat serta lekat di musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bahan pembenah tanah (pasir dan pupuk kandang) yang diaplikasikan pada bedeng permanen di lahan Vertisol tadah hujan Lombok, untuk memperbaiki sifat tanah dan pertumbuhan tanaman padi. Percobaan dimulai pada bulan Februari 2012, di lahan petani di desa Batujai, Lombok Tengah, yang diawali dengan pembuatan bedeng-bedeng berukuran 1,2 x 5 m. Ada 6 perlakuan yang diuji dalam suatu Rancangan Acak Kelompok, yaitu P0: Bedeng tanpa bahan pembenah tanah, P1: dengan pembenah tanah berupa Pasir, P2: Pasir dan pupuk kandang sapi (pukan) 15 t/ha, P3: Pasir dan pukan 25 t/ha, P4: Pasir dan pukan 35 t/ha, dan P5: Pasir dan pukan 45 t/ha. Pasir diberikan 20% lapisan tanah bagian atas bedeng sampai kedalaman 20 cm. Padi ditanam dengan tugal dengan jarak tanam 20 x 20 cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi pasir dan pupuk kandang pada bedeng vertisol dapat memperbaiki sifat tanah, yaitu menurunkan BV dan nilai COLE, serta meningkatkan kadar C organik dan stabilitas agregat. Perlakuan tersebut juga meningkatkan kestabilan bedeng dan pertumbuhan tanaman padi pada bedeng permanen, yaitu berat kering tanaman padi pada fase berbunga, tetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan per rumpun. ABSTRACT The characteristics of Vertisol land which are less supporting plant growth are hard and cracked in the dry season but clayey and sticky in the rainy season. This study aimed to evaluate the effect of soil amendments (sand and manure) applied on permanent raised-beds on rainfed Vertisols of Lombok, in order to improve soil properties and rice growth. The experiment was commenced in February 2012, on a farmers' field in Batujai village, Central Lombok, started with formation of permanent raised-beds of 1.2 x 5 m size each. There were 6 treatments tested in a randomized complete block design, i.e. P0: beds without application of soil amendments, P1: with application of river sand, P2: river sand and cattle manure of 15 t/ha, P3: river sand and cattle manure of 25 t/ha, P4: river sand and cattle manure of 35 t/ha, and P5: river sand and cattle manure of 45 t/ha. The sand (20% sand) was mixed with topsoil of the beds to a depth of 20 cm. Rice seeds were dibbled with planting space of 20 x 20 cm2. The results indicated that application of sand and manure on Vertisol beds improved soil properties, i.e. decreased volume density and COLE, and increased organic C content and aggregate stability. The treatments also improved bed stability and growth of rice on the permanent raised beds, i.e. dry weight of rice plants at flowering, but had no effect on plant height and tiller number per hill.
STRATEGI PEMASARAN JAMUR TIRAM DI KOTA MATARAM Ulfa Nuraini; L Sukardi; Efendy Efendy
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.786 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i1.649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui saluran pemasaran jamur tiram di Kota Mataram; (2) Mengetahui faktor internal dan eksternal usaha pemasaran jamur tiram di Kota Mataram; (3) Mengetahui strategi pemasaran jamur tiram di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penentuan daerah sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Jumlah responden ditentukan secara sensus sebanyak 19 orang petani jamur tiram. Teknik dan cara yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik survey dan alat analisis yang digunakan adalah Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Saluran pemasaran jamur tiram di Kota Mataram ada dua saluran. Saluran I: Produsen - Konsumen Akhir dengan harga jual Rp 22.500 /kg. Saluran II: Produsen - Pedagang Pengecer - Konsumen Akhir dengan harga jual Rp 27.500/kg; (2) Dari hasil analisis SWOT diketahui faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) usaha jamur tiram di Kota Mataram. Kekuatannya adalah: Kualitas jamur tiram yang baik, Besarnya modal yang terjangkau, Penetapan harga yang kompetitif, Mempertahankan pelanggan. Kelemahannya adalah: Masih kurangnya kegiatan promosi, Kurang adanya sistem pemasaran, Proses produksi masih menggunakan teknologi sederhana. Peluangnya adalah: Pangsa pasar jamur tiram yang masih luas, Jamur tiram dapat diolah menjadi produk turunan, Intervensi pemerintah. Ancamannya adalah: Adanya persaingan antara pembudidaya jamur tiram, Pengaruh pergantian musim/cuaca; (3) Strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh petani jamur adalah pertumbuhan agresif (growth oriented strategy) yaitu dengan memperluas pangsa, dan melalui peningkatkan nilai tambah dengan melakukan pengolahan produk dari jamur tiram segar.
ANALISIS FAKTOR PENENTU KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA NELAYAN DI DESA SENGKOL KABUPATEN LOMBOK TENGAH Dr. Ir. Suparmin, MP; Dr. Nurliah, SPi, MSi,; Ir. Syarif Husni, MSi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Secara rinci penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan pola distribusi dan alokasi waktu kerja, pola produksi dan pola konsumsi rumahtangga nelayan; 2) menguji pengaruh faktor determinan terhadap ketahanan pangan rumahtangga nelayan. Penelitian ini menngunakan metode deskriptif dan didesain dalam bentuk survey. Daerah penelitian adalah Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Dari 11 desa pesisir yang ada dipilih 1 desa yang berada di Kecamatan Pujut yaitu desa Sengkol. Penetapan desa tersebut secara sengaja berdasarkan daerah pesisir yang potensial untuk pengembangan rumput laut. Selanjutnya dilakukan pendataan terhadap rumahtangga nelayan. Rumahtangga nelayan yang menjadi sampel penelitian dipilih secara random sampling sebanyak 30 rumahtangga nelayan. Data yang telah dikumpulkan kemudian diklasifikasikan untuk dianalisis lebih lanjut: 1) Untuk mengetahui pola distribusi dan alokasi waktu kerja, pola produksi (pendapatan) dan pola konsumsi (pengeluaran) rumahtangga dianalisis secara deskriptif. 2) Untuk mengestimasi pengaruh variabel-variabel bebas terhadap ketahanan pangan rumahtangga nelayan dianalisis dengan regresi logit Terbatas pada data dasar yang telah digunakan dalam pembahasan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Pola distribusi waktu kerja Rumahtangga nelayan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan antara lain untuk mencari ikan di laut, bekerja sebagai pedagang, bekerja sebagai buruh atau jasa. Rata-rata waktu kerja yang dicurahkan selama satu tahun sebesar 1.348 jam atau 192,57 hari 3,69 jam per-hari Pola distribusi pendapatan rumahtangga nelayan bersumber dari kegiatan sebagai nelayan yaitu mencari ikan dilaut, dan kegiatan dari luar nelayan seperti berdagang , buruh atau jasa. Rata-rata pendapatan rumahtangga nelayan selama satu tahun sebesar Rp 212.533,33 Pola distribusi pengeluaran rumahtangga nelayan terbagi dalam pengeluaran untuk pangan dan non pangan. Rata-rata pengeluaran rumahtangga nelayan selama satu tahun sebesar Rp 663.700,00 Faktor penentu ketahanan pangan rumahtangga nelayan adalah pendapatan rumahtangga nelayan ABSTRACT In detail, this study aims to: 1) describe patterns of distribution and allocation of working time, patterns of production and consumption patterns of households of fishermen; 2) to test the effect of the determining factors of the household food security of fishermen. This research uses descriptive method and is designed in the form of survey. The study area is from 11 coastal villages there been one village in Sub Pujut ie Sengkol village. Determination of the village is deliberately based on coastal areas of potential for the development of seaweed. Households fishermen into the sample were selected by random sampling of 30 households of fishermen. The data have been collected and then classified for further analysis: 1) To determine the pattern of distribution and allocation of working time, patterns of production (income) and the pattern of consumption (expenditure) of households were analyzed descriptively. 2) To estimate the influence of the independent variables on household food security of fishermen analyzed by logit regression. The study concluded the following: 1) The distribution pattern of working time used for activities Household fishermen catch fish in the sea, as a trader, as labor or services. The average working time devoted during the year totaling 1,348 hours or days 192.57 3.69 hours per day. 2) The pattern of the distribution of household income derived from the activities of fishermen looking for fish in the sea, and trade, labor or services. The average household income of fishermen during the year amounted to Rp24.212.533,33. 3) The distribution pattern of household expenditure fishermen divided into expenditure on food and non-food. Average household expenditures during the year amounted fishermen Rp19.663.700,00. 4) Determinants of household food security is a household income of fishermen fisherman

Page 9 of 45 | Total Record : 442


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue