cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 480 Documents
7. BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) PADA IKAN PINDANG DAN IKAN ASIN SERTA ISOLAT YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENGHASIL BAKTERIOSIN Edy Santoso
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.514 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui karakteristik isolat BAL pada ikan pindang dan ikan asin mulai dari genus sampai spesies; (2) menguji aktivitas anti bakteri patogen dan pembusuk pada isolat BAL tersebut; dan (3) menguji isolat BAL yang berpotensi penghasil bakteriosin. Metode penelitian yang digunakan adalah metoda eksperimental dengan percobaan di Laboratorium. Pada tahap awal dilakukan isolasi BAL dengan metode pengenceran yang dilanjutkan dengan pour plate, sedang identifikasi BAL didasarkan pada karakteristik morfologi, profil protein (SDS-PAGE), uji biokimiawi, uji fisiologi, tipe fermentasi, dan tipe asam laktat. Pada tahap selanjutnya dilakukan uji antagonis terhadap bakteri patogen, pembusuk dan pembentuk histamin dengan metode difusi sumuran, kemudian dilanjutkan dengan skrining BAL penghasil bakteriosin dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa BAL yang paling dominan pada ikan pindang adalah dari Genera Laktobacillus (L. plantarum, L. confusus, dan L. fermentum) ), yang kemudian diikuti genera Streptococcus (S. thermophillus), genera Leuconostoc (Leuc. paramesentroides) dan genera Pediococcus (P. pentosaeceus). BAL yang paling dominan pada ikan asin adalah dari Genera Streptococcus (S. thermophillus) dan genera Laktobacillus (L. plantarum L. confusus, dan L. fermentum) yang kemudian diikuti oleh genera Pediococcus (P. acidophilus). Semua bakteri asam laktat mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen dan pembusuk, sedangkan supernatannya hanya mampu menghambat bakteri E. choli, Shigella dan Morganella morganii. BAL jenis Leuconostoc paramesentteroides (ED 6 dan ED 15) ternyata mampu menghambat bakteri indikator yang diujikan, hal ini berarti BAL tersebut mampu menghasilkan antibakteri berupa bakteriosin. ABSTRACT The objectives of this research were (1) to know the LAB isolat characteristic at preserved fish and salted fish, genus until species; (2) to test the activity of pahtogen and spoilage bacteria at LAB isolate; (3) to test the LAB isolate which produce the bacteriocin. The research method was experimental method in laboratorium. The first is isolated LAB by using pour plate, with LAB identificated accourding to characterisitic of morphology, protein (SDS-PAGE), biochemical test, physiological test, fermentation type and type of lactic acid. Then conduct the antagonist test of pahtogen bacteri, spoilage and produce histamin with difussion method, and continuied with screning of LAB bacteriosin by using agar difussion method. The result of this research were to isolate and identify (LAB) of preserved fish, examine anti microbial activity to pathogen and spoilage bacteria as well as their bacteriosin potencies. The result of this research showed that LAB the most dominant of preserved fish were genera Streptococcus (S. thermophillus), and followed by genera Lactobacillus (L. plantarum, L. confunsus and L. fermentum), genera Leuconostoc (Leuc. paramesenteroides) and genera Pediococcus (P. pentosaecius). LAB the most dominant of salt fish were genera Streptococcus (S. thermophillus) and genera Lactobacillus (L. plantarum, L. confunsus, and L. fermentum) and followed by genera Pediococcus (P. acidophillus). All LAB had anti bacteria activity to pathogen and spoilage bacteria, and whreas their supernatant was only available to resist bacteria E. coli, Shigella and Morganella morganii. LAB Leuc. paramesenteroides (ED 6 and ED 15) type in fact is available to resist bacteriaforexamined indicator. Therefore, this LAB could produce antibacterial including forming in bacteriocin.
Pertumbuhan dan Hasil Berbagai Varietas Kacang Hijau Antara Sistem Monocrop dan Penanaman Bersama Padi Beras Merah Pada Sistem Irigasi Aerobik Dian Mayasari; Wayan WANGIYANA
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.9 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v28i2.347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan komponen hasil berbagai varietas kacang hijau antara penanaman secara monokrop dan penanaman bersama padi beras merah pada sistem aerobik, dengan melaksanakan percobaan penanaman di pot dalam rumah plastik di Dasan Tebu, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, dari bulan Mei sampai September 2017. Percobaan ditata menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan dan dua faktor perlakuan yang ditata secara faktorial, yaitu varietas kacang hijau (varietas No.129, Merak, Vima-3, Vima-1 dan Kenari) dan pola tanam (secara monokrop dan penanaman bersama padiberas merah). Data dianalisis analisis keragaman dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata 5% menggunakan program statistik CoStat for Windows ver. 6.303. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan respon antar beberapa varietas kacang hijau terhadap pola penanaman bersama padi beras merah dalam kaitan dengan pertumbuhan dan hasil biji kacang hijau. Kacang hijau varietas No.129 menunjukkan hasil biji yang lebih tinggi pada pola penanaman bersama padi beras merah (11,78 g/pot), sebaliknya varietas Vima-1 hasil bijinya lebih rendah dan terendah (6,5 g/pot) pada penanaman bersama padi beras merah dibandingkan pada sistem monokrop (9,32 g/pot), sedangkan varietas Vima-3 menunjukkan hasil biji yang tidak berbeda nyata antara penanaman bersama padi beras merah (11,66 g/pot) dan sistem monokrop (10,09 g/pot). Oleh karena itu perlu pengujian lapangan untuk menemukan lebih banyak lagi varietas kacang hijau yang toleran untuk ditanam bersama padi pada sistem tumpangsari.
ANALISIS DAYA SAING USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN BIMA Nur Atina Putri; Efendy Efendy; Tajidan Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.827 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i2.566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1).Menganalisis tingkat profitibilitas finansial Usahatani Bawang Merah di Kabupaten, (2) Menganalisis Daya saing Bawang Merah di Kabupaten Bima. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Unit analisis yang dianalisis dalam penelitian ini adalah Daya saing Bawang Merah di Kabupaten Bima. Penentuan daerah sampel dilakukan secara purposive sampling yang terdiri dari dkecamatan Woha, Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu. Sedangkan penentuan responden dilakukan secara Accidental Sampling yaitu sebanyak 50 responden. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan Analisis pendapatan dan Analisis daya saing menggunakan table police analysis Matrix (PAM). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Bima memiliki keuntungan Privat sebesar Rp 21.217.584,69 dan keuntungan sosial sebesar Rp 50.686.866,84 yang artinya usahatani bawang merah di daerah penelitian layak untuk dikembangkan karena memiliki keuntungan kompetitif dan keuntungan komparatif.;(2) Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Bima memiliki daya saing karena memiliki keunggulan kompetitif maupun komparatif. Hal ini dapat dilihat dari nilai PCR 0,61 dan DRCR 0,46 dimana nilai masing-masing < 1 sehingga usahatani bawang merah ini layak untuk dikembangkan.; (3) Kebijakan pemerintah pada harga input-output terhadap usahatani Bawang Merah berdampak negatif bagi penerimaan petani pada harga privat output. Berdasarkan Nilai Transfer Bersih yang negatif dan nilai NPCO yang diperoleh sebesar 0,78 yang kurang dari < 1, namun kebijakan tersebut berdampak positif bagi petani pada harga privat input tradable berdasarkan NPCI yang diperoleh sebesar 0,94 yang berarti < 1 memberikan arti bahwa terdapat subsidi pupuk dan obat-obatan yang membantu petani dalam mengurangi biaya input produksi.
PENINGKATAN DAYA HASIL GALUR MUTAN KACANG TANAH MELALUI PENGGUNAAN TEKNOLOGI RHIZOBIUM DAN PEMUPUKAN KALSIUM DI LAHAN KERING Hanafi Abdurrachman1; Sumarjan .; A. Farid Hemon
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.253 KB)

Abstract

ABSTRAK Masalah cekaman kekeringan merupakan faktor pembatas utama pada usahatani kacang tanah di lahan kering. Upaya untuk mengatasi cekaman kekeringan pada usahatani kacang tanah adalah penggunaan kultivar toleran kekeringan dan penerapan teknologi rhizobium dan pemupukan kalsium. Penenlitian ini telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan Rhizobium dan pupuk kalsium terhadap daya hasil galur mutan kacang tanah di lahan kering. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan yang ingin diketahui adalah perlakuan galur mutan kacang tanah (G300-II dan G 200-I) dan varietas Singa, aplikasi Rhizobium (Nodulin dengan dosis 10 g per kg benih) dan tanpa Rhizobium (tanpa Nodulin), dan aplikasi pupuk kalsium (Gypsum 300 kg per hektar) dan tanpa Gypsum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kalsium dan Rhizobium pada galur kacang tanah G300-II mampu meningkatkan berat polong kering 2.177 g/6 m2 atau 3,7 ton/Ha. Pemberian Rhizobium juga mampu meningkatkan kadar N jaringan tanaman kacang tanah dan pemberian kalsium mampu meningkatkan kadar Ca jaringan tanaman. ABSTRACT Drought stress is one of problem to peanut cultivation in dry land. The effort to reduce drought stress is using drought tolerant peanut cultivar and application of Rhizobium bacteria and calsium fertilizer (Gypsum). The experiment had been done to know the effect of Rhizobium bacteria (Nodulin) and calsium fertilizer (Gypsum) application to yield potential of peanut mutan line in dry land. The experiment used block randomize design with treatments were peanut mutan line (G300-II and G 200-I, and Singa cultivar), Rhizobium application (Nodulin with 10 g each kg seed) and no Nodulin, and application of calsium fertilizer (Gypsum 300 kg each hectar) and no calsium. Result of reseach showed that using calsium and Rhizobium at peanut line G300-II could increase dry pod weight until 2,177 g/6 m2 or 3,7 ton/Ha. Application of Rhizobium (Nodulin) increased plant tissue nitrogen content and using calsium fertilizer could also increase plant tissue calsium content.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN DAMPAK EKONOMI INDUSTRI TAHU-TEMPE DI KABUPATEN BIMA Ir. Tajidan; fakultas pertanian
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.792 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengetahui kelayakan finansial yang menyangkut: estimasi nilai investasi, aliran kas, dan kriteria investasi. Sasaran yang ingin dicapai adalah dihasilkannya suatu rekomendasi pengembangan industri tahu-tempe di Bima. Jenis metode penelitian yang dipilih adalah Studi Kasus. Pemilihan kasus dilakukan dengan pertimbangan: skala usaha, nilai investasi, teknologi yang diterapkan, penyerapan tenaga kerja, dan lokasi kegiatan usaha. Data primer dikumpulkan dengan teknik: wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Untuk mendirikan satu industri tahu tempe memerlukan modal sebesar Rp13.039.000 terdiri atas modal investasi Rp 9.741.000 dan modal operasional Rp 3.298.000. Seluruh arus pengeluaran kas dapat ditutupi dari penerimaan kas, sehingga biaya-biaya yang dikorbankan dapat ditutupi dari hasil penjualan tahu dan tempe, sementara modal dapat dikembalikan dalam waktu lebih singkat jika dibandingkan umur teknis peralatan dan mesin yang digunakan. Industri tahu-tempe dinilai layak untuk diusahakan dan dikembangkan, sebab memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV positif, nilai Net B/C dan Gross B/C masing-masing > 1, dan IRR > 18%/tahun. ABSTRACT The objectives of this research are: to know financial feasibility including estimation of investment worth, cash flow, and investment crtiterion. The aims of this research is to obtain a recomendation of tofu-tempe small-scale industry development in Bima Regency. The method of research applied was case study by considering: scale of enter-preneurship , investment worth, the degree technology applied, employees, and business location. Row data were collected by indepth intervew, observation, and documentation. The result of this research show that : To establish a tofu-tempe small-scale industry it is needed a Rp 13,039,000 for investment worth consisted of: investment capital Rp 9,741,000 and operation capital Rp 3,298,000. All of cash out-flow can be recovered by cash in-flow so that costs expended can be recovered by the return from the products selling. Base of the value of NPV (>0), Net and Gross B/C greater then 1 (one), and IRR greater then 18% year -1 of tofu-tempe small-scale industry as feasible to be enterprised and developed in Bima regency.
80. APLIKASI OLIGOKHITOSAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA (Abelmochus esculentus (L.) Moench) oktavia sarhesti; Suwardi Suwardi; Safrudini 1
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.418 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan pemberian Oligochitosan adalah menentukan frekuensi pemberian olygochitosan dan pupuk NPK yang tepat bagi prningkatan hasil sekaligus menciptakan lingkungan sehat. Metode penelitian yang digunakan adalah Split Plot Design. Main Plot yaitu perbedaan frekuensi pemberian oligokhitosan yang terdiri dari tiga dosis yaitu : F0 = tanpa pemberian oligokhitosan, F1 = 2 kali pemberian olighokhitosan, dan F2 = 4 kali pemberian oligokhitosan. Sub Plot adalah dosis pupuk NPK dengan tiga aras, yaitu T1 = 75 kg/ha NPK, T2 = 150 kg/ha NPK, dan T3 = 225 kg/ha NPK. Data hasil pengamatan semua parameter dianalisis dengan menggunakan sidik ragam pada jenjang nyata 5%. Apabila terdapat beda nyata dari masing-masing perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test (DMRT) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemupukan 225 kg/ha NPK pada tanaman okra 15 hst, menghasilkan jumlah daun nyata lebih besar dan dibandingkan dengan pupuk NPK 75 kg/ha, namun tidak berbeda nyata dengan NPK 150 kg/ha. Pemupukan NPK NPK 225 kg/ha menghasilkan buah lebih banyak dan lebih berat pada panen ke-4, 8 dan ke 14 dibandingkan dengan perlakuan pupuk NPK 75 kg/ha dan NPK 150 kg/ha. Jumlah dan berat buah okra terbanyak dihasilkan pada panen ke 10 dan ke 11, kemudian menurun dan setelah panen ke 15 dan 16 mengalami peningkatan. ABSTRACT The main of oligohitosan and NPK application were to determine the appropriate frequency of oilygochitosan and NPK fertilizers for improved yields while creating a healthy environment. Experiments conducted in experimental garden in the village of Wedomartani District, Yogyakarta regency. Conducted in April until November 2016. The design of the field trial using Split-split plot, arranged in a RCBD and repeated 3 times with a plot size of 5 m x 6 m. The main plot was oligochitosan application consists of two levels, namely two times appication (F1) and three times appication (F2). The subplots were NPK fertilization technology consists of three levels, namely Fertilization inorganic compound NPK dose 75 kg.ha- (P1) NPK dose 150 kg.ha- and NPK dose 225 kg.ha- .
The Resilience and Agricultural Household Livelihood Strategies of the 2018 Lombok Earthquake Victims at the Emergency Period in North Lombok Regency Muhammad Nurjihadi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.509 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i3.505

Abstract

A great earthquake was hitting Lombok in August 2018 that caused damage to home and livelihood sources of almost 100% of North Lombok Regency (KLU) population. This research is aimed to investigate the resilience capacity and livelihood strategies of displaced people (the earthquake victims) of KLU, especially the agricultural families during the post disaster emergency period. This research is using mix method between qualitative and quantitative approaches that explained descriptively. The qualitative data in this research was obtained using purposive area snowball sampling technique while the quantitative data was obtained through a comprehensive survey using Displacement Tracking Matrix (DTM) technique. Result of the research revealed that the earthquake caused the lost of jobs and livelihood sources of KLU’s people in all economic sectors, including agricultural sector. Social capital of the society was influencial as a main strategy of the victims to fulfil their daily needs and strengthen their social resilience in facing the damaging impact of the disaster. By exploiting their social capital, the society was able to fulfil their daily needs by managing all external aids, natural resources, and their remaining personal assets based on their common understanding, local wisdom, and social norms that exist in the society.
KAJIAN GENETIK PADA HIBRIDA HASIL PERSILANGAN ANTAR SPESIES PADA GENUS CUCUMIS Karwati Zawani; Idris (2; Lestari Ujianto
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.319 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk ; (1) Mendapatkan informasi genetik yang komprehensif pada hibrida hasil hibridisasi antar pesies terutama pola dan mekanisme pewarisan sifat baik sifat kualitatif maupun kuantitatif pada hibrida, tingkat viabilitas dan sterilitas, inkompatibilitas, heritabilitas, letak dan jumlah gen pengendali, korelasi genotipik, ada tidaknya pengaruh tetua betina, dan peran gen; (2) Mendapatkan galur-galur labu-labuan yang aroma dan rasanya enak, berdaya hasil tinggi, umur genjah, dan toleran kekeringan; (3) Sebagai informasi awal bagi pemulia tanaman labu-labuan terutama genus Cucumis apabila ingin merakit varietas unggul baru. Penelitian meliputi tiga tahap kegiatan yaitu: 1). hibridisasi antar varietas unggul melon, varietas unggul mentimun, varietas lokal blewah. Hibridisasi dilakukan menggunakan model dialel lengkap yaitu menyilangkan antar semua kombinasi tetua yang memungkinkan termasuk resiproknya; 2). Evaluasi viabilitas dan sterilitas dan upaya mengatasi hambatan persilangan antar spesies, 3). perbanyakan dan evaluasi benih hasil hibridisasi (F1) baik sifat kualitatif maupun kuantatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahawa, (1) Persilangan antar spesies melon, blewah dan mentimun berhasil dilakukan dengan tingkat keberhasilan yang beragam. Daya silang tertinggi dicapai oleh M2 x B1 dan M3 x B3 yaitu sebesar 78,6 %. (2) Tidak semua benih keturunan hasil persilangan dapat tumbuh (viable) dan berkembang menjadi tanaman yang menghasilkan buah. (3) Karakteristik keturunan hasil persilangan umumnya berada diantara karakteristik kedua tetuanya. Terdapat beberapa keturunan yang berbeda karakteristiknya dibanding tetuanya. (4) Bobot buah memiliki nilai koefisien keragaman genetik dan nilai duga hertabilitas yang tinggi. (5) Secara genotip maupun fenotip, bobot buah secara positif nyata terkait dengan diameter dan panjang buah. Perbaikan buah dapat dilakukan melalui perbaikan ukuran buah. Ukuran buah yaitu panjang dan diameter buah dapat dijadikan sebagai kreteria seleksi tidak langsung untuk perbaikan hasil tanaman kelompok Cucumis.
PERSEPSI PETANI PADI SAWAH TERHADAP KOMPETENSI PENYULUH PERTANIAN LAHAN KERING DI KECAMATAN INSANA UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Kanisius Kolo; Umbu Joka; Agustinus Nubatonis
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.975 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i3.705

Abstract

Presepsi merupakan penilaian seseorang yang berdasarkan hasil pemikiran kita. Sedangkan Kompetensi penyuluh pertanian dapat diukur berdasarkan kinerja serta tugas dan peran penyuluh itu sendiri. Kompetensi merupakan kemampuan tugas-tugas secara efektif, sedangkan makna profesional merujuk tingkat keahlian atau keterampilan yang didasarkan dalam menjalankan tuntutan tugas atau profesinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui; 1) gambaran umum peyuluh pertanian lapangan dan; 2) untuk mengetahui hubungan antara persepsi petani padi sawah terhadap kompetensi penyuluh pertanian lapangan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara pada bulan januari 2021. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 30 responden. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tenggah Utara yang bertujuan untuk meningkatkan Intesitas penyuluhan, Materi penyuluhan, serta Metode penyuluhan. Hasil penelitian persepsi petani padi sawah terhadap kompetensi penyuluh di Kecamatan Insana Utara cukup baik dengan tingkat berpengaruhya 2,02%, diikuti materi penyuluh kurang baik/tidak setuju dengan tingkat berpengaruhnya 2,32%, dan metode penyuluh baik dengan tingkat berpengaruhnya 2,42%. Total rata-rata kompetensi penyuluh pertanian dikelompok tani bernilai 2,25 yang termasuk dalam kategori cukup baik, artinya kelompok tani baik dengan pemberdayaan yang dilakukan dikelompok tani. Kata Kunci : Persepsi, Petani, Kompetensi, Penyuluh, dan Padi Sawah
UJI DAYA HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI DALAM TUMPANGSARI DENGAN JAGUNG PADA EMPAT TIPE AGROEKOSISTEM LAHAN KERING DI PULAU LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT fakultas pertanian unram; idris pemuliaan; I GM. Arya Parwata
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.729 KB)

Abstract

ABSTRACT The aims of this reseaarch were to know : i) yield ability of varieties of soybean planted in multiple cropping with mayze in four types of agroecosystem; ii). Adaptive ability and yield stability, and genetic variability of quantitative traits. The research used Randomized Completely Block Design with eight varieties of soybean, such as : Tampomas, Merapi, Jayawijaya, Willis, Rinjani, Cikuray, Galunggung and Lokon, multiple cropped with mayze var. Arjuna Willis variety as control. The experiment was carried out in four types of agroecosystem, such as : upland depended on the rain, upland irrigated by pump well, dryland after cultivating “gogorancah” rice, and dryland irrigated by high Level Diversion system. The results of the experiment showed that : the types of agroecossystem did not affect on the qualitative traits; the yield ability of Tampomas, Lakon, Jayawijaya, Rinjani, Cikuray and Galunggung is same as Willis but Merapi was lower than it in dryland irrigated by high level diversion system; There is no stable and adative varieties. Tampomas, Jayawijaya and Galunggung varieties were only able to adaptive in productive agroecosystem, but Cikuray and Lokon only adapted specially in marginal condition; The highest variability of harvesting day, number of productive branch and dry seed yield were in the land irrigated by hight level diversion system; plannt height, number of pod, number of filled out of pod were in upland irrigated pump well; weight of 100 dry seeds was in the dryland depended on the rain after cultivating “gogo rancah” rice.

Page 10 of 48 | Total Record : 480


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025 Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue