cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 480 Documents
3 3 86 STATUS KANDUNGAN RESIDU PUPUK NPK (PHONSKA) PADA PERLAKUAN DOSIS PUPUK YANG BERBEDA PADA TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum var: servo F1) DI ENTISOL LOMBOK UTARA Ankly Jahtra Riawan; Padusung Padusung; Jayaputra Jayaputra
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.4 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan residu dosis pupuk NPK (Phonska) yang berbeda pada tanaman tomat di Entisol Lombok Utara , yang dilaksanakan dalam dua tahap penelitian. Tahap pertama, kegiatan budidaya dilaksanakan mulai bulan Oktober 2017 sampai bulan Januari 2018. Penelitian tahap kedua dilakukan pengambilan sampel tanah dan analisis laboratorium mulai bulan Januari s/d bulan Maret 2018. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Uji N-total dilakukan dengan metode Kjeldhal (titrasi), uji P-total dan K-total dilakukan dengan metode Pengabuan Basah (Morgan). Hasil penelitian menunjukkan residu kandungan unsur nitrogen (N) total yang berasal dari pupuk NPK (Phonska) dengan dosis 20 gram - 40 gram per petak (25 kg – 50 kg per hektar) ditambah dengan pupuk organik Bio-Extrim dan Organox berharkat sangat rendah (0,038% - 0,048%), residu kandungan unsur fosfor (P) total berharkat sangat tinggi (0,010% - 0,018%), residu kandungan unsur kalium (K) berharkat sangat tinggi (0,0294% - 0,0425%). ABSTRACT The aims at this research is to find out residual content of diferrent doses treatment NPK fertilizer (Phonska) at tomato plants in North Lombok Entisol. This research was done with two steps such as. The first step, the cultivation was undertaken from October to January 2018. The second step, took soil sample and lab analysis of the research was carried out from January to March 2018. Descriptive method was used in this reseacrh. The N-total test used Kjeldhal method (titration), the P-total and K-total tests used the wet wiping method (Morgan method). The results of the study showed that residue content of nitrogen (N) from NPK (Phonska) fertilizer at treatment dose of 20 grams - 40 grams per plot (25 kg - 50 kg per hectare) added with Bio-Extrim and Organox organic fertilizers very low ( 0.038% - 0.048%), total phosphorus (P) content residues very high (0.010% - 0.018%), residues of elemental content of potassium (K) very high (0.0294% - 0.0425%).
Analisis Nilai Tambah dan Strategi Pemasaran Produk Olahan Berbasis Rumput Laut evita sarah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.611 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i1.571

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk: (1) mengetahui nilai tambah yang diperoleh dari produk olahan berbasis rumput laut di UKM Sasak Maiq; (2) menganalisis strategi pemasaran dari produk olahan berbasis rumput laut di UKM Sasak Maiq; dan (3) mengidentifikasi hambatan yang dihadapai oleh UKM Sasak Maiq. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jenis data kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan bersumber dari data primer dan data sekunder. Data dianalisis menggunakan metode hayami untuk nilai tambah, analisis marketing mix untuk strategi pemasaran dan analisis deskriptif untuk hambatan, dengan responden pemilik UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Sasak Maiq. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) nilai tambah yang diperoleh dari penjualan yang dilakukan UKM Sasak Maiq ke konsumen akhir untuk produk stik rumput laut sebesar Rp 549.856/kg (rasio nilai tambah 82,48%), rengginang rumput laut sebesar Rp 319.713/kg (rasio nilai tambah 85,26%) dan kopi rumput laut sebesar Rp 2.864.934/kg (rasio nilai tambah 88,97%). Sedangkan nilai tambah yang diperoleh dari penjualan yang dilakukan UKM Sasak Maiq ke pengecer (toko oleh-oleh) untuk produk stik rumput laut sebesar Rp 283.189/kg (rasio nilai tambah 70,80%), rengginang rumput laut sebesar Rp 169.713/kg (rasio nilai tambah 75,43%) dan kopi rumput laut sebesar Rp 1.944.934/kg (rasio nilai tambah 84,56%); (2) strategi pemasaran yang dilakukan untuk produk olahan berbasis rumput laut adalah: (a) produk (product): memiliki bentuk yang berbeda-beda dan kemasan yang dilengkapi dengan stiker yang berisikan keterangan tentang produk sehingga produk mampu menarik banyak konsumen dan memberikan nilai tambah yang diharapkan; (b) harga (price): harga untuk produk olahan berbasis rumput laut berbeda antara penjualan yang dilakukan UKM Sasak Maiq ke konsumen akhir dan ke pengecer, serta terdapat potongan harga apabila konsumen membeli produk pada pameran-pameran yang diikuti oleh UKM Sasak Maiq; (c) tempat (place): tempat pemasaran produk olahan berbasis rumput laut yaitu di toko milik sendiri yang ada di tempat produksi dan melalui pengecer (toko oleh-oleh); (d) promosi (promotion): dilakukan melalui media online dan media offline; dan (3) hambatan yang dihadapi dalam proses produksi produk olahan berbasis rumput laut adalah ketersediaan dan kualitas bahan baku, kurang terampilnya tenaga kerja dan tempat produksi yang tidak luas.
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA AGROINDUSTRI DAN PEMASARAN PRODUK GULA AREN DI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Irma (1; Efendy (2; Abdullah Usman (2
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.067 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1). Menganalisis pendapatan usaha agroindustri gula aren di Kecamatan Gunungsari, (2). Mengetahui nilai nilai tambah usaha agroindustri gula aren di Kecamatan Gunungsari, dan (3). Menganalisis pemasaran produk gula aren di Kecamatan Gunungsari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Pendapatan rata-rata usaha agroindustri gula aren di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat adalah Rp 33.542,61/proses produksi atau sebesar Rp 440.427,58/bulan, (2). Nilai tambah pada kegiatan usaha agroindustri gula aren adalah Rp 1.156,10/liter bahan baku dan rasio nilai tambah adalah 35,97 persen, (3). Pada Pemasaran poduk gula aren produsen menggunakan dua saluran pemasaran yaitu : 1. Produsen – Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengecer – Konsumen dan 2. Produsen – Pedagang Pengecer – Konsumen dengan total margin pemasaran tiap saluran sebesar Rp 6.333,33/Kg dan Rp 5.000,00/Kg. ABSTRACT This study aim to: (1). Analyse revenues of palm sugar agro-industry in Gunungsari, (2). Know the value added of agro-industrial enterprises; (3). Analyse the marketing chain of its industry. The results show that (1). Net income received by palm sugar producer is Rp 440.427,58/ month or Rp 33.542,61/ time of production. (2). The added value of the businees is Rp 1.156,10 with the added value ratio is 35,97%. (3). There are two marketing channels, used by producer is : 1. Producer – Traders – Retailers – Consumer, 2. Producer – Retailers – Consumer, with a total margin of Rp 6.333,33/Kg dan Rp 5.000,00/Kg respectively.
EVALUASI SIFAT - SIFAT KUANTITATIF TANAMAN JAGUNG ( ZEA MAYS L. ) VARIETAS LOKAL LOMBOK TIMUR B. Erna Listiana; I Nyoman Kantun; I W. Sudika
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.633 KB)

Abstract

A B S T R A K Dalam usaha pemuliaan tanaman, khususnya jagung, adalah perlu untuk melakukan pengukuran dan penilaian terhadap sumber bahan genetiknya. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui varietas lokal terbaik diantara varietas lokal jagung yang ada di Lombok Timur. Dalam penelitian ini evaluasi didasarkan pada 13 sifat kuantitatif yang diamati. Metode penelitiannya menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RCBD) dengan jumlah perlakuan 11 populasi jagung yang terdiri dari 10 macam varietas lokal dan 1 varietas unggul sebagai pembanding. Penentuan varietas lokal terbaik dengan pemberian skor pada masing-masing sifat kuantitatif yang diamati. Jumlah skor tertinggi dari pengamatan sifat-sifat kuantitatif menentukan varietas lokal yang terbaik. Hasil penelitian ini ternyata menunjukkan bahwa V2, jagung lokal asal Kecamatan Keruak dan V3, jagung lokal asal Kecamatan Pringgabaya merupakan varietas lokal terbaik. A B S T R A C T In the effort of breeding plants, especially corn, it is important to conduct a research / evaluation ( measurement and judgement ) on its material genetic source. Therefore, the evaluation is performed in The East Lombok to find out the best local varities corn. This evaluation is based on 13 quantitative observed characters under RCBD method with eleven type population treatments, those are ten local and another prime varieties as a comparison. Defining the best local varieties, scoring system is used that is each of the local quantitative character observed is given some scores in which the highest scores are judged as the best. Results of this reasearch indicate that V2, local corn from Keruak Sub District and V3, local corn from Pringgabaya Sub District are the best local varities.
6. POTENSI INSEKTISIDA NON-KIMIAWI SINTETIK DALAM KONSERVASI PREDATOR ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) PADA TANAMAN KEDELAI M. Sarjan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.567 KB)

Abstract

ABSTRAK Untuk mengurangi ketergantungan pada penggunaan insektisida kimia, maka perlu dicari metode alternatif untuk mengendalikan hama ulat grayak (Spodoptera litura F.) pada tanaman kedelai. Pada penelitian ini telah dicoba untuk melihat pengaruh insektisida non-kimiawi sintetik terhadap populasi hama Spodoptera litura dan bagaimana potensinya dalam upaya konservasi predator hama tersebut. Insektisida non-kimia sintetis yang diuji pada penelitian ini adalah insektisida nabati dari esktrak nimba (Azadiractin) dan srikaya (Squamosin) serta insektisida hayati Bacillus thuringiensis (Bt) yang dibandingkan dengan insektisida kimia Sumithion 50 EC.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis insektisida non kimia sintetis yang di uji baik nimba, srikaya maupun B. thuringiensis mempunyai efektivitas yang sama terhadap penelanan populasi S. litura pada tanaman kedelai, namun ketiganya tidak menekan populasi predator Lycosa pseudoannulata, Cenocepalus longipennis dan Oxyopes javanus kecuali terhadap populasi Coccinella repanda. Insektisida kimia sintetis Sumithion 50 EC lebih mampu menekan populasi S. litura , namun cenderung mampu membunuh musuh alami berupa predator dibandingkan dengan ketiga jenis insektisida non-kimia sintetis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa insektisida non-kimia sintetis mempunyai potensi untuk menekan populasi S.litura dan melestarikan populasi musuh alami berupa predator pada tanaman kedelai. ABSTRACT In order to reduce the use of chemical insecticides, it is needed to find out alternative methods to control the army worm (Spodoptera litura F.) on soybean crop. This investigation tried to determine the effect of non- synthetic chemical insecticides against Spodoptera litura and their potency in conserving the predators of the pest. The non- synthetic chemical insecticides tested in this study were botanical insecticides such as Azadiractin and Squamosin as well as microbial insecticide, Bacillus thuringiensis (Bt) that were compared with chemical insecticide, Sumithion 50 EC. The results show that the non- synthetic chemical insecticides have the same effectivity against S. litura, but there is no effect to the predators Lycosa pseudoannulata, Cenocepalus longipennis and Oxyopes javanus , except against Coccinella repanda, the chemical insecticide Sumithion 50 EC tends to kill both the insect pest and predators. Therefore, it can be concluded that the non-chemical insecticides have a potency to control the population of S.litura and to conserve the predators on soybean cultivation.
Analisis Pendapatan Petani Tambak Ikan Bandeng di Kecamatan Woha Kabupaten Bima Nur Fadillah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.149 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i3.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui pendapatan petani tambak ikan bandeng di Kecamatan Woha KabupatenBima. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani tambak ikan bandeng di KecamatanWoha Kabupaten Bima.Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survai. Unit analisis adalah petani yang mengusahakan tambak ikan bandeng di Kecamatan Woha Kabupaten Bima.Jumlah responden ditentukan sebanyak 40 orangyang terdistribusisecara proportional sampling, Selanjutnya untuk mendapatkan petani yang menjadi responden ditentukan secara insidental sampling. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder yang dianalisis secara kulaitatif dan kuantitaif. Hasil penelitian menujukkan bahwa : (1) Rata-rata Pendapatan usahatani tambak ikan bandeng di Kecamatan Woha Kabupaten Bima dalam satu kali budidaya yaitu sebesar Rp 20.632.831/LLG atau sebesar Rp. 31.015.154/Ha. Dimana rata-rata biaya produksi sebesar Rp.2.415.502/ LLG atau Rp. 3.630.969/Ha dan penerimaan sebesar Rp. 23.048.333/LLG atau Rp. 34.646.123/Ha. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani tambak ikan bandeng di Kecamatan Woha Kabupaten Bima adalah produksi, benih, luas lahan, HKO, pengalaman dan pendidikan. Yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani tambak ikan bandeng adalah produksi dan HKO berdasarkan taraf nyata 0,05 %.
ESTIMASI UMUR TEBANG VOLUME MAKSIMUM TEGAKAN DUABANGA (DUABANGA MOLUCCANA BL.) PADA HUTAN RAKYAT DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Wawan Darmawan1; Halimatus Sa’diyah2; Lalu Sukardi3
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.716 KB)

Abstract

ABSTRAK Duabanga (Duabanga moluccana Bl.) merupakan salah satu jenis tanaman unggulan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kayunya dapat digunakan untuk kayu pertukangan, bahan bangunan, dan furnitur. Jenis ini sudah banyak dikembangkan pada hutan rakyat di Pulau Lombok, karena riapnya relatif cepat. Untuk mengoptimalkan hasil yang diperoleh perlu dikaji daur atau umur panen yang tepat. Penelitian ini mengestimasi fungsi pertumbuhan dan mengestimasi umur tebang tegakan Duabanga berdasarkan volume maksimum. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan milik masyarakat (Hutan Rakyat) di Desa Pemepek dan Desa Stiling Batukliang Kabupaten Lombok Tengah dengan pembuatan plot lingkaran pada sampel tegakan mulai umur 2-18 tahun, sebanyak 771 pohon, pada berbagai pola tanam. Tanaman Duabanga pada pola tanam monokultur memiliki fungsi produksi 0.0100179X2.59646636e-0.069543494X, fungsi Marginal Physical Product (MPP) dy/dx=0.026011248X1.59646636e-0.069543494X-0.00069668 e-0.069543X X2.59646636, fungsi Average Physical Product (APP) 0.0100179X1.59646636e-0.069543494X. Pada pola tanam tumpangsari dengan Keladi memiliki fungsi produksi 00.0125195X2.4411987e-0.0606503X, fungsi MPP dy dy/dx = 0.0305626X1.441198e-0.0606503X-0.0007593e-0.060650XX2.441198, fungsi APP 0.0125195X1.4411987e-0.0606503X. Sedangkan pada pola tanam tumpangsari dengan Kopi memiliki fungsi produksi 0.011156911X2.5298958e-0.0662579X, fungsi MPP dy/dx = 0.0282258X1.5298958e-0.0662579X-0.00073923e-0.0662579X X2.5298958, fungsi APP 0.011156911X1.5298958e-0.0662579X. Umur tebang Duabanga berdasarkan volume maksimum pada pola tanam monokultur adalah 23 tahun, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 0,302 m3/pohon, produksi pada akhir daur mencapai 6,95 m3/pohon. Pada pola tanam tumpangsari Keladi ketika umur 24 tahun, dengan pertumbuhan rata-rata 0,28 m3/pohon, produksi pada akhir daur sebesar 6,84 m3/pohon. Pada pola tanam tumpangsari Kopi terjadi ketika umur 23 tahun dengan pertumbuhan rata-rata 0,29 m3/pohon dan produksi pada akhir daur 6,77 m3/pohon. ABSTRACT Duabanga (Duabanga moluccana Bl.) Is one of the exellent commodities West Nusa Tenggara Province. Wood can product of this species for construction, building material, and furniture. The species has developed for people forest in Lombok Island, because the growth is relatively fast. This type has been developed in private forest on the island of Lombok, because growth is relatively fast. To optimize the results should be assessed recycling or proper harvest age. This study estimates the growth and function of estimating the age of felling stands Duabanga based on maximum volume. The research was conducted on the People Forest in the village of Desa Stiling Pemepek and Central Lombok with the manufacture of a circle on a sample plot stands from age 2-18 years, a total of 771 trees, in a variety of cropping patterns. Duabanga plants in monoculture has 0.0100179X2.59646636e-0.069543494X production function, the function Marginal Physical Product (MPP) dy/dx=0.026011248X1.59646636e-0.069543494X-0.00069668 e-0.069543X X2.59646636, function Average Physical Product ( APP) ) 0.0100179X1.59646636e-0.069543494X. At the intercropping pattern with Tuber has a production function 00.0125195X2.4411987e-0.0606503X,MPP function dy/dx=0.0305626X1.441198e-0.0606503X-0.0007593e-0.060650XX2.441198, fungsi APP 0.0125195X1.4411987e-0.0606503X APP function. While the pattern of intercropping with Coffee production function 0.011156911X2.5298958e-0.0662579X, MPP function dy/dx = 0.0282258X1.5298958e-0.0662579X-0.00073923e-0.0662579X X2.5298958, fungsi APP 0.011156911X1.5298958e-0.0662579X, Age logging Duabanga maximum volume based on monoculture is 23 years, with average growth of 0,302 m3 /tree, production at the end of the cycle reached 6.95 m3/tree. At tuber intercropping patterns when aged 24 years, with average growth of 0.28 m3/tree, production at the end of cycle of 6.84 m3/tree. Coffee intercropping pattern occurs when the age of 23 years with an average growth of 0.29 m3/tree and production at the end of the cycle of 6.77 m3/tree.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI ALPUKAT DI KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR M Zuhral Anwari; Sri Maryati; I Ketut Budastra
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.064 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i3.676

Abstract

Alpukat adalah salah satu tanaman hortikultura yang banyak dikembangkan di Indonesia khususnya di Provinsi NTB. Provinsi NTB tercatat memiliki jumlah pohon sebanyak 42.581 pohon dengan produksi 44.665 kw pada Tahun 2017, sedangkan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2017 merupakan penghasil buah alpukat utama di NTB dengan kepemilikan pohon sebanyak 31.468 pohon dengan produksi 31.215. Kecamatan Sembalun termasuk sebagai wilayah pengembangan usahatani alpukat di Kabupaten Lombok Timur. Tercatat produksi alpukat di Kecamatan Sembalun pada tahun 2017 sebesar 26.173 kw. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kelayakan finansial dari investasi usahatani alpukat di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian bersifat deskriptif. Unit analisis adalah petani yang membudidayakan tanaman alpukat di Kecamatan Sembalun. Kecamatan Sembalun ditentukan sebagai daerah penelitian secara purposive sampling. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik Slovin yakni 40 petani responden sedangkan penetapannya menggunakan teknik accidental sampling. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data adalah data primer dan data skunder. Variabel yang diukur adalah umur ekonomis tanaman, input dan output usahatani. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Analisis data menggunakan Net Present Value, Internal Rate Return, Payback Period dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan NPV Rp 434.846.907/ha/15 tahun (NPV > 0), IRR sebesar 54,24% (IRR > dari tingkat suku bunga yang berlaku), Payback Period sebesar 4,3 (investasi awal akan dikembalikan dalam jangka waktu 4,3 tahun) dan sensitivitas < 1 sehingga usahatani alpukat ini tetap layak diusahakan dan tidak peka atau sensitive terhadap perubahan yang terjadi.
EFISIENSI IRIGASI AIR ARTESIS PADA USAHATANI LAHAN KERING LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA: APLIKASI PENDEKATAN NON-RADIAL Abdullah Usman; Yusman Syaukat; Kuntjoro dan Nunung Kusnadi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.923 KB)

Abstract

Abstrak Luas dan kesuburan lahan kering yang terus menurun, menuntut penggunaannya yang lebih efisien. Perbedaan latar belakang dan kapasitas manajerial petani menyebabkan bervariasinya tingkat efisiensi. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat efisiensi irigasi yang dicapai masing masing petani dan faktor yang mempengaruhinya. Data primer dikumpulkan melalui survei dengan mewawancarai 246 petani dan 49 operator pompa di Lombok Timur yang dibedakan atas jenis tanaman dan variabel agroekologi. Kajian ini menemukan bahwa penggunaan teknologi irigasi yang ada belum efisiensi. Peningkatan efisiensi dapat mengurangi penggunaan air sebanyak 30, 42 dan 44 persen dari penggunaan sekarang masing masing untuk jagung, bawang merah dataran rendah dan bawang merah dataran tinggi; dari 14 variabel dalam model aditif linier, ditemukan 9, 5 dan 2 variabel yang signifikan dalam menjelaskan efisiensi irigasi dari tiga model tersebut. Pengalaman usahatani dalam skim, pendidikan, rasio biaya, dan rasio pendapatan menunjukan pengaruh yang positif; sementara umur petani, jumlah anggota keluarga, frekuensi menghadiri pelatihan, dan luas lahan yang ditanami menunjukan pengaruh yang negatif. Untuk memperbaiki efisiensi, disarankan untuk meningkatkan kapasitas manajerial dan organisasi petani. ABSTRACT The increase use of dryland nowadays needs the farmers to run farms more efficiently. The variations of farmers backgrounds and their managerial capacities inevitably affect their efficiency rate. This study aims to identify the irrigation efficiency levels achieved by individual farmers and determinant factors affecting the efficiency. Survey data collected from interviewing 246 farmers and 49 pump operators in East Lombok, to represent corn and onion farms, differed by high and lowland.The study found that the application of existing technology for irrigation is inefficient. Improving efficiency, can save water about 30, 42 and 44 percent from existing use for corn, lowland onion and higland onion respectively. Using 14 variables in linear additive model, it is found that 9, 5 and 2 variables are significant to explain the irrigation efficiency for the three crops respectively. Experience in running farms in schemes, formal education years, farm cost ratio, and farm income ratio indicate positive effects on the irrigation efficiency. While farmers’ age, family size, frequency of attending training, and land area cultivated indicate negative effects for corn farms. Improving training and farmers organisation are adivisable to increase the irrigation efficiency.
Analisis Keseimbangan Ekonomi Rumah Tangga Masyarakat Tani di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Eva Nopia Widiaputri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.444 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i1.257

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah, (1) Untuk mengetahui pendapatan rumah tangga masyarakat tani dari kegiatan usahatani dan non-usahatani, (2) Untuk mengetahui pengeluaran rumah tangga dari pengeluaran pangan dan non-pangan (3) Untuk mengetahui keseimbangan ekonomi rumah tangga dari aspek pendapatan dan pengeluaran rumah tangga masyarakat tani di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey.Lokasi penelitian dan kelompok tani sampel ditentukan secara “Purvosive Sampling”.Penentuan responden dilakukan secara“Quota Sampling” sebanyak 30 orang yang terdistribusi pada kedua desa sampel secara “Proportional Random Sampling”.Penelitian dilakukan di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.Analisis yang digunakan meliputi: analisis pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, serta keseimbangan ekonomi rumah tangga. Hasil peneitian menunjukkan bahwa: 1) Pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp47.100.629 per tahun. Pendapatan rumah tangga tersebut diperoleh dari kegiatan usahatani sendiri sebesar Rp24.578.296 per tahun, kegiatan di luar usahatani sendiri sebesar Rp929.000 per tahun, dan pendapatan dari kegiatan non usahatani sebesar Rp21.593.333 per tahun. 2)Pengeluaran rumah tangga masyarakat tani di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp 45.204.833.33 per tahun, yang meliputi pengeluaran pangan sebesar Rp 17.794.166,67 per tahun, dan pengeluaran non pangan sebesar Rp 27.410.666,67 per tahun. 3) Keseimbangan ekonomi rumah tangga diperoleh dari perbandingan antara total pendapatan rumah tangga per tahun dengan total pengeluaran rumah tangga per tahun yaitu sebesar 1,04 atau surplus, yang artinya bahwa rumah tangga masyarakat tani mampu membiayai seluruh pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga dari pendapatan yang diperoleh. 4) Rumah tangga masyarakat tani di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat berada di atas garis kemiskinan dengan rata-rata pendapatan rumah tangga sebesar Rp 981.263,108 per kapita/bulan (>Standar Bappeda) dan rata-rata pengeluaran Rp 941.767,358 per kapita/bulan (>Standar BPS). ABSTRACT The purpose of this study are: (1) To determine the household income of farmer communities from farming and non-farming activities, (2) To find out household expenditures on food and non-food expenditures (3) To find out the economic balance of households from aspects of income and expenditure of household farming communities in Lingsar District, West Lombok Regency. The method used in this study was descriptive method and data collection done by survey techniques. The research location and sample farmer groups was determined by "Purvosive Sampling". Determination of respondents was carried out by "Quota Sampling" as many as 30 people distributed in the two sample villages by "Proportional Random Sampling". The study was conducted in Lingsar District, West Lombok Regency. The analysis used includes: analysis of household income and expenditure, as well as the economic balance of the household.The results of the study show that: 1) The income of farmer households in Lingsar District, West Lombok Regency is Rp 47,100,629 per year. The household income was obtained from the farming activities of Rp 24,578,296 per year, activities outside of own farming amounted to Rp929,000 per year, and income from non-farming activities amounted to Rp21,593,333 per year. 2) Expenditure of farmer community households in Lingsar District, West Lombok Regency is Rp 45,204,833.33 per year, which includes food expenditure of Rp 17,794,166.67 per year, and non-food expenditure of Rp 27,410,666.67 per year. 3) Household economic balance is obtained from a comparison between total household income per year and total household expenditure per year which is equal to 1.04 or surplus, which means that the farming community households are able to finance all expenditures for household needs from income earned . 4) Households of farming communities in Lingsar District, West Lombok Regency are above the poverty line with an average household income of Rp 981,263,108 per capita / month (> Bappeda Standard) and the average expenditure of Rp 941,767,358 per capita / month (> BPS Standard).

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025 Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue